
Setelah Ratih Pergi dari tempat duduknya. Anggi dan Vito melanjutkan pembicaraan mereka berdua.
‘’ Nggi, gilak lo. Kita beneran mau ikut Ratih?’’ tanyanya dengan menggarukan tangan dikepalanya
‘’trus kita biarkan Ratih pergi sendiri gitu? Kalo lo nggak mau ikut juga nggak papa. gue sekalian mau jalan- jalan ’’ Ujar Anggi sambil meledeknya
‘’Ye bercanda kali. Gue ikutlah, nggak ada gue. nggak bakalan rame. Tapi kalo dipikir-pikir, kasian juga ya Ratih .. sampai-sampai mimpi aja dipercayai.’’
‘’ya lo bayangin aja deh. sakit selama setahun. Dan nggak tau sakitnya itu apa! dia uda frustasi Vit, tadi aja dia uda mau nangis. Pantesan aja, dia sampe percaya hal- hal gaib gitu. Bisa jadi kan, itu mimpi ada benarnya. Siapa tau Ratih bisa sembuh.’’ Kata Anggi sambil melihat laptopnya
‘’Aku kalo jadi Dia pun, bakal ngelakuin hal yang sama.’’ Ucapnya lagi sambil mengetik sesuatu
‘’Eh, bener juga ya kata lo. Sekalian liburan, Udah lama juga gue nggak liburan ke desa desa. Sekalian cari cewek desa ya kan. ‘’ ucapnya sambil tersenyum melirik Anggi
‘’ yang ada cewek desanya nggak mau sama lo‘’ jawabnya sambil berdiri meninggalkan Vito.
***
Aku jadi memikirkan perkataan Anggi dan Vito. tentang paranormal yang mengetahui akan hal- hal seperti ini.
Tiba-tiba Terlintas dibekaku, kenapa aku tidak menceritakan hal ini kepada om Rio. Om Rio memang percaya akan hal gaib. Siapa tau, om Rio bisa membantuku mencari paranormal untuk mengartikan mimpiku.
Sebenarnya om ku, bekerja di Malaysia dan sudah sekitar 2 bulan om ku kembali ke tanah air. Dan aku belum sempat menemuinya. Sekalian aku akan menceritakan semua kepadanya.
Pernah suatu ketika, keluargaku pergi berlibur disuatu Kampung. Dan Om ku kebetulan ikut.
Pada saat aku dan omku jalan- jalan pagi sambil membeli sarapan. Aku dan om ku mendapati kerumunan orang masuk keluar rumah warga.
Nampaknya sedang panik dan ketakutan. Setelah om Rio bertanya kepada salah satu orang yang lewat. ternyata ada orang yang terkena santet. Lalu om ku penasaran ingin melihatnya. terpaksa aku juga ikut mengikuti dibelakangnya.
Saat itu, aku melihat hal yang ngeri secara langsung Orang yang terkena santet itu mengeluarkan beberapa paku. Dan aku saat itu tidak percaya akan penjelasan orang- orang.
Mungkin saja, cuma akal- akalan doang pakunya dimasukin ke mulutnya, terus akting bisa saja kan.
Tapi om ku saat itu percaya dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk bicara dengan om ku.
__ADS_1
Aku terpaksa harus mengendarai motor, karena aku pikir tak akan memakan waktu terlalu lama.
Ketika aku hendak keluar rumah dan mengeluarkan motorku. Sesorang pengemis tua, telah berdiri didepan rumahku.
Sebenarnya aku sedang dalam keadaan buru-buru. tak mau diganggu oleh siapapun, langsung kukeluarkan beberapa uang dari dalam saku. Lalu kukasihkan kepada pengemis tua itu.
‘’ Terima kasih ndok. Semoga kalian berdua diberi kesehatan dan keselamatan. ‘’ ucap si pengemis
Hah? Kalian berdua. pikirku
‘’Maaf nek, Saya hanya sendirian. ‘’ jawabku yakin
‘’Itu temen kamu dibelakang’’ kata pengemis sambil menunjuk jari telunjuknya
Kutengok kebelakang,namun tak ada siapa-siapa. bulu kuduku saat itu langsung berdiri.
Aku buru- buru pergi meninggalkan pengemis itu. maklum lah orang tua, Emang kadang suka gitu. Udah pikun, Jelas jelas aku sendiri Gumanku dalam hati.
Dalam perjalanan menuju rumah om ku, aku berusaha fokus dan berharap tidak terjadi apa-apa.
***
Suara lantang terdengar dari dalam. seseorang telah menjawab salamku. sosok pria Tinggi, dengan brewok memenuhi wajahnya. telah tampak dari dalam jendela. Dan membuka pintu sembari menatapku kaget.
‘’Ratih, tumben main kesini? Sama siapa?’’ Tanya Om Rio sambil kaget
Sebagai orang yang aku segani dan aku hormati aku langsung menjabat tanganya. Aku kerap meminta tolong kepadanya. Dan sudah beribu-ribu cara Om ku juga telah mengulurkan tanganya kepadaku.
‘’Sendirian om. Maaf Baru sempat Om.’’ Jawabku sambil menjabat tanganya
Saat itulah aku langsung diberi pertanyaan dari A-Z .hingga aku bingung mau jawab pertanyaan itu dari mana. Akupun sama, menanyakan banyak hal, semenjak Om Rio tinggal di Malaysia.
Memang sudah lama, Semenjak Om Rio bekerja di Malaysia. Kini aku baru sempat berkunjung.
Kemudian aku langsung mengutarakan Tentang mimpiku dan semua hal hal ganjil yang aku alami belakang ini kepadanya.
__ADS_1
‘’Desa Silurah, Ronggeng?!! Responya dengan ekspresi kaget.
Kulihat tanganya memegangi bibirnya yang tampak bergetar dan pikiranya menerawang jauh. Hingga Om ku diam seribu bahasa.
Aku memanggil manggil omku, namun sepertinya Om ku terbengong.
Lalu Kuserahkan semua informasi desa Silurah dan ronggeng kepada om ku. Setelah selesai membaca semua catatanku. Lagi- lagi om ku menanyakan sesuatu, dengan nada khawatir.
‘’Oh ya Rat, umurmu sekarang berapa tahun?.’’ Tanya Om Rio
‘’19 om. ‘’ jawabku ringan
Kenapa om ku tiba-tiba menanyakan umurku. Dan benar om ku menunjukan ekspresi wajah yang misterius lagi. Mengalihkan pandanganya, seperti menyimpan sebuah rahasia. Kemudian Om ku berkata, yang membuatku cukup terkejut.
‘’Kita memang harus kesana! Semuanya serahkan saja sama Om. Kalo bisa secepatnya kita kesana. Untung saja, kamu cepat menceritakan hal ini. ‘’ Ucapnya dengan wajah seperti khawatir
‘’Memangnya kenapa om?’’ tanyaku penasaran
‘’Ya maksudnya biar kamu cepat sembuh’’ jawabnya lagi dengan gugup
Aku hanya mengangguk mengisyaratkan tanda mengerti.
‘’Oh ya Om, kebetulan Anggi sama Vito akan ikut. ‘’
‘’Bagus. Jadi kita kesana ber empat yaa.’’
‘’Tapi Om, mama pasti nggak bakalan setuju deh. Aku bingung mau bilang ke mama. Nyeritain mimpiku aja pasti mama mikir aku mengada-ngada,apalagi mau pergi kedesa itu.’’
‘’Masalah itu biar om yang urus. Yang penting kamu persiapkan semuanya. Tapi, nunggu Om menyelesaikan pekerjaan om dulu ya, sekitar dua minggu lagi baru selesai. Habis itu kita langsung berangkat. ‘’
‘’Makasih ya om makasih banyak.Om sudah mau mengerti, Ratih nggak tau, kalau bukan cerita ke Om mau cerita ke siapa lagi’’.
‘’Udah tenang aja. Kamu ini keponakan Om nggak sih, sebenarnya.’’ Ucap Om Rio sedikit tersenyum
‘’Hahaha....’’ jawabku ikut tertawa
__ADS_1
Percakapan kami diakhiri dengan gelak tawa secara bersamaan. Kini hatiku menjadi sedikit lebih tenang. ada sepercik harapan,aku akan segera sembuh. Dan menjalani kehidupan normal lagi.
Kini ekspresi Om Rio sedikit berubah dari yang misterius menjadi lebih santai. Namun aku sedikit merasakan ada yang aneh denganya.