
Abhlesh berdiri di balkon ruang kerjanya. Di belakangnya berdiri Aurora dengan kepala yang tertunduk. Mereka hanya berdua di tempat itu karena Abhlesh meminta Nana dan Iva untuk menunggu di luar. Awalnya semua ini begitu indah bagi Aurora, namun entah kenapa Abhlesh perlahan seolah menghindarinya.
"Sekarang kau bisa mengatakan alasanmu?"
Abhlesh sedikit tersentak dengan kalimat Aurora. Dirinya tahu Aurora pasti akan membawa masalah ini dan menyadari tingkahnya selama ini. Namun Abhlesh tidak menyangka Aurora berani secepat itu bertanya padanya.
"Tidak ada, aku tidak punya alasan yang harus kujelaskan padamu, Aurora."
Abhlesh masih membelakangi Aurora dan Aurora merasakan sesuatu tengah Abhlesh sembunyikan darinya. Dirinya mendekati Abhlesh dan berdiri di belakangnya. Aurora menyandarkan kepalanya di punggung Abhlesh dan menghela napas panjang.
"Apa aku tidak pantas berada di sisimu?"
Abhlesh hanya diam, matanya masih memandang pada danau raksasa yang ada di hadapannya. Pandangan Abhlesh kosong dan tanpa emosi.
"Apa aku terlalu naif untuk berpikir menjadi ratumu?"
Kali ini Abhlesh mengepalkan tangannya dan masih berusaha bertahan. Semua ini Abhlesh lakukan karena dirinya takut dengan kutukan yang Gaia berikan padanya. Hal yang paling Abhlesh cintai saat ini selain kerajaan dan rakyatnya adalah Aurora. Semua perasaannya pada Aurora cukup untuk membuat Aurora mati karena kutukan yang ia miliki. Karena itulah Abhlesh berusaha menjauh dari Aurora dan berusaha keras merubah takdir.
__ADS_1
"Katakan Abh, apa aku tidak pantas berdiri di sampingmu? Jangan tinggalkan aku Abh, hanya kau yang membuatku berdiri hingga saat ini. Kumohon, jangan tinggalkan aku."
Abhlesh berbalik, mata biru itu menatap wajah Aurora dengan pandangan sedih. Aurora dapat merasakan perasaan yang berkecamuk di balik wajah tanpa ekspresi Abhlesh.
"Bisakah kau kembali? Ada banyak hal yang harus kukerjakan."
Abhlesh meninggalkan Aurora sendirian di balkon. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara tangisan di belakangnya. Namun Abhlesh tidak sanggup untuk berbalik, dirinya sudah melanggar janji yang ia buat dan membuat gadisnya menangis.
"Aurora ... Untuk saat ini ... kuharap kau bisa tinggal bersama Madam Elizabeth. Kaspian belum memerlukan ratu."
"Maafkan aku. Aku tidak bisa-"
"Hentikan tangisanmu, Aurora."
BERSAMBUNG ....
WAH WAH KOK GITU?
__ADS_1
GIMANA DONG?
MASA GA LANJUT?
AUTHOR MENCOBA BERHAYAL DENGAN SEGALA PERTANYAAN YANG TIDAK PERNAH TERLIHAT 😂
*************
Hay2 jumpa lagi, Maaf membuat menunggu lama dan jelas aku g muncul2, buat yang nunggu, novel ini udah pindah lapak di NOV*LME ya. judulnya kembali LOVE IN KASPIAN.
untuk yang di sini ga ada di lanjut jadi mohon maaf yang sebesar2 nya.
untuk cerita, ada penambahan dan tentu itu buat nutupin kekurangan dsni, jadi kalau pensaran, ikut skuy ke sono 😄
pesan ini khusu untuk pembaca yang memang membaca dan nunggu karya ini terus berlanjut. aku juga udah buat pesan yang sama di WP. novel ini salah satu dari sekian banyak ide yang aku tuangkan dari kehaluan ku ttg dunia Fantasy. semoga kalian suka dengan penampilan barunya di lapak sebelah.
sekali lagi maaf dan terima kasih. Sampai Bye2 👋
__ADS_1