RONGGENG

RONGGENG
Keanehan Saat Pemanggilan Arwah


__ADS_3

Namun yang mengganggu pikiranku adalah Ronggeng. Aku baru ingat kejadian mengerikan dibus, bagaimana aku berada didalam bus seorang diri, melihat ronggeng dan diriku ini yang disergap kabut putih tebal.


Sampai aku berjalan menuju Kampus, badan ini terasa ringan dan akhirnya aku jatuh pingsan dan ditolong oleh Roni.


Lagi-lagi aku sulit mengatakan kalau ini hanya mimpi atau benar- benar terjadi. Namun faktanya itu adalah mimpi yang seperti nyata.


Lalu aku seperti disuruh menyelesaikan sebuah teka-teki, yang membuatku semakin kebingungan


Jika... mahluk halus yang ada pada diriku ini menjagaku, lalu aku ini sakit apa? Apa ada mahluk lain yang menggangguku?


Dan memang diriku ini, sepertinya harus pergi ke desa Silurah dan menemui Ronggeng. Seperti apa yang dikatakan oleh Om ku.


Kenapa aku tak mencoba bertanya pada Roni saja ya. Mungkin Roni mengetahui semua ini, dia kan bisa melihat hantu. Desisku.


***


Aku mencatat nomor telepon yang diberikan Roni kepadaku. Setelah aku cek dan tak ada masalah, aku segera menelponya. Dan tak lama kemudian, terdengar suara dari sebrang sana.


‘’ hallo ini siapa ya ‘’ sahut Roni dari seberang sana


‘’ heii aku Ratih. Yang tadi kamu tolong, waktu aku pingsan.’’ Jawabku dengan penuh semangat


‘’Ohh Ratih. iya ya aku inget. maaf ya, tadi aku nggak bisa ngobrol terlalu lama. Ada urusan soalnya.’’


‘’ nggak papa kok. Oh ya, besok… kamu free nggak? ‘’


‘’Jam 10 aku free, aku uda nggak ada kelas jam 10, kenapa?’’


‘’Besok aku mau tanya sesuatu. Ada banyak hal, yang mau aku ceritain ke kamu.’’ Jawabku sambil memainkan bolpoin


‘’Okee. Besok mau ketemu dimana?’’


‘’Digazebo aja gimana.’’


‘’Boleh. ‘’


‘’Oke besok, ketemu digazebo ya, jam 10.’’


Dalam sekejab, aku dan Roni sudah saling mengenal.


Kini Roni mengirimkan pesan. Ya, sekadar basa-basi belaka. Membahas masalah yang tidak penting. Sampai aku baru terlelap, jam 22.00.


***


Aku dan Roni akan bertemu jam 10 di gazebo. Aku telah sampai digazebo, dan aku melirik ke berbagai sudut. kalau- kalau Roni datang.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 10.15 dan Roni belum kelihatan batang hidungnya. seraya aku menatap tajam layar handphoneku, mungkin ada pesan dari Roni.


Tak ada pesan masuk,aku mengetikan pesan dan akan kukirimkan kepadanya. seketika itu, handphone ku terasa bergetar.


‘’ eh maaf. Aku baru ketemu sama temenku buat bahas tugas. Ini aku uda selesai, kamu dimana?’’ jawabnya di pesan


Aku tersenyum, akhirnya Roni membalas juga. Lalu ku kirimkan balasan kepadanya.


Tak lama kemudian, ada suara seseorang memanggil namaku. Kulihat laki-laki memakai jaket jeans, dengan senyum mengembang dibibirnya.


menyapaku sembari duduk disampingku. Lalu melepas tas nya dan diletakan disampingnya. meminta maaf karena telat.


aku mulai menceritakan semua kepadanya. yang betumpuk- tumpuk layaknya tugas kampus. Yang bersarang dibenak dan pikiranku. Sesuatu yang mengganjal hatiku kukeluarkan semuanya hari itu, kepada Roni.


Kulihat matanya menatapku dengan tatapan serius. Seraya mendengarkan ceritaku.


‘’ Sepertinya, kamu ada hubunganya dengan Ronggeng itu ’’ Katanya sedikit ragu


‘’biasanya mimpi seperti itu, semacam sebuah pesan dari seseorang, melalui mimpi. Dan kamu, ada konektivitas dengan desa silurah dan ronggeng. ‘’ lanjutnya mencoba meyakinkanku


Kulihat matanya tampak berbinar. Wajahnya tampak bahagia.


‘’Kebetulan, kakek saya punya kelebihan khusus. Kamu bisa meminta tolong sama kakeku. Semoga saja, kakek bisa membantu.’’


Lalu tanpa berlama lama lagi. aku membonceng Roni dengan motornya dan kami melaju ke rumahnya Roni.


***


Sekitar 20 menit, kami telah sampai dirumah yang bentuknya menyerupai rumah adat. Yang nampak tua, namun masih enak dipandang mata.


Dihalaman rumah, terdapat tanaman-tanaman dan bunga-bunga yang terjejer rapi. Lalu dari dalam terdengar suara kicauan burung,yang ternyata berasal dari teras rumah Roni.


disitulah aku bisa melihat burung-burung dikandang. sepertinya Roni suka memelihara burung.


Roni yang melihatku tampak melamun, memanggilku.


‘’ Ayok masuk Ratih.’’ Sahutnya dari pintu


‘’Oh iya. ‘’ jawabku sambil melangkah masuk.


Aku melangkahkan kaki masuk kedalam rumah, mengikuti Roni.


Dari dalam, terlihat seorang kakek memakai baju khas adat Jawa dan memakai blangkon. Tengah berjalan menghampiri diriku.


Sepertinya dia adalah kakeknya Roni gumamku. Dan benar ternyata dia adalah kakeknya. Dan Kakek itu memperkenalkan dirinya sebagai Kakek Jamal.

__ADS_1


‘’ Kakek ada tamu spesial nih’’ kata Roni sembari menanggalkan jaketnya.


Rumahnya tampak sedikit gelap, kurisnya pun tampak kuno,namun dihiasi dengan ukiran-ukiran yang membuatnya tampak indah.


Setelah aku memperkenalkan diri dan bagaimana bisa sampai bertemu dengan Roni. Roni kemudian menjelaskan maksud kedatanganku. Aku membenarkan apa yang dikatakan oleh Roni.


Kata kakeknya Roni, mereka memang biasa membantu orang-orang yang kerasukan Setan,kena santet atau diganggu iblis.


mereka sangat senang bisa membantu orang-orang yang membutuhkanya. Menyelamatkanya dari jeratan iblis, yang mengganggu manusia.


‘’ mimpi itu kembang tidur ndok, kadang ada maknanya,tetapi kadang tidak berarti apa-apa.’’ Jelas Kakek padaku


‘’Soal mimpimu itu, sepertinya kakek yang ada dimimpimu itu, memang sengaja menyampaikan pesan.’’


kakeknya Roni akan mencoba berbicara dengan mahluk yang menjagaku.


Aku tak keberatan, kemudian aku dibawa keruangan yang tampak gelap sekali. Namun masih ada cahaya dari jendela.


Ruangan itu adalah ruangan yang digunakan untuk melakukan pemanggilan arwah atau mahluk gaib. Kata Kakeknya Roni.


Aku dipersilahkan duduk, ketika kakek mengetahui ku tampak ragu.


‘’ Jangan takut Ndok.’’ Sahutnya dengan pelan


Aku hanya mengangguk pelan, lalu duduk. Kulihat kakek menutup gorden jendela, sehingga membuat ruangan benar-benar gelap.


Lalu kakek menyalakan lilin. Menarik napas panjang dan matanya kini terpejam. Mulutnya terbuka, kemudian membaca semacam mantra, namun aku tak bisa mendengarnya dengan jelas.


Kulihat tanganya mengepal tubuhnya diam membeku, kepalanya bergerak menoleh ke kanan dan ke kiri. Mulutnya masih komat kamit, membaca mantra.


Didalam gelapnya ruangan. Aku sedikit merasa khawatir, berjuta- juta mata seperti mengintai dari kegelapan.


Aku memandangi kakek Jamal yang sedang mencoba berbicara dengan mahluk yang menjagaku.


Tiba-tiba tubuhnya kakek Jamal tersendat, seperti terbentur kursi dibelakangnya.


Tanganya mengepal gemetaran. lalu mulutnya yang sebelumnya komat kamit membaca mantra, kini menggerang-gerang.


Aku pun panik. Lilin yang menyala dimeja tiba-tiba padam. Aku tak bisa melihat apa-apa. Yang kudengar hanyalah suara gerangan Kakek.


Lalu kucari korek api dan akan kunyalakan lilin itu kembali. Namun aku tak dapat menemukanya. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan.


‘’ kek ada apa kek… ‘’ ujarku panik sambil memegangi tubuhnya yang masih terkejang kejang.


‘’ Ron… kakek kenapa ini….kamu dimana? Ron.. ?’ ’teriaku mencoba memanggil Roni

__ADS_1


__ADS_2