
Dan...
Episode sebelumnnya...
...****************...
Buk....
" Akh.. !" Jerit preman itu, sambil memegang punggungnya yang sakit gara - gara Fiona memukulnya dengan menggunakan kayu, yang entah ia dapat darimana.
" Hu 'uu.. ! Rasakan itu, beraninya main belakang." Teriak Fiona. Lalu ia melayangkan kembali kayu yang ia pegang ke arah preman itu.
" Rasakan ini.!"
Preman itu tidak sempat menghindari serangan Fiona. Karena Fiona menyerangnya bertubi - tubi.
" Hiya.!"
Bug...
Bug...
__ADS_1
Fiona pun menyerang preman itu bertubi - tubi tanpa memberikan jeda sama sekali. Fiona seperti orang kesurupan. Sampai - sampai Bintang pun melongo dibuatnya.
Menendang, memukul. Itulah yang Fiona lakukan saat ini, sampai - sampai preman tadi mukanya sudah bonyok tuh. Bahaya memang jika Fiona mengamuk, kayak orang kesurupan.
" Hu.. Hu...Hu. " Akhirnya Fiona menghentikan aksinya itu.
" Rasakan itu.! Makanya pak, cari kerjaan itu yang benar. Bapak - Bapak semua itu masih muda, dan tenaganya itu masih banyak, jadi carilah kerjaan yang halal. Kalian nggak kasian apa sama anak istri kalian dirumah.? Kalau kalian merampok, dan memberi makan anak istri kalian dengan uang hasil rampok, itu sama saja kalian memberikan makanan tidak halal ke mereka. Uang hasil rampok kan haram.! Kasian anak istri kalian pak."
" Lebih baik kalian mendapatkan sedikit uang, asalkan itu kalian dapatkan dengan cara halal. Daripada kalian dapatkan banyak uang tapi dengan cara yang haram."
Lalu keempat preman itu menundukkan kepalanya. Mungkin mereka merenungi apa yang dikatakan Fiona tadi. Lalu tak lama kemudian salah satu dari mereka berkata.
" Makasih neng .! Atas nasihatnya. Kini saya sadar, ternyata lebih baik saya mendapatkan sedikit uang asal itu saya dapatkan dengan cara yang halal, daripada saya mendapatkan banyak uang tetapi dengan cara yang tidak halal. Kasihan ibu saya di rumah, saya selalu kasih uang haram." Kata Si Cecep dengan wajah senduh.
" Bang. Ini ada sedikit rejeki untuk Abang, dan Ibu Abang. Dan ini juga alamat rumah aku, jika Abang mau, Abang bisa bekerja jadi tukang kebun di rumah aku." Tawar Fiona, sambil memberikan kertas yang berisi alamat rumahnya ke Si Cecep.
" Te - terima kasih Neng." Kata Si Cecep dengan mata berkaca - kaca, karena ia bisa dipertemukan dengan orang sebaik Fiona, yang mau memberikannya pekerjaan untuknya. Padahal tadi ia hampir merampok gadis cantik itu.
" Sama - sama Bang. Sesama manusia kan memang harus saling membantu. Dan mungkin kita memang ditakdirkan untuk bertemu Bang. Dan juga Abang harus berterima kasih kepada Allah SWT."
" Makasih ya Allah.!" Kata Si Cecep sambil bersujud, dan meneteskan air mata.
__ADS_1
Sementara, kedua temannya serta bosnya itu hanya menyaksikan apa yang dilakukan Si Cecep. Tapi dilihat dari tatapan mereka bertiga, sepertinya mereka juga sudah sadar atas perbuatan yang mereka lakukan itu sebenarnya salah.
" Makasih Neng." Tiba - tiba Si Bos Preman tadi bersuara.
" Dan maafkan kami semua Neng. Karena kami tadi hampir merampok kamu dan temanmu itu." Kata Si Bos Preman itu mewakili semua teman - temannya meminta maaf ke Fiona dan Bintang, sambil ia menoleh ke arah Bintang yang sedang berdiri sambil memasukkan tangannya di saku jaketnya.
" Iyya Bang, nggak papa kok. Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan, tanpa terkecuali saya sendiri."
" Ya, udah Bang Fio sama teman Fio pamit dulu. Fio mau ke tambal ban di depan sana. Soalnya ban motor teman Fio bocor."
" Neng. Gimana kalau kita semua bantuin dorong motor teman Neng itu." Tawar Si Bos Preman.
" Gimana teman - teman kalian mau nggak.?" Kata Si Bos Preman meminta pendapat semua teman kelompok Premannya itu.
" Iya. Kami mau. !!" Kata mereka semua dengan serentak.
" Makasih Bang. Atas bantuannya." Kata Fiona dengan tulus disertai senyuman yang indah.
Lalu semua preman itu bergotong royong mendorong motor Bintang. Dan itu semua membuat Fiona tersenyum senang. Hari ini adalah salah satu hari paling bermakna di hidup Fiona.
To be continue
__ADS_1
see you in the next episode 💖💖