RONGGENG

RONGGENG
Setelah kejadian Itu


__ADS_3

Dari jam yang berubah-ubah, kemudian suara pintu digedor-gedor, kaca yang retak tiba tiba utuh kembali, hingga penampakan kaki. yang hanya bisa didengar oleh diriku dan dirasakan olehku.


Membuatku bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi padaku? kini pertanyaan-pertanyaan itu bersemayam dipikiranku, hingga tak ada yang mampu menjawabnya.


Aku telah tertidur lelap, dengan bersemayam berjuta-juta pertanyaan yang merundung diriku.


***


Sementara itu, Bu Sara wanita dengan rambut sebahu berjalan menuruni tangga. Dia adalah Ibunya Ratih, wanita yang harus mengurus anak seorang diri. tanpa ada suami disampingnya.


Membuatnya dituntut oleh pekerjaan sehari hari. Ia menjadi berperan ganda, sebagai Ibu bagi Ratih. sekaligus menjadi kepala keluarga.


Berangkat ke kantor pagi hari dan pulang malam hari. Apalagi kalau mendapat lembur, maka beliau akan pulang larut malam. Dan ketika pulang larut malam, ia sudah tidak lagi melihat Ratih. Ratih sudah tertidur dikamarnya.


Ia langsung menarik handuk dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Lalu merileksan tubuh lelahnya. Setelah mandi, ia kembali ke kamar Ratih untuk mengecek keadaanya.


Dengan perasaan yang tak karuan, Dalam hati Bu Sara bertanya-tanya, apakah Ratih baik-baik saja sekarang?


Gerangan apa yang membuat putrinya itu tampak ketakutan selepas dari kamar mandi. Atau cerita putrinya yang terdengar mengada ngada olehnya.


Kini Bu Sara memandangi wajah putrinya dengan rasa iba. Ratih kini sudah terlelap tidur. Lalu Bu Sara merapikan beberapa buku yang sedikit berantakan. dan Bu Sara turun kembali, untuk melanjutkan pekerjaanya.


Jam menunjukan pukul 21.00 dan Bu Sara masih sibuk dengan laptopnya diruang tengah. Tanganya mulai mengetik sesuatu , Lalu Bi Marni datang membawakan secangkir teh.


‘’ ini tehnya Bu.’’ Ucap Bi Marni sambil meletakanya dimeja


‘’makasih ya Bi, taruh disitu saja.’’ Jawab Bu Sara tanpa menoleh kearahnya.


‘’ Saya tinggal kebelakangan dulu ya bu’’


‘’eh Sebentar Bi ‘’


Lalu meluruskan tubuhnya, dan mengambil teh lalu meneguknya. Kemudian, diletakan kembali ke tempat semula.

__ADS_1


‘’Saya ingin menanyakan sesuatu tentang Ratih. apa dia baik-baik saja selama dirumah Bi?.’’


‘’ non Ratih, baik-baik saja kok Bu,’’


‘’ kok saya agak khawatir ya sama Ratih. Setelah Kejadian barusan, Ratih tiba-tiba jadi ketakutan begitu. mungkin Ratih hanya kecapean aja kali ya. Dan berfikir yang tidak-tidak.’’


‘’Iya Bu, tadi saja, saya kaget loh setelah mendengar nak Ratih berteriak. Saya mau langsung ngecek ke atas. Tapi untungnya Ibu pulang. Trus tadi katanya gimana bu? Ratih kenapa?’’.


‘’ Dia melihat kaki orang... katanya. trus katanya cermin dikamar mandi retak, setelah saya lihat nggak retak sama sekali Bi, trus katanya pintu kamar mandi digedor gedor, padahal tidak ada yang gedor gedor.’’


‘’ Waduh.. saya jadi merinding dengarnya.’’


‘’ Trus keadaanya sekarang gimana bu?’’ lanjut Bi Marni bertanya


‘’ Udah tidak apa-apa. Sekarang dia sudah tidur.’’


‘’Tapi ya Bu, apa sebaiknya Ratih dibawa aja ke orang pintar. Non Ratih itu diganggu oleh setan bu. Trus nih ya, terkadang saya mendengar non Ratih bercakap cakap dengan seseorang dikamarnya, jelas- jelas hanya ada non Ratih dikamarnya. Trus ada juga orang yang ketawa tawa dikamarnya non Ratih, suara orang bernyanyi dikamarnya non Ratih. Saya jadi takut terjadi apa-apa sama non Ratih Bu.’’


‘’ Tidak mungkin Bi, Bi Marni itu ada-ada saja, kok jadi ikut ikutan Ratih gini sih, Ratih Cuma kecapean dan karna kecapean. Jadi memikirkan hal yang tidak-tidak. Udah Bi Marni tenang aja, saya sedang menghubungi teman saya yang ada di Singapura untuk mencarikan dokter yang tepat untuk menyembuhan Ratih.’’


Bi Marni melanjutkan pekerjaanya didapur. Sementara Bu Sara, segera menutup laptopnya. Dan beranjak dari kursi, lalu melangkah ke kamar untuk tidur.


Bu Sara yang masih khawatir dengan Ratih, namun ia sama sekali tak percaya akan hal seperti itu. Sungguh tidak masuk akal bantahnya.


***


Suara jam dinding yang berdentum, memecah keheningan malam. Sudut-sudut ruangan yang tampak sunyi. Keadaan gelap gulita tanpa ada cahaya yang menerpanya.


Lalu bayang-bayang benda dirumah itu tampak bermain ria, ada juga yang berdiri mematung. Atau suara air kran yang menetes netes dari wastafel, seringkali membuat orang yang mendengar merasa ketakutan.


Namun kesunyian itu tak berlangsung lama, Suara adzan mulai menggema dari sudut-sudut kota. Mencoba mengusik hati manusia agar melakukan kewajibanya.


Bi Marni kini telah bangun. Sebagai pembantu dirumah itu, sudah semestinya ia harus bangun lebih awal.

__ADS_1


Bu Marni tak enak jika bersantai, sedangkan Bu Sara dan Ratih sangat baik kepadanya. Diikuti oleh suara pintu yang mulai terbuka, Bu Sara telah bangun.


Dan selang beberapa saat, Terdengar gemericik air dari arah kamar mandi. Bu Sara sedang mandi, Menandakan ia akan segera berangkat bekerja seperti biasa.


***


Bu Sara yang sedang melahap sepiring nasi putih, ditambah lauk menu pagi diatasnya. kemudian menghentikan kunyahanya, Lalu teringat bahwa Ratih belum menampakan batang hidungnya.


Lalu berdiri dan menuju ke kamarnya. Diketok pintu kamarnya, namun tak ada jawaban. Kemudian Bu Sara langsung memutar ganggang pintunya, dan melangkah masuk.


‘’Ratih, bangun nak udah pagi’’ sahutnya sembari berjalan ke arahku


Terdengar sayup-sayup suara mama membangunkanku.


‘’ Uda pagi ya,ma ‘’ jawabku dengan suara agak parau.


kini badanku serasa tak berdaya, kepalaku pusing dan suhu badanku meningkat. aku sepertinya sakit.


lalu telapak tangan yang dulu biasa aku rasakan,ketika aku masih kecil. Telapak tangan itu terasa bergetar diatas keningku. dan kali ini telapak tangan itu menjadi sedikit lebih kasar.


ya kini aku merasakan telapak tangan itu lagi. Telapak tangan mama yang mengecek dahiku. lagi-lagi kudapati kekhawatiran terlukis jelas diwajahnya.


'' keningmu panas nak ‘’


tanpa meminta persetujuanku terlebih dulu, mama langsung mengajaku ke rumah sakit. kali ini aku harus menolak ya! aku tidak mau membuat mama khawatir lagi.


'' aku baik- baik aja kok ma, Cuma panas sedikit, nanti juga bakalan sembuh. ‘’ ucapku dengan berat


'' Tapi sayang,lihat kondisimu, badanmu juga panas.’’


'' tidak apa-apa ma, beneran deh percaya sama Ratih, Mama pergi berangkat kerja aja. Kan ada Bi Mirna dirumah.’’


‘’ yaudah kalau ada apa apa hubungi mama ya ‘’ ucapnya sambil berdiri dan pergi

__ADS_1


Mama akhirnya mengalah dan telah pergi dari pandanganku. Kepalaku masih terasa sakit, kemudian aku beranjak dari tempat tidur dan memilih untuk duduk dikursi.


__ADS_2