Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 27 : Little Secret Of ....


__ADS_3

50 tahun yang lalu ....


Seorang gadis berjalan menyusuri koridor istana Kaspian. Dirinya baru pertama kali datang ke istana ini setelah debut sosial pertamanya yang di percepat. Dirinya adalah anak perempuan satu-satunya dari Duke yang paling berpengaruh di Kaspian. Gadis itu adalah Elizabeth Perceval, dirinya terlihat gugup ketika tersesat di istana Kaspian yang cukup besar.


Elizabeth yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di istana harus terpisah dari Ayahnya karena kesalahan dirinya sendiri. Dirinya terlalu penasaran dengan istana dan berakhir tersesat di region yang tidak dia ketahui. Kondisi tempat itu terlalu sepi karena memang semua pelayan tengah berfokus pada acara debut yang berlangsung.


Gadis itu menggenggam gaunnya dan berharap bertemu prajurit istana atau pelayan di ujung koridor yang dia telusuri. Koridor itu cukup panjang dan ketika dirinya sampai di ujung, sebuah taman terlihat di hadapannya. Taman itu terlihat sangat tenang dan sepi.


"Di mana lagi ini!"


Elizabeth terlihat semakin panik ketika dirinya justru berakhir di tempat yang mungkin saja semakin menjauh dari ruangan acara. Niat dirinya yang hanya ingin mencari suasana tenang harus berakhir dengan kondisi yang rumit. Dirinya memilih untuk duduk di bangku taman yang terletak tidak jauh darinya.


Sinar rembulan menerangi taman itu dan keadaan terlihat sangat indah baginya. Gadis itu heran dengan kondisi region istana di mana dia berada kini. Tidak satupun pelayan terlihat berada di tempat ini dan susana terasa begitu tenang.


Elizabeth kembali di serang rasa takut dan menahan air matanya. Dirinya takut ayahnya akan marah jika dia tidak kembali ke acara debut yang tengah berlangsung.


"A-andai saja aku tidak keluar mungkin ... hiks"


Gadis itu tidak lagi dapat menahan air matanya yang kini mengalir di pipinya. Wajah terlihat semakin cantik ketika sinar rembulan seakan berusaha menenangkan gadis itu. Tangisnya terhenti ketika dia merasa seseorang berdiri di hadapannya. Elizabeth sama sekali tidak mendengar langkah orang itu dan dirinya takut bahwa orang itu bukan manusia. Berita tentang penculikan anak bangsawan memang bukan cerita baru di telinga gadis itu.


Elizabeth menyentuh mawar yang ada di gaunnya untuk bersiap jika orang itu berniat jahat padanya. Elizabeth bukanlah gadis yang lemah, dirinya bahkan mendapat julukan Rose Princess karena memang Mana miliknya bisa memanipulasi tanaman dengan mudah. Karena hal itulah Elizabeth bersiap menyerang siapapun yang kini berdiri di hadapannya.


"Kenapa kamu menangis?"


Suara itu terdengar datar bagi Elizabeth. Dirinya perlahan menaikkan wajahnya agar bisa melihat siapa orang itu. Ketika matanya melihat orang itu, Elizabeth terpana. Wajah tampan pria itu membuat Elizabeth kagum. Dirinya kini mulai merasa bersyukur karena tersesat dan bertemu orang ini.


"A-aku tersesat."


Elizabeth kembali tertunduk ketika ingat keadaannya yang memalukan. Dirinya tidak menyangka harus terlihat menyedihkan di hadapan pria tampan ini. Namun secara mengejutkan pria itu justru duduk di samping Elizabeth.


"Turunkan tanganmu dari mawar itu, sihir seperti milikmu sama sekali tidak berpengaruh padaku Elizabeth Perceval."


Elizabeth kaget dengan perkataan pria di sampingnya. Bagaimana mungkin dia mengenali Elizabeth sementara gadis itu baru hari ini melakukan debut sosialnya. Orang-orang mungkin tahu akan namanya, namun tidak satupun orang selain yang berasal dari teritori Perceval yang pernah melihatnya. Terlebih pria itu sama sekali tidak pernah Elizabeth temui.


"B-bagaimana Anda tahu namaku, tuan ...."


"Igrit, namaku Igrit."


Pria itu menyebut namanya tanpa melihat wajah Elizabeth. Entah kenapa Elizabeth sedikit kesal dengan pria itu. Baru kali ini dirinya melihat seorang pria yang sama sekali tidak peduli dengan kecantikannya. Pria itu seakan menganggap Elizabeth hanya seorang anak kecil yang tersesat.


Pria itu tidak menjawab pertanyaan Elizabeth dan kembali terdiam. Dirinya hanya memperkenalkan namanya dan hanya itu. Setelahnya dia kembali menatap rembulan seakan sesuatu berada di atas sana.


Tatapan mata pria itu seakan merindukan sesuatu yang begitu jauh. Elizabeth berusaha menenangkan dirinya dan berniat meminta pertolongan pria itu untuk membawanya ke acara debutnya. Namun dirinya tiba-tiba teringat dengan buku tua yang dia baca secara diam-diam di ruang kerja ayahnya.


Sebuah buku catatan Perceval pertama yang berisi kondisi daratan utama dan sejarah Kaspian. Nama pria itu tercatat di buku yang dia baca dan jika Elizabeth tidak salah, buku itu sudah berusia ratusan tahun.


"Ma-maaf Sir, bolehkah saya bertanya sesuatu?"


Igrit menoleh pada Elizabeth yang secara tiba-tiba melempar pertanyaan padanya. Igrit menunjuk ke arah salah satu koridor yang memang mengarah ke ruang dansa acara debut bangsawan.


"Sebelah sana, kamu hanya perlu menyusuri koridor itu dan di ujung koridor akan ada seseorang yang bisa kamu temui."


Igrit kembali menatap rembulan tempat di mana rindunya bersemayam. Namun Elizabeth kembali menarik perhatian Igrit dengan menarik lembut lengan bajunya. Wajah cantik gadis itu menatap Igrit seakan ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"


Elizabeth mengangguk, dirinya terlihat antusias dengan tawaran Igrit.


"Apa Anda adalah Igrit yang tertulis di buku Perceval?"


Igrit hanya mengangguk dan kembali berusaha menghiraukan gadis di sampingnya.


"Apa rahasia Anda untuk terus awet muda Sir?"


Kali ini Igrit memutar tubuhnya dan menghadap Elizabeth yang menatapnya kagum. Gadis itu seakan mendapatkan sesuatu yang sangat dia harapkan. Mata gadis itu bahkan seolah bercahaya ketika Igrit melihatnya.


"Apa kamu yakin dengan pertanyaanmu? Perceval memiliki darah yang tidak jauh berbeda dari Elf, setidaknya kalian tidak akan menua hingga menginjak usia 100 tahun bukan?"


Elizabeth mengangguk, dirinya telah mengetahui rahasia itu. Namun yang ingin dia tanyakan adalah berapa umur Igrit. Pertanyaan tadi hanya sebuah pengalihan untuk memastikan bahwa Igrit adalah orang yang sama dengan di buku. Karena rahasia Perceval hanya di ketahui oleh Perceval sendiri dan keluarga Kerajaan. Sementara satu orang lagi, namanya bahkan tidak di ketahui orang.


"Hehehe Sir, aku hanya memastikan bahwa Anda memang orang itu."


Elizabeth tersenyum manis pada Igrit. Pria itu menghela napas dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku taman.


"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan Elizabeth Perceval? aku tahu akan banyak hal."


Elizabeth kini semakin bersemangat dan merapikan posisi duduknya menghadap Igrit. Gadis itu tidak lagi memikirkan tata krama dan duduk dengan kedua kaki di atas bangku. Dirinya memikirkan sesuatu dan kembali menatap Igrit.


"Ceritakan padaku tentang perang itu Sir."


Igrit menghela napas dan melirik Elizabeth. Gadis itu benar-benar bersemangat dengan kisah kuno yang telah hilang dimakan waktu.


Elizabeth tersenyum dan tidak peduli dengan kalimat Igrit. Gadis itu seolah mendesak Igrit untuk menceritakan kisah itu.


"Perang itu adalah perang antara semua makhluk melawan kekuatan yang tidak bisa kukatakan."


Igrit kembali memandang ke arah purnama yang bersinar terang. Dirinya seakan mengenang kisah nostalgia yang telah lama dia rindukan.


"Perang itu juga memiliki banyak kisah ... kisah seorang pemuda yang ditolak di tempat asalnya dan menjadi pahlawan yang ditakuti, kisah tentang seorang wanita yang menjual jiwanya untuk rakyatnya namun berakhir menyedihkan, kisah seorang ratu yang harus mati demi dunia ini ... ada banyak sekali kisah tentang mereka yang akhirnya hanya meninggalkan seekor Naga yang tidak akan pernah mati seorang diri."


Elizabeth menatap wajah Igrit dan merasakan perasaan sedih dari tatapan Igrit. Gadis itu tanpa sadar mendekatkan wajahnya pada Igrit.


"Apa Anda Naga itu Sir?"


Igrit menutup matanya mendengar pertanyaan Elizabeth. Dirinya hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan itu. Namun sesuatu yang lembut menyentuh pipinya, dirinya merasakan embusan napas gadis itu yang terasa sangat dekat. Igrit membuka matanya dan melihat senyum manis Elizabeth yang berada di sampingnya.


"Kenapa?"


"Kulihat Anda sangat sedih, jadi aku memberikan hadiah kecil dari wanita paling cantik di Kaspian."


Elizabeth mengatakan kalimat itu dengan bangga. Gadis itu bahkan menaikkan sedikit dagunya seakan menunjukkan sikap sombong.


"Kamu hanya gadis kecil, jangan bertingkah seolah kamu adalah wanita dewasa."


Igrit tersenyum melihat reaksi gadis itu yang kesal karena kalimat Igrit. Bagi bangsawan, usia 10 tahun sepertinya sudah masuk dalam kategori remaja dan biasanya sudah memiliki tunangan. Gadis ini mungkin akan menikah dua atau tiga tahun lagi.


Malam itu Elizabeth dan Igrit tenggelam dalam pembahasan mereka mengenai masa lalu Igrit. Cerita tentang cintanya yang kandas di tangan seorang Raja dan berbagai kisah mengenai dunia yang dia ketahui. Igrit yang merupakan Naga Dunia kembali merasakan kehangatan dari pertemanan yang telah lama tidak dia temui. Sementara Elizabeth, gadis itu kini mengalami hal pertama yang sama sekali tidak pernah dia rasakan.

__ADS_1


Kisah mereka terus berlanjut hingga akhirnya Elizabeth sadar. Igrit tidak akan pernah bersamanya dan hal itu hanya akan membuatnya tersiksa. Gadis itu tumbuh besar dan menjadi semakin menawan. Sementara Igrit, waktu seakan terhenti baginya. Igrit hanya melihatnya seperti seorang adik perempuan yang manis dan Elizabeth sadar akan hal itu.


Hingga akhirnya Elizabeth memilih untuk melepaskan cinta pertamanya yang bertepuk sebelah tangan. Dirinya menikah dengan seorang pria yang bernama Spencer yang kelak menjadi Perdana Menteri terbaik Kaspian. Namun takdir seakan bermain kembali dengannya, membawanya pada kesedihan mendalam dan Igrit adalah pria pertama yang kembali datang untuk melindungi dirinya dari gejolak kerajaan yang mengerikan kala itu.


********


Aurora termenung, dirinya melihat sisi lain dari Elizabeth yang ternyata memiliki masa lalu bersama Igrit. Dirinya tanpa sadar menatap wajah Elizabeth dengan ekspresi sedih. Cerita tentang masa lalu Elizabeth membuatnya tersentuh.


"Apa Anda masih mencintai Sir Igrit, Madam?"


Elizabeth tertawa dan mencubit lembut hidung Aurora.


"Dari semua yang kukatakan kamu hanya fokus pada kisah cintaku Aurora?"


Gadis itu tertawa kecil dan tertunduk malu.


"Kisah Anda jauh lebih menarik dari pada buku ini Madam."


Aurora tersenyum pada Elizabeth yang menghela napas karena tingkahnya.


"Apa hanya itu yang ingin kamu tanyakan? jawaban dari Igrit adalah dia memang orang yang ada di buku itu dan usianya mungkin lebih tua dari dunia ini."


Aurora menggeleng, dirinya masih belum mendapatkan jawaban tentang perasaan Elizabeth pada Igrit.


"Anda belum menjawab pertanyaanku Madam, apa Anda masih mencintai Sir-"


Elizabeth menahan ucapan Aurora dengan jarinya. Dirinya tidak ingin gadis ini menggali masa lalunya lebih dalam. Cerita yang tadi dia sampaikan hanya sekedar kisah yang memang berkaitan. Terlebih itu semua keluar dari mulutnya tanpa dia sadari.


"Cukup Aurora, masih banyak pekerjan yang harus kita selesaikan, bukankah hari ini kamu akan belajar tentang dokumen bersamaku."


Elizabeth tersenyum dan meninggalkan Aurora yang masih penasaran dengan jawaban itu.


"Tapi Madam, kisah Anda membuatku penasaran dan-"


"Aurora."


"Baik Madam, tidak akan bertanya lagi hehehe."


Aurora merapikan semua buku yang tergeletak di atas meja. Setelahnya gadis itu bergegas menuju meja Elizabeth dan membantu wanita itu dalam pekerjaannya. Mereka menghabiskan dokumen-dokumen itu dalam waktu singkat. Hal itu tercapai karena Aurora memang gadis yang mudah mengerti dan dirinya dengan mudah menyerap semua ilmu yang Elizabeth berikan padanya.


Mereka menghabiskan waktu dengan bersantai di balkon ruangan Elizabeth. Bagi Aurora, Elizabeth adalah sosok yang baik dan penuh kasih sayang. Hanya saja ketika bekerja aura wanita itu akan berubah dan wajah cantiknya bisa terlihat mengerikan. Setidaknya gadis itu berhasil beradaptasi dengan Elizabeth dan Elizabeth menyukai Aurora karena kepintaran gadis itu.


Aurora menjalani hari-harinya di tempat itu dengan lancar dan hubungannya dengan Elizabeth semakin hari semakin baik. Semoga hal yang baik selalu terjadi pada gadis itu.


*******


Wahhhhh itu ada sedikit flashback dari masa lalu Elizabeth 😌


Btw Igrit akan berakhir sama Elizabeth? belum tentu dan belum bisa di pastikan 😂


Thanks buat yang udah baca dan jangan lupa Rate 5, like dan komennya yang banyak ya hehehe, dukungan adalah cara untuk membuat kisah Aurora dan Abhlesh terus berlangsung 😌


Sekali lagi terima kasih dan Sampai jumpa di Next Episode!!!!! Sampai Bye2 👋🤩

__ADS_1


__ADS_2