Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 20 : Disaster


__ADS_3

Abhlesh berjalan bersama Aurora di pelataran istana Kaspian. Mereka berdua akan menghadiri acara puncak dari Festival Kaspian. Keadaan istana kala itu sangat sibuk dengan segala hal. Pelayan-pelayan istana terlihat berlarian melakukan tugas mereka. Sementara di luar istana, rakyat Kaspian telah berkumpul untuk melihat Pangeran Kaspian.


Abhlesh memang belum menjadi Raja mereka. Namun hal itu tidak menghalangi rakyat Kaspian untuk menghormati dirinya. Bagi mereka Abhlesh akan tetap menjadi Raja apapun yang terjadi. Jika bukan karena tradisi Kaspian, Abhlesh mungkin kini sudah resmi sebagai Raja.


Dirinya kini berdiri di atas balkon Istana yang menghadap langsung ke arah kota Kaspian. Di hadapannya berkumpul ratusan bahkan ribuan rakyat Kaspian yang bersorak menyambut Pangeran Kaspian. Tidak sedikit orang yang memuji namanya, prajurit Kaspian terlihat bersiaga di segala sisi dan Hektor serta Igrit berdiri di sisi kiri dan kanan Abhlesh.


"Hari ini rakyat Kaspian berkumpul untuk merayakan kelahiran Kaspian, kelahiran kerajaan yang berhasil menghentikan gelombang perang di bagian tengah daratan, perayaan ini bukan hanya untuk keluarga kerajaan ... tapi untuk seluruh rakyat Kaspian!"


Suara Abhlesh menyebar keseluruh penjuru kota menggunakan pengeras suara. Rakyat Kaspian berlutut di hadapan Pangeran Kaspian. Abhlesh membalasnya dengan sedikit menundukkan kepalanya. Ketika itu hal yang tak terduga terjadi.


Seorang pemuda berdiri dan menembakkan anak panah tepat ke arah Abhlesh. Anak panah itu meluncur dengan sangat cepat dan terhenti tepat di hadapan wajah Abhlesh. Abhlesh bahkan tidak bergeming ketika Igrit bergerak cepat menangkap benda itu.


"Sepertinya penghianat masuk ke kota Kaspian."


Kalimat Abhlesh membuat rakyat Kaspian berdiri dan melihat seorang pria yang sudah di amankan beberapa orang yang berada di dekatnya. Prajurit Kaspian bergerak cepat dan mengamankan orang itu.


"Kuharap Dewa menghukum Kaspian dan memusnahkan kerajaan ini menjadi debu!"


Setelah orang itu berteriak, ledakan demi ledakan terjadi secara beruntun. Asap hitam mengepul menutupi pandangan semua orang. Pria yang berteriak tadi tersenyum bangga dan tertawa atas apa yang telah terjadi. Namun pria itu tidak merasakan ke anehan yang terjadi. Tidak satupun rakyat Kaspian yang bergerak dari tempat mereka berdiri.


Bahkan Asap hitam yang tadinya mengepul lenyap seakan tidak berjejak. Pria itu tertahan prajurit Kaspian yang diam mematung. Bukan hanya prajurit yang ada di dekatnya, semua orang yang berada di tempat itu mematung. Waktu seakan terhenti dan hanya pria itu yang bisa bergerak.


Mata pria itu langsung melihat ke arah Abhlesh yang menatapnya tanpa ekspresi. Di belakang Abhlesh, Igrit mengarahkan tangannya ke langit. Sementara Hektor seakan bersiap menebas orang itu.


Pria itu seakan mengalami hal yang paling mengerikan dalam hidupnya. Dirinya sadar bahwa Kaspian bukan kerajaan biasa. Tanpa aba-aba dari Abhlesh, Hektor kini sudah berada di hadapan pria itu. Wajahnya seakan seekor harimau yang terlihat sangat marah.


"Apa yang kau lakukan hari ini adalah sebuah kesalahan terbesar di Kaspian."

__ADS_1


Kalimat Hektor seakan bisikan malaikat maut bagi pria itu. Napsu membunuh Hektor seakan membuat seluruh tubuhnya membatu, pria itu bahkan tidak sanggup menarik napas di hadapan Hektor. Seekor harimau terkuat dan Naga yang menjaga Pangeran adalah definisi yang tepat untuk apa yang pria itu rasakan.


Pria itu berusaha menggigit racun yang sudah diselipkan di bawah lidahnya. Namun Emerson muncul entah dari mana dan menahan rahang pria itu. Emerson dengan santai mengambil kapsul racun yang ada di dalam mulut orang itu dan mengantongi racun tadi.


Pria itu berusaha bergerak dan dari sudut matanya, seorang wanita berambut merah menarik lima orang rekannya yang bertugas meledakkan tempat itu. Keadaan mereka membuat pria itu semakin ketakutan. Wajah mereka yang penuh dengan teror serta tubuh mereka yang perlahan menjadi batu membuat keadaan itu semakin mengerikan bagi dirinya.


Abhlesh dan Igrit kini sudah berada di hadapan orang itu. Mata biru Abhlesh seakan lautan kematian yang dingin. Bahkan senyum di wajahnya terlihat mengerikan bagi pria itu.


"Teokrasi yang mengirimmu? sepertinya tempat itu butuh sedikit sentuhan dari Kaspian."


Kalimat Abhlesh membuat pria itu semakin tenggelam dalam ketakutan. Dirinya tidak menyangka Kaspian sudah satu langkah lebih maju dari mereka.


"Semoga kau bisa bertahan dalam jamuan Emerson."


Abhlesh berbalik dan kembali pada tempatnya berdiri. Sementara Hektor menarik pria itu dan Emerson membuang sarung tangan miliknya. Pria itu kini akan mengalami nasib yang paling mengerikan. Bahkan lebih mengerikan dari apa yang pernah terlihat di ruangan penyiksaan Emerson.


******


"Yang Mulia."


Aurora sedikit gugup ketika melihat ekspresi Abhlesh yang berubah. Pria itu tersenyum padanya namun mata birunya berkata lain. Abhlesh seakan tidak ingin Aurora masuk dalam masalah insiden tadi. Namun sesuatu seakan memaksanya untuk mencari tahu segalanya.


"Maafkan aku Aurora, sepertinya hari ini ada sesuatu yang harus kulakukan."


Abhlesh membelai lembut rambut Aurora. Pria itu kini berusaha menutupi emosinya dan mengecup lembut kening Aurora. Wajah tampannya masih terlihat sama, tetapi mata itu seakan menyimpan sesuatu yang sedikit membuat Aurora takut.


"Apa Kaspian akan berperang lagi?"

__ADS_1


Abhlesh menjawab pertanyaan itu dengan senyuman. Sementara Aurora hanya tertunduk seakan bersalah.


"Kaspian hanya akan menyelesaikan sedikit masalah kecil dan bukan berperang Aurora."


Abhlesh berpaling dari Aurora dan meminta Nana untuk menjaganya. Gadis itu hanya bisa melihat Abhlesh yang menjauh meninggalkannya. Hektor dan Igrit bahkan sama sekali tidak memandang Aurora. Mereka berdua terlihat menyeramkan bagi Aurora yang tidak mengetahui apapun.


"Tuan Putri, seseorang ingin bertemu dengan Anda."


Seorang pria yang belum pernah Aurora lihat sebelumnya mendekati mereka. Aurora melihat ke arah Nana dan memastikan bahwa pria itu bukan orang asing.


"Dia adalah Knight Perceval, Duchess mungkin meminta Anda untuk menemuinya Tuan Putri."


Aurora terdiam ketika mendengar kata Duchess. Di kerajaan Kaspian, posisi tertinggi setelah keluarga kerajaan Kaspian adalah Duke untuk pria dan Duschess bagi wanita. Perceval adalah nama keluarga yang punya kaitan langsung dengan keluarga kerajaan. Janet bahkan mengatakan, Ratu Cleo berasal dari keluarga Perceval dan Kakak kandung dari Hektor.


Kini Duchess Perceval ingin bertemu dengan Aurora. Gadis itu gugup, bagaimana mungkin seorang Duchess yang terkenal ingin bertemu dengannya. Dirinya bahkan hanya bertemu wanita itu sekali ketika jamuan makan istana. Bagi Aurora, wanita itu adalah orang sedikit menakutkan. Namun Janet tertawa ketika Aurora bertanya padanya. Janet bahkan mengatakan bahwa Hektor belum ada apa-apanya di banding Duchess Perceval.


Aurora menyanggupi permintaan itu dan mengikuti Knight yang memandunya. Sementara Nana mengikuti Aurora dari belakang. Mereka berdua berjalan menuju ruangan di bagian istana yang berfungsi sebagai ruangan bagi Bangsawan Wanita. Aurora menarik napas panjang dan bersiap bertemu dengan satu-satunya Duchess di Kaspian.


*******


waaahh cari masalah aja tu Teokrasi 😤


Btw Aurora mungkin anti perang ya 🤔 entah lah


Penjelasan untuk Duke dan Duchess, Duke itu adalah Adipati jika di dalam bahasa indonesia. Tapi karena gue pakai set kerajaan ala Eropa jadi Duke. Duke berada satu tingkat di bawah Raja dan biasanya memiliki wilayah yang di percayakan untuk mereka, Duke juga punya kekuatan politik di kerajaan 😌. Duchess itu untuk wanita atau istri dari Duke.


Terima kasih untuk yang udah baca 😌, jangan lupa rate 5, Vote, like dan komen jika kalian menyukai Cerita ini 😌 dukungan adalah kunci berlangsungnya cerita ini hehehe

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih dan Sampai Bye2 👋😘


__ADS_2