
Di taman.....
Angin berhembus menerbangkan daun - daun yang berguguran di pohon. Di taman di bawah pohon mangga terdapat dua makhluk yang duduk di bawah pohon, tapi bukan makhluk halus ya, melainkan sepasang manusia.
" Sss.. " Suara seseorang meringis kesakitan akibat beberapa lebam di wajahnya.
Lalu sang gadis reflek menoleh ke arah pria yang meringis tadi.
" Kasihan Bintang, aku harus melakukan sesuatu untuk dia." Batin Fiona sambil menatap Bintang yang ada di dekatnya.
" Ekhm.!" deheman Bintang membuat Fiona tersadar, lalu buru - buru ia memalingkan pandangannya dari Bintang.
" Ekhm.. A.. ku kesana sebentar ya." Pamit Fiona ke Bintang, dan dibalas anggukan oleh Bintang.
Lalu Fiona pun beranjak dari duduknya dan berjalan sampai ia hilang dari jangkauan pandangan Bintang.
......................
Disinilah Fiona sekarang yaitu adalah sebuah minimarket yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari - hari, lalu Fiona pun menyusuri minimarket itu entah apa yang ia cari, hanya ia sendiri yang tahu.
Setelah menemukan apa yang ia cari lalu dia pun menemukannya setelah itu iapun langsung mengambilnya dan membayarnya di kasir, untungnya ia masih membawa uang di saku celananya sehingga ia bisa membeli apa yang ia mau.
......................
Di sisi lain.....
Bintang pun membuka matanya, sebenarnya ia tadi tidak tidur, tetapi hanya sekedar memejamkan matanya, dan menikmati angin yang berhembus.
" Dimana dia?" Gumam Bintang ' dia ' yang ia maksud adalah Fiona, karena Fiona sudah pergi beberapa menit yang lalu namun belum juga kembali.
" Apa aku harus mencarinya.?" Monolog Bintang. Baru saja Bintang ingin beranjak dari duduknya tetapi Fiona sudah datang sambil membawa dua kantong kresek di kedua tangannya.
Bintang tak perlu bertanya lagi dari mana gadis itu, melihat dia membawa dua kantong kresek di tangannya bisa dipastikan ia habis berbelanja.
Srett...
" Hmm...Ketemu" Kata Fiona. Lalu Fiona pun menoleh ke arah Bintang.
__ADS_1
" Ekhm.. Ayo Fio,! kamu jangan gugup." Batin Fiona.
" Boleh aku obatin luka kamu.?"
" Hah.?"
" Hmm.. Aku mau ngobatin luka kamu biar nggak infeksi."
" Nggak usah, aku bisa sendiri kok." Baru saja Bintang ingin mengambil obat yang ada di tangan Fiona, namun Fiona menolak sambil menyembunyikan obat itu di belakang tubuhnya sambil menggelangkan kepalanya.
" Tidak.! Biar aku saja yang ngobatin kamu." Kata Fiona.
" Biar aku saja sendiri, sini obatnya, lagian aku juga bukan anak kecil kok."
" Iya aku tahu, tapi biar aku saja yang ngobatin luka kamu, titik.!"
Fiona memanglah gadis yang sangat keras kepala, mau tak mau Bintang pun akhirnya menyerah. " Ya sudah, terserah kamu saja."
Lalu Fiona pun mendekat ke arah Bintang, dan iapun mulai membersihkan luka - luka Bintang.
Bintang pun mengerutkan keningnya pertanda ia bingung. " Kok kamu yang meringis, kan yang sakit aku."
" Eh.. Iya juga ya." Batin Fiona
" Eh e - enggak kok."
" Ini pasti sakit banget ya.?" Kata Fiona sambil terus mengobati luka Bintang setelah ia membersihkannya.
" Enggak." Jawab Bintang singkat.
" Owh... "
Fiona melanjutkan mengobati Bintang sambil sesekali meniupnya.
Fyuhh..
Deg.!
__ADS_1
5 detik
10 detik
15 detik
20 detik
Mereka berdua masih saling bertatapan, lalu Bintang pun tersadar, dan mengalihkan pandangannya begitupun dengan Fiona.
" Maaf." Lirih Fiona. Lalu ia kembali ingin mengobati luka Bintang, tetapi Bintang pun berkata. " Cukup. Terima kasih."
" Iya, sama - sama"
" Eh.. ini aku juga tadi membeli makanan untuk kita." Kata Fiona sambil memberikan satu bungkus makanan ke Bintang.
" Maaf. Uangku cuman cukup membeli makanan ini."
" Tidak masalah, aku juga bukan orang yang terlalu pemilih kok kalau soal makanan, yang penting makanan itu halal." Kata Bintang sambil membuka bungkus makanannya lalu iapun mulai bersiap - siap ingin makan, tetapi sebelum makan iapun berdoa terlebih dahulu. Begitupun juga dengan Fiona.
Akhirnya dua sejoli itupun makan di bawah pohon, dan kebetulan waktu juga sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Mereka berdua pun makan dengan lahap,
" Alhamdulillah."
" Alhamdulillah."
Kata mereka berdua bersamaan setelah mereka selesai menyantap makanan mereka.
" Bintang, apa malam ini kita akan beristirahat disini."
" Iya. Karena kita tidak punya pilihan lain lagi selain beristirahat disini." Kata Bintang, lalu iapun mulai memejamkan matanya.
Lantas Fiona pun langsung mengambil posisi yang nyaman untuk ia beristirahat, karena jujur saja ia juga sangat kelelahan bahkan badannya pun sudah sedari tadi meminta diistirahatkan.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1