
Fiona masih terus mengamati Bintang yang bermain basket. Walaupun sinar matahari pada saat itu bisa dikatakan sangat terik, dan panas, tetapi Fiona masih tidak bergeming dari tempatnya, dan pandangannya belum terlepas dari Bintang. Tiba - tiba,
Duk..
Bola basket yang dimainkan Bintang, tiba - tiba menghantam kepala Fiona.
Sakit
Yah, itulah yang Fiona rasakan saat ini, kepalanya sangat sakit. Mungkin karena efek ia terlalu lama di bawah sinar matahari yang saat itu lagi terik - teriknya dan ditambah lagi dengan bola basket yang menghantam kepalanya. Lalu pandangan Fiona tiba - tiba menjadi gelap.
Dan
Brukk...
Fiona pun jatuh pingsan, sehingga membuat seorang Bintang kaget. Ya yang melempar bola yang menghantam kepala Fiona tadi itu adalah Bintang, tetapi itu murni ketidak sengajaan.
" Astaga.!" Kata Bintang lalu menghampiri Fiona, yang saat ini sudah tak sadarkan diri alias pingsan.
" Huft. Ternyata dia masih hidup." Ucap Bintang lega. Saat ini Bintang sudah ada di dekat Fiona, dan memeriksa Fiona apakah masih bernafas atau tidak.
" Apa yang harus gue lakuin.?" Kata Bintang bingung sendiri.
" Apa gue seret aja ke UKS." Kata Bintang.
" Atau gue telpon ambulance ya." Lanjut Bintang lagi, yang masih berdialog dengan dirinya sendiri.
" Hmm. Gimana ya.?"
Sepuluh menit kemudian......
" Ya udah deh. Gue gendong aja." Final Bintang. Lalu iapun memutuskan untuk menggendong Fiona ke UKS.
Sebenarnya Fiona, sudah sadar lima menit yang lalu, tetapi ia lebih memilih pura - pura pingsan karena ia ingin melihat apa yang akan Bintang lakukan.
__ADS_1
" Dasar Ice Bintang. Dari tadi kek kamu gendong aku.! Itu aja kamu harus mikir satu abad, kelamaan mikirnya tau nggak. Apa susahnya sih tinggal gendong doang kok." Batin Fiona kesal.
" Nih cewek kecil - kecil, tapi ternyata lumayan berat juga." Kata Bintang, sambil menggendong Fiona ke UKS.
" What.! Berat.! Jadi aku gendutan gitu. Tapi masa sih."
" Dasar Ice Bintang kalau kamu nggak kuat gendong aku nggak usah ngatain juga kali.!" Batin Fiona kesal.
" Kalau aku nggak sedang dalam mode pura - pura pingsan udah aku jambak nih rambutnya Ice Bintang."
" He he He. Tapi becanda. Mana berani aku." Sambung Fiona dalam hati.
Kreekk.....
Pintu UKS terbuka, lalu Bintangpun masuk ke dalam UKS dengan Fiona yang masih ia gendong. lalu iapun meletakkan Fiona di tempat tidur UKS.
" Hmm. apa yang harus gue lakuin selanjutnya. Bagaimana caranya supaya gadis ini bangun." Batin Bintang sambil terus memperhatikan Fiona yang saat ini tengah pingsan, eh tidak , tapi pura - pura pingsan.
Air
Ya Bintang melihat gelas yang berisikan air putih diatas nakas.
" Apa gue siramin air aja yah.? Supaya dia sadar." Batin Bintang. Lalu Bintang pun mengambil air di atas nakas.
" Tapi. Kalau aku siram dia pakai air ini, nanti kasihan anak orang. Hmm ya udah deh gue cipratin aja mukanya dengan air." Putus Bintang, lalu iapun mencipratkan air ke muka Fiona dan,
" Hujan! Hujan.!" Teriak Fiona terbangun dari pingsan pura - puranya.
Lalu Fiona pun bangun dan mengelap mukanya yang sedikit basah akibat ulah Bintang.
" Akhirnya kamu sadar juga. Kalau gitu aku pergi dulu." Pamit Bintang.
" Tunggu.!" Teriak Fiona.
__ADS_1
" Kamu nggak mau gitu anterin aku pulang." Kata Fiona.
" Emang harus ya.?" Tanya Bintang, sambil menaikkan satu alisnya
" Ya -- I -iyya." Gugup Fiona.
" Hmm. Yaudah." Kata Bintang dalam mode datarnya.
" Hah. Yaudah.?? Apa'an. Ma --maksudnya kamu mau anterin aku.?"
" Hmm."
" He he he. Asyik gue dianterin Ice Bintang." Batin Fiona yang senang bukan main.
Lalu Fiona pun segera bergegas turun dari tempat tidur UKS, dan berjalan mangikuti Bintang yang sudah keluar duluan dari UKS.
" Ish. Dasar Ice Bintang nggak ada perhatian - perhatiannya jadi cowok. Dia dingin banget jadi cowok. Emang cocok kalau selama ini gue kasi julukan Ice Bintang." Batin Fiona.
" Aduh Si Ice Bintang udah tau kalau aku lagi sakit, dia jalannya cepat banget lagi. mana aku lagi lemes banget karena habis pingsan tadi." Batin Fiona kesal. Tapi tetap saja ia terus mengikuti langkah Bintang yang lebar itu, walaupun sesekali Fiona harus berlari - lari kecil supaya nggak ketinggalan jauh dari Bintang.
Setelah keduanya sampai di parkiran, lalu Bintang pun pergi mengambil motornya.
" Naik.!" Perintah Bintang ke Fiona.
Lalu Fiona pun naik ke motor sport-nya Bintang. Dan,
Brumm..
Bintang pun melajukan motornya dan meninggalkan sekolah.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1