Romance Of The Kingdom

Romance Of The Kingdom
Chapter 26 : Back to Reality


__ADS_3

Aurora berdiri di balkon kamarnya. Mata menatap penuh rindu ke arah ibu kota Kaspian. Sebagian dari jiwanya berada di tempat itu, membawanya dalam angan yang terus memanggilnya kembali. Dirinya kembali terjerat rindu yang mulai menghampirinya.


"Kuharap engkau baik-baik saja di sana."


Gadis itu menyatukan kedua telapak tangannya. Meminta pada para dewa agar menjaga cintanya dan membawanya kembali dalam keadaan sempurna. Dirinya berharap segala hal berjalan lancar untuk dirinya dan Abhlesh, Pangeran yang dia cintai.


Gadis itu kembali masuk dalam ruangannya. Dirinya menempati kamar tidur Elizabeth yang tidak lagi Madam Elizabeth tempati. Wanita itu sengaja memberikan ruangan lama miliknya sebagai ruangan pribadi Aurora karena koleksi buku miliknya masih tersimpan di tempat itu.


Aurora sangat senang saat pertama kali melihat ruangan itu. Meski ruangan itu tidak terlalu besar, tetapi koleksi buku yang ada di ruangan itu berjumlah sangat banyak. Ruangan itu seakan perpustakaan kecil yang memiliki ranjang serta perlengkapan lainnya.


"Ok, sekarang bagian mana dari kalian yang harus aku baca malam ini."


Aurora tersenyum dan mulai memilih buku-buku itu satu persatu. Semua jenis buku tersusun rapi di hadapannya. Gadis itu menarik salah satu buku yang cukup tinggi, dirinya berusaha menjangkau buku itu. Posisi yang cukup tinggi untuk seorang gadis sepertinya.


"Ugh! sedikit lagi!"


Aurora terus berusaha hingga akhirnya buku itu berhasil ia sentuh. Gadis itu menarik buku itu secara perlahan dan ketika dirinya berhasil, sebuah buku dengan sampul tua terjatuh. Beruntung Aurora berhasil menangkap buku itu sebelum berserakan di lantai. Dirinya mengamati buku itu, buku yang terlihat seperti sebuah catatan pribadi dan sama sekali tidak memiliki judul.


Rasa penasaran menyerang gadis itu dan dirinya tersenyum. Terkadang sesuatu yang mendadak memang akan membawa seseorang dalam petualang. Namun, di saat bersamaan rasa penasaran bisa saja membawa dirimu pada sesuatu yang tidak seharusnya kamu ketahui.


"Buku ini sepertinya menarik."


Gadis itu membawa buku itu bersamanya dan mengambil posisi paling nyaman baginya untuk membaca. Berada di meja kerja lama Elizabeth seakan membawanya pada jiwa serius Elizabeth. Dirinya kini mulai membuka lembaran buku itu secara perlahan, mengingat kondisinya yang sedikit rusak.


Buku itu berisi informasi mengenai keadaan Kaspian ketika pertama kali terbentuk. Sebuah kerajaan yang di bentuk oleh tiga kekuatan yang paling berpengaruh kala itu. Keluarga Perceval yang memiliki kekayaan melimpah serta kekuatan militer sendiri membantu seorang pria yang bernama Ruhtra Kaspia. Ruhtra bukanlah orang sembarangan, catatan itu mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk menjadi Raja terkuat di seluruh daratan.


Namun catatan itu memiliki banyak coretan di bagian kata yang membantu dua kekuatan itu. Kata itu seolah sesuatu yang sengaja dihapus dan hal itu membuat Aurora sedikit kesal. Dirinya kembali membuka lembaran demi lembaran dan seketika tangannya terhenti. Dirinya yakin kata yang sejak tadi tercoret adalah nama seseorang.

__ADS_1


Aurora kembali mengulang catatan itu dari awal dan memperhatikan bentuk huruf yang tercoret dan berharap menemukan sesuatu. Dirinya kini tidak lagi fokus pada catatan itu dan terus berusaha mencari coretan yang menutup kata itu. Sebagian coretan terlihat begitu tebal sementara yang lainnya hanya coretan ringan yang kadang tidak menutup kata itu dengan sempurna. Aurora menyusun setiap huruf yang dia temui dan membuat catatan kecil.


"I,G,R,I,T ... Igrit?"


Aurora terdiam, gadis itu seakan mengetahui sesuatu yang seharusnya tidak dia ketahui. Dirinya berusaha menyatukan kata itu dengan kalimat yang berkaitan dengannya. Semakin Aurora membacanya, gadis itu semakin tenggelam dalam rasa penasaran.


Hingga dirinya menutup buku itu memilih untuk membawanya pada Elizabeth esok harinya. Terlalu banyak informasi yang dia dapatkan malam ini. Dirinya seakan melihat wajah lain dari Kaspian, wajah yang selama ini tidak banyak orang ketahui. Dirinya memilih untuk menyimpan semua rasa penasaran miliknya dan berjalan menuju ranjang yang memanggilnya.


Hingga pagi menjelang gadis itu bergegas bangkit dan mempersiapkan dirinya. Rasa penasaran membuat dirinya bergegas menuju ruangan Elizabeth dengan buku tua itu di tangannya. Gadis itu berharap Elizabeth mau membantunya soal teka-teki yang ada di dalam kepalanya.


Aurora mengetuk pintu ruangan Eluzabeth. Seorang pelayan yang dia kenal membukakan pintu untuknya. Di dalam sana Elizabeth terlihat bersantai karena memang pekerjaan wanita itu di hari ini tidak terlalu mendesak. Aurora tersenyum padanya dan memberi hormat sesuai dengan tata krama bangsawan.


"Selamat pagi Madam."


Aurora berjalan ke arah Elizabeth dengan senyum manis miliknya. Elizabeth meletakan cangkir di tangannya dan memandang wajah gadis itu.


Elizabeth melihat wajah Aurora yang sedikit ragu. Matanya tidak sengaja melihat sebuah buku yang dia simpan dulu sekali.


"Apa buku itu yang ingin kamu tanyakan?"


Aurora mengangguk kecil dengan ekspresi manisnya. Gadis itu sudah tidak lagi gugup pada Elizabeth sejak interaksi mereka di meja makan kala itu.


"Duduklah, kurasa kamu memang pantas mengetahui tentang hal itu."


"Terima kasih Madam."


Elizabeth menghela napas melihat reaksi gadis itu yang bersemangat. Dirinya tidak menyangka pelajaran pertama yang harus dia berikan adalah mengenai rahasia kecil Kaspian yang memang sengaja dihapus karena alasan yang sedikit tidak masuk akal. Dirinya meminta seluruh pelayan untuk meninggalkan mereka berdua dan berdiri menuju Aurora yang duduk di sofa ruangannya.

__ADS_1


Dirinya mengambil posisi di sebelah Aurora. Gadis itu sedikit kaget karena Elizabeth memilih duduk di sampingnya. Wajah cantik Elizabeth serta aura bangsawan yang kental darinya membuat Aurora sedikit gugup.


"Jadi apa kamu sudah membaca semuanya?"


Aurora mengangguk dan meletakkan buku itu di atas meja. Buku tua yang dulu membuat Elizabeth muda bertingkah sama dengan gadis itu. Namun reaksi Elizabeth kala itu lebih berani karena langsung mencari sumber rasa penasaran dirinya.


"Apa nama itu adalah nama Sir Igrit, Madam?"


Elizabeth tidak menjawab langsung pertanyaan Aurora dan membuka salah satu dari halaman buku itu.


"Apa kamu sudah membaca halaman ini?"


Aurora menggeleng lemah. Halaman yang di buka Elizabeth adalah halaman terakhir dari buku itu yang belum sempat dia baca. Elizabeth mencubit pipi Aurora dengan lembut dan menghela napasnya. Sementara Aurora tertawa kecil dan mengusap pipinya yang memerah.


"Bagaimana mungkin kamu membuat asumsi seperti itu sebelum membaca semuanya Aurora."


Elizabeth berdiri dan mengambil salah satu buku dari laci mejanya. Buku itu terlihat serupa dengan buku yang Aurora bawa. Elizabeth membuka salah satu halamannya dan meminta Aurora untuk membacanya. Gadis itu membaca buku itu dengan teliti dan ekspresinya membuat Elizabeth tertawa. Gadis itu terperangah dan beberapa kali menatap wajah Elizabeth.


Sesuatu yang ada di dalam buku itu membuat Aurora terperangah. Fakta tentang kerajaan Kaspian yang tersimpan rapi dalam catatan ini seolah menariknya pada masa lalu daratan utama yang penuh dengan konflik. Nama-nama seperti Igrit dan Ruhtra semakin menambah potongan yang harus dia satukan. Sementara Elizabeth, wanita itu membiarkan Aurora membaca semuanya dan bersiap menjawab semua pertanyaan gadis itu.


*******


Wah wah kira2 kenapa dengan Igrit dan sejarah Kaspian ya 🤔


trus kenapa ga banyak tau? kira2 ada yang bisa nebak? wkwkwkw


Thanks buat yang udah baca, jangan lupa Rate 5, like, vote dan komen ya, tinggalin jejak juga dong hehe biar gue tau kalian ada 😂, dukungan adalah kunci berlangsungnya kisah mereka 😌

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih, sampai jumpa di Next Chapter! Sampai Bye2 👋😌


__ADS_2