
Lalu Tubuhku seperti ada yang menggoyang goyangkan. Kurasakan tangan seseorang menempel dilenganku.
Perlahan aku mendengar suara seorang wanita, tepat disampingku.
‘’ Mbk bangun mbk ‘’ Ucapnya sambil menggoyang goyangkan tubuhku
Aku membuka mata dan dihadapanku sekarang ini adalah wanita memakai jilbab coklat. Yang tadi duduk disampingku.
Lalu wanita itu bangkit dari tempat duduknya Dan meninggalkanku seorang diri.
kulangkahkan kakiku untuk keluar dari bus. terasa sangat ringan, Hingga seperti terasa melayang. Aku masih dengan tatapan kosong, melangkah menuju ke gerbang kampusku.
Aku seperti tak sedang menginjak tanah. Aku seperti melayang- layang diudara. Tiba-tiba saja aku sedang melewati gedung- gedung kampus, tiba-tiba saja aku sudah berada didepan dikelas. Semuanya mendadak secara tiba-tiba.
Kuamati Benda-benda disekelilingku tampak seperti mau roboh. Kepalaku mendadak pusing, aku terjatuh pingsan. Dan seketika itu aku tidak mengetahui apa yang terjadi denganku.
***
Aku tersadar karena mendengar suara orang bercakap-cakap. namun suara itu tak terdengar dengan jelas.
Perlahan Aku membuka mata. Dan kulihat seorang laki-laki mengenakan kemeja kotak-kotak dan rambutnya agak gondrong, disisir rapi kebelakang.
Sepertinya seorang mahasiswa, Wajahnya menunjukan wajah yang cemas, Siapa dia? Apa dia Vito? Bukan, Vito memakai kacamata dan rambutnya pun pendek.
Trus kenapa aku bersama laki-laki itu, Sembari aku melihat keadaan sekitar. Aku melihat ruangan bercat putih, Aku terbaring dikasur dengan seprai putih khas di rumah sakit.
Dan aku mencium bau obat-obat an. Mungkinkah diriku sedang sakit? Aku mungkin dirumah sakit Atau diklinik kampus.
‘’ Heii akhirnya kamu sadar juga. ‘’ sahut laki laki itu
Tampaknya laki-laki yang kini duduk disampingku. Mengetahui kalau aku sudah sadar. Aku masih terdiam, Bukanya malah menjawab, aku justru malah balik bertanya kepadanya.
‘’ aku dimana?’’ tanyaku dengan lirih
‘’ kamu diklinik kampus sekarang, Tadi kamu jatuh pingsan, trus aku bawa kamu kesini.’’ jawabnya
Aku baru sadar, bahwa diriku ternyata pingsan. Aku tak ingat sedikitpun kenapa aku bisa pingsan.
Aku tak ingat kejadian sebelummya, hingga aku bisa sampai dikampus dan pingsan. Dan kini aku sudah berada diklinik.
Lalu seseorang yang tak asing bagiku, Melangkah menghampiriku. dialah Pak Husen dokter yang bekerja diklinik ini.
Aku sudah kenal baik denganya, aku seperti dianggap sebagai pasien langganan baginya. sudah berapa kali aku dibawa kesini dan tiba-tiba saja aku pingsan.
__ADS_1
Beliau menanyakan keadaanku. Dan kini aku terasa membaik. Kondisiku sudah mulai normal. Kepalaku sudah tak terasa pusing.
Sedikit demi sedikit, aku sudah mulai mengingat apa yang baru saja aku alami. Namun tak ingat secara detail.
Aku tak mempedulikan sama sekali seseorang yang kini berjalan bersamaku. Entahlah saat ini aku sedang memikirkan, kenapa aku pingsan.
‘’ makasih ya, tadi kamu uda nolongin aku. ‘’ ucapku memulai membuka mulut
‘’Iya sama-sama. Kebetulan tadi aku mau pulang. Tapi pas liat kamu lemas dan jatuh pingsan, aku langsung menghampirimu dan membawamu ke klinik.’’
‘’Jadi kamu mau pulang? Aku bener-bener minta maaf ya. Uda ngerepotin kamu.’’
‘’Nggak papa santai aja. Lagian aku nggak buru-buru kok. ‘’
‘’Oh ya, nama kamu siapa?’’
‘’Aku Roni.’’
‘’ Kalau namamu?’’
‘’Aku Ratih. ‘’
Aku sedikit penasaran denganya. Kutanyakan jurusanya? Rumahnya? Begitu sebaliknya, Roni juga menanyakan hal yang sama.
‘’Hah? Temenku? perasaan, aku tadi jalan sendirian deh.’’ Jawabku dengan nada bingung
Aku bingung dengan pertanyaan Roni. Aku memang tak inget secara detail kejadian sebelumnya, tapi aku ingat bahwa aku berjalan seorang diri.
‘’Maksudku temenmu yang selalu sama kamu. Yang orang lain nggak bisa melihat’’
Aku semakin bingung dibuatnya. Aku tidak mengerti arah pembicaraan Roni.
‘’ Aku nggak ngerti deh. Maksudnya gimana?’’
‘’Jadi, kamu... nggak tau kalau kamu itu ada yang jaga. Ada yang nemeni? Ya bisa dibilang temanlah.‘’
‘’Maksud kamu hantu gitu?’’
‘’Ya semacam itu. Tapi aku lihat dia nggak gangguin kamu kok. ‘’
‘’Kok kamu bisa tau,kalau aku ada yang jaga. Kamu bisa melihat hantu? ‘’
‘’bakat khusus. ‘’ jawabnya singkat sambil tersenyum
__ADS_1
Pantas saja, selama ini aku seperti merasakan kehadiran bayang bayang seram. yang sebelumnya tak aku percayai.
Aku merasa... seperti tidak lagi sendirian, aku merasa ada sesuatu yang menemaniku. terkadang, muncul bayang-bayang seram yang selalu membuat bulu kuduku berdiri. Gumamku.
Dan mungkinkah...sosok hitam yang kulihat yang melambai-lambai, waktu aku sedang diperpustakaan. Sosok hitam itu adalah mahluk yang menjaga diriku.
Dan Roni menyebutnya teman. Aneh, aku berteman dengan hantu. Tak pernah terfikir sedikitpun dibenaku.
Dan seketika itu, aku mengingat kejadian waktu lalu. ketika aku hendak pergi kerumah omku. Seorang pengemis tua, mengatakan kalau aku saat itu sedang berdua. Jelas-jelas hanya ada diriku seorang. Jadi waktu itu sosok hitam itu benar benar ada dibelakangku? namun aku tak bisa lihat.
Atau waktu aku mengalami kejadian dibus, sosok hitam itu melambai- lambai kepadaku. Jadi, dialah mahluk yang menjagaku.
Aku berusaha mengingat kejadian mengerikan dibus, sebelum aku dilambai oleh sosok hitam itu. aku seperti mengalami kejadian yang mencengkangkan.
Tapi apa? Aku tak bisa mengingatnya... ahhhh kepalaku seperti mau lepas, mendadak sakit.
‘’ kamu kenapa? Masih sakit? Tanya Roni
‘’ nggak papa kok. Jadi mahluk itu menjaga aku.? Tanyaku dengan masih memegangi kepala
‘’Iya dari yang kulihat sih begitu. Dia jagain kamu.‘’
‘’Tapi kenapa ya Ron, aku harus dijaga mahluk halus segala?’’
‘’Sepertinya mahluk yang ada pada dirimu itu,diberikan sama orang yang sangat menyayangimu. Biar tidak terjadi apa- apa denganmu.’’
‘’Biasanya seseorang itu telah tiada. Makanya kamu dikasih penjagaan, mungkin dia udah tidak bisa jagain kamu.’’ lanjutnya
Mungkinkah yang memberikan mahluk halus itu adalah papa. Ujarku dalam hati.
Belum sempat aku menanyakan banyak hal kepada Roni, Dia tampak terfokus pada hp nya. Kemudian mematikan hp nya dan memasukan ke dalam saku. katanya ada hal penting. Dirinya harus pergi.
Sebelum Roni melangkah pergi. Dia memberiku kartu nama dan sekaligus nomor teleponya. Tampaknya dia sudah tau,kalau aku akan menanyakan banyak hal.
Aku masih berdiri ditempat. Aku masih bertanya-tanya kenapa Papa memberiku mahluk halus untuk menjagaku.
Apa aku dalam bahaya. Aku sedikit lega, Ternyata selama ini aku itu ada yang jaga. Dan penyakitku ini karena mahluk halus yang menjagaku.
Tapi bukankah... kata Roni dia itu temanku. kenapa malah menggangguku?
Rasanya aku ingin menanyakan secara langsung kepadanya. Gila... aku semakin stress saja menghadapi ini semua.
Aku tak bisa bicara dengan Mahluk halus, yang kini bersemayam dalam diriku. melihatnya saja, membuatku merinding.
__ADS_1