RONGGENG

RONGGENG
Hutan Larangan Part 1


__ADS_3

Roni sedang mencari tempat untuk mendirikan tendanya. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat tenda dihutan tersebut.


Roni dan Vito tengah membuat tenda yang akan digunakan untuk tidur. Sementara Aku dan Anggi membantu meneranginya menggunakan senter. karena keadaan gelap, tanpa cahaya sedikitpun.


Sekitar 15 menit, tenda telah jadi. Roni dan Vito pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar.


‘’Eh Ron, dihutan ini ada hantu apa?’’ Celetus Vito sambil bersiul


Tanganya menepuk pundak Roni. Walaupun bicaranya santai, tapi Roni merasakan kalau Vito sedang ketakutan.


‘’Vit... ‘’


‘’Apaan’’


‘’Vit... dibe be lakang lo, ada pocco cong... lirih Roni dengan wajah pura-pura ketakutan.


‘’ Ron... jangan gitu dong. Gue takut nih’’


Vito perlahan memutar kepalanya dengan sangat hati-hati. Namun setelah menoleh kebelakang. Tak ada siapa-siapa, ia merasa telah dibohongi oleh Roni.


Roni menimpalinya dengan tertawa. Lega rasanya bisa mengerjai Vito. Vito tampak sedikit kesal denganya. Dan berkata tidak akan menemaninya mencari kayu bakar.


Melihat Roni melangkah agak jauh, Vito justru segera berlari ke arahnya. memohon kepadanya, agar tidak pergi terlalu jauh dari area tersebut.


Roni hanya mendesis dan tak mengindakan perkataan Vito, ia malah mempercepat langkahnya dan segera memunguti kayu bakar. Selang beberapa saat, Kayu bakar telah memenuhi genggaman mereka, dan dirasa sudah cukup banyak. Lalu mereka berdua kembali ke tenda.


***


Saat ini aku sedang berdiri disamping tenda. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam hutan seperti memanggil namaku. Aku membalikan badan, memandang jauh ke dalam hutan tersebut.


‘’ Rat, lo lagi ngapain sih.’’ Sahut Anggi

__ADS_1


Aku dikagetkan oleh suara Anggi yang memanggilku. Aku segera mengalihkan pandangan, lalu berjalan ke arahnya.


‘’ lo lihat apaan sih?’’ tanya Anggi sambil membuka mie instan


‘’ nggak lihat apa-apa kok.’’ Jawabku singkat.


Aku segera mengalihkan pembicaraan. Tiba-tiba Roni dan Vito datang, menjatuhkan kayu bakar Yang akan dibuat api unggun. Dalam hitungan sekejab, api sudah menyala menggantikan gelapnya malam.


Vito dengan lincahnya bermain dengan senar-senar gitar. Bergantian dengan Roni. Menghasilkan alunan nan indah, yang dapat meleburkan kesunyian dihutan ini. kemudian aku dan Anggi bernyanyi bersama-sama.


Sambil menikmati mie yang telah matang dan meminum kopi. kami juga membuat minuman jahe, yang akan menghangatkan tubuh. cocok untuk situasi seperti ini, karena malam sangat dingin.


Tawa dan canda melebur menjadi satu dikeheningan malam. Hutan dan pohon-pohon disekitar, menjadi saksi kebahagiaan kami.


Waktu sudah menunjukan pukul 21.30. Vito dan Anggi terlihat menguap berkali-kali. Mereka memilih untuk masuk ke tenda dan akan tidur terlebih dahulu. Sedangkan Aku dan Roni masih berada diluar.


‘’ kamu nggak masuk? Tanya Roni padaku


‘’Sama. ‘’ ucapnya singkat


Kami tak melanjutkan perbincangan. Roni masih bermain dengan gitarnya dan aku yang masih menikmati minuman jahe ditanganku.


‘’Ron...’’ panggilku pada Roni.


‘’hmm ‘’ jawabnya sembari menatapku


‘’Makasih ya, buat semuanya. kamu mau ikut sama kita. aku nggak bisa bayangin, seandainya cuma kita bertiga yang ada disini. ‘’


‘’udah, santai aja. Aku juga ngerasa bersalah sama kamu. Gara-gara kakekku nggak bisa bantu kamu.’


‘’Nggak papa kok Ron. Yang penting, kita udah disini kan? Kita uda mau sampai ke desa Silurah. itupun berkat kamu juga. Kamu ikut aja, aku uda seneng. Oh ya Ron, aku mau tanya sesuatu. Apa yang terjadi denganku, setelah aku kerasukan? Seingetku, waktu itu pintu kamarku tiba-tiba aja tertutup sendiri. Trus setelah itu, ada orang yang ketok- ketok pintu . Aku kira, itu mama atau nggak Bi Marni. Tapi pas aku buka, nggak ada siapa-siapa. Aku bener-bener udah takut banget waktu itu. tiba- tiba, dari belakang, aku merasa kaya ada seseorang masuk ke tubuhku. Aku masih sadar, tapi aku nggak bisa ngendalikan tubuhku sendiri. tubuhku kaya dikendalikan oleh orang lain. Habis itu, aku benar- bener nggak inget apa-apa.’’ Kataku pada Roni

__ADS_1


‘’ Waktu itu, Perasaanku nggak enak Rat. takut terjadi apa-apa sama kamu. Trus aku langsung kerumahmu. ‘’


‘’ Jadi, Kamu kerumahku Ron!‘’ timpalku kaget


‘’Iya . aku bener-bener khawatir sama keadaanmu. Baru aja, aku sampai rumahmu. Bi Marni langsung bilang, kalau kamu lagi kerasukan. Trus aku langsung lari ke kamarmu. Nggak tau kenapa, pas aku datang tiba-tiba kamu langsung marah. kamu melempar semua benda- benda yang ada dikamarmu. Dan kamu tiba-tiba pingsan. Trus aku langsung bawa kamu keluar dari kamar. Dan sejak saat itu, kamu nggak sadarkan diri.‘’


‘’Jadi, kamu juga yang nolongin aku? Ron, aku nggak tau lagi,Kamu uda banyak bantu aku, padahal kita baru aja kenal. makasih banyak, aku nggak tau...


Aku belum selesai berbicara. Tapi Roni langsung menimpaliku.


‘’Aku tau perasaanmu Rat. Kamu pasti saat itu, lagi bingung. Kalo aku ada diposisimu, mungkin aku bakalan ngelakuin hal yang sama. Kamu saat ini, sedang membutuhkan orang yang tepat, untuk bisa diajak bicara. Yang dapat memahamimu,yang dapat mengerti keadanmu, Makanya, setelah kakekku melarang buat ikut campur urusanmu. aku jadi semakin khawatir sama kamu.’’


‘’tapi, ada yang aneh dikamarmu. waktu aku lagi bawa kamu keluar, aku lihat...’’


Roni tak melanjutkan kata-katanya. Menjadikanku bertanya.


‘’Kenapa Ron?’’ tanyaku penasaran


Sejenak kulihat Roni tampak memikirkan kata-kata. Seperti hendak menyampaikan sesuatu, tetapi urung. Kupandangi wajahnya lekat- lekat.


‘’ aku lihat Ronggeng berdiri dipojok kamarmu. ‘’


‘’ oh ya, aku baru inget Ron. Waktu aku pingsan itu, aku juga sering bermimpi bertemu dengan Ronggeng. Trus waktu aku lagi dibus, aku juga bermimpi didatangi sama ronggeng. ‘’


‘’ Kayaknya Ronggeng yang dimaksud kakek- kakek dimimpimu itu, bukan penari Ronggeng sembarangan deh. kamu seperti ada hubungan sama Ronggeng itu. ‘’


Andai saja, kakekmu mau menceritakan apa yang telah terjadi saat pemanggilan arwah waktu itu. gumamku dalam hati.


Aku benar-benar ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, pada saat pemanggilan arwah. Kenapa kakeknya Roni begitu ketakutan sekali.


‘’Kamu yang sabar ya, Aku sudah beberapa kali, bilang sama kakek. Tapi kakek tetap saja nggak mau cerita. Pokoknya kita akan cari kebenaran di desa Silurah. Nanti kalau terjadi apa-apa. Kalau ada sesuatu yang tidak beres didesa itu. kamu cepat, beritahu aku. ‘’

__ADS_1


Kata- kata Roni membuatku lebih tenang. Disisi lain aku ingin sekali menemui Ronggeng demi kesembuhanku. Tapi, aku menjadi takut, ketika Ronggeng muncul dalam bayanganku.


__ADS_2