RINTANGAN CINTA

RINTANGAN CINTA
Kekecewaan Fiona


__ADS_3

Di malam yang sepi ditemani angin malam yang dingin dengan langit malam yang diterangi bulan dan Bintang.


" Pik. Kamu tahu nggak Pik laki - laki yang selama ini aku suka itu ternyata dia menyukaiku sejak kecil Pik."


" Tapi dia nggak tahu aja Pik, bahwa sebenarnya aku adalah pemilik gantungan kunci kupu - kupu itu Pik."


" Pokoknya besok aku akan menunjukkan gelang ini ke dia, supaya ia percaya bahwa sebenarnya aku adalah orang yang ia cari." Tekad Fiona, sambil memandangi gelang yang saat ini ada di genggamannya.


" Bintang. Aku sudah nggak sabar nungguin esok hari, aku udah nggak sabar pengen nunjukin kamu gelang ini." Kata Fiona sambil memeluk gelang itu, dengan Si Piko yang masih setia berada dipangkuannya.


......................


Bruk.....


" Eh sorry,, sorry."


" Hm. " Kata Bintang, lalu iapun membungkuk ingin memungut sesuatu. Tetapi ia didahului oleh perempuan yang entah sengaja atau tidak menabraknya.


" Eh ini."


" Kamu dapat gantungan kunci ini dari mana.?" Tanya Hana, ya perempuan itu adalah Hana.


Bintang pun mengerutkan keningnnya mendengar perkataan perempuan itu. " Kamu nggak perlu tahu." Kata Bintang dingin.


Lalu mata perempuan itupun berkaca - kaca menatap Bintang. Lagi - lagi Bintang pun mengerutkan keningnnya pertanda ia bingung, perempuan didepannya ini tidak ada angin, tidak ada hujan kok tiba - tiba ia ingin menangis saja, padahalkan Bintang nggak ngapa - ngapain dia. Entar kalau ada orang yang lewat ia bisa dikira ngapa - ngapain anak gadis orang lagi.


" Kamu, kamu teman masa ke - cil aku yang aku cari sela - ma ini." Kata Hana terbata - bata.


( Lah, kok si Hana ini sih yang ngaku - ngaku teman masa kecilnya Bintamg. Kan Fiona yang teman masa kecilnya Bintang. Hmm Author jadi bingung nih. Kira - kira readers juga pada bingung nggak kayak Author. ? )

__ADS_1


" Kamu ingat nggak perempuan yang bermain sama kamu waktu kecil di taman." Kata Hana yang berusaha meyakinkan Bintang.


" Aku punya bukti kok kalau kamu nggak percaya sama aku. Tapi kita jangan bicara disini, kita bicara di tempat lain.


......................


Tin


08xxxxxxxx


Ke rooftop sekarang.


" Siapa ini." Gumam Fiona. Ia bingung siapa yang mengirimkannya pesan dan meminta ia ke rooftop.


" Apa aku kesana saja ya." Fiona pun masih berfikir. Lama ia berfikir ,iapun memutuskan untuk ke rooftop.


......................


Fiona membulatkan matanya menyaksikan adegan yang menyakitkan di depan matanya.


Tes


Tes.


Akhirnya satu persatu tetes air mata pun akhirnya meluncur lolos di mata Fiona, sehingga membasahi pipi gadis cantik itu.


Sakit. Jujur ia sangat sakit menyaksikan pria yang ia cintai sekarang tengah berpelukan didepan matanya. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah perempuan yang berpelukan dengan pria itu adalah sahabatnya sendiri.


Hati Fiona bagai ditusuk ribuan jarum menyaksikan itu. Hati siapa yang tak sakit menyaksikan sahabat sendiri dan orang yang kita cintai tengah berpelukan di depan mata.

__ADS_1


Hati Fiona bagai diremas - remas, dan ditusuk ribuan jarum, entahlah Fioana tidak dapat mendeskripsikan perasaannya itu.


Hana yang sudah menyadari kehadiran Fiona pun melepaskan pelukannya. Lalu iapun berkata. " Eh Fiona kamu ada disini juga. " Kata Hana. Padahal yang sebenarnya adalah ia sendiri yang mengirimkan pesan ke ponselnya Fiona.


Sungguh. Hana sekarang telah menusuk sahabat yang selama ini sudah menganggapnya saudara sendiri. Sungguh Hana telah menorehkan luka di hati Fiona.


" Hm Fi sekarang aku sama Bintang udah jadian loh." Kata Hana.


Tes


Lagi dan lagi air mata pun menetes dari mata Fiona, kenyataan apalagi yang ia dapat saat ini belum cukupkah ia melihat sahabatnya sendiri berpelukan dengan pria yang ia cintai. Dan sekarang apa, ia baru saja mendengar kabar yang mengejutkan dan sangat, sangat mengejutkan yang membuat hatinya makin bertambah terluka.


" A - apa." Kata Fiona. Fiona bingung hal apa yang melatar belakangi sehingga mereka berdua jadian, sebenarnya apa yang telah Fiona lewatkan.


Seharusnya hari ini adalah hari dimana ia bersatu dengan sang pujaan hati. Sebenarnya hari ini adalah hari dimana ia akan memberikan benda yang akan membuat Bintang percaya bahwa sebenarnya ia adalah teman masa kecil Bintang. Tapi sialnya benda itu hilang entah kemana.


" Kamu tahu nggak Fi, Bintang itu adalah teman masa kecilku yang selama ini aku cari. Yang itu loh yang sering aku ceritain ke kamu."


" Ini buktinya." Kata Hana sambil menunjukkan dua benda yang sangat - sangat Fiona kenali, dan salah satunya adalah gelang yang tadi pagi Fiona cari - cari sehingga ia hampir frustasi mencari benda itu. Dan sekarang apa, benda itu ada ditangan sahabatnya.


Dan, dan kenapa Hana membalikkan fakta yang sebenarnya. Kenapa ia bilang bahwa ia adalah teman masa kecilnya Bintang, padahalkam yang sebenarnya sahabatnya Bintang adalah dia, dan kenapa Hana ngaku - ngaku.


Sungguh. Fiona pusing dengan semua ini. Sahabat yang ia sayangi, dan cintai ini tega - teganya menusuknya dari belakang. Jika itu orang lain Mungkin Fiona nggak akan ngerasain sakit yang berkali - Kali lipat seperti ini.


Tanpa aba - aba Fiona pun langsung berlari sejauh mungkin dari hadapan dua orang yang baru ia ketahui saat ini adalah pasangan kekasih. Yang dilatar belakangi kebohongan sahabatnya sendiri.


Fiona pun berlari sekencang - kencangnya tanpa memperdulikan orang - orang yang menatapnya dengan tatapan bingung. Ia terus menyeka air matanya menggunakan punggung tangannya.


To be continue

__ADS_1


see you in the next episode 💖💖


__ADS_2