
Fiona pun menghempaskan tubuhnya di kasurnya yang empuk dan nyaman, sambil memandangi langit - langit kamarnya.
Sebenarnya malam ini Fiona ingin berbicara empat mata dengan Hana. Tetapi gadis itu tidak pulang sampai saat ini, bahkan Hana meminta izin kepada bi Sri ia berkata ia menginap dengan temannya malam ini. Yang Fiona bingungkan teman mana yang Hana maksud, sungguh Fiona telah banyak melewatkan info tentang gadis itu.
Orang yang selama ini paling dekat dengan Fiona, yang menemani Fiona bermain di mansionnya yang megah itu sejak kecil. Suka dan duka mereka lewati bersama. Tetapi dengan mudahnya Hana menghancurkan persahabatan mereka yang telah lama terjalin.
Apa Hana tidak berfikir dulu sebelum menghancurkan persahabatan mereka, apa selama ini kenangannya dan Fiona tidak berarti apa - apa bagi Hana.
Kurang baik apa Fiona selama ini kepada Hana dan ibunya. Mungkinkah di hati Hana Fiona tidak berarti apa - apa.
" Apa aku pernah berbuat kesalahan ya sama Hana.?" Gumam Fiona sambil berfikir keras ia terus memutar otaknya untuk berfikir.
" Aduh pala aku pusing jadinya." Keluh Fiona sambil memegangi kepalanya yang tiba - tiba sakit.
Tin.!
Bunyi nontifikasi yang berasal dari ponselnya. Lalu iapun merogoh ponselnya yang ada di saku celananya.
(" Hai." )
Fiona pun mengerutkan keningnya pertanda ia bingung siapa kira - kira orang yang mengirimkannya pesan di aplikasi hijau ini, dan darimana orang itu mendapatkan nomornya.
__ADS_1
Tak kunjung mendapatkan balasan dari Fiona nomor yang belum diketahui siapa pemiliknya itupun mengirimkan Fiona pesan lagi.
Tin.!
( " Ini aku Deon cowok terganteng sejagat raya." )
" What. Cowok aneh ini lagi Si playboy cap buaya darat ini lagi.! Darimana dia mendapatkan nomorku." Kata Fiona kaget pasalnya ternya nomor tak dikenal itu adalah nomornya si playboy cap buaya darat.
( " Kamu dapat nomor aku darimana.?" )
( " Ih. Neng cantik langsung to the point nggak pakai basa - basi dulu neng." )
( " Pasti sekarang kamu lagi marah ya karena aku tidak langsung menjawab pertanyaanmu. " )
Nah, kan tebakannya benar lagi Fiona dukung nih cowok kalau suatu saat ia ingin menjadi peramal. Daripada ia menjadi playboy cap buaya darat.
( " Kok chat aku nggak dibales sih cantik. Nggak baik loh nganggurin chat cowok seganteng aku." )
( " Idih narsis. Sekarang jawab pertanyaan aku. Kamu nggak jawab aku BLOKIR nih." )
( " Waduh. Ya udah deh iya, iya aku jawab. Aku dapat nomor kamu dari salah satu cewek yang ada di kelas kamu." )
__ADS_1
Nah, kan cowok ini memang nggak jauh - jauh amat dari yang namanya cewek dan cewek. Dasar memang playboy cap buaya darat.
( " Siapa namanya.?" )
( " Rahasia sayang." )
Nah kan belum apa - apa cowok ini sudah berani berkata sayang, sayang. Pasti semua cewek ia panggil sayang semua pikir Fiona.
( " Kita video call yuk." )
Nah kan, belum apa - apa cowok ini minta video call. Emang dasar playboy cap buaya darat rasanya pengen Fiona tendang ke kutub utara.
( " Kok di read doang sih. Sakit hati abang neng chat abang cuman di read. Kamu tahu nggak betapa sakitnya hati abang kalau kamu cuman melihat chat ku tanpa membalasnya, bagai ditusuk seribu jarum." )
Hadeh. Ternyata selain jago ngegombal cewek ternyata cowok yang satu ini juga lebay. Fiona heran ternyata ada ya makhluk seperti ini disekolahnya Fiona baru tahu.
Dan begitulah kelanjutannya Fiona dan Deon chatingan semalaman meskipun yang mendominasi Deon si playboy cap buaya darat itu sih, dan Fiona hanya membalas sesekali saja. Tetapi Fiona cukup terhibur dengan kata - kata ajaibnya Deon, walau kadang - kadang bikin esmosi eh ralat emosi maksudnya.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1