
Tiba - tiba
Episode sebelumnnya.....
......................
Niu!.....Niu!.......Niu!......
Suara sirine ambulance.
Lalu mereka berenam melepas pelukan mereka dan saling terdiam, tak lupa mereka semua juga saling tatap - tatapan dengan tatapan tanda tanya. Lalu Izam pun membuka suaranya.
" Disini ada penjahat ya.? Kok ada Police yang datang sih."
" Tunggu dulu. Hum kayaknya itu bukan suara mobil Police deh." Kata Elvan.
" Tapi,"
" Ambulance.!!"
" Siapa yang sakit.?" Tanya Izam.
" Lo.!!!" Tunjuk semua teman - temannya ke Izam.
" Aku.! Aku baik - baik aja kok." Kata Izam.
Tok.. Tok...
Suara ketukan pintu. Mereka semua pun saling tatap - tatapan dan saling memberi kode siapa yang akan membuka pintu. Tetapi diantara mereka semua tidak ada yang mau pergi membuka pintu. Sampai akhirnya Bintang pun bersuara,
" Kita samperin bersama - sama.!" Lalu kelima teman - temannya itu langsung mematuhi perintah dari Bintang.
Tap..
Tap...
Kreekk.....
Pemandangan pertama yang mereka lihat adalah dua orang pria berseragam warna putih.
__ADS_1
Lalu Bintang pun menarik nafas, dan ia langsung meminta maaf terlebih dahulu kepada petugas itu, setelah itu Bintang pun langsung berbicara ke inti permasalahannya. Setelah Bintang selesai menjelaskan panjang kali lebar, lalu kedua petugas itupun langsung pergi meskipun ya dengan muka yang sedikit kesal sih.
Lalu mereka berenam pun Langsung menghembuskan nafas mereka pertanda mereka lega.
Huft
......................
Di kediaman Fiona........
Setelah tadi pagi ia menyambut kedatangan kedua orangtuanya itu yang datang tiba - tiba tanpa memberitahukannya terlebih dahulu, dan alasan mereka katanya tidak memberitahukan Fiona adalah karena ingin membuat kejutan untuk Fiona.
Tadi Fiona sudah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan kedua orangtuanya itu. Mulai dari makan bersama, nonton bareng, lalu Fiona juga banyak menceritakan tentang kegiatannya di sekolah bersama Hana dan masih banyak lagi kegiatan Fiona dan juga kedua orangtuanya tadi.
Siang hari ini matahari bersinar sangat terik mengakibatkan cuaca siang ini sangat panas. Fiona hanya berbaring di tempat tidurnya saat ini, memang saat ini adalah waktu yang sangat cocok untuk beristirahat. Kedua orangtua Fiona juga saat ini lagi beristirahat di kamarnya dikarenakan mereka juga lelah.
Fiona pun hanya memandangi langit - langit kamarnya tak lama kemudian iapun menutup kedua matanya. tiba - tiba,
Tok... Tok...... !!!
" Fii.!"
Fiona yang tadi sudah memejamkan matanya kini terbangun akibat suara ketukan pintu di kamarnya dan juga suara yang memanggil namanya.
" Dasar Si Zoe.! Keturunan orang hutan tuh anak, datang - datang langsung teriak - teriak." Maki Fiona lalu iapun beranjak bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke pintu kamarnya lalu,
Ceklek..
" Shut.. ! Jangan berisik Zoe.! Nanti penghuni rumah ini pada bangun semua."
" He he he. Maaf Fi." Kata Zoe dibarengi dengan cengiran kudanya.
" Paman sama Tante mana.? Aku kangen soalnya sama mereka, kamu bilang tadi pagi mereka datang. Iya kan.?"
" Iya. Sekarang mereka lagi istirahat."
" Yah. Padahal aku ingin ketemu sama Paman dan Tante." Kata Zoe dengan ekspresi lesu.
" Maaf anda terlambat. Terima kasih." Setelah mengucapkan itu Fiona pun ingin menutup pintu kamarnya kembali, tetapi sebelum itu terjadi,
__ADS_1
" Tunggu.!" Kata Zoe sambil menahan pintu kamar Fiona agar tidak tertutup.
" Apalagi Zoe.!"
" Fi. Temenin aku jalan - jalan ya hari ini." Kata Zoe dengan wajah memelasnya.
" Nggak mau ah. Malas."
" Ya Fi. Masa kamu tega sih sama aku. Fii. ! Ayolah Fi. Huwaaa.... Fi.!"
" Shut... Nih anak dibilangin jangan berisik." Kata Fiona sambil menutup mulut Zoe dengan tangannya sambil kepalanya celingak - celinguk memandangi sekitar taku - takut orang rumah ada yang terganggu dengan suara rengekan Si Zoe yang teramat keras.
" Hmm... Hm." Zoe yang terus bergumam
' Hm ' tidak dipedulikan oleh Fiona, Fiona masih saja tetap menutup mulut Si Zoe dengan tangannya tiba - tiba,
" Akh.!" Teriak Fiona kesakitan
" Sakit.! Zoe.!"
" Aku kehabisan nafas tau tadi.! Makanya aku gigit tangan kamu." Kata Zoe dan berucap lirih di akhir kalimatnya.
" Kenapa kamu nggak bilang aja sih kalau kamu kehabisan nafas."
" Gimana caranya Fiona sayang. Kan mulut aku kamu tutupin pakai tangan. Gimana bilangnya coba."
" Iya juga sih tap ---"
" Sudah jangan banyak bicara Fi. Sekarang kamu siap - siap kita jalan - jalan sekarang. Tidak ada kata penolakan." Kata Zoe.
" Idih situ siapa kok ngatur - ngatur."
" Gue. Sepupu kamu yang paling tercantik." Kata Zoe dengan PD-nya.
" Mau muntah gue dengernya."
Zoe pun tak menanggapi perkataan Fiona. Zoe pun langsung menarik Fiona masuk ke kamar dan membawa Fiona ke kamar mandi, lalu lalu iapun langsung ke lemari pakaian Fiona dan memilihkan baju untuk Fiona.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖