
Β "Cintaku lebih besar, sehingga aku tak sanggup mengungkapkannya. Karena semua kata-kata tak akan cukup untuk mengungkapkannya."
πΊππΊ
Di kelas 11 Mipa 2
" PERHATIAN SEMUANYA.!!" teriak Si Bendahara.
" Kalian liat tuh penyapu di kelas kita." Lanjutnya lagi.
" Untuk.??" Jawab Elvan dengan menaikkan satu alisnya.
" Kalian lihat penyapu di kelas kita sudah rusak.!!" Kata Naura. Yah nama Si Bendahara adalah Naura.
" Hmm. perasaanku sudah nggak enak nih. Kayaknya Si Lioness mau memalak kita lagi deh." Bisik Elvan kepada Faris yang ada di dekatnya.
" Kayaknya sih begitu. Menurut pengamatan gue Di liat dari mukanya, yah kayaknya dia mau minta duit nih." Kata Faris.
" Nggak diamatin juga udah kelihatan kalii Ris Si Lioness itu mau malak lagi." Kata Elvan berbisik.
Tiba - tiba.
" Kalian berdua.!! Lagi ngebisikin apa ' an sih.!!" Kata Naura menunjuk Elvan, dan Faris."
" Dasar Si Lioness, tajam bener matanya." Kata Elvan dengan suara pelan, dan itupun tidak luput dari perhatian Naura.
" Eh.!! Kerupuk Panda ngomong apa lo. Pasti lo ngatain gue yah." Tuduh Naura.
" Sembarangan ajah lo.!! Siapa yang ngatain lo Pd amatt jadi orang ." Balas Elvan dengan sengit.
__ADS_1
Lalu Naura pun datang menghampiri meja Elvan dan Faris.
" Sekarang, bayar.!!" Kata Naura, sambil mengadahkan tangannya di depan Elvan.
" Seribuu.!! Cepetann !" Lanjut Naura.
" Gue nggak punya uang." Kata Elvan.
" Masa orang kaya kayak Elvan Rafisqi kagak ada uang sih. Kan Bokap lo Ceo dari perusahaan Rafisqi Group."
" Maksud gue, gue kagak ada uang seribu.!!" Kata Elvan.
" Eh. Kok lo tau sih, kalau Bokap gue tuh Ceo di perusahaan Rafisqi Group. Jangan - jangan lo pengagum rahasia gue lagi. Hayo ngaku." Tuduh Elvan
" Idihh, najis.!! Siapa juga yang mau jadi pengagum rahasia lo." Kata Naura menunjuk Elvan dengan jari telunjuknya.
" Siapa tahu aja kan lo naksir sama gue." Kata Elvan menaik turunkan alisnya.
" Masaa Gue nggak percaya." Kata Elvan.
" Lo.!!!" Kata Naura dengan geram.
" Tunggu, tunggu lo pasti sengaja kan ngalihin pembicaraan. Pasti lo nggak mau ngumpulin uang untuk membeli penyapu. Dasar orang kaya pelit lo." Kata Naura.
" Dasar Kerupuk Panda, pelit." Ejek Naura.
" Dasar Lioness galak." Balas Elvan tak mau kalah.
" Uang eyy, uang." Kata Naura
__ADS_1
" Ra. Lo itu, udah kayak istri lagi minta duit ke suami ajah." Kata Izam.
" Apa lo.!!" Kata Naura.
" Jangan galak - galak neng, nanti jodohnya takut." Kata Izam.
" Kalian berdua yah. Pagi - pagi udah bikin mood gue hancur." Kata Naura dengan kesal menghadapi kedua inti Geng BW itu.
" Lioness." Panggil Elvan.
" Apaan.!!" Kata Naura dengan ketus.
" Gue cuman mau nanya, lo sarapan apaan sih pagi tadi, perasaan sampai di sekolah lo tuh marah - marah mulu. Nggak capek apa.??" Kata Elvan.
" Petasan.! Gue tadi pagi makan petasan, terus gue tambahin cabe lima kilo. Puas.!" Kata Naura yang kesabarannya sudah menipis.
" Oo. Pantas sejak tadi lo marah - marah terus, nggak capek apa.?" Kata Elvan.
" Lo pikir sejak tadi gue nggak capek hah.!! Capek tau gue juga capek, makanya cepetan bayar.!!"
" Nih. Gue bayar sekalian untuk Elvan." Kata Faris, sambil menyodorkan uang dua ribu ke Naura.
" Gitu kek dari tadi." Kata Naura sambil mengambil uang yang diberikan Faris tadi.
" Coba dari tadi lo ngasih gue uang, pasti gue nggak perlu membuang banyak waktu disini, dan juga gue nggak perlu capek - capek ngeluarin suara emas gue "
" Yang ada tuh, telinga gue yang sakit gara - gara suara emas lo itu Lioness." Kata Elvan.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode ππ