Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 24 : In the Dragon Lair


__ADS_3

Pertemuan militer Kaspian dimulai. Abhlesh dan Enam orang petinggi Kaspian berkumpul di ruang pertemuan istana. Mereka membahas konflik ras yang semakin panas di bagian teokrasi. Supremasi manusia membuat kerajaan Kaspian gerah. Bagi mereka tidak ada ras yang lebih tinggi, semua ras adalah sama dan peperangan adalah hal yang selalu mereka hindari.


Alasan mereka menyerang Arcadian kala itu adalah untuk memutus mata rantai yang menunjukkan gelagat peperangan. Arcadian bekerja sama dengan Kaisar Naga dan merencanakan penyerangan besar-besaran pada seluruh kerajaan di daratan. Kini hal yang sama terjadi di Teokrasi Gaia, semua petinggi mereka terlihat mulai bergerak ke arah Kaspian.


Lima orang petinggi Teokrasi yang disebut Kardinal Gaia dengan lantang mengatakan bahwa Kaspian adalah kerajaan yang melawan Dewa. Hal itu jelas membangun opini publik tentang Kaspian yang memang terang-terangan melawan Teokrasi. Abhlesh berupaya keras membunuh doktrin itu dan tetap menjaga keamanan Kaspian. Namun lama kelamaan Teokrasi semakin menunjukkan taring mereka dan beberapa kali perbatasan Kaspian diserang oleh mereka.


Puncaknya adalah insiden festival Kaspian yang berhasil dihentikan kala itu. Kini Abhlesh sudah semakin yakin bahwa Teokrasi bukan lagi sebuah negara yang harus dihormati. Kardinal mereka terlihat seperti boneka yang berada di bawah kendali seseorang. Pertemuan kali ini adalah buah dari segalanya, Kaspian tidak bisa tinggal diam dan harus menghentikan Teokrasi Gaia.


"Bagaimana kondisi perbatasan?"


Abhlesh melempar pertanyaan pada Winston yang mengatur politik serta informasi Kaspian. Pria itu terlihat serius dengan pertanyaan Abhlesh.


"Pasukan dari ibu kota telah ditempatkan pada posisi-posisi rawan di perbatasan."


"Ada laporan pergerakan mereka?"


"Laporan terakhir dari mata-mata yang dikirim mengatakan mereka mempersiapkan pasukan dalam jumlah besar dan sepertinya kita juga kedatangan tamu yang tidak diundang."


Winston mengeluarkan sebuah kertas yang berisi informasi dari Teokrasi. Nana yang berdiri di belakang Abhlesh mengambil kertas itu dan menyerahkannya pada Abhlesh. Ketika Abhlesh membacanya, pria itu menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya.


"Mereka mempersiapkan 500.000 orang untuk menyerang Kaspian, suplai makanan, persenjataan dan uang mengalir dari sumber yang cukup banyak, sepertinya sesuatu bergerak di balik layar dan mengatur penyerangan ini."


Abhlesh kembali menghela napas mendengar penjelasan Winston yang menurutnya masuk akal. Bagaimana mungkin Teokrasi yang terkenal tidak pernah berperang kini justru mengambil langkah yang cukup liar. Mereka bahkan terang-terangan mendeklarasikan peperangan pada Kaspian yang kini dikenal sebagai kerajaan yang kuat.

__ADS_1


"Bagaimana pergerakan Federasi?"


Abhlesh sedikit curiga dengan Federasi yang memiliki wilayah kekuasan paling besar di daratan utama. Mereka terlihat terlalu tenang ketika Kaspian menyerang Arcadian. Kondisi diplomasi di antara mereka juga tidak terlalu bagus. Federasi hanya membuka perbatas untuk perdagangan dan hal yang sama Kaspian lakukan.


Claude berdiri dan memberikan dokumen pada Abhlesh. Dirinya membaca dokumen itu dengan teliti, di sana tertulis bagaimana pergerakan suplai makanan, senjata serta perlengkapan perang lainnya yang datang dari Federasi. Semua itu bergerak secara rahasia dan berakhir di tangan Teokrasi. Abhlesh tersenyum membaca dokumen itu, dirinya kini tahu siapa musuh sebenarnya dari Kaspian.


Baginya melawan Federasi bukan hal yang mudah, mengingat jumlah kekuatan mereka yang tidak bisa diremehkan. Jika Kaspian memiliki Airship maka Federasi memiliki pasukan udara mereka sendiri yang sampai kini belum pernah terlihat. Abhlesh menatap wajah semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Hari ini Kaspian akan kembali tampil dalam kontes kekuatan daratan utama, Kaspian sepertinya sudah terlalu lama tertidur dan di remehkan."


Hektor terlihat mengepalkan tangannya, pria itu seakan tidak sabar untuk mengamuk di medan perang. Sementara Igrit dan Ashe terlihat santai menikmati teh yang ada di hadapan mereka. Emerson tersenyum mendengar kalimat Abhlesh mengingat dirinya memang orang yang gila akan peperangan. Sementara Winston dan Claude terlihat serius karena mereka adalah jantung pergerakan pasukan Kaspian. Abhlesh tertawa kecil melihat reaksi mereka, dirinya tidak menyangka bahwa akan sampai hari di mana dia akan melakukan hal yang paling dia benci.


"Kibarkan bendera perang Kaspian! bagi pasukan menjadi dua bagian, Igrit dan Ashe akan berada perbatasan Federasi ...."


"Hektor dan Emerson akan memimpin kembali pasukan Kaspian, sementara untuk Claude dan Winston ... awasi pergerakan kerajaan lainnya dan sampaikan pada para Bangsawan terutama Duchess Elizabeth, katakan pada mereka bahwa Kaspian akan menyerang Teokrasi dalam 5 hari kedepan."


Abhlesh berdiri dan diikuti semua orang yang berada di ruangan itu. Mereka memberi hormat padanya sebagai tanda bahwa tidak ada penolakan dalam perintah kali ini. Abhlesh memang menempatkan mereka sesuai dengan keahlian serta bagian yang memang mereka kuasai.


Berakhirnya pertemuan ini menjadi babak baru bagi Kaspian. Kerajaan yang dulu dianggap lemah kini akan masuk dalam panggung kontes kekuatan di antara kerajaan lainnya. Federasi tanpa sadar telah menginjak ekor naga yang tertidur. Mereka secara langsung mencoba menumbangkan Kaspian dan mengambil apa yang menjadi milik Kaspian. Kini mereka akan tahu bagaimana kekuatan sesungguhnya dari Kerajaan yang dulu pernah mendapat julukkan Dragon Lair.


*******


Keesokan harinya Elizabeth membuka surat yang datang padanya pagi ini. Dirinya menghela napas membaca isi dari surat itu. Berita tentang rencana Kaspian menyerang Teokrasi kini telah menyebar ke seluruh Bangsawan Kaspian. Beberapa Bangsawan mungkin akan ikut dalam perang ini dan tentu Perceval tidak perlu melakukannya. Hektor sendiri adalah perwakilan bagi Perceval dan menurutnya itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Ketika surat itu tiba, Elizabeth memanggil Aurora. Gadis itu memasuki ruangan dengan wajah yang lebih santai dari saat pertama mereka bertemu. Aurora kini sudah semakin terbiasa dengan Elizabeth dan gadis itu justru terlihat mengagumi Elizabeth.


"Apa Madam memanggilku?"


Elizabeth mengangguk menjawab pertanyaan Aurora. Dirinya langsung menyodorkan surat yang telah dia baca. Aurora mendekati meja kerja Elizabeth dan mengambil surat itu. Dirinya membaca isi surat itu dengan teliti dan reaksinya sama dengan Elizabeth.


"Apa Teokrasi benar-benar mengambil langkah itu Madam?"


"Menurutmu?"


Aurora menggeleng ketika pertanyaannya justru dibalas dengan pertanyaan lain oleh Elizabeth.


"Jangan terlalu fokus dengan sesuatu yang besar seperti perang, belajarlah melihat semuanya, perang kali ini bukan hanya di antara kita dan Teokrasi."


Aurora teringat sesuatu yang diajarkan mentornya mengenai perbatasan Kaspian. Nama Federasi terlintas di benaknya, namun gadis itu sedikit ragu dengan kesimpulannya. Elizabeth tersenyum padanya dan memintanya untuk duduk di hadapan meja kerjanya. Elizabeth mengeluarkan beberapa dokumen dan meminta Aurora untuk membacanya.


"Untuk masalah ini, sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan mengajarimu."


*******


Waaaah tirai baru mulai dibuka dan next chapter kita akan lihat gimana Elizabeth menjelaskan masalah politik pada Aurora wkwkwkw.


Terima kasih bagi yang udah baca, jangan lupa untuk Rate 5, Like, vote dan Komen jika kalian suka dengan cerita ini 😌 dukungan adalah kunci berlangsungnya cerita ini 👌😌

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih, Sampai Jumpa di Next CHAPTER! Sampai Bye2 👋😲


__ADS_2