
Dering telepon rumah berbunyi. Bi Marni yang sedang mencuci piring,menghentikan apa yang tengah dilakukanya.
Lalu berjalan keruang tamu mengangkat ganggang telepon.
Hallo ucap Bi Marni memulai bicara
‘’ Saya Anggi Bi, Ratih kemana ya Bi? Kok dihubungi tidak bisa. ‘’ Tanya Anggi dari sebrang sana
‘’ Anu.. ndok. Non Ratih habis kesurupan setan. Sekarang masih pingsan belum sadar. ‘’
‘’ Kesurupan setan?... yaudah saya sama Vito segera kesitu Bi ‘’ ucapnya lagi mengakhiri panggilan.
***
Roni tampak mondar mandir tak tenang, ia berjalan bolak balik diruang tamu.
Pikiranya masih bergelut dengan kondisi Ratih saat ini, Apa dia sudah sadar? Tanyanya pada diri sendiri.
Lalu bermain main dengan dagunya yang ditumbuhi jenggot jenggot kecil.
ia merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya lalu menelpon Ratih, dengan harapan ada seseorang yang mengangkatnya atau Ratih sudah sadar dan menggangkatnya.
Dari sebrang sana, terdengar nada tunggu dan selang beberapa saat terdengar suara seorang perempuan memulai berbicara dan ternyata Anggi lah yang mengangkatnya. Roni mendapat kabar darinya, bahwa Ratih belum tersadarkan diri.
Ia langsung meraih kunci motor dan jaket yang tergantung didinding.
Melihat Roni yang tampak buru buru. Kakek Jamal bertanya kepadanya hendak kemana malam malam begini keluar.
Roni hanya menyahut Kakeknya dari kejauhan
‘’ kumpul sama temen temen kek di angkringan, seperti biasa ‘’ sahut Roni sambil melangkah keluar
***
Waktu menunjukan pukul 20.00. saat ini Ratih dikelilingi Roni,Anggi,Vito dan Bi Marni dengan wajah cemas, Menunggu sadarnya Ratih.
Sedangkan Bu Sara, sudah terlelap tidur disamping Ratih. Tanganya memegangi tangan putrinya.
Sejak Ratih pingsan beliau masih disisinya sampai sekarang ini. seharian pula telah mengeluarkan banyak air mata dan tubuh lelahnya itu harus diisitirahatkan.
__ADS_1
Bi Marni yang melihat Bu Sara dengan rasa iba mengangkat tubuh Bu Sara dengan dibantu Anggi dipindahkan dikamarnya.
Setelah itu, Anggi kembali lagi ke kamar dimana Ratih masih terbaring dikasur.
‘’ Vit, Ron keluar cari angin yuk ‘’ bisik Anggi pada Vito dan Roni
Mereka melangkah keluar dari kamar dan menuju ke luar rumah. Kini mereka duduk didepan teras.
Anggi : oh, jadi lo yang namanya Roni. yang mau ikut kita ke desa Silurah? tanya Anggi pada Roni
Roni : Iyaa jawabnya singkat
Tampaknya Anggi dan Vito telah diberitau oleh Ratih,kalau Roni akan ikut pergi ke desa Silurah.
Anggi dan Vito belum mengenal Roni. Mereka lalu berbincang-bincang kecil, Roni memperkenalkan dirinya dan Roni bercerita bagaimana ia bisa mengenal Ratih.
Sepertinya Ratih telah menceritakan bakat khusus yang dimiliki oleh Roni.
Anggi : Lo bisa lihat hantu?
Roni : iya bakat. Keturunan dari Kakek aku juga.
Anggi : Vit, kita disana nggak main main ya. Lo pikir kita bakalan seru-seruan disana apa. ini tuh taruanya nyawa tau nggak. Celetus Anggi kesal.
Roni : eh, aku baru inget, ada yang mau aku ceritain nih sama kalian. Jadi waktu aku nyelamatin Ratih, aku lihat Ronggeng dikamarnya.
Anggi dan Vito menunjukan ekspresi kaget secara bersamaan. Mereka tampak bergidik, Ditambah sunyi dan dinginya malam yang menambah suasana semakin mencengkang.
Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba handphone berbunyi diatas meja. mereka saling menatap satu sama lain.
Ternyata bunyi dering telepon itu berasal dari handphone nya Ratih, Anggi sengaja membawanya karena mungkin ada hal penting.
Anggi tampak terkejut, setelah melihat layar handphone. Telepon tersebut dari Om Rio.
Anggi bergegas mengangkatnya dan berbicara menjauh dari mereka berdua.
ternyata selama ini handphonenya Om Rio hilang beberapa waktu lalu, sehingga tidak bisa memberinya kabar Ujar Om Rio dari sebrang sana.
Om nya Ratih terdengar sangat shock, setelah mendengar apa yang menimpa Ratih dan kondisinya sekarang ini.
__ADS_1
Om Rio menyuruh untuk membawa Ratih secepatnya ke desa Silurah. Bagaimanapun caranya, sedangkan dirinya akan menyusul jika sudah menyelesaikan pekerjaanya.
Anggi nampak mengajukan beberapa kendala termasuk tiket,mobil,orang yang mengatarkan kesana dan biaya lainya.
Om Rio menyuruh untuk tidak usah mengkhawatirkan itu semua. Semua biaya dan keperluan lainya akan diurus olehnya.
Tak lama kemudian Anggipun mengakhiri panggilan dan segera menghampiri Roni dan Vito yang nampak menunggu.
Anggi dengan wajah cemas dan panik segera menghampiri mereka.
Anggi : gaess ini gawat… ucapnya sambil duduk kembali dikursi
Vito : kenapa nggi?
Roni : iya kenapa? Gimana kata Om Rio
Anggi : Barusan Om Rio bilang, Kita disuruh secepatnya bawa Ratih ke desa Silurah. Nanti Om Rio bakalan nyusul, kalau pekerjaanya udah selesai. Kata Om Rio kita tinggal berangkat, Nanti semuanya akan diurus Om Rio.
Roni dan Vito terkejut secara bersamaan.
Vito : Terus Mama nya Ratih gimana! Pasti Mamanya Ratih nggak setuju. Nyokap orangnya kolot, nggak percaya sama hal begituan.
Anggi : terus gimana dong.
Mereka nampak kebingungan. Mencari cara agar bisa membawa Ratih kedesa Silurah.
Roni : Berhubung mamanya Ratih sedang tidur, kita bawa Ratih keluar dari sini. Pokoknya jangan disini. Atau nggak dirumahmu gimana nggi? Terus besok pagi kita berangkat. Gimana?
Vito : cakep.. gue setuju sama ide lo. Kita harus bawa Ratih pergi dari sini. Mumpung nyokap nya lagi tidur, Biar Ratih dirumah lo nggi, besok kita langsung berangkat ke desa Silurah.
Anggi : Gilak kalian. Yang bener aja. Nanti kalau Ratih tiba-tiba bangun terus kesurupan lagi. Ah nggak mau, gue takut.
Anggi : Jangan dirumah gue, dirumah lo aja Vit. Bokap sama Nyokap lo kan lagi pergi.
Vito langsung tersentak kaget. Tak menyangka ia akan menjadi sasaran selanjutnya.
Vito : gue sih Okay okay aja. Pas banget dirumah gue sepi. Nyokap sama bokap lagi pergi. Asal lo berdua harus nginep juga dirumah gue. Biar besok kita langsung pergi. Terutama lo Ron,lo kan bisa liat hantu, kalau ada apa-apa sama Ratih. Kita bisa minta bantuan lo.
Roni : Iya deh. Yaudah sekarang kita harus siap-siap. Kita harus gerak dengan cepat.
__ADS_1
Mereka bertindak dengan cepat, menyampaikan apa yang disampaikan oleh Om Rio kepada Bi Marni dan menceritakan rencananya akan membawa Ratih kerumahnya Vito malam ini.