
‘’ Nak Vito belum meninggal ‘’ Seru seseorang dari dalam sana
Kami terbelalak kaget, kami berpandangan sejenak, lalu berhambur menghampiri kerumunan orang-orang.
‘’ Ron, Vito belum meninggal? ‘’ Tanyaku sambil memegangi lengan Roni
‘’ Iya Rat, Nggi. Vito belum meninggal, hanya saja, raga nya sudah berada disini. tapi sebagaian jiwa nya masih tertinggal ditempat lain ‘’ Vito menjelaskan
Aku memejamkan mata cukup lama.
‘’ Ratih, jangan lupa temui saya digunung Raga Kusuma sore ini ‘’ aku segera membuka mata, napasku kembali tersenggal senggal.
aku menelan ludah dalam- dalam.
Semakin aku berusaha untuk melupakanya, semakin dekat pula bisikan Sri Rahayu datang menghampiriku. Seakan akan arwah Sri Rahayu bersamaku setiap saat. Mataku telah lelah mengeluarkan banyak air mata sejak tadi, bola mata ini terasa sangat perih, hati ini terasa tak tenang, terasa tersayat sayat.
Bagaimanapun kematian adalah sebuah misteri. Rahasia Tuhan. Dan mungkin ini saatnya aku akan mati, ditangan Ronggeng itu. Mungkin inilah takdirku, Aku akan membayar jiwaku atas apa yang telah dilakukan oleh Papa terhadap Sri Rahayu.
Aku sungguh tak menyangka papa telah melakukan ini padanya. Namun aku tak bisa membenci papa, aku lebih kasihan kepada Papa. papa pasti telah mengalami hari-hari yang sangat berat, bertahun tahun sudah. Aku memang tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Papa dan Sri Rahayu. Aku pun tidak bisa menyalahkan Papa atas segala galanya. Papa tetaplah Papaku, aku sangat mencintainya.
Lalu, mama? Bagaimana mama kalau sampai mengetahui, bahwa Papa telah berselingkuh darinya. Papa telah membunuh gadis desa yang lugu. Namun sepertinya, cinta papa pada mama sangatlah besar. Papa tidak akan pernah mencintai wanita lain selain mama.
Mama, jika Ratih nanti mati. Mama jangan sampai depresi, jangan sampai kehilangan arah. Jangan sampai menjadi gila hanya karena anakmu ini. Mama, jika nanti Ratih mati. Mama jangan sampai mengorbankan diri mama. Tetaplah sadar, diatas pikiran positif.
Tenang saja ma, Ratih bakal hadir disetiap mimpi-mimpi mama. Ratih bakal bertemu dengan mama, mendekap dipelukamu, mencurahkan segala rindu yang menderu. Aku akan menghampirimu di setiap mimpi-mimpimu.
Lalu papa, sepertinya aku akan bertemu denganya sebentar lagi.
Dan aku telah sembuh ya, aku telah sembuh. Aku tak akan lagi sakit-sakitan,aku tak akan lagi terbaring dirumah sakit, aku sudah tidak akan lagi dihantui oleh mahluk-mahluk halus dan aku sudah tidak lagi merasa penasaran. tujuanku kesini memanglah ingin sembuh dan inilah caranya. Sebentar lagi semua ini akan berakhir, aku akan tenang.
Sejauh kaki ini melangkah pasti akan berhenti, sejauh mana aku bersembunyi dari Ronggeng dia akan mencari, sejauh mana aku akan menghindar dari Ronggeng dia akan selalu mengikuti.
__ADS_1
Aku menghela napas panjang, sangat panjang daripada biasanya. aku sedikit merasa lebih tenang. Aku sepertinya telah siap untuk mati. Walalaupun dalam hati paling dalam, terbesit ketakutan yang menderu, namun aku sedikit lebih siap untuk menghadapi kematian.
Selamat tinggal mama, Ratih mencintaimu.
Aku menyeka lagi air mata yang telah membanjiri pipiku, menyeka wajah yang telah menghadapi misteri. Sebentar lagi wajah ini akan menghadapi misteri lainya, yang akan sangat- sangat lebih mengerikan daripada saat ini.
Ini sudah waktunya, aku tidak ingin sahabat sahabatku yang mati. Aku telah mengorbankan mereka, demi keselamatanku. Aku tidak boleh jadi pengecut.
‘’ Ron... nggi... ada yang mau gue omongin sama kalian. Gue perlu bicara diluar sama kalian. ‘’ Ucapku pada mereka, dengan suara parau
Anggi langsung mengusap wajahnya. mengangguk, diikuti oleh Roni. Kami segera keluar dari rumah itu.
Aku segera memikirkan kata- kata yang tepat, semacam kata-kata perpisahan kepada mereka. Suasana diantara kami cukup lengang beberapa saat.
aku mendongak, langit tampak mendung, sebentar lagi turun hujan.
‘’ Ada apa Rat? ‘’Tanya Roni penasaran yang melihatku bengong cukup lama.
aku menyeka wajah
Aku segera meraih tubuh Anggi dan memeluknya. Ini adalah pelukan terakhir, aku puas-puaskan untuk memeluknya, karena kedepanya ataupun menit-menit selanjutnya, mungkin aku sudah tidak bisa memeluknya lagi.
Anggi nampak bingung, dengan apa yang tengah aku katakan dan aku lakukan. Dia hanya bengong.
Aku segera memandang ke arah Roni, ‘’ Dan kamu Ron, padahal kita baru aja kenal, tapi kamu sudah seperti sahabat lamaku, sama seperti Anggi dan Vito. Dan kamu, sejauh ini sudah banyak membantuku,melindungiku,menemaniku. Aku sangat senang sekali bisa bertemu dan kenal dengan orang sebaik kamu, kalau tidak ada kamu mungkin aku tidak sampai dititik ini. Makasih buat segalanya. ‘’ aku mencoba untuk tidak menangis
Aku berusaha untuk senyum, aku berusaha untuk tegar ‘’ kita disini ngelamain kejadian yang tidak masuk akal, kejadian kejadian seram yang terus meneror kita, mahluk-mahluk halus yang terus mengikuti kita, rasanya gue udah nggak kuat menghadapi ini semua. sebentar lagi gue akan sembuh Nggi, Ron. gue nggak perlu lagi memikirkan sebenarnya apa penyakit gue, karena gue sudah tau obatnya. Dan mungkin, takdir gue emang seperti ini. Akhirnya gue akan sembuh ‘’
‘’ Rat, maksud lo apa? Gue bener-bener nggak ngerti deh ‘’ Anggi bertanya penasaran
Sedangkan Roni kulihat ia diam memikirkan perkataanku.
__ADS_1
‘’ Gue akan mati, gue akan mati malam ini juga. Gue akan menemui Ronggeng Sri Rahayu ‘’ Aku mencoba tersenyum, namun isakanku menjadi jadi. Aku tak tahan menahan sesaknya dada ini.
Anggi dan Roni melotot.
‘’ Rat, kamu jangan nemuin Ronggeng itu, mungkin saja itu jebakan. Kita cari jalan lain, kita bisa bujuk Ibunya Sri Rahayu untuk mengikhlaskan kepergian Sri Rahayu, atau kita bisa pergi menemui Mbah Saan, beliau pasti tau seluk beluk Sri Rahayu itu Rat ‘’ Roni menatapku sembari memegangi tanganku. Dia menjelaskan dengan patah patah. Tanganya berkeringat. Aku melihatnya ia gemetaran.
‘’ Iya Rat, Rat gue nggak mau kehilangan lo, pleaseee Vito belum meninggal, lo jangan merasa bersalah begini. Aku nggak akan menyalahkan lo atas semua ini. kita itu sahabat, kita pasti akan bantu lo, keluar dari masalah itu. Gue nggak tau siapa itu Sri Rahayu, Ronggeng itu. Tapi, apa yang dikatakan oleh Roni itu benar, pasti ada cara lain. ‘’ ikut memegangi tanganku,tanganya pun gemetaran. Terdengar suara serak darinya.
lalu memeluku.
‘’ Nggak ada cara lain. Percuma Nggi, Ron. nggak ada cara lain untuk kabur, nggak ada tempat yang aman lagi buat gue, bahkan tadi malam aja, gue dipindahkan begitu saja didalam hutan larangan, digunung Raga Kusuma. Gue udah tidak punya tempat aman lagi, dan gue harus menemui Ronggeng itu, gue udah siap dengan semua ini. Gue uda siap menanggung semua ini. Kenyataanya gue emang harus mati di tangan Ronggeng itu‘’
Wussss....
Glarrrr......
Blarrrr.....
Kabut tebal tiba-tiba datang dari arah utara, kabut dengan cepat menutupi pohon- pohon,rumah-rumah. Membuat pandangan menjadi kabur, semua sisi dipenuhi oleh kabut yang sangat tebal.
Benda- benda disekeliling menjadi tidak nampak, setelah itu, suara petir menggelagar dilangit Silurah, kilat menyambar nyambar. Angin bergerak dengan cepat, Hujan turun dengan sangat deras. Mengguyur Silurah dengan sangat kerasnya, menghantam bumi, menghantam seluruh Silurah tanpa terkecuali.
‘’ Kok, tiba- tiba hujan gini sih‘’ Ucap Anggi sambil mengangkat telapak tanganya keatas kepala.
‘’ Rat, kita bicarakan masalah ini lagi didalam, ayok kita masuk ‘’ ujar Roni dengan bibir dan wajah yang sudah dipenuhi air hujan.
Namun, Ratih tak menjawab.
Rat....
Ratih....
__ADS_1
‘’ Kayaknya Ratih udah nggak ada didepan kita lagi deh, Ron ‘’ Ucap Anggi mencoba mencari cari Ratih