RONGGENG

RONGGENG
Kerasukan


__ADS_3

Aku mendengar suara kaki berlari, Semoga saja itu suara kakinya Roni gumamkiu dalam hati.


Dan kulihat bayangan kakinya telah berhenti didepan pintu.


Brak…


pintu terbuka.


Roni sudah berdiri diambang pintu, melihat kami tajam ke arah kami dan segera menghampiri kami.


‘’Ada apa ini Rat.’’ Tanyanya sambil terengah engah


‘’Aku nggak tau Ron. Tiba-tiba kakek jadi seperti ini.’’ Jawabku dengan masih memegang tubuh kakek Jamal yang terkejang kejang


Roni langsung menyadarkan kakeknya Seraya memanggil manggil agar cepat membuka mata.


Tak lama setelah itu, Mata Kakek Jamal kini terbuka, terbelalak. Napasnya tersenggal-senggal. Wajahnya panik, Layaknya seperti orang yang habis dikejar harimau.


Kakek Jamal beralih Memandangiku.


‘’Maaf kan saya cah ayu, saya tidak bisa membantumu menyelesaikan masalah ini. Cepatlah pergi kedesa Silurah dan selesaikan semuanya.’’ Tukas Kakek Jamal seraya beranjak dari kursi


‘’Memangnya kenapa kek? Apa yang terjadi?.’’ Tanyaku dengan tak kalah paniknya


Kakek tak menjawab pertanyaanku, lalu melihat aku seperti melihat mahluk yang menyeramkan.


Roni mencoba menahanya dan berkata kepadanya tentang apa yang telah terjadi.


namun kakek Jamal tak mau berbicara lagi dan bergegas masuk ke dalam kamarnya diikuti gebrakan pintu yang dibanting dengan keras .


Aku dan Roni masih terdiam ditempat.


‘’ bagaimana ini Ron, kakekmu kenapa? Isaku.


Aku menangis. Melihat aku menangis, Roni mendekatiku kini wajahnya tepat ada dihadapanku.


Aku keluar dari ruangan itu dan di tuntun Roni. Badanku terasa lemas setelah mengetahui kakek Jamal bertindak aneh.


Lalu Roni mengantarkanku pulang. saat diperjalanan, kami tak mengobrol sedikitpun. Sesekali Roni mencoba menenangkanku


‘’ Mungkin terjadi sesuatu yang buruk Rat. Sehingga kakek berkata seperti itu. Tidak biasanya kakek bersikap seperti itu. Nanti aku coba tanyakan ya, ‘’ sahutnya sambil mengendalikan gas motor


Sesampai dirumah. Aku langsung turun dan pamit diri.


‘’Eh sebentar,Rat’’ cegahnya


Aku mengurungkan masuk kedalam rumah. karena kudengar Roni memanggilku.


‘’Iya Ron’’ sahutku singkat

__ADS_1


‘’Aku mau menemanimu pergi kedesa Silurah. Sebagai permintaan maafku,karena kakek tak bisa membantumu. ‘’ ujarnya sambil menaruh helmnya dikaca spion


Entah mengapa aku meneteskan air mata. mungkin karena Roni membuatku lebih tenang. Apa karena Roni ikut. Setidaknya, Roni bisa melihat hantu. Ada seseorang yang bisa diandalkan kalau terjadi sesuatu yang buruk.


Aku tersenyum kepadanya. Begitu juga dengan Roni. Ia memakai helmnya lagi dan telah lenyap dari pandanganku. Aku segera masuk ke dalam rumah.


***


Aku mendadak terbangun,karena suara dering telepon yang mengganggu tidurku. Kuraih Handphone, yang sedari tadi berbunyi meminta untuk dicek.


menggunakan kedua tanganku, yang terasa lemas. Kuangkat sedikit tubuhku, kurasakan tubuhku lemas dan tak berdaya.


Kutatap layar handphone. Kubaca nama kontak yang menelponku. Roni...


Aku baru ingat, ternyata hari ini aku berencana untuk bertemu denganya. Pasti Roni sudah menungguku dikampus.


‘’Eh Ron, maaf aku nggak bisa ke kampus deh kayaknya. Aku lagi sakit. Jawabku serak


‘’Kamu Sakit! Yaudah aku kerumahmu aja,boleh? Kayaknya firasatku nggak enak deh.’’ Jawab Roni dari sebrang sana, dari nadanya terasa cemas


‘’Iya boleh. Hati-hati ya dijalan .‘’ tutupku


Dari nadanya kurasakan Roni sangat cemas sekali. Padahal diriku ini hanya panas dan mungkin nanti juga akan sembuh. Berlebihan saja Roni itu.


Roni memang laki-laki yang baik. Kini aku semakin akrab saja denganya. Seakan-akan aku dan Roni itu sudah kenal lama, padahal baru beberapa hari.


Ada yang mengganjal dipikiranku. Omku tak ada kabar sama sekali, Nomornya pun tidak aktif. Aku semakin gusar dan tak tenang.


‘’ Ratih, kamu sakit lagi ‘’ sahut mama dari kejauhan


‘’Mama, kok mama pulang?’’ ucapku dengan kaget


‘’Mama dapet telepon dari Bi Marni, katanya kamu sakit. Sekarang ayo Kita ke rumah sakit.’’ Sambil duduk dikasurku


‘’Tapi Ma. Aku baik...’’


‘’nggak ada tapi- tapian. Kali ini, kamu harus turuti apa kata mama.’’ Ujarnya lalu melangkah keluar


Dengan amat terpaksa, aku mengikuti kemauan mama. Yang sebenarnya aku tidak ingin pergi kerumah sakit. tapi mau gimana lagi.


Aku segera bangun dan bersiap- siap untuk pergi ke rumah sakit. Tapi badanku terasa lemas sekali,aku tak bertenaga.


Oh ya nanti kan Roni mau kerumahku. lirihku


Aku langsung menuliskan pesan untuk membatalkanya. Belum sempat aku menuliskan pesan, tiba- tiba ada pesan masuk dari handphoneku ,setelahku buka. ternyata pesan dari Roni dan katanya sudah hampir sampai rumahku.


Duh.. gimana ini? Aku mengernyitkan kening, Yaudah lah nanti aku bilang saja sama Bi Marni. Kalau aku sudah kerumah sakit. Pikirku


Kreket....

__ADS_1


Brakk....


Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara gebrakan pintu. pintu kamarku tertutup sendiri.


Padahal saat ini,Tak ada angin. aku kaget bukan main dan hp ku terlempar begitu saja.


Tok... tok...tok.


Tak lama kemudian terdengar ketokan pelan,dari arah pintu. Suara itu sangat pelan.


Mama? Bi Mirna? .. kataku dengan sedikit keras


Namun sunyi tak ada jawaban. bunyi ketokanya terdengar kembali. Namun suaranya lambat laun menghilang.


Aku melangkahkan kaki hendak membuka pintu. Dengan tangan yang bergetar, aku telah menyentuh gagang pintu.


Dan aku menelan ludah dalam dalam. Deg... deg...


ketika gangang pintu kuputar dan pintu kubuka, Tak ada seorang pun dibalik pintu tersebut.


Kutengok ke kanan ke kiri tak ada orang.


Aku membalikan badan dan segera menutup pintu, kini kusandarkan tubuhku dipintu. Sambil memejamkan mata sejenak. Dan kembali ke kasur.


Namun kurasakan sesuatu seperti telah memasuki tubuhku. Seperti kejadian sebelum sebelumnya


Dan kali ini aku menyadari , kalau mahluk tak kasat mata lah yang masuk ke dalam tubuhku.


Tubuhku seperti dikendalikan oleh mahluk tersebut. Sesuatu telah mengambil alih tubuhku.


***


Bu Sara yang merasa Ratih tidak turun turun sedari tadi segera mengecek ke kamarnya.


‘’Ratih... Ratih... cepat turun sayang, kita mau berangkat.’’ Teriaknya sambil menaiki tangga


Tak ada sahutan darinya. Bu Sara langsung menyergap pintu dan pintu tidak bisa dibukanya.


‘’ sayang kamu lagi ngapain. Kita segera berangkat ‘’ ucapnya dengan sedikit berteriak


Bu Sara berusaha membuka pintu. Sambil memanggil- manggil nama putrinya itu.


‘’Buka Ratih, buka pintunya. Kamu sedang apa, kita mau berangkat.’’ Sahut Bu Sara sekali lagi lebih kencang


Kemudian pintu terbuka dengan sendirinya. Bu Sara agak heran, namun ia langsung masuk dan mendapati putrinya, sedang berdiri disamping tempat tidur.


Dari arah jendela, tiba-tiba angin sangat kencang masuk. hingga jendela tergebrak-gebrak oleh terpaan angin.


Wussss.... Seketika itu angin datang membuat benda benda terjatuh dan bergoyang goyang.

__ADS_1


__ADS_2