Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 1 : Prince Abhlesh Kaspian


__ADS_3

"Selamat Yang Mulia, Anda melahirkan seorang bayi laki-laki"


Dokter yang membantu persalinan Ratu Kaspian berlutut memberi hormat di hadapan Ratu yang masih terlihat lemah.


"Mana bayiku Janet ?"


Pelayan setia yang berada di sampingnya menggendong pangeran kecil dan memberikannya pada sang Ratu.


"Dia benar benar mirip dengan Ayahnya , hey pangeran kecil, Abhlesh Kaspian"


Sang Ratu mencium bayinya dan butiran air mata jatuh mengiringi setiap senyuman yang ia tunjukan di hadapan bayinya.


"Abhlesh yang berarti Abadi, nama yang cocok untuk seorang pangeran kerajaan Kaspian"


Janet tidak lagi sanggup menahan air matanya dan beberapa Pelayan bahkan sudah menangis sejak melihat keadaan Ratu mereka.


"Sampaikan salamku pada Alex, katakan padanya jangan bersedih atas kematianku serta katakan pada Abh bahwa ibunya benar-benar mencintainya"


Sang Ratu tersenyum dan menutup matanya. Memeluk bayinya untuk terakhir kalinya dan seluruh ruangan tenggelam dalam kesedihan mendalam. Ratu Cleo Anastasia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan memeluk bayi yang berada di pelukannya.


Seluruh kerajaan menangis akan kematian satu-satunya Ratu paling dicintai di kerajaan itu. Sementara Sang Raja, Alexander Kaspian mendekam di ruangannya selama berhari-hari setelah kematian istri yang paling ia cintai.


Kerajaan Kaspian kehilangan Ratu yang paling mereka cintai. Sementara Raja mereka tenggelam dalam kesedihan yang tiada berujung serta putra mereka Abhlesh Kaspian harus tumbuh dalam kesendirian.


Setelah kematian sang Ratu, Alexander tidak pernah sekali pun melihat Abh dan justru menjauhi putranya. Abh menghabiskan seluruh masa kecilnya di tempat yang bernama "Cleo Region" yang terletak di bagian terdalam istana kerajaan.


Abh kecil sama sekali tidak pernah merasakan kehangatan seorang ayah serta kehilangan pelukan seorang ibu. Tapi tidak ada yang tau siapa dan apa yang ada dalam pikiran bayi itu. Seorang bayi yang mendapatkan kesadaran sejak awal ia dilahirkan ke dunia dan seorang bayi yang tidak pernah menangis sekalipun sejak dilahirkan ke dunia.


**********


"Ah , dunia ini begitu membosankan"


Seorang pria berdiri di bibir jurang yang berada tidak jauh dari kota metropolitan. Ia berdiri di bibir jurang dan memandang laju air serta bebatuan sungai yang berada di bawahnya.


"Ku harap kematian akan mengakhiri semuanya"


Pria itu memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya ke dalam jurang. Tubuhnya melesat jatuh mencapai dasar jurang dan mengakhiri hidupnya yang penuh akan kekecewaan. Dalam sisa nafasnya seluruh memori berputar di benaknya layaknya sebuah film.

__ADS_1


Memori tentang keluarga yang membuangnya. memori tentang masa kecilnya yang benar benar sulit serta kehidupan remaja yang mengecewakan. Pada akhirnya ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.


Ketika mendekati embusan napas terakhirnya, ia sadar bahwa semua bisa diperbaiki jika dia mau berusaha dan tidak terus-menerus menyalahkan takdir. Namun semuanya sudah terlambat. Pandangannya mulai menghitam, menelannya dalam kegelapan tanpa batas yang disebut kematian.


*********


"Abhlesh yang memiliki Arti Abadi , bukankah nama itu cocok untuk seorang pangeran Kaspian"


Kalimat itu adalah kalimat pertama yang ia dengar ketika pertama kali membuka matanya. Di hadapannya terlihat wajah seorang wanita yang begitu cantik. Akan tetapi wajah itu penuh dengan kesedihan.


'K**enapa kamu menangis ?'


Ia berusaha menggerakan tangannya tapi tubuhnya enggan menuruti perintahnya. Ia ingat akan kejadian dimana dia melakukan hal terbodoh dalam hidupnya. Tetapi entah mengapa dia tidak bisa mengingat namanya dan Abhlesh seakan menjadi namanya sejak awal.


Ia juga mengingat kehidupannya di suatu tempat yang bernama bumi. Serta bagaimana keadaannya saat disana. Tetapi dia tidak bisa mengenal nama orang-orang yang berinteraksi dengannya dan seluruh masa-masa hidupnya di sana seakan sebuah mimpi. Ia sama sekali tidak menangis dan memperhatikan wajah wanita yang berada di hadapannya.


'Ap**a aku kini berada di tubuh seorang bayi ?'


Ia bertanya dalam hatinya dan tetap memandang ke arah wanita itu. Tetapi sesuatu seakan menarik kesadarannya. Membawanya kedalam alam tidur sekali lagi.


*******


17 tahun kemudian .....


"Pangeran, Yang Mulia meminta Pangeran untuk menemuinya di ruangan beliau"


Seorang pelayan wanita memberi hormat. Pelayan itu menyampaikan pesan Raja pada seorang pemuda yang tengah berlatih mengayunkan pedangnya. Pemuda itu berada di halaman Cleo Region dan di sampingnya, berdiri pria paruh baya dengan prawakan gagah serta pakaian ksatria kerajaan.


"Kalau begitu latihan hari ini kita sudahi Pangeran."


Pria yang di panggil pangeran itu adalah Abhlesh Kaspian. Pangeran kerajaan Kaspian yang sudah berusia 17 tahun. Pria itu adalah seorang putra mahkota kerajaan Kaspian yang akan menggantikan Ayahnya Raja Alexander.


"Bagaimana keadaan Ayah?."


Abhlesh mengambil handuk yang disediakan pelayan di dekatnya. Mengeringkan sedikit keringatnya dan bertanya pada pelayan wanita yang menyampaikan pesan untuknya. Pelayan satunya lagi melipat handuk itu dan berdiri dua langkah di belakang Abhlesh.


"Keadaan Yang Mulia Alexander sudah mulai membaik dan sekarang beliau ingin melihat Anda Pangeran."

__ADS_1


Pelayan itu berbicara dengan penuh hormat. Dari nada bicaranya semua orang tau bahwa Abhlesh bukan lah pangeran yang sombong dan ditakuti. Melainkan sosok pangeran yang baik hati dan disegani. Serta menjadi idola bagi seluruh pelayan wanita kerajaan karena ketampanannya.


"Katakan pada Ayahku, aku akan kesana setelah mengganti pakaianku."


Pelayan itu memberi hormat dan pergi meninggalkan halaman Cleo Region.


"Pangeran , sebaiknya anda bergegas."


"Aku tau Hek , Ayah yang sekarang bukan lah ayah yang dulu mengabaikanku"


Pria bernama Hektor itu melihat punggung Abh yang semakin menjauh meninggalkannya. Entah kenapa ia masih ingat ketika pangeran itu masih berusia 5 tahun. Dia dengan berani meminta untuk menemui Raja Alexander yang kala itu sangat membencinya.


Namun setelah pertemuan mereka, lama-kelamaan Raja Alexander mulai menunjukkan sikap kasih sayangnya. Tentu sikap itu masih jauh berbeda dari kata Sayang yang sesungguhnya. Akan tetapi bagi Abhlesh hal itu sudah lebih dari cukup.


Kini dia berjalan menyusuri koridor dan memasuki ruangan miliknya. Di dalam sana sudah menunggu beberapa pelayan yang bertugas melayani segala kebutuhannya. Banyak rumor yang mengatakan bahwa pangeran di setiap kerajaan biasanya akan "menyentuh" pelayan wanita nya. Tetapi hal itu berbeda dengan Abhlesh. Dia sama sekali tidak pernah "menyentuh" mereka dan justru menghormati serta melindungi semua pelayan di Cleo Region.


"Nana, siapkan pakaian, aku akan pergi menemui Yang Mulia Alexander."


Nana yang merupakan kepala pelayan yang bertugas di ruangan Abhles bergegas melakukan apapun yang pria itu butuhkan.


"Nana, katakan pada pelayan lainnya, tolong jangan mengintip ketika aku sedang mandi."


Abhlesh tersenyum getir ketika mengatakan itu. Ia memandang Nana yang wajahnya berubah memerah. Serta beberapa pelayan Wanita lainnya yang menundukkan kepala mereka karena perkataannya.


"Nana?."


"Ya Pangeran, akan saya laksanakan."


Abhlesh menghela nafas panjang dan bergegas masuk menuju kamar mandi miliknya. Sesekali ia mendengar teriakan para pelayan serta tawa mereka karena perkataan Abhlesh. Sementara Abhlesh hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai melakukan aktifitasnya agar segera selesai dan pergi menemui Raja Alexander.


******


Hay hay guys ! salam kenal sama Abhlesh ya, Pangeran kaspian yang seorang reinkarnator, tapi cerita ini tidak fokus ke masalah reinkarnasinya hehehehe


jadi Staytune dan thanks buat yang udah mampir, Tombolnya next ada di sana kok wkwkwkw


Sampai Bye2 ✌😁

__ADS_1


__ADS_2