RONGGENG

RONGGENG
Mimpi


__ADS_3

lalu memutar beberapa lagu dihp ku. Kuikuti alunan musik dan kuresapi makna lagu tersebut, sembari ku pejamkan mataku. Hingga semuanya menjadi gelap.


Tak terasa lagu yang sedari tadi aku dengarkan. kini hanya terdengar sayup sayup dan suara lagu itu perlahan hilang. Suara lagu itu, tergantikan oleh kesunyian. Sunyi, sangat sunyi.


Hingga membuatku antara sadar dan tak sadar, aku sudah berada disebuah tempat yang sangat asing. suatu tempat yang belum pernah aku lihat sama sekali. Bahkan tak pernah terfikir olehku.


Aku berdiri tepat diatas sebuah tangga yang dipenuhi dedaunan berwarna coklat dan kering. sepertinya sudah sangat lama tempat ini tak dilewati.


Aku masih saja berdiri mematung .ku gerakan kakiku menapaki tangga itu satu persatu. Sampai pada tangga paling atas, dihadapanku telah berdiri bangunan seperti candi.


Dengan ukiran apik disekelilingnya. namun bangunan tersebut seakan sudah sangat lama tak terjamah oleh manusia. Sampai rumput liar pun melilit bangunan itu.


Aku menjadi semakin penasaran, hatiku terusik ingin mengetahui lebih dalam. hingga aku niatkan untuk masuk ke dalam. saat aku menginjakan kaki hendak masuk, ucapan selamat datang kini seakan menyertaiku.


Aku sedang berjalan diatas jalan setapak, yang keadaanya sama seperti tangga yang baru saja aku lewati. jalanan sekali lagi, dipenuhi dengan dedaunan dikanan kirinya. Lalu aku sudah berada ditempat, dimana tempat itu dipenuhi dengan pohon bambu yang lebat.


Dengan diselimuti kabut tebal, yang membuat penglihatanku menjadi kabur. hingga aku tak sengaja, melihat sosok perempuan yang sedang berjalan tepat dibalik pohon bambu itu.


Perempuan itu tampak berjalan anggun bak seorang putri. Dari arah belakang, kulihat ia memakai pakaian adat tanah Jawa, rambut yang bagus dan tergantung apik bunga melati diatasnya. Namun aku tak melihat wajahnya, karena aku melihatnya dari arah belakang.


Seketika itu, aku memanggil manggil perempuan itu, namun tak ada jawaban darinya. Aku berusaha untuk mengejar, Akan tetapi perempuan itu tiba-tiba menghilang ditelan kabut yang mengelilingi tempat itu.


Saat aku sedang berlari mengejar perempuan tersebut, aku terjatuh. hingga kaki ku terkilir dan terasa sulit untuk bangun.


Tiba-tiba gadis kecil sekitar umur 10 tahun, berlari kearahku dan mengulurkan tanganya.


Gadis kecil itu tersenyum ke arahku, namun hanya sekali. setelah itu ia tampak murung dan sedih. wajahnya yang pucat dan rambutnya pun berantakan. lalu aku meraih tangannya dan berhasil bangun.


'' Hei Dik, kamu siapa?kenapa kamu disini? Tanyaku pada gadis kecil itu


Pertanyaan yang ku lontarkan tak digubris sama sekali olehnya. pertanyaanku bagaikan angin lalu baginya.


Lalu gadis kecil itu langsung menyeretku dan mengajaku untuk lari. tanpa menjawab pertanyaan yang aku lontarkan. Tanganya terasa dingin sekali.

__ADS_1


Kami telah sampai, disebuah rumah kecil layaknya seperti gubuk. gadis itu lalu tersenyum dan berlari hingga ia menghilang seperti perempuan yang kulihat tadi.


Pada saat itulah, muncul seorang kakek tua dengan blangkon diatas kepalanya. lalu melangkah keluar sembari mendekapkan tanganya. lalu menghampiriku.


'' Nak Ratih ya?'' ucap kakek itu mengagetkanku


Aku terperanjat, Bagaimana kakek itu bisa tau namaku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya.


‘’Maaf, Kakek siapa ya?’’ jawabku malah balik bertanya


Tanpa menjawab pertanyaanku, kakek itu langsung menimpali dengan jawaban yang membuatku kaget bukan main.


‘’Cah ayu, sampean ingin penyakitmu sembuh? datanglah ke desa Silurah dan temui RONGGENG.’’ ucapnya


Sebelumnya, aku ingin mengajukan banyak sekali pertanyaan. Seperti tempat apakah ini? Kenapa diriku ini bisa berada disini? Lalu Siapa perempuan yang tadi ku lihat? Dan siapakah gadis kecil itu, yang mengantarkanku kesini?.


Sepertinya kakek itu tahu segalanya tentang diriku dan penyakit yang dideritaku. mengetahui akan tempat ini dan orang-orang yang barusan saja aku temui.


Hingga aku telah membuka mata. Dan kini aku sadar, bahwa aku sedang duduk dikursi kamarku.


Ternyata aku hanya mimpi. mimpi yang terasa nyata. Sangat nyata. bagaimana aku ingat benar setiap detailnya.


bagaimana aku bisa mengingat tempat itu, gadis kecil yang berpakaian lusuh dan mengantarkanku ke gubuk kecil. bahkan seorang perempuan yang aku ikuti dan kakek yang memakai blangkon itu.


‘’ Ya! kakek itu ‘’ seru ku sekali lagi.


Aku masih ingat kata-kata yang keluar dari kakek itu. yang mana jika diriku ingin sembuh, datanglah ke desa Silurah dan bertemu dengan RONGGENG.


Ronggeng? aku mencoba menerka siapakah ronggeng itu? Lalu apa hubungannya dengan diriku? Hubunganya dengan kakek itu? Mimpi yang aku alami seperti sebuah petunjuk, memiliki sebuah firasat.


Aku bingung, memikirkan mimpi yang barusan kualami. mimpi yang bagiku terasa nyata.


Lalu pintu kamarku terketuk, membuyarkan semua lamunanku. Bi Marni datang dengan secangkir teh ditanganya.

__ADS_1


‘’Gimana keadaanmu,non. Masih sakit?’’ sambil menyodorkan gelas diatas meja


‘’Udah lumayan kok Bi,’’


‘’Ini Bi Marni bawain teh, Ada apa non, kok sepertinya non kebingungan? Apa liat hantu lagi?.’’


‘’Eh Bi, Bi Marni tau Ronggeng nggak? Kataku bersemangat, sambil mempersilahkan Bi Marni duduk disampingku


aku langsung menyambar Bi Marni, dengan pertanyaan yang secara spontan keluar dari mulutku.


‘’Ronggeng? Memangnya ada apa, kok tiba -tiba nanyain ronggeng?’’ ujar Bi Marni sambil duduk dikursi


‘’ Nggak papa Bi, cuman tanya aja. Bi Marni tau? ‘’


‘’Ya ronggeng itu penari cantik non, didesanya Bi Marni setiap tahunya itu manggil ronggeng non. Buat hiburan warga desa ‘’


‘’Penari?’’ hanya itu yang keluar dari mulutku


‘’ Bi, Bi Marni percaya tidak kalau aku ini diganggu oleh setan? ‘’ lanjutku bertanya


‘’Iya non, Bibi rasa non Ratih itu diganggu oleh setan. penyakitnya non Ratih itu tidak akan sembuh jika ditangani oleh Dokter. Non, harus dibawa ke orang pintar ‘’ jelasnya


Bi Marni memang percaya akan hal seperti ini. Bi Marni memang berasal dari desa, orang desa masih kental dengan keyakinan seperti itu.


Haruskah aku percaya? Sepertinya aku harus percaya dan tanpa kusadari hatiku mengatakan ya aku telah percaya, mulai saat ini.


Apakah benar yang dikatakan sebagian orang, bahwa mungkin saja aku diganggu oleh setan.


Ya mungkin saja, penyakitku ada hubunganya dengan hal mistis. Secara medis, memang tak bisa memvonis diriku mengindap sebuah penyakit.


Dan terlebih mimpi yang baru saja aku alami. memperkuat kalau sebenarnya penyakitku ini ada hubunganya dengan dunia mistis.


Aku telah membuka, aku telah menerima dunia lain masuk ke dalam pikiranku dan aku mulai percaya akan hal itu, mulai detik ini.

__ADS_1


__ADS_2