
Pov 1.
Aku tinggal di dalam sebuah istana yang benar-benar megah. Segalanya berkilauan dan penuh dengan hal-hal yang mewah serta berkilauan. Segala kebutuhanku tercukupi dan mungkin lebih baik dari orang normal pada umumnya.
Namun semua itu hanya kemewahan semu dan semua itu hanya ilusi yang Ayahku ciptakan agar diriku berguna bagi dirinya. Pernikahan politik atau menjadi sandera yang disepakati adalah takdir yang menungguku. Hidupku tidak akan pernah pernah merasakan hal yang bernama 'Cinta sejati'. Segalanya semu dan hanya memandangku sebagai ornamen atau sebuah alat politik yang harus dijaga atau dirawat dan dipergunakan dengan tepat.
Jika kalian berpikir kehidupan seorang putri kerajaan sama seperti kehidupan Princess di dalam buku dongeng kalian salah besar. Kalian benar-benar salah dalam hal itu. Kalian sama sekali tidak mengetahui bahwa hal itu adalah topeng untuk membunuh cerita asli tentang takdir dari seorang putri kerajaan.
Terlebih lagi nasib seorang putri kerajaan sepertiku. Dibesarkan dengan tangan ibu yang hanya mementingkan tahta dan posisinya sebagai Ratu. Ibuku bahkan sama sekali tidak pernah mencintaiku sebagai seorang putrinya.
Baginya seorang putri hanya sebuah alat. Sebuah alat yang sama tidak berharganya dengan sebuah sendok di piring Raja. Jika terjatuh dari piring Raja, Raja bahkan tidak meliriknya dan pelayan akan menggantinya dengan sendok yang baru.
Kali ini entah kenapa perasaanku selalu mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi padaku dan kerajaan ini. Sesuatu yang akhirnya akan membawaku pada takdir yang mungkin akan merubah hidupku. Aku hanya bisa memandang keadaan Istana yang seakan diterpa badai dari ulah sang Raja.
Ya, Ayahku. Dia adalah orang yang benar-benar ambisius dan jujur aku bahkan menganggap orang itu benar-benar tidak berguna sebagai Raja. Kepalanya hanya diisi dengan segala kemewahan, tahta, kekuasaan dan wanita.
Samar-samarku dengar para pelayan menyebut nama sebuah kerajaan yang membuat darahku berdesir dan seluruh bulu kudukku berdiri. Kaspian, sebuah nama yang akhir-akhir ini selalu di sebut di kalangan istana. Beberapa pelayan menyebut bahwa pangeran dari kerajaan itu benar-benar kejam.
Pangeran itu juga melakukan pembunuhan besar-besaran pada bangsawan kerajaannya. Menggantung mayat mereka di tiang gantungan selama 3 hari lamanya sebagai contoh bagi rakyatnya. Tidak hanya sampai di situ, aku bahkan mendengar rumor tentang sifatnya yang begitu dingin dan haus akan darah.
Dia melakukan semua itu di umurnya yang masih menginjak 13 tahun. Darahku seakan lari meninggalkanku ketika mendengar bahwa Ayahku membuat masalah dengan orang itu. Serta rumor tentang Raja Alexander yang tewas karena diracun oleh putranya sendiri juga bertebaran di kalangan pelayan istana.
"Iva, apa semua rumor itu benar?."
Pelayan pribadi yang selalu bersamaku terlihat sedikit bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan itu.
"Jawab Iva, agar aku siap untuk menghadapi semuanya jika kemungkinan terburuk terjadi"
Aku mencoba menekan Iva agar menjawab pertanyaanku tentang rumor itu. Di kalangan kerajaan, rumor adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan jahat. Tapi tidak semua rumor benar-benar terjadi dan tidak semua rumor adalah berita palsu. Iva sedikit ragu yang terlihat dari wajahnya yang hanya bisa tertunduk.
"Hmmm ... Tuan Putri, sepertinya semua rumor itu memang benar."
Iva menundukkan kepalanya dan menghindari tatapan mataku yang seakan memintanya untuk merubah kalimat itu.
__ADS_1
"Iva, apa Arcadian akan berperang dengan Kaspian?."
Sekali lagi Iva terlihat bingung dengan pertanyaan yang aku lontarkan. Iva memang bukan orang yang penting di kerajaan Arcadian dan hanya seorang pelayan pribadiku. Tetapi wanita itu merupakan satu-satunya sumber informasi yang bisaku dapatkan, untuk mengetahui hal-hal penting tentang Arcadian.
Di satu sisi aku ingin kerajaan ini hancur dan Raja Arcadian berakhir di tiang gantungan. Beberapa kabar yang aku dapatkan dari Iva tentang kerajaan ini benar-benar mengerikan. Aku bahkan tidak menyangka keadaan rakyat Arcadian benar-benar mengerikan di luar sana.
"Sepertinya Yang Mulia benar-benar akan menyerang Kaspian kali ini."
Aku hanya menghela nafas panjang mendengar apa yang Iva katakan.
"Iva apa me ...."
Kalimatku terputus ketika seseorang mengetuk pintu kamarku dengan kuat. Iva yang mendengarnya benar-benar marah dengan tingkah orang itu. Kamar seorang putri kerajaan bukan tempat yang bisa sembarangan dimasuki dan ada tata krama jika seseorang ingin bertemu denganku.
"Iva."
Satu kata dariku membuat Iva yang sudah kesal dengan ketukan tanpa henti itu akhirnya bergerak dan keluar dari ruangan. Teriakan iva dan argumen tentang sesuatu yang hanya bisa samar-samarku dengar berlangsung di balik pintu itu. Sementara Aku hanya memandangi dunia luar melalui jendela kamar yang berada di hadapanku. Menenangkan diri dengan secangkir teh yang Iva siapkan di meja kecil yang berada di sampingku. Beberapa saat kemudian Iva masuk dengan terburu-buru dan wajahnya benar-benar pucat.
"Tuan Putri! Kaspian menyerang Arcadian dan kini pasukan mereka sudah terlihat di bagian utara ibu kota Arcadian!."
Aku berdiri dan berlari menuju balkon kamarku. Mataku langsung melihat ke arah utara di mana suara gemuruh layaknya badai berasal dari arah Kaspian berada. Di ujung horizon terlihat formasi yang membentuk garis memanjang dari benda melayang yang sama sekali belum pernah kulihat.
Benda itu melayang di udara lengkap dengan meriam serta berbagai hal yang belum pernah kulihat sebelumnya bergerak menuju ibu kota Arcadian.
Lonceng tanda bahaya dibunyikan dan seluruh prajurit bergegas menuju pertahanan kota Arcadian. Sementara Aku hanya berdiri melihat hal yang mungkin akan menjadi kehancuran bagi Arcadian.
Ketika aku berbalik, Aku melihat Iva yang terduduk dengan mulut yang menganga dan wajah yang terlihat begitu takut. Siapapun yang melihat pasukan itu pasti akan merasakan hal yang sama dengan apa yang Iva rasakan. Di dunia ini hanya para Naga yang sanggup berkuasa di udara dan kini Kaspian menunjukan kekuatan mereka di hadapan Arcadian yang sombong.
"Iva, sepertinya ... Raja Lux Arcadia telah membangunkan naga yang tertidur."
Aku berbalik dan berlalu di hadapan Iva yang masih terduduk lemas. Matanya masih tertuju pada lambang salah satu benda itu yang kini sudah berada sangat dekat dari tembok pertahanan Arcadian. Lambang naga berkepala tiga yang berada di barisan paling depan.
__ADS_1
Suara meriam dan teriakan saling bersahutan. Pasukan Arcadian berusaha menembak benda itu dengan meriam yang berada di atas tembok. Semua usaha itu bahkan tidak menggores benda yang terus bergerak semakin mendekat. Ketika benda itu menembakan meriamnya ke arah pasukan Arcadia, apa yang keluar dari benda itu memakan apapun yang dilaluinya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Aku memilih untuk duduk di kursi santaiku yang berada di dekat jendela yang mengarah pada halaman belakang istana.
Dalam pikiranku hanya terisi segala hal tentang kerajaan yang rusak ini dan tiang gantungan yang mungkin menungguku. Aku hanya tersenyum dengan keadaanku. Bahkan dalam keadaan seperti ini tidak satupun prajurit istana atau Knight Arcadian yang menjemputku.
Mungkin mereka sibuk dengan Raja dan Ratu yang tenggelam dalam ketakutan mengetahui bahwa tahta mereka akan tenggelam. Sementara Iva yang mengumpulkan seluruh tenaganya kini berdiri di dekatku. Iva berusaha bertahan dengan lutut yang terlihat bergetar.
"Iva, kenapa kamu masih di sini?."
Iva hanya menghela nafasnya dan berusaha tersenyum padaku. Iva tetap berada di tempatnya dan menuangkan teh di cangkirku.
"Kenapa dengan wajah itu iva?"
Aku yang heran melihat tingkah Iva yang seharusnya meninggalkanku layaknya pelayan lainnya hanya bisa memandang ke arah taman istana yang dipenuhi taman bunga. Jawaban dari Iva sama sekali tidak kudengar dan itu membuatku sedikit senang. Setidaknya masih ada satu orang yang peduli dengan keadaanku.
*******
Waaah ! Abhlesh benar-benar melakukan serangan besar-besaran ke Arcadian 😤
Kira-kira kenapa hal itu terjadi?
Daaaaan untuk nama putrinya ada di next episode wwkwkwkwkw
staytune trus ya All love u all 😌
Jangan lupa vote, like, rate dan komennya ya sampai bye2 👋😍
bonus pick :
__ADS_1
Seluruh gambar Airship berasal dari Final fantasy XII 😌 kredit dan Ownership bukan punya saya tapi milik SQUARE ENIX. Serta seluruh gambar yang saya gunakan berasal dari Pinterest.