RONGGENG

RONGGENG
Bercerita Dengan Anggi dan Vito


__ADS_3

Aku tidak bisa melupakan mimpiku. Mimpi yang bagiku seperti nyata. Mimpi yang bagiku seperti sebuah petunjuk. Mimpi yang bagiku menjadi sebuah firasat.


berlabuh didalam pikiran setiap saat. seakan menarik diriku agar menyelam lebih dalam.


Dan aku rasa harus menceritakan mimpiku kepada orang terdekatku.


Semua informasi sudah aku dapatkan sejak aku mengunjungi perpustakaan kemarin.


Aku berniat untuk bercerita kepada dua sahabatku, Anggi dan Vito. Dengan harapan, mereka bisa membantuku pergi ke desa Silurah.


Aku sudah berada dikampus sejak jam 9. Sebenarnya aku ada perkulihan di kelas. Namun aku akan mengurungkan masuk kelas. Karena aku sudah tak sabar, ingin bertemu dengan Anggi dan Vito.


Aku mengirimkan pesan kepada mereka berdua. Tak lama kemudian, aku telah mendapatkan balasan.


Aku langsung meninggalkan tempatku berdiri dan menuju ke taman kampus. Karena mereka ada disana.


Aku mendapati mereka sedang duduk dibawah pohon. dengan laptop yang melengkapi kebersamaan mereka. Tampaknya mereka sedang mengerjakan tugas. Pikirku Atau mungkin, sedang menonton film atau ah! Tanpa berfikir-fikir lagi, aku langsung berlari menuju ke arah mereka.


Aku : ‘’hai semuanya’’ sapaku sambil tersenyum lebar


Anggi : ‘’ Ratih...!! ’’ jawabnya tegas


Anggi tampak terkejut, sekaligus matanya tampak berbinar-binar. setelah mengetahui diriku ada dihadapanya.


Tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara terlebih dahulu. Dia langsung memeluku. pelukanya sangat erat, hingga sepertinya tak mau melepasnya. Disusul Vito, dengan wajah senangnya.


Kali ini aku langsung disambut dengan beribu- ribu pertanyaan. Aku langsung bercerita banyak hal kepada mereka.


Begitu sebaliknya, mereka menerocos tak henti-hentinya. menceritakan apa saja, yang terlintas diotak mereka saat itu juga. Walaupun hal konyol sekalipun.


Sepertinya hari ini, adalah hari pelampiasan bagi kami bertiga. Karena waktu kebersamaan kami, telah dicuri oleh keadaan yang tak memihak.


Sejenak aku seperti melepaskan semua beban yang sedang menimpaku. Aku seperti tak dirundung masalah sama sekali.

__ADS_1


Aku seperti terbang bebas bersama kedua sahabatku itu. Terbang bebas, menikmati masa-masa seperti dulu lagi.


Tawa dan canda selalu saja terdengar disela-sela obrolan kami. kalau sudah mengobrol, tak kenal yang namanya waktu.


Hingga aku sendiripun lupa akan tujuanku sebenarnya. Kini aku mulai ingat, bahwa aku harus mengatakan kepadanya.


Aku : Ada yang mau gue omongin nih sama kalian.


Vito : Apa? Lo uda nggak jomblo lagi. Hahaha. Godanya dengan tawa lagi


Aku : ih serius..


Anggi : eh Vit, serius napa sih. Ada apa Rat?


Aku : jadi, kemarin gue mimpi. gue bermimpi ketemu sama kakek-kakek. trus dia bilang,kalau gue mau sembuh, datang ke desa silurah dan temui Ronggeng. gue rasa mimpi itu kaya semacam petunjuk. Gue bisa sembuh Nggi,Vit. gue uda nemuin petunjuk, yang bakalan nyembuhin gue. Jelasku dengan semangat


Anggi dan Vito tampak terdiam. Mereka berdua kompak saling berpandangan.


Keheningan kini menyelimuti kami bertiga. Mereka tampak kebingungan, Namun mereka malah menepis semua harapanku. Mereka bilang, kalau mimpiku itu mungkin tidak ada artinya sama sekali.


Aku : gue rasa itu sebuah petunjuk. Siapa tau gue bisa sembuh,nggak ada salahnya kan gue coba! Jadi gue mutusin buat pergi kesana dan bertemu sama Ronggeng. Gue uda cari semua informasi, termasuk letak desanya. Itu di Jawa Tengah dan gue rasa itu nggak akan memakan waktu yang lama. Dan gue berharap kalian bisa bantu gue, buat pergi kesana. Lanjutku pada mereka.


Anggi : Rat, lo serius mau pergi kesana? Gue tau, lo berharap banget buat sembuh. tapi bukan kaya gini caranya. Bisa aja itu mimpi, nggak ada arti apa- apa.


Vito : Iya bener Rat, lagian lo tau dari mana?


Aku : ya firasat. gue ngerasa itu sebuah petunjuk.


Anggi : nggak bisa Cuma dengan modal firasat Rat. gue nggak mau terjadi apa apa sama lo. Jangan ngambil keputusan dulu. Pikirin lagi deh.


Aku : Gue pingin sembuh dan nggak ada cara lain. Semuanya gagal, bahkan dokter pun sudah angkat tangan. Trus gue harus diam aja. Siapa tau ini berhasil.


Anggi : Maksud kita bukan kaya gitu Rat,

__ADS_1


aku tak bisa menahan emosiku. Entah kenapa aku langsung tersinggung. Dengan nada agak keras, aku berusaha membela diri.


Bagimana bisa mereka tak percaya akan perkataanku. Yang sebelumnya, tertawa terbahak bahak. seperti menjadi orang yang paling bahagia dibumi ini, seketika itu juga,aku berubah menjadi orang yang paling sedih dibumi ini.


Aku : kalau kalian ngga ikut juga nggak papa! Gue bakal pergi kesana sendiri ! lanjutku dengan mengambil tas


Mataku sembab, aku hendak menangis dan beranjak pergi. namun Anggi meraih tanganku.


Anggi : Rat, dengerin kita dulu. Maksud kita bukan kaya gitu.


Aku duduk kembali. Tetapi aku memalingkan pandangan ke bunga-bunga cantik, yang tepat berada dihadapanku. Seakan akan bunga-bunga cantik itu lebih mempercayai diriku.


Aku merasa sudah putus asa. dengan teror semua ini. Bahkan sampai kapan,ini berakhir!


Dan bahkan dua sahabatku tidak mendukungku.


Anggi : Rat, Kita ini sahabat lo. kita itu pingin yang terbaik buat lo. tapi lo jangan gegabah. Gue nggak mau kehilangan lo, Coba deh lo bayangin, lo pergi ke suatu tempat. yang lo sendiri belum tau tempat itu. Gimana jadinya coba kalo lo pergi kesana sendirian. Bahaya Rat.


Vito : Iya Rat, Lagian mama lo kan orangnya kolot nggak percaya hal-hal begituan. Trus gimana lo mau pergi kesana!


Anggi : nah bener Rat, gini deh, lo coba ceritain mimpi lo sama paranormal gitu. Yang ngerti soal hal- hal kaya gtu lah. Gue juga sebenarnya sependapat sama lo. Ga masuk akal aja, dokter nggak bisa memvonis lo sakit apa. Kayaknya penyakitnya lo itu bukan penyakit sembarangan deh.


Anggi : Kita bakal bantu lo buat pergi ke desa itu, Gue sama vito pasti ikut lo kok. Tapi Kita harus tanyakan mimpi lo sama paranormal dulu. Biar lebih jelas.


Lanjutnya


Aku menghela napas panjang.


Sedikit demi sedikit, aku mampu meredam kekecewaan. Tak seharusnya aku bersikap seperti itu, dihadapan mereka.


Aku telah berburuk sangka terhadap kedua sahabatku. Apa yang diucapkan oleh kedua sahabatku memang ada benarnya. Aku sangat gegabah, cepat mengambil keputusan.


Aku belum cerita ke Mama. bahkan kalaupun aku cerita ke mama tidak akan percaya. Apalagi dengan rencana gilaku ini.

__ADS_1


Lalu dengan siapa aku harus menceritakan ini semua? Paranormal? tak pernah terlintas sedikitpun dibenaku tentang itu.


__ADS_2