Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 12 : Calm Before ...


__ADS_3

Istana kaspian dibagi menjadi beberapa region. Region utama merupakan tempat bagi Raja dan Ratu Kaspian. Region Cleo adalah tempat untuk Pangeran Abhlesh. Dua region itu terpisah dari Region pelayan dan region penjaga istana. Sementara region untuk Knight terletak di bagian belakang istana sekaligus tempat latihan dan lapangan berkuda untuk mereka.


Abhlesh berada di region utama. Pria itu sedang bekerja dengan dokumen-dokumen yang harus dia selesaikan. Perdana menteri Winston dan Claude berada di ruangan itu untuk membahas langkah mereka terkait Arcadian dan pergerakan ekonomi Kaspian.


"Ada kabar tentang pergerakan dari kerajaan lain?"


Abhlesh melempar pertanyaan pada Claude dan Winston yang berdiri di hadapannya. Tangan Abhlesh terus bekerja dan matanya seakan mesin scan yang terus melihat ke arah dokumen-dokumen yang menumpuk.


"Hanya beberapa tikus kecil yang terlihat mencari informasi di Arcadian dan mereka sudah di atasi dengan mudah."


"Federasi?"


"Federasi memilih untuk tidak mengambil bagian dari masalah Kaspian dan Arcadian."


Tangan Abhlesh sedikit terhenti dan matanya melirik sebuah surat yang tergeletak di sudut meja kerjanya. Claude dan Winston mengetahui dari mana asal surat itu, akan tetapi mereka tidak mengetahui apa isinya.


"Surat ini ... baca dan berikan pendapat kalian."


Abhlesh memberikan surat itu pada Winston dan Claude yang membacanya secara bergantian. Ekspresi wajah Claude memerah sementara Winston hanya tersenyum getir.


"Winston, apa kau tahu tentang sesuatu yang menyebut dirinya Kaisar Naga?"


Winston menggelengkan kepalanya dan Claude terlihat meremas surat itu di tangannya. Surat yang berisi sesuatu yang sangat sensitif bagi Kaspian serta sesuatu yang meminta Aurora sebagai gantinya. Claude merasa semua itu seperti penghinaan bagi mereka.


Di surat itu, Kaisar Naga meminta Kaspian untuk menyerahkan Aurora. Sebagai gantinya mereka tidak akan menyerang Kaspian dan melepaskan Kaspian dari sasaran amukan Naga. Seorang Kaisar yang sangat buta akan kekuatannya membuat Abhlesh tertawa. Bagi Abhlesh, tidak ada yang lebih lucu dari seekor Kadal yang mengaku sebagai Naga.


Terlebih mereka meminta Aurora yang merupakan putri Arcadian dan jelas sudah berada di tangan Kaspian. Claude dan Winston jelas tidak terima dengan semua kalimat itu. Sementara Abhlesh, pria itu hanya tersenyum.


"Seekor kadal raksasa berani mengancam Kaspian hanya karena mereka menyandang nama Naga?"


Claude menahan emosinya di hadapan Abhlesh dan Winston hanya mengangguk setuju dengan perkataan pria itu.


"Sepertinya kali ini Emerson memiliki pekerjaan lebih."


Winston menambahkan kalimat itu yang membuat Claude berpikir.

__ADS_1


"Kenapa bukan Igrit?"


Abhlesh tertawa mendengar pertanyaan Claude. Sementara Winston menahan tawanya.


"Claude, kau tau siapa Igrit dan bagaimana sifat pria itu, alasan aku tidak memanggil Hektor dan Igrit dalam masalah ini karena sifat mereka, jika tujuan Kaspian untuk menghapus mereka dari peta ... kurasa Igrit sendiri sudah lebih dari cukup."


Abhlesh menyandarkan tubuhnya di kursi dan menatap wajah Claude yang masih kesal.


"Aku tau kau marah, Kaspian bukan kerajaan lemah dan kurasa ... langit tidak perlu menyebut dirinya tinggi."


Abhlesh kembali melanjutkan pekerjaannya dan Winston menepuk pundak Claude yang masih terlihat sedikit kesal.


"Lupakan masalah itu. Bagaimana keadaan ekonomi Arcadian?"


Claude yang bertugas mengatur segalanya memberikan sebuah dokumen pada Abhlesh. Abhlesh membaca dokumen itu dengan teliti dan senyum simpul terukir di wajahnya.


"Ada kendala?"


"Hanya beberapa, Arcadian hingga kini hanya mengandalkan pertambangan mereka, hal itu membuat pertumbuhan ekonomi tidak merata di setiap daerah, terlebih sistem kerja paksa serta pajak yang tidak normal membuat ekonomi di kerajaan itu tidak stabil."


Abhlesh mengangguk dan menuliskan sesuatu di kertas itu dan memberikannya pada Claude.


Abhlesh mengambil sebuah dokumen dari salah satu tumpukan itu.


"Fokuskan pengiriman hasil tambang mereka pada Kaspian, para pekerja di Hidden City meminta suplai lebih untuk proyek Airship tipe destroyer, daftar itu adalah apa yang mereka butuhkan, fokuskan pada kuantitas dan bukan kualitas, Dwarf punya berbagai cara untuk menaikan kualitas material serta katakan pada rakyat Arcadian tentang festival di Kaspian."


Claude menerima semua informasi itu dengan lancar dan mulai mengatur semuanya di benaknya. Pekerjaan cepat dan efisien adalah tipe Abhlesh dan pria itu sangat tidak suka bertele-tele.


"Winston, apa balasan dari Teokrasi?"


Winston memberikan sebuah dokumen pada Abhlesh. Abhlesh membaca semua dokumen itu dan matanya terhenti pada selembar kertas yang membuat ekspresi wajahnya menjadi dingin.


"Mereka tetap tidak menghentikan apa yang mereka lakukan?"


Winston hanya mengangguk dengan pertanyaan itu. Teokrasi adalah sebuah kerajaan yang mengatakan bahwa mereka berada langsung di bawah Dewa dan pergerakan mereka benar-benar memuakkan bagi Abhlesh. Keputusan mereka mengenai perbudakan bagi ras lain selain manusia menjadi perhatian bagi kerjaan lain. Kaspian adalah salah satu yang paling gencar menolaknya.

__ADS_1


"Putuskan semua hubungan dengan Teokrasi dan perketat penjagaan di perbatasan, serta tampung seluruh ras yang kabur dari tempat itu, jangan pedulikan ultimatum atau apapun yang mereka katakan, urus siapapun yang terlihat mencurigakan, Kaspian tidak butuh doktrin apapun."


Abhlesh mengembalikan dokumen itu pada Winston yang tersenyum puas. Setelah semua permasalahan yang mereka bahas selesai, Claude dan Winston keluar dari ruangan itu dengan seluruh tugas yang di berikan pada mereka.


Abhlesh menghela napas panjang. Baginya hal terumit dari menjadi pangeran adalah dokumen dan segala hal mengenai kemakmuran rakyatnya. Nana meletakkan wine dingin favorit Abhlesh di meja pria itu.


"Bagaimana keadaan Aurora, Nana?"


"Putri Aurora berada di bawah pengawasan Kepala Pelayan, Yang Mulia."


Abhlesh teringat tentang kejadian di karpet merah yang membuatnya tersenyum. Hanya dengan satu kalimat dari Abhlesh, wajah gadis itu memerah dan hanya menunduk sepanjang perjalanan mereka melalui karpet merah.


Kini Abhlesh penasaran dengan apa yang di lakukan gadis itu dan berniat mengunjunginya. Tetapi pria itu mengurungkan niatnya setelah melihat semua dokumen di mejanya. Dia kembali menghela napas dan melanjutkan pekerjaannya.


*******



Aurora berdiri di balkon istana Kaspian. Matanya tertuju pada kehidupan Kaspian yang sangat tenang dan penuh dengan aktifitas. Di belakangnya Iva berdiri seperti biasanya. Mereka berdua bertemu di istana Kaspian dan Iva kala itu ternyata sudah lebih dulu diperkenalkan dengan Janet dan kembali ditugaskan pada Aurora.


"Iva, apa kerajaan ini benar-benar seperti yang rumor katakan?"


Aurora memandang kota Kaspian yang sangat jauh berbeda dari Arcadian. Kota itu seakan hidup dan penuh dengan kegembiraan. Terlebih suasana festival yang akan digelar semakin membuat keadaan itu begitu hidup dan penuh kegembiraan.


Aurora menghela napas panjang dan memandang ke arah Airship yang menjaga langit Kaspian. Benda raksasa yang menjadi penyebab kekalahan Arcadian melayang dengan Angkuh di atas langit kerajaan Kaspian. Sementara prajurit Kaspian menjaga keamanan kota dengan serius.


Dalam kekagumannya akan kota itu, seseorang mengetuk pintu ruangan Aurora dan Iva keluar untuk memastikan siapa yang ingin menemui Aurora. Iva masuk beberapa saat kemudian dan mengatakan bahwa pangeran ingin bertemu dengannya di taman bunga. Aurora yang mendengarnya tentu tidak bisa menolak dan bersiap.


Dalam benaknya hanya memikirkan hal apa lagi yang akan Pangeran itu lakukan padanya. Membuat wajahnya memerah sepanjang perjalanan mereka di karpet merah menjadi penutup hari Aurora kala itu. Gadis itu mengehela napas dan berjalan menuju taman Bunga yang disebutkan, dirinya tidak sadar bahwa tujuan Abhlesh memanggilnya akan membuat dunianya semakin berputar. berputar ke arah yang lebih baik atau ke arah yang buruk tidak ada yang tau.


*******


Waaaaah udah keliatan tu gerakan-gerakan kerajaan wkwkwkwkw


Btw Aurora bakalan di apa'n itu d taman bunga 😅 semoga sesuatu berjalan lancar untuknya hahahaha

__ADS_1


Thanks buat yang udah baca dan jangan lupa Rate 5, vote, like dan komennya ya, jika kalian suka dengan cerita ini.


Sampai jumpa di next chapter, sampai Bye2 👋😁


__ADS_2