RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Deon Si Playboy


__ADS_3

Fiona terus berlari entah kemana ia akan pergi, ditemani hujan deras yang membasahi bumi. Sepertinya alam pun juga ikut bersedih.


" Ahhhh.! Sakit. kenapa bisa sesakit ini." Teriak Fiona dibawah guyuran hujan yang saat ini sedang deras - derasnya turun membasahi bumi, sederas air mata Fiona saat ini.


" Hiks...hiks.... hiks.....Ha - na kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku Han.! Apa kesalahanku sama kamu Han. Hiks."


Fiona saat ini sudah tidak memperdulikan keadaannya yang saat ini sangat kacau, dengan baju yang basah kuyup, rambut acak - acakan, matanya yang sembab akibat ia menamgis terlalu lama, dan tubuhnya jangan ditanya lagi seluruh tubuhnya sudah kotor. Sungguh kondisi Fiona sangat kacau.


" Akhhh. ! Apa kesalahanku Han.? Jawab Han.! Hiks.. Hiks.."


Fiona pun berulang kali memukul - mukul dadanya sambil meracau. Ia tidak lagi memperdulikan kondisinya sekarang hatinya sudah terlanjur sakit sekarang. Jika saja yang melakukan itu orang lain mungkin Fiona tidak akan merasakan rasa sakit yang berkali - kali lipat seperti ini. Tetapi lain halnya yang terjadi sekarang sahabat yang ia sayangi, ia anggap saudara, malah tega menghianatinya.


" Hiks.. Hiks... Ma, Pa." Gumam Fiona sambil membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya sedangkan tangannya memeluk lututnya.


" Hiks.. Hiks... Ma, Pa. Fio mau ikut kalian Fio nggak kuat ma, pa, Fio butuh kalian saat ini."


" Sekarang, sekarang apa yang harus Fio lakukan ma, pa."


Keadaan Fiona saat ini sangat memperihatinkan. Iapun langsung mengangkat kepalanya dan memandang lurus kedepan sambil mengingat kenangannya dengan sahabatnya Hana, yang kini dengan tega - teganya menusuknya dari belakang. Sungguh Fiona tidak pernah membayangkan sahabatnya itu akan tega melakukan itu kepadanya. Padahal mereka sahabatan nggak cuman dua tahun tiga tahun melainkan bertahun - tahun dan hari ini tali persahabatan mereka pun dengan mudahnya hancur tak tersisa.


Yang ada dipikiran Fiona saat ini adalah atas dasar apa sahabatnya itu dengan tega - teganya menghianatinya dan menyebabkannya merasakan sakit yang sangat sakit yang berkali - kali lipat seperti ini.

__ADS_1


" Eh." Fiona pun mendongakkan kepalanya menatap keatas.


" Kamu.?"


" Hei. Kenalin aku Deon, sebelumnya kita sudah bertemu kan tapi kita nggak sempat kenalan iya kan." Kata Deon sambil mengulurkan tangannya dan sebelah tangannya lagi memegangi payung yang saat ini melindungi Fiona dari guyuran hujan.


Lalu Deon pun menarik uluran tanggannya kembali karena Fiona tak kunjung meraihnya. " Kamu ngapain hujan hujanan disini.?"


" E- nggak kok." Kata Fiona sambil menyeka air matanya menggunakan punggung tangannya.


" Cewek cantik nggak boleh nangis nanti cantiknya hilang loh." Kata Deon yang bermaksud menghibur Fiona saat itu.


" Pasti kamu lagi patah hati ya." Tebak Deon, dan yap tebakannya Langsung tepat sasaran. Dasar Si Deon ini kayak peramal aja.


" Ah masa sih."


" Eh mendingan kita berteduh dulu deh, daripada entar kamu sakit gara - gara kelamaan kena hujan."


Lalu Fiona pun berdiri, dan mereka berdua berjalan beriringan untuk berteduh.


" Eh." Kata Fiona kaget karena tiba - tiba pria yang menolongnya itu memasangkan jaketnya ke tubuhnya. Jujur memang Fiona akui ia sekarang merasa sangat kedinginan, padahal mah pas ia duduk ditengah guyuran hujan ia nggak merasakan apa - apa tuh.

__ADS_1


" Thank's." Kata Fiona lirih


" Iya sama - sama apa sih yang enggak buat cewek secantik kamu." Kata Deon sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Fiona.


Memang Deon terkenal playboy, hobinya menebar pesona sana sini, ditambah ia memang ganteng sih apalagi ia juga ketua dari geng Zervanos jadi itulah mengapa banyak perempuan yang berlomba - lomba mendapatkan hati sang playboy yang entah kapan akan insaf.


Jadi tak heran jika ia bisa bermulut sangat manis semanis madu bahkan mungkin mengalahkan manisnya madu jika ia melihat perempuan - perempuan cantik.


Reaksi Fiona setelah mendapat gombalan dari Deon diluar analisa Deon ia pikir Fiona akan malu - malu kepadanya atau terpesona ternyata tidak. Hal yang tak pernah disangka - sangka Deon terjadi gadis diselahnya ini hanya memutar bola matanya malas setelah mendapat gombalan dari sang playboy.


" Kamu nggak klepek - klepek gitu sama aku.?" Tanya Deon antara sadar atau tidak ia bertanya ke Fiona seperti itu.


" Waduh. Mimpi apa aku kemarin malam bisa ketemu playboy cap kodok kayak gini eh ralat bukan playboy cap kodok, tapi cap buaya darat. Nah makhluk yang satu ini nih yang sangat sangat berbahaya bagi kaum hawa." Monolog Fiona dalam hati.


" Nggak." Jawab Fiona dengan muka datar. Hancur sudah kekaguman Fiona ke Deon, karena Deon tadi menolongnya kini berganti menjadi rasa risih. Apalagi Deon yang sekarang terus memandanginya.


" Bisa nggak sih jangan mandang - mandang gitu aku risih tau.!" Ketus Fiona sambil memalingkan pandangannya ke arah yang berlawanan.


" Eh sorry, sorry. " Kata Deon sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2