
Kini kedua orang yang duduk di rooftop itu saling diam. Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua, mereka hanya saling diam dengan Bintang yang masih menatap lurus kedepan, dan Fiona yang ikut - ikutan diam sesekali ia melirik Bintang yang ada disampingnya.
Tak lama kemudian Bintang pun berdiri, dan menepuk - nepuk sedikit celananya yang kotor, lalu iapun beranjak pergi dan meninggalkan Fiona sendirian di rooftop.
Fiona hanya menoleh ke arah Bintang, tanpa mengatakan apa - apa. Fiona hanya diam melihat punggung Bintang yang lama kelamaan semakin menjauh, lalu menghilang.
" Susah sekali, mendapatkan hatimu Ice Bintang. Kamu begitu dingin, sedingin es. Apakah aku bisa mencairkan hatimu yang beku itu.?"
" Kamu kenapa sih bisa sedingin itu.? Apakah sudah ada nama yang telah mengisi hatimu itu.? Atau kamu ada masa lalu yang menyakitkan sehingga kamu tidak mau membuka hatimu untuk wanita lain lagi.?" Kata Fiona berdialog dengan dirinya sendiri.
Ting..
Tiba - tiba ponsel Fiona berbunyi tanda ada pesan masuk. Lalu Fiona pun segera mengambil ponselnya didalam saku seragamnya dan menyalakannya.
Hana
Fi. Kamu jangan khawatirin aku yah, aku baik - baik aja kok, nanti aku pulang telat.
^^^Fiona^^^
^^^Kamu kemana Han.? dari tadi aku cari kagak ketemu - ketemu. Aku kira kamu diculik sama hantu. Kan kasihan Bi Sri kalau kamu diculik sama Hantu.^^^
Hana
Ngadi - ngadi nih anak kalau ngomong. Mana mungkin aku diculik sama Hantu.
^^^Fiona^^^
__ADS_1
^^^Gue nggak ngomong loh Han. Gue cuman ngetik nih. Siapa tau aja ada Hantu yang naksir sama kamu, iyya kan.^^^
Hana
Au ' ah. terserah anda Tuan putri. Sudah dulu yah Fi, gue ada urusan biasalah lo tau sendirikan, jadi gue nggak perlu ngejelasin panjang kali lebar kali tinggi. Jadi jangan lupa bilang ke Ibu ya Fi, kalau aku pulang telat hari ini. Sampai ketemu dirumah.
Lalu Fiona hanya membaca pesan yang Hana kirimkan di ponselnya setelah itu iapun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, dan dia segera berdiri dari duduknya, lalu menepuk - nepuk roknya sendiri yang kotor akibat ia duduk dilantai yang sedikit berdebu itu akibatnya roknya yang terkena imbasnya.
Tap...
Tap....
Suara langkah kaki Fiona yang turun dari rooftop.
Ditengah perjalanan, Fiona bertemu lagi dengan Tara dan kedua dayang - dayangnya yang selalu setia mengikutinya.
" Hadeh. Nasib - nasib ketemu lagi sama Mak Lampir." Batin Fiona.
" Oh, ya. Itu teman mu siapa sih namanya gue lupa." Kata Tara sambil mengetuk - ngetuk dagunya dengan tangannya pertanda dia lagi berpikir.
" Han--" Baru saja Fiona ingin berbicara tiba - tiba Si Tara langsung memotongnya.
" Oh. Iyya sekarang aku ingat. Hanif ya Hanif. Dia kemana." Kata Tara, dan jangan lupa dengan kebiasaannya Si Tara yang selalu mengganti nama orang, semisal contohnya nama Hana dia menggantinya menjadi Hanif, atau Fiona ia ganti menjadi Fikar, dan masih banyak lagi.
" Nggak tau. Lagi pergi kali sama Ghali." Kata Fiona.
" APA.!! BEBEB GHALI PERGI SAMA HANIF. WAH NGGAK BISA DIBIARIN NIH.!" Teriak Si Tara, sehingga orang - orang yang ada didekatnya langsung menutup kedua telinga mereka. Mereka takut tuli dadakan karena teriakan Si Tara yang nggak main - main.
__ADS_1
" Aduh. Kuping gue kayaknya sepulang sekolah gue harus kedokter deh." Kata Fiona.
" Emangnya kenapa kuping lo Fiko.? Sampai - sampai harus kedokter. Kayaknya gue tadi teriaknya nggak keras banget deh." Kata Si Tara.
" Apa.! Tadi gue nggak salah dengar kan. si Mak lampir bilang teriakannya nggak keras. Bahkan suaranya melebihi suara toa." Batin Fiona.
" Bebeb, bebeb. Emang Si Ghali pacar lo apa." Kata Fiona.
" Ghali emang bukan pacar aku. Tapi Ghali itu calon suami aku tau nggak. Calon Ayah dari anak - anak aku kelak" Balas Tara.
" Tapi. Kalau Ghali nya nolak aku Bintang pun jadi. Bintang kan ganteng malahan lebih ganteng dari Ghali, tapi auranya dingin banget." Lanjut Tara lagi, tanpa memperhatikan mata Fiona yang melotot karena perkataannya tadi.
" Enak aja nih Mak Lampir kalau ngomong." Batin Fiona kesal.
" Nggak cukup apa satu cowok yang lo kejar." Kata Fiona ke Tara.
" Nggak lah. Selama itu cogan gue pasti ngejar dong. Apalagi kayak bebeb Ghali, sama Yayang Bintang." Jawab Tara.
" Yayang, yayang. Dasar Mak Lampir sinting." Maki Fiona dalam hati
Perlu diketahui Hana dan Si Tara itu memang bersaing untuk mendapatkan hati Si Ghali. Kalian masih ingat kan Ghali temannya Bintang. Untuk sekarang Si Tara emang lagi ngejar - ngejar Si Ghali tapi nggak tau seterusnya apakah Si Tara akan menyerah dan mencari cogan baru atau malah pindah ke Bintang.
" Ya udah By Fikar. Gue mau ke bebeb Ghali dulu. Takut keduluan sama Si Hanif." Kata Tara, lalu pergi bersama kedua dayangnya.
To be continue
see you in the next episode 💖💖
__ADS_1