
Di dalam sebuah dimensi yang terpisah, sesuatu terlihat menatap buku yang ada di tangannya. Wajahnya tersenyum dan matanya terkunci pada sebuah nama yang tertulis di buku itu. Tidak ada satu makhluk pun yang ada di sana selain dirinya. Keberaan yang mungkin hampir mustahil untuk dicapai oleh makhluk biasa seperti manusia. Namun bagaimana pun dirinya tidak kesepian dan justru terlihat senang.
"Terus berjuang anakku, terus berjuang. Kerajaan dan panggung yang aku berikan padamu hanya sebuah permulaan. Tunjukkan padaku bagaimana kau merubah tanah itu kembali pada bentuk aslinya. Rubah dan kembali padaku sebagi jiwa yang sempurna."
Tidak ada seorang pun di sekitarnya. Dirinya hanya berbicara sendirian dalam dimensi yang berbeda dan terasing di tempat yang jauh. Ia hanya bisa menatap pada dunia yang menjadi tanggung jawabnya. Namun dunia itu terlihat menyedihkan, rapuh dan begitu lemah. Pandangan matanya berubah menjadi sedih ketika melihat keadaan dunia yang semakin menyedihkan. Dirinya menatap kembali pada buku yang ada di tangannya, nama itu semakin jelas tertulis dan beberapa nama yang ia kenal mulai bermunculan. Ia tersenyum dan menoleh ke arah dunia itu sekali lagi, matanya menangkap salah satu dari dua bintang mati yang kembali bersinar.
"Ah ... Kuharap kau juga bisa bangun dari tidur panjangmu, sama seperti gadis itu. Kuharap kau kembali membantuku dalam tugas yang kuberikan padamu sejak awal. L******!"
Teriakannya menggema menembus ruang waktu dan mengarah pada salah satu dari dua bintang mati. Memberikan energi pada bintang yang terlihat sangat lemah. Perlahan namun pasti, sinar kembali terlihat dan sepertinya sesuatu yang besar akan kembali di atas dunia makhluk hidup. Kini dirinya menatap pada bintang yang paling besar dan terang di dunia itu. Ia tersenyum dan mengarahkan empat tangannya pada bintang itu. Tatapannya terlihat sangat lembut dan penuh kasih sayang.
"Jangan buat aku menunggu lama anakku."
***********
Daratan utama kini tengah bergejolak. Api yang dulu telah padam kini kembali berkobar dan memicu reaksi berantai. Beberapa kerajaan kecil musnah hanya dalam satu malam dan korban mulai berjatuhan dalam angka yang mengerikan. Semua itu terjadi karena permasalahan Kaspian dan Federasi. Kerajaan kecil mulai memperlihatkan kekuatan mereka dan berambisi mengambil poisisi Teokrasi sebagai salah satu dari empat pemegang kekuasaan tertinggi di daratan utama.
Kekaisaran Naga kembali memulai invasinya pada kerjaan kecil yang ada di sekitar mereka. Kematian kaisar sebelumnya tidak membuat mereka jera dan sepertinya semakin berambisi. Sementara Federasi, mereka mulai mengirim pasukan di perbatasan antara mereka dan Kaspian. Federasi memang memiliki ambisi untuk menguasai Kaspian dan menjadi pemegang kekuasaan mutlak di daratan tengah.
Sementara Kaspian, mereka justru sibuk dengan perayaan yang akan digelar beberapa hari kedepan. Pelantikan Raja telah dilakukan dan Abhlesh sebagai pewaris tunggal melepas gelar pangeran miliknya. Abhlesh kini memiliki kekuasaan penuh atas Kaspian dan baginya semua ini hanya permulaan. Matanya menatap pada seluruh rakyat yang hadir di depan balkon istana. kerumunan manusia yang berkumpul hanya untuk melihat raja mereka. Tidak hanya manusia, tapi seluruh ras yang ada di Kaspian berkumpul di hadapan Raja baru mereka.
"Hari ini, Kaspian kembali berdiri di atas kehormatan yang telah lama musnah. Bukan hanya manusia, tapi seluruh ras adalah bagian dari Kaspian. Kaspian adalah kerajaan yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk kembali berdiri terhormat di atas daratan utama. Semua bukan hanya karena keluarga kerajaan! Tapi itu karena kita semua adalah bangsa Kaspian!"
__ADS_1
Teriakan Abhlesh memicu semangat seluruh rakyat Kaspian. Teriakan penuh semangat terdengar memenuhi ibu kota dan mengalir hingga seluruh daratan Kaspian. Rakyat yang dulu hidup dalam tekanan kini kembali berdiri terhormat di bawah pemerintahan Pangeran mereka. Kini sang Pangeran telah menjadi Raja dan rakyat Kaspian kembali berdiri dalam kemakmuran dan kedamaian. Meski gejolak perang semakin terasa, tapi rakyat Kaspian yakin bahwa Kaspian bisa dengan mudah melewati itu semua.
Abhlesh berbalik dan meninggalkan tempatnya berdiri. Di hadapannya 6 orang berlutut memberi hormat pada raja mereka. Namun Bertia sama sekali tidak terlihat dan sepertinya wanita itu telah mendapatkan tugas dari Abhlesh. Abhlesh berjalan melewati mereka dengan wajah tanpa ekspresi. Teriakan penuh semangat rakyat Kaspian masih menggema di belakangnya.
"Persiapkan semuanya. Federasi harus menerima hukuman atas apa yang mereka lakukan."
"Keputusan Anda adalah segalanya Yang Mulia."
Tujuh Knight Kaspian menjawab serentak perkataan Abhlesh. Panggung baru sudah dibuka dan Kaspian akan melepas seluruh kekuatan mereka pada Federasi. Kaspian kini bukan lagi seekor tikus yang bersembunyi di lubang. Tapi seekor naga yang bangun dari tidur panjangnya dan bersiap melepas kemarahan pada apa yang menganggu tidurnya.
*******
Di tempat yang berbeda, lima orang berkumpul dalam satu ruangan. Mereka semua adalah orang yang dipercaya dari beberapa kekuatan yang ada di daratan utama. Apa yang membuat mereka berkumpul adalah karena Kaspian mengusik keseimbangan kekuatan di daratan utama dan tumbuh menjadi ancaman bagi mereka.
Kalimat itu berasal dari Jendral terkuat Federasi, Marcus. Dirinya adalah Jendral yang paling ditakuti dan salah satu dari 3 orang paling berpengaruh di Federasi. Namun Marcus terkenal bukan karena reputasinya sebagai Jendral, melainkan karena sifat kejam dan serakah yang ia miliki. Marcus melihat pontensi alam dan segala hal yang Kaspian punya sebagai sesuatu yang harus ia miliki.
"Apa yang kau yakin? Pasukan mereka sepertinya cukup kuat untuk menjatuhkan Arcadia di benteng pertahanan mereka. Ditambah reputasi mereka menaklukan Teokrasi hanya dalam hitungan hari."
Marcus terlihat mulai berpikir dengan perkataan salah satu dari mereka. Di ruangan ini hanya Marcus yang tidak mengenakan tutup kepala dan sepertinya memanggil nama adalah sesuatu yang tidak mereka lakukan. Mata-mata adalah alasan mereka melakukan pertemuan rahasia ini. Namun sepertinya pria yang mengatakan kalimat tadi cukup berpengaruh hingga membuat Marcus kembali berpikir.
"Sepertinya informasi yang kita miliki terlalu kecil. Aku meminta bantuan kalian dalam masalah ini. Kaspian tumbuh menjadi ancaman bagi kita dan kuharap kalian memikirkan ucapanku tentang mereka."
__ADS_1
Marcus berdiri dan menatap semua orang yang ada di ruangan itu. Empat orang lainnya hanya saling pandang dan mengangguk. Sepertinya perang besar memang tidak bisa lagi dihindari. Marcus dan Federasi sudah mulai memperlihatkan tujuan mereka dan sepertinya Federasi akan memimpin semua ini. Hingga sesuatu terjadi dan pandangan mereka semua tertuju pada ke satu arah.
"Wah wah wah ... sepertinya aku mencium aroma orang-orang tua serakah."
Suara seorang wanita yang tidak mereka kenal merusak pertemuan ini. Empat orang lainnya reflek melihat ke arah Marcus untuk memastikan bahwa dirinya tidak melakukan ini semua. Marcus memberikan sedikit kode dengan matanya yang mengartikan bahwa dirinya juga tidak mengetahui apa yang terjadi. Posisi tempat ini tidak ada yang tahu dan tempat ini juga dilindungi dengan banyak mantra agar tidak bisa ditrobos. Namun wanita yang ada di hadapan mereka justru dengan mudah masuk dan berjalan dengan santai.
"Siapa kau?"
Marcus berusaha tenang dan perlahan meraih pedang miliknya. Empat orang lainnya melakukan hal yang sama, wanita itu kini mungkin dalam bahaya karena lima orang yang ada di dalam ruangan ini bukan raja sembarangan. Namun bukannya takut, wanita itu justru tertawa.
"Perkenalkan, aku adalah malaikat kematian yang ditugaskan untuk mencabut nyawa salah satu di antara kalian."
Wanita itu tersenyum dan semua orang di ruangan itu terdiam. Hingga suara tawa pecah dan Marcus sepertinya meremehkan wanita itu.
"Kau? Hahaha ... Cukup! siapa kau!? kau tidak tahu sedang berhadapan denga-"
Marcus tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena kini dirinya dapat melihat tubuhnya sendiri. Beberapa saat sebelum semua ini terjadi, Marcus merasa seperti melayang dan kini dirinya melihat tubuhnya yang masih berdiri tanpa kepala.
"Untuk kalian semua, aku tidak butuh kalian."
**********
__ADS_1
Thanks buat yang udah baca, jangan lupa rate 5, like, vote dan komen.
Sampai Bye2.