RONGGENG

RONGGENG
Keranda


__ADS_3

‘’ Vit… gue Anggi, lo kenapa sih ‘’ teriaknya sambil menangis


Anggi seperti dianggap sebagai mahluk yang menyeramkan bagi Vito.


‘’ Ron… Ratih… kalian dimana? Teriak Anggi, dengan isak tangis.


Anggi beranjak dari amben dan menyibak kelambu. Kakinya terasa pegal, untuk berjalan. Kepalanya kembali merasa pusing. Ia berjalan setengah dengan mata kunang kunang.


Roni… Ratih…


‘’ kalian dimana sih?’’ Teriaknya sekali lagi, sambil ke ruang tamu. Namun ia tak menemukan mereka. Ruang tamu sangat gelap. Membuat ia cepat- cepat kembali ke ruang tengah.


Pak Surip… Bu Turah… panggilnya dengan pelan


Namun sama saja, tak ada yang menjawab.


Orang-orang pada kemana sih. Batinya


Lalu ia duduk di amben yang ada diruang tengah. dengan ditemani lampu sentir di dinding. Ia menitikan air mata lagi. Ia biarkan air matanya mengalir membasahi pipinya. Kali ini ia tak bisa menyalahkan siapa siapa. Ia pasrah dengan dirinya sendiri.


Seumur hidupnya baru kali ini, ia merasakan sesuatu yang buruk, sesuatu yang tidak wajar, diluar akal kendalinya.


‘’ mama,papa,kaka Anggi rindu kalian, disini Anggi mengalami kejadian buruk, huhuhu Anggi ingin pulang ‘’ isaknya


Ia menangis seorang diri,dirumah orang asing.


Rasanya baru kemarin gue menjalani kehidupan normal, hidup tenang,bahagia,tertawa,tidur di kasur empuk dikamar,makan makanan enak,bersantai tapi… tapi… suara Anggi tersendat sendat


Ia membayangkan hari hari yang cerah, berlibur disebuah desa, yang amat asri dengan pemandangan yang bagus. Yang bayanganya akan merefresh pikiranya karena tugas tugas kuliah dan hiruk piuk perkuliahan.


Tapi apa… gue disini malah mengalami kejadian yang tidak wajar,kejadian aneh,diteror oleh mahluk-mahluk halus,diteror oleh ribuan misteri,kejadian kejadian mistis yang membuat gue terus ketakutan, rasanya gue mau gila ini, gue udah nggak tahan… ucap Anggi kepada dirinya sendiri dengan tersendat sendat, pipinya basah oleh air mata.


Namun yang ia dapatkan, sungguh diluar dugaanya, membuatnya tak mempercayai apa yang dialaminya.


Hingga Anggi tak melihat ada rombongan bapak bapak memakai pakaian serba hitam, ada sekitar 4 Bapak- bapak dengan membawa katil dari bambu(keranda) dipundaknya.

__ADS_1


Tidak ada seseorang yang meninggal, Tidak ada salam,tak ada sapaan, tidak terdengar bunyi pintu terbuka, tak terdengar pintu diketok. Bapak bapak yang membawa keranda itu seperti muncul dari kelambu, yang sedari tadi bergoyang goyang.


Lalu memasuki kamar anaknya Pak Surip, dimana Vito sedang ada didalamnya. Apa yang akan dilakukan bapak itu terhadap Vito?


Tidak bersuara, maupun berbincang bincang bapak bapak itu larut dalam diam.


Diletakan keranda itu disamping amben.


Vito yang melihat Bapak- Bapak itu datang membawa keranda, berteriak teriak memanggil Anggi. Tampaknya ia sudah tersadar, ia telah sadar tidak memohon ampun lagi.


Suaranya sudah sangat lantang sepertinya. Namun yang keluar dari mulut Vito hanya ngangaan yang tidak berbunyi suara apa apa. Suaranya bagaikan hilang begitu saja.


Lalu bapak bapak itu menuju ke arah Vito dan menarik tanganya. membopong tubuhnya. Bapak bapak itu seperti melakukan bukan atas kehendak mereka sendiri, mereka seperti tidak sadar, tatapan yang kosong dan penuh kengerian.


Vito ingin sekali memberontak, tapi seluruh tubuhnya mendadak kaku. Hingga dengan mudah, Bapak- Bapak itu membopongnya. Vito berhasil ditidurkan didalam keranda bambu, setelah itu ditutup menggunakan kain hitam diatasnya. Layaknya seseorang yang sudah meninggal, namun Vito masih hidup.


Vito menjerit jerit memanggil sahabat sahabatnya. namun itu hanya sia sia, yang hanya bisa didengar oleh dirinya. Mulutnya tidak mengeluarkan suara sama sekali. Ia terus menjerit jerit meminta tolong, dalam kegelapan didalam keranda itu.


Anggi bergegas masuk ke dalam kamar dan didapatinya Vito sudah tidak ada diamben. Ia melirik ke arah keranda. Apakah Vito sudah dimasukin ke keranda? Ini tidak mungkin, Vito masih hidup, bapak-bapak itu segera mengangkatnya.


Namun Bapak- Bapak itu tidak menggubris ucapan Anggi. Bapak bapak itu seperti menganggap Anggi tidak sedang berbicara, bahkan mungkin tidak menganggapnya ada disitu.


Nging…


Tiba tiba Suara nyeringan menelusuk masuk ke dalam telinganya Anggi. Membuat Ia menutup telinganya rapat rapat, karena suara itu sangat menyakitkan telinganya.


Ia rasakan mulutnya seperti dikunci. Kakinya seperti diikat. Ia ingin berteriak dan mencegah bapak bapak itu membawa Vito, namun ia tak mampu. Ia ingin melangkahkan kaki hendak bergerak, namun ia tak bisa. Kakinya seperti diikat menggunakan tambang, hingga ia tak bisa berkutik.


Dan Bapak Bapak yang membawa Vito menggunakan keranda itu, telah keluar dari kamar melewati Anggi yang berteriak namun tak didengar oleh Bapak-Bapak itu


Bagaiamana ini? gue tidak bisa bicara. Gue tidak bisa mengejar. batinya


Vito… huhuhu, wajahnya yang sendu.


Apakah Vito sudah mati? Tidak… itu tidak mungkin. Vito…. Tangisnya semakin menjadi jadi, namun hanya didengar oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


Nging…


Suara yang nyaring itu menelusuk masuk kedalam telinganya lagi. Membuat ia menutup telinga dengan tanganya lagi. Selang beberapa saat, keadaan kembali normal. Kakinya terasa ringan, ia melangkahkan kaki dan dapat digerakan. Ia mulai mencoba berbicara dan bisa.


Vito telah dibawa Bapak- Bapak itu, Ya gue harus mengejarnya


.


Bicara pada diri sendiri.


Lalu ia melangkah keluar dari kamar. Dan mengejar Vito.


Dilihatnya dari kejauhan, bapak bapak itu masih terlihat membawa keranda dipundaknya, didalam keranda itu ada Vito, Tampak dari dalam rumah Pak Surip.


Anggi segera berlari mengejar Bapak Bapak itu.


***


Sementara itu, aku dan Roni sedang berjalan menuju rumahnya Pak Surip. Kulihat Anggi sedang berlari ke arah kami. Wajahnya menunjukan kepanikan dan kekhawatiran.


‘’ Rat, Ron Vito dibawa Bapak Bapak menggunakan keranda ‘’ ucap Anggi gemetaran,


‘’ Maksudnya gimana Nggi ‘’ kataku pada Anggi


‘’ gue harus kejar bapak- bapak itu. Sebelum mereka terlalu jauh. Vito belom mati. ‘’ Ucapnya sambil matanya kemana mana


Anggi langsung menerobos kami. Roni segera memegangi tanganya namun Anggi memberontak. Katanya ia akan mengejar Vito yang dibawa oleh bapak bapak menggunakan keranda.


‘’ Lo ceritakan sama kami dulu. Vito kenapa sebenarnya? Gue sama Ratih dari tadi nggak lihat Bapak Bapak bawa keranda. ‘’ ucap Roni, sambil memegang lengan Anggi


‘’ beneran Ron,Rat barusan gue liat. Bapak bapak itu bawa Vito pake keranda, gue lihat Bapak Bapak itu masuk ke dalam kamar dan membawa Vito ‘’ jelas Anggi membenarkan apa yang ia lihat


Anggi berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Roni. Aku segera memegangi tubuh Anggi dan Anggi masih saja memberontak ingin mengejar Vito, namun Anggi berhasil lepas dan berlari.


‘’ Rat, kamu panggil Pak Surip. Aku mau kejar Anggi okee.’’ Ujarnya sambil hendak berlari

__ADS_1


Aku mengangguk dan aku segera masuk ke dalam rumah Pak Surip.


__ADS_2