Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 19 : My Knight


__ADS_3

Knight di Kaspian memiliki tugas dan pos mereka masing-masing. Abhlesh mengatur mereka dan menempatkan mereka pada posisi yang menurutnya cocok. Terkadang mereka terlalu tenggelam dalam tugas mereka dan melupakan hal yang paling penting, yaitu liburan. Karena hal itulah Abhlesh selalu memaksa mereka untuk mengambil libur dan menikmati waktu santai mereka.


Kali ini adalah giliran Hektor yang dia paksa untuk keluar melihat festival dan segala hal di kota Kaspian. Abhlesh terkadang harus meminta bantuan seseorang untuk membuat Hektor mengambil jatah liburnya. Kini Hektor berada di dalam kereta kencana istana yang Abhlesh persiapkan untuk dirinya dan orang yang menemaninya. Hektor bergegas turun ketika benda itu terhenti di gerbang festival, kereta kencana memang tidak diizinkan masuk mengingat suasana kota yang ramai.


"Perhatikan langkahmu, Dear."


Hektor menuntun seorang wanita keluar dari kereta kencana kerajaan. Pria itu terlihat sangat berhati-hati dan penuh kelembutan. Dari dalam kereta kencana itu, seorang wanita terlihat turun dan langsung menggandeng lengan Hektor. Wajahnya terlihat sangat cantik dan anggun, Hektor sama sekali tidak keberatan dengan tingkah wanita itu yang memang adalah istrinya. Wanita itu bernama Emily Perceval, istri sah dari Hektor Perceval serta ibunda dari Astrid Perceval.


Emily tersenyum pada Hektor yang menuntunnya berjalan memasuki suasana kota yang ramai. Mereka berdua terlihat mesra ketika bergandengan tangan seperti itu. Emily memang menunggu hari-hari seperti ini, hari yang bisa dia habiskan bersama prianya. Sementara Hektor, pria itu terlihat sedikit gugup.


Emily tersenyum dengan tingkah Hektor yang memang selalu tidak terbiasa dengan pandangan orang lain. Hektor termasuk pria yang sedikit kaku dan serius. Kehidupan pria itu selalu soal Kaspian dan segala hal mengenai militer dan keamanan. Emerson dan Ashe bahkan selalu menggoda Hektor jika dirinya terlihat bersama Emily.


Emily menyandarkan pipinya pada lengan Hektor dan menatap wajah pria itu dengan tatapan sayu. Hektor menghela napas dan mendekatkan wajahnya pada Emily.


"Jangan salahkan aku jika malam ini kamu tidak bisa tidur sayang."


Emily tertawa mendengar kalimat itu. Baginya Hektor merupakan pribadi yang unik. Hektor mungkin terlihat kaku dan serius di hadapan orang lain. Namun pria itu bisa berubah menjadi romantis dan sedikit liar jika hanya berduaan dengan Emily. Sisi itulah yang Emily sukai dari suaminya. Kelembutan yang hanya dirinya sendiri yang bisa merasakannya dari Hektor.


Emily memeluk erat lengan pria itu dan sesekali menggoda Hektor dengan hal-hal yang membuat prianya gusar. Wanita itu sangat menikmati wajah gusar Hektor yang seakan ingin menerkamnya. Bagi Emily, suasana seperti sangat tepat untuk menggoda Hektor dan tentu wanita itu sudah siap dengan segala resikonya.


Mereka berdua menghabiskan waktu di keramaian kota dan berhenti pada salah satu restoran yang selalu mereka datangi jika berkeliling di ibu kota. Pelayan restoran membawa mereka pada ruangan yang terletak di lantai dua bangunan. Suasana di atas sangat berbeda dengan lantai bawah yang penuh dengan orang-orang. Di lantai atas bangunan terdapat ruangan khusus untuk mereka yang ingin menikmati suasana berdua.


Mereka berdua duduk dan mulai memesan makanan favorit mereka. Keadaan yang tenang dan nyaman, seakan menciptakan suasana romantis bagi mereka berdua . Pemandangan kota Kaspian yang sangat indah serta istana yang menjadi latar mereka seakan menjadi pelengkap suasana kala itu. Meski kota Kaspian terlihat ramai di bawah sana, semua itu tetap tidak menghilangkan kesan romantis di ruangan itu.


Emily sangat menyukai suasana dan tempat ini. Di tempat ini orang-orang tidak memperhatikan mereka dan Hektor terlihat sedikit bebas. Kini wajah tampan itu menghadap padanya dan tatapannya seakan membuat Emily tenggelam. Emily sadar, suasana seperti ini adalah gilirannya untuk mendapatkan godaan dari Hektor.


"Kamu terlalu membuat gusar sepanjang perjalanan ke tempat ini Emily."


Hektor tersenyum dan kini berpindah di samping wanitanya. Emily tertunduk dengan wajah yang sedikit merona.

__ADS_1


"B-bisakah kita jangan memulainya di sini Hek."


Wajah Emily semakin memerah ketika Hektor sama sekali tidak menghiraukan kalimatnya dan semakin mendekatkan wajahnya pada Emily.


"Kamu yang membuatku seperti ini Dear."


Hektor membelai lembut rambut Emily. Detak jantung Emily semakin tidak beraturan ketika tengan pria itu semakin menjalar ke bibirnya. Dirinya hanya bisa memejamkan matanya dan tenggelam dalam sentuhan lembut Hektor. Di ruangan ini tidak ada seorangpun yang akan melihat mereka. Hektor tersenyum melihat wajah Emily yang memerah dan mengecup lembut kening wanitanya.


"Anggap itu sebagai pembukaan, kuharap kamu bersiap Emily ... karena malam ini mungkin akan sedikit panas bagi kita."


Hektor membisikkan kalimat itu dan kini tersenyum melihat wajah Emily yang memerah. Sementara Emily, dirinya sama sekali tidak sanggup berkata apa-apa dan hanya berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan. Hektor sedikit mengatur jarak duduknya agar wanitanya dapat sedikit tenang.


Emily kembali mendapatkan kesadarannya yang hampir melayang. Dirinya kini tersenyum dan mengecup lembut pipi Hektor yang berada di sampingnya.


"Jangan membuatku menunggu Hek."


"Sekarang aku tahu kenapa kamu berhenti Dear."


Hektor tersenyum mendengar kalimat Emily. Sementara Emily merasa lega, jika saja bukan karena hal itu dirinya mungkin sudah tenggelam dalam lautan asmara bersama Hektor. Mereka berdua kini menikmati waktu di tempat itu dalam kemesraan dan sesekali saling menggoda satu sama lain.


Setelah dari restoran itu, mereka kini memilih untuk menghabiskan waktu dengan melihat keramaian festival Kaspian. Mereka berdua terlihat layaknya dua sejoli yang larut dalam kemesraan. Siapapun yang melihat mereka pasti tersenyum dengan kemesraan dan kedekatan mereka.


Layaknya dua merpati yang memadu kasih. Mereka tenggelam dalam dunia mereka sendiri dan membaur dalam keramaian festival kota Kaspian. Emily sangat menikmati kebersamaan mereka begitu juga dengan Hektor. Mereka berdua memang pantas menyandang gelar sebagai salah satu pasangan Bangsawan yang paling romantis.


Menghabiskan waktu dengan canda dan tawa di tengah keramaian seakan dunia hanya milik mereka berdua. Kini mereka kembali pada kereta kencana yang akan membawa mereka kembali ke istana. Di dalam sana Hektor kembali dengan segala rayuan dan cumbuan yang membuat Emily berkali-kali harus menahan napasnya.


Hektor bagi Emily adalah seorang pria yang penuh dengan pesona. Sementara Emily di mata Hektor adalah seorang wanita yang telah mencuri hatinya sepenuhnya. Mereka berdua membuat suasana di dalam kereta kencana memanas dan tenggelam dalam cumbuan ringan yang nantinya akan membawa mereka dalam malam yang penuh kemesraan.


Hektor sama sekali tidak membiarkan Emily lepas kali ini. Pria itu bahkan semakin berani dan semakin liar dengan cumbuannya. Sementara Emily, dirinya seakan tenggelam dalam kenikmatan dan pasrah akan segala hal yang prianya lakukan.

__ADS_1


Ketika mereka sampai di istana Kaspian. Hektor terlihat sedikit terburu-buru. Pria itu bahkan tidak segan menggendong Emily untuk turun dari kereta kencana. Penunggang kuda hanya menggeleng dengan tingkah mereka. Hektor membawa Emily yang hanya bisa mengalungkan lengannya pada leher Hektor.


"Aku berjanji akan membuatmu terjaga sepanjang malam."


Bisikan lembut Hektor hanya di balas senyuman lembut Emily yang sudah tidak lagi sanggup berkata apapun. Hektor membawa wanitanya kembali dalam sangkar cinta mereka dan membuatnya tenggelam dalam kenikmatan cinta yang sesungguhnya. Segala hal yang menahan dirinya kini telah tiada dan di hadapannya terbaring Emily yang tersenyum manja dengan tatapan sayu menggoda.


"Jangan menyiksaku Dear."


Hektor tertawa kecil mendengar kalimat Emily. Kini mereka berdua kembali larut dalam kemesraan dan melayang bersama segala hal yang mereka lakukan. Hektor sama sekali tidak melepaskan Emily dan Emily sangat menikmati segalanya. Mereka menutup malam dengan aktifitas yang menghangatkan ruangan dan menyambut pagi dengan pelukkan mentari yang tersenyum melihat mereka. Benar-benar hari yang indah bagi mereka.


*********


Fyuuuuhhhhhh 😤 hahahahaha


no comment!!!!!!


Terima kasih untuk yang udah baca dan jangan lupa rate 5, like, vote dan komen jika kalian suka dengan cerita ini 😌 dukungan adalah kunci berlangsungnya cerita ini hehe 😌


Sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa di Next Chapter! Sampai Bye2 👋😘


Bonus pick



Emily and Abhlesh 😌 , visual berasal dari Final Fantasy 7 dan milik SQUARE ENIX, karakter itu adalah Cloud and Aerith 👏



Emily x Hektor 😂

__ADS_1


__ADS_2