RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Lioness VS Kerupuk Panda


__ADS_3

Β "Cintaku lebih besar, sehingga aku tak sanggup mengungkapkannya. Karena semua kata-kata tak akan cukup untuk mengungkapkannya."


πŸŒΊπŸ’–πŸŒΊ


Di kelas 11 Mipa 2


" PERHATIAN SEMUANYA.!!" teriak Si Bendahara.


" Kalian liat tuh penyapu di kelas kita." Lanjutnya lagi.


" Untuk.??" Jawab Elvan dengan menaikkan satu alisnya.


" Kalian lihat penyapu di kelas kita sudah rusak.!!" Kata Naura. Yah nama Si Bendahara adalah Naura.


" Hmm. perasaanku sudah nggak enak nih. Kayaknya Si Lioness mau memalak kita lagi deh." Bisik Elvan kepada Faris yang ada di dekatnya.


" Kayaknya sih begitu. Menurut pengamatan gue Di liat dari mukanya, yah kayaknya dia mau minta duit nih." Kata Faris.


" Nggak diamatin juga udah kelihatan kalii Ris Si Lioness itu mau malak lagi." Kata Elvan berbisik.


Tiba - tiba.


" Kalian berdua.!! Lagi ngebisikin apa ' an sih.!!" Kata Naura menunjuk Elvan, dan Faris."


" Dasar Si Lioness, tajam bener matanya." Kata Elvan dengan suara pelan, dan itupun tidak luput dari perhatian Naura.


" Eh.!! Kerupuk Panda ngomong apa lo. Pasti lo ngatain gue yah." Tuduh Naura.


" Sembarangan ajah lo.!! Siapa yang ngatain lo Pd amatt jadi orang ." Balas Elvan dengan sengit.

__ADS_1


Lalu Naura pun datang menghampiri meja Elvan dan Faris.


" Sekarang, bayar.!!" Kata Naura, sambil mengadahkan tangannya di depan Elvan.


" Seribuu.!! Cepetann !" Lanjut Naura.


" Gue nggak punya uang." Kata Elvan.


" Masa orang kaya kayak Elvan Rafisqi kagak ada uang sih. Kan Bokap lo Ceo dari perusahaan Rafisqi Group."


" Maksud gue, gue kagak ada uang seribu.!!" Kata Elvan.


" Eh. Kok lo tau sih, kalau Bokap gue tuh Ceo di perusahaan Rafisqi Group. Jangan - jangan lo pengagum rahasia gue lagi. Hayo ngaku." Tuduh Elvan


" Idihh, najis.!! Siapa juga yang mau jadi pengagum rahasia lo." Kata Naura menunjuk Elvan dengan jari telunjuknya.


" Siapa tahu aja kan lo naksir sama gue." Kata Elvan menaik turunkan alisnya.


" Masaa Gue nggak percaya." Kata Elvan.


" Lo.!!!" Kata Naura dengan geram.


" Tunggu, tunggu lo pasti sengaja kan ngalihin pembicaraan. Pasti lo nggak mau ngumpulin uang untuk membeli penyapu. Dasar orang kaya pelit lo." Kata Naura.


" Dasar Kerupuk Panda, pelit." Ejek Naura.


" Dasar Lioness galak." Balas Elvan tak mau kalah.


" Uang eyy, uang." Kata Naura

__ADS_1


" Ra. Lo itu, udah kayak istri lagi minta duit ke suami ajah." Kata Izam.


" Apa lo.!!" Kata Naura.


" Jangan galak - galak neng, nanti jodohnya takut." Kata Izam.


" Kalian berdua yah. Pagi - pagi udah bikin mood gue hancur." Kata Naura dengan kesal menghadapi kedua inti Geng BW itu.


" Lioness." Panggil Elvan.


" Apaan.!!" Kata Naura dengan ketus.


" Gue cuman mau nanya, lo sarapan apaan sih pagi tadi, perasaan sampai di sekolah lo tuh marah - marah mulu. Nggak capek apa.??" Kata Elvan.


" Petasan.! Gue tadi pagi makan petasan, terus gue tambahin cabe lima kilo. Puas.!" Kata Naura yang kesabarannya sudah menipis.


" Oo. Pantas sejak tadi lo marah - marah terus, nggak capek apa.?" Kata Elvan.


" Lo pikir sejak tadi gue nggak capek hah.!! Capek tau gue juga capek, makanya cepetan bayar.!!"


" Nih. Gue bayar sekalian untuk Elvan." Kata Faris, sambil menyodorkan uang dua ribu ke Naura.


" Gitu kek dari tadi." Kata Naura sambil mengambil uang yang diberikan Faris tadi.


" Coba dari tadi lo ngasih gue uang, pasti gue nggak perlu membuang banyak waktu disini, dan juga gue nggak perlu capek - capek ngeluarin suara emas gue "


" Yang ada tuh, telinga gue yang sakit gara - gara suara emas lo itu Lioness." Kata Elvan.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode πŸ’–πŸ’–


__ADS_2