
Abhlesh memandang kota Arcadian dari atas Airship miliknya. Pandangan matanya tertuju pada salah satu bangunan yang merupakan istana Raja Arcadian. Bangunan itu terlihat sangat megah dan memiliki arsitektur yang sangat mewah.
"Arcadian, Kerajaan yang memiliki pertahanan terkuat di seluruh daratan."
Apa yang Abhlesh katakan merupakan gelar bagi Arcadian. Gelar yang mereka miliki selama ratusan tahun kerajaan itu berdiri. Sejarah Kaspian mengatakan, siapapun yang menyerang Arcadian hanya akan berakhir dengan kekalahan. Karena hal itulah Kaspian sama sekali tidak mau berurusan dengan Arcadian dan dua kerajaan itu memiliki hubungan yang netral selama ratusan tahun.
Namun hubungan itu berubah ketika Raja Luxius Arcadia naik tahta menggantikan saudaranya yang tewas. Luxius adalah seorang Raja yang tamak dan serakah. Rumor mengatakan, orang itu memiliki banyak selir dan menghabiskan waktunya bersama mereka.
Abhlesh menghela nafas panjang ketika melihat keadaan rakyat Arcadian sebelum dirinya memutuskan untuk menyerang. Rakyat Arcadian benar-benar tersiksa dan kehidupan mereka sangat mengerikan dibandingkan kerajaannya. Pajak yang tinggi serta permberlakuan kerja paksa membuat kondisi rakyat menjadi begitu memilukan.
"Hektor, sebarkan ultimatum pada Arcadian, jika mereka tidak menyerahkan Luxius dalam waktu 5 jam ... Kaspian akan membumi hanguskan kota ini."
Abhlesh berlalu di hadapan Hektor yang menerima perkataannya. Sesaat kemudian suara ultimatum disiarkan melalui pengeras suara yang terpasang di setiap Airship milik Kaspian. Suara itu terdengar hingga seluruh sudut kota Kaspian dan membuat suasan kota itu menjadi ricuh.
Tiga orang jendral besar Arcadian sepakat untuk memenuhi permintaan itu sementara satu jendral menolaknya. Perpecahan terjadi di Arcadian dan tentu membuat keadaan kota itu semakin sulit. Sebagian pasukan memilih untuk tetap setia pada Raja Arcadian, sementara sebagian besar lainnya memilih untuk menangkap Raja mereka dan mengakhiri kekejamannya.
Pasukan yang bertahan hanya berjumlah seratusan orang sementara pasukan dari 3 jendral besar berjumlah lima kali lipat dibandingkan mereka. Dalam waktu kurang dari 5 jam, kota Arcadian tenggelam dalam keributan besar di antara mereka. Sementara Kaspian sama sekali tidak menurunkan pasukan mereka dan hanya menjadi penonton.
Hingga Akhirnya bendera kerajaan Arcadian di turunkan dan diganti dengan bendera putih. Kerajaan yang terkenal akan kekuatan bertahan mereka berhasil dikuasai Kaspian hanya dalam waktu kurang dari satu hari. Seluruh rakyat ibu kota Arcadian keluar dari rumah mereka dan menyambut pasukan Kaspian.
Kenapa hal itu bisa terjadi. Jauh sebelum Abhlesh melakukan penyerangan, orang-orang Kaspian menyebar rumor tentang kehidupan Kaspian yang makmur melalui pedagang-pedagang mereka. Rumor yang lama kelamaan menjadi kuat serta mengakar di Arcadian itu sendiri.
Rakyat Arcadian yang merasakan kekejaman serta ketidakadilan Raja mereka mulai menaruh dendam pada Raja mereka. Semua itu menjadi semakin nyata ketika pasukan Kaspian menyerang, Prajurit Arcadian menahan rakyat mereka di dalam kota. Memaksa mereka terjebak dalam peperangan yang bisa saja mengambil nyawa mereka.
Hal itulah yang membuat jatuhnya kota Arcadian di tangan Kaspian tanpa perlawanan dari rakyat itu sendiri. Abhlesh sudah merencanakan semuanya dan rakyat adalah poin penting jika ingin menaklukkan suatu kerajaan. Jika hal itu tidak dilakukan, Kaspian terpaksa harus membumi hanguskan kota ini menjadi debu dan bisa saja mengundang musuh lainnya atau mungkin mempersulit mereka untuk menghapus kerajaan itu dari peta.
*******
Abhlesh duduk di atas singgasana Arcadian. Matanya memandang rendah pada tubuh gempal yang bersujud di hadapannya. Abhlesh sama sekali tidak berniat mengampuni sesuatu yang ada di hadapannya. Ketika dirinya membaca laporan tentang Arcadian, ketika itu juga makhluk yang ada di hadapannya saat ini bukan lagi manusia baginya.
"Luxius Arcadia, apa yang ingin kau katakan?"
__ADS_1
Abhlesh sebenarnya sudah muak melihat wajah orang yang ada di hadapannya, namun pria itu terus meminta untuk bertemu dengannya.
"Am ... ampuni saya Raja Kaspian, saya akan memberi Anda segala yang Anda mau tapi kembali ka ...."
Emerson menginjak kepala orang itu yang berusaha mengangkat pandangannya pada Abhlesh. Kepala pria itu menghantam keramik lantai ruang tahtanya dan darah segar mengalir dari lukanya. Pria itu kini menggigil ketakutan dan suara tangisan terdengar di sampingnya.
Luxius Arcadia dan seluruh keluarga kerajaan di bawa menuju ruang tahta dan menghadap Abhlesh. Mereka semua ditangkap ketika berusaha melarikan diri dan hanya satu orang yang dibawa ke hadapan Abhlesh tanpa perlawanan. Seorang Putri Kerajaan yang tetap tinggal di dalam kamarnya bersama seorang pelayan wanita yang menemaninya. Ketika pasukan Kaspian memasuki ruangannya, Putri itu hanya tersenyum dan mengikuti mereka tanpa sedikitpun perlawanan.
Abhlesh yang mendengar laporan itu merasa penasaran dengan Putri itu, seorang Putri dari Raja yang tidak berguna. Di dalam pikirannya tentu hanya gambaran seorang wanita yang sama rendahnya dengan Ayahnya. Seorang Putri yang hanya diam memandang tirani di Kerjaannya dan bersantai menikmati kehidupan mewahnya.
Kini Putri itu berada di hadapannya. Abhlesh memandang wajah cantiknya yang mungkin bisa menawan siapapun yang melihatnya. Mata biru itu terkunci pada wajah tenang yang berlutut di hadapannya.
"Siapa namamu?."
Satu pertanyaan dari Abhlesh membuat gadis itu sedikit kaget.
"A ... Aurora, Yang Mulia."
Abhlesh mengamati wajah itu, wajah yang terlihat sedikit takut ketika mendengar suaranya. Bahkan gadis itu sedikit terbata ketika menyebut namanya sendiri.
"Nama itu sudah lama saya tinggalkan Yang Mulia."
Jawaban gadis itu membuat Abhlesh tersenyum dan semakin penasaran dengannya. Satu hal yang membuat Abhlesh merasa gadis ini berbeda dengan keluarga kerajaan Arcadian lainnya adalah karena sikap tenangnya. Ketika dirinya melihat ke arah Ratu Arcadia, dirinya seakan melihat bentuk tertinggi dari keserakahan.
Ratu itu melarikan diri dan membawa seluruh perhiasan serta apapun yang berharga, sesaat setelah dirinya mendapatkan kabar tentang jatuhnya perbatasan Arcadian. Wanita itu mengingatkan Abhlesh akan sosok perdana menteri korup di negaranya yang sampai akhir tetap mementingkan dirinya sendiri. Kini wanita itu menangis di hadapannya, meminta agar di ampuni dan terbebas dari hukuman.
Abhlesh berdiri dari kursi itu dan berjalan mendekat ke arah Putri Aurora. Hektor mengikuti langkah Abhlesh yang kini berada tepat di hadapan Putri itu. Emerson masih menginjak kepala Raja yang mulai menangisi nasibnya. Pandangan semua orang terkunci pada Pangeran Kaspian yang berdiri memandang gadis itu.
Ketika tangannya hendak menyentuh gadis itu. Seorang pelayan wanita berlari ke arah Abhlesh dan berlutut di hadapannya. Kejadian yang sangat cepat yang bahkan Hektor dan Emerson secara reflek mengayunkan pedang mereka ke leher pelayan wanita itu.
Pedang Hektor mencium leher Aurora yang berusaha melindungi pelayan itu dari depan. Sementara Emerson melekatkan mata pedangnya di leher kanan pelayan itu. Beruntung Abhlesh tepat waktu menahan mereka yang siap mengambil nyawa dua wanita itu. Aurora memandang Abhlesh dengan mata yang basah dan menahan rasa sakit akibat pedang Hektor yang sedikit melukainya.
__ADS_1
"Kenapa kau melindunginya?"
Hektor melempar pertanyaan itu dan pedangnya semakin melukai leher gadis itu. Sementara Emerson mulai melakukan hal yang sama pada pelayan wanita di belakang Aurora.
"A ... ampuni dia/Putri Aurora Yang Mulia, bi ... biarkan hamba yang menanggung hukumannya."
Kalimat itu mereka ucapkan secara bersamaan dan Abhlesh melihat kejujuran dari mata mereka. Sementara Aurora memandang mata biru kristal milik Abhlesh yang terkesan begitu dingin. Dalam pikirannya, mata itu seakan sebuah laut yang tenang namun berbahaya dan siap mengambil nyawanya kapanpun.
"Hektor, Emerson."
"Yang Mulia mereka!"
Abhlesh menahan ucapa Hektor dan mengulurkan tangannya pada Aurora.
"Berdirilah, Lantai ini terlalu kotor untukmu."
Hektor dan Emerson tercengang dengan tingkah Abhlesh dan hanya bisa mematung. Sementara Aurora sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Dia hanya mematung dengan wajah terheran yang memandang ke arah Abhlesh.
Abhlesh menghela nafas panjang dan membantu gadis itu berdiri dengan menggenggam tangan gadis itu.
"Ashe, bawa gadis ini ke Kaspian dan sisanya ...."
Abhlesh memandang ke arah Raja Arcadian dan Ratunya.
"Eksekusi mereka secara publik dan gantung mayatnya di gerbang istana selama tiga hari."
********
Wew, Main gantung aja wkwkwkwk wajar sih rajanya kejam banget ckckckc , untuk alasan kenapa langsung di eksekusi kayanya ga perlu ya bahahhahaha
Di next episode kita bakalan ngeliat Putri Aurora dan Abhlesh hmmmm bau bau bucin semakin mendekat 😤😂
__ADS_1
thanks udah baca ya guys , jangan lupa Rate 5 nya, vote, like dan komen jika kalian suka dengan cerita ini 😌.
Sampai Bye2 👋😍