
Hari ini seluruh rakyat Kaspian bergembira menyambut kemenangan Kaspian atas Teokrasi dan pembebasan ras yang tertindas. Jutaan rakyat Kaspian tumpah seluruh jalanan dan menggelar perayaan yang besar. Namun suasana penuh gembira itu berbanding terbalik dengan suasana ruang pertemuan di istana.
Abhlesh hanya bisa menghela napas panjang karena kini dirinya menjadi pusat masalah dari pertemuan. Di sampingnya duduk seorang wanita dengan pakaian minim yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Wanita itu bahkan dengan berani memeluk Abhlesh dan wajahnya terlihat sangat senang. Di sisi lain orang-orang memandang tajam pada wanita itu termasuk Aurora yang menyimpan semua emosinya.
"Bisa Anda jelaskan pada kami semua Yang Mulia."
Madam Perceval membuka percakapan dan membuat suasana ruangan semakin memanas. Enam Knight Kaspian masing-masing mengawasi pergerakan wanita yang berada di samping Abhlesh.
"Apa yang harus aku jelaskan? Haaa ... Begini, wanita ini adalah Elizabeth Bertia Aìma Rosalian. Seharusnya Igrit yang menjelaskan ini semua, namun sepertinya yang kalian ingin ketahui adalah kenapa dia seperti ini?"
Semua orang mengangguk dengan pertanyaan Abhlesh. Bagaimana mungkin petinggi kerajaan tidak murka melihat tingkah Bertia yang di luar batas kewajaran. Ditambah wanita itu bahkan berani mencuri ciuman pertama sang Pangeran, belum lagi pakaiannya yang serba minim dan menggoda. Abhlesh sendiri beberapa kali harus membersihkan pikirannya dari godaan Bertia dan berapa kalipun dia berusaha, tenaga Bertia jauh lebih kuat darinya.
"Aku dan wanita ini terikat kontrak darah. Mulai hari ini dia akan ditugaskan bersama Igrit dan Knight Kaspian akan berubah menjadi tujuh pilar Kaspian."
Kalimat itu mengundang keributan dan segala hal mengenai protes bahwa Bertia tidak pantas dan sangat jauh dari kata cocok untuk menduduki jabatan itu. Abhlesh hanya bisa menyandarkan tubuhnya dan menatap langit-langit memikirkan hari-hari berat yang menunggunya. Di tengah kisruh pendapat dan segala protes yang dilayangkan, Bertia justru berdiri di atas meja dan membuat semua orang terdiam. Igrit dan Abhlesh hanya bisa menghela napas dan berharap Bertia tidak menambah masalah.
"Oi kau botak! Apa yang kau katakan tentang darah bangsawan?"
Semua tingkah Bertia saat ini ternyata karena ucapan Count Barnabas. Pria kepala plontos yang berada langsung di bawah Winston dan pria itu memang terkenal dengan sifatnya yang selalu mengedepankan gelar. Alasan Abhlesh tidak melenyapkannya adalah karena Barnabas memiliki catatan yang bagus di mata rakyat teritorinya.
"Maaf Nona muda. Kurasa Anda memang tidak pantas untuk berada di posisi yang sama dengan para Knight Kaspian. Mereka adalah orang-orang yang memiliki dedikasi tinggi, elegant dan penuh dengan tata krama. Mereka tidak berprilaku barbar seperti An-"
Kalimat itu terputus karena ujung runcing sepatu Bertia hampir mendarat di kepala Bernabas. Beruntung Igrit bergerak cepat dan menahan kaki Bertia sebelum benda itu mengambil nyawa Barnabas. Semua orang di ruangan itu terdiam dan para bangsawan hanya bisa menelan udara kosong dengan mulut menganga. Kecuali Madam Perceval dan lima Knight lainnya, bahkan Winston berusaha terlihat tenang meskipun dirinya sadar akan kekuatan Bertia.
__ADS_1
"Bertia, jaga sikapmu di hadapan Pangeran."
Bertia tidak menghiraukan kalimat Igrit dan terus menatap tajam mata Bernabas. Tatapan yang merendahkan dan memang Bertia adalah seorang ratu pada masanya sebelum dirinya berubah menjadi seperti saat ini. Kini emosinya memuncak karena ucapan seorang Count yang merendahkan darah bangsawannya.
"Kau, apa gelarmu?"
Kalimat Bertia membuat Barnabas pucat dan merasakan tekanan hanya dari tatapan serta nada suara Bertia. Dirinya menatap Igrit yang masih menahan kaki Bertia dan Igrit mengangguk kecil pada Barnabas.
"C-count."
Bertia terlihat semakin marah ketika kata "Count" keluar dari mulut Barnabas.
"Count? seorang Count berani merendahkanku?"
"Elizabeth, kuharap kau bisa memaafkannya. Semua ini adalah kesalahanku. Tolong, turun dari tempat itu."
Bertia hanya melirik pada Abhlesh yang menatap tajam padanya. Namun seolah tidak puas, Bertia justru membuat Barnabas pingsan dengan busa yang keluar dari mulutnya.
"Pelajaran untuk kalian semua dan sepertinya priaku sedikit lupa menjelaskan siapa aku. Perkenalkan, namaku Elizabeth Bertia Aìma Rosalian. Ratu dari kerjaan Rosalia dan orang menghancurkan Kekaisaran Rosalia."
Bertia memperkenalkan diri menggunakan cara yang sesuai dengan tata krama bangsawan. Baju Bertia seketika berubah menjadi gaun hitam dan kini penampilan bangsawan terasa kental pada dirinya. Madam Perceval bahkan tidak bisa berkata apapun dan hanya bisa mengagumi aura serta bentuk percaya diri yang Bertia miliki.
Pertemuan itu berjalan kembali dengan Abhlesh yang menjelaskan segala hal tentang Bertia. Meski beberapa kali mendapat penolakan dari petinggi Kaspian, namun Igrit memberikan jaminan bahwa Bertia lebih dari cukup untuk berada di posisi itu. Hingga semuanya kembali memanas ketika Claude dan Leo menyatakan bahwa mereka ingin mencoba kekuatan Bertia.
__ADS_1
"Apa kalian yakin?"
Kali ini Igrit terlihat tidak senang dengan kemana arah pembicaraan pertemuan ini. Dirinya sadar kekuatan memang dibutuhkan untuk berada di posisi Knight Kaspian yang terkenal sangat kuat.
"Semua ini adalah tradisi yang Anda lakukan Sir Igrit."
Leo berusaha menyudutkan Igrit yang terlihat tidak menyukai permintaan mereka. Namun Igrit hanya menghela napas dan sekali lagi meminta persetujuan Abhlesh. Sementara Bertia terlihat tidak peduli dan justru memeluk Abhlesh sembari sesekali tersenyum pada Aurora yang berwajah kesal.
"Anda tidak perlu melindunginya Yang Mulia. Kami hanya ingin-"
"Kalian berdua, ayo pergi."
Bertia berdiri dan lagi-lagi memotong kalimat orang lain dengan tingkahnya. Hal itu menambah panas suasana dan dua Knight yang menantangnya ikut berdiri. Abhlesh dan Igrit hanya bisa menghela napas karena memang posisi mereka bertiga bisa dikatakan setara. Igrit adalah naga terkuat dan satu level bersama Bertia, sementara Abhlesh adalah pemilik kontrak dua makhluk super kuat yang bisa saja mengguncang dunia. Namun sepertinya Leo dan Claude tidak bisa membaca kekuatan Bertia dan mereka harus membayar mahal untuk kelemahan itu.
Ashe, Hektor dan Emerson hanya bisa tersenyum getir melihat keputusan yang menurut mereka tidak bisa dihindari. Berbeda dengan Hektor dan Emerson yang merasakan langsung bagaimana kekuatan Bertia, Ashe hanya mengikuti keputusan Abhlesh dan Igrit yang menurutnya jauh lebih kuat dari dirinya. Ditambah mereka berdua bahkan tidak bisa mengekang Bertia dan Ashe tahu jawabannya, Bertia sama kuatnya dengan Igrit.
Kini semua orang bergerak menuju tempat latihan Knight. Sebuah stadion besar yang terletak di belakang Istana. Tempat itu memang tempat yang Abhlesh buat untuk keperluan latihan para Knight. Leo dan Claude terlihat percaya diri dan kesal secara bersamaan. Sementara Bertia terlihat berebut posisi dengan Aurora yang entah kenapa mulai mengikuti permainan Bertia. Suasana istana Kaspian menjadi semakin heboh dan para prajurit berkumpul di tempat latihan untuk menyaksikan pertarungan yang menurut mereka akan dimenangkan Claude dan Leo. Namun Abhlesh dan Igrit hanya berharap agar Bertia tidak terlalu brutal dalam hal ini.
**********
Terima kasiu untuk yang sudah baca, Jangan lupa Rate 5, Like , Vote dan Komen banyak2 ya, Dukungan adalah kunci jalannya cerita ini.
Untuk yang promo tolong jangan spam ya, sekali aja, trus tolong ikhlas lah sedikit kasih like buat yang promo, kalau mau saling membantu, ada baiknya untuk melakukan hal yang sama. Sekali lagi tidak di larang promo hanya saja tolong jangan spam 😅
__ADS_1
Terima kasih dan Sampai Bye2 👋