
Tatapanku kosong, memandang jauh ke arah dimensi lain. yang aku pun tidak tahu dimensi apakah itu,akal pikiranku berusaha untuk menerka nerka. namun sesuatu mencoba menghalangiku. sesuatu yang tidak tampak, sesuatu seperti bayangan.
Sekali lagi, aku berusaha untuk fokus mendengarkan apa yang diterangkan Dosen didepanku. tetapi tiba-tiba saja aku menjadi tidak fokus. pikiranku melayang- layang seakan menembus ruang mencari celah sebuah jawaban.
yang sebelumnya terdengar suara Dosen menjelaskan materi perkulihahan dikelas. kini yang ku dengar berubah menjadi bisikan bisikan yang tidak dapat aku pahami. Bisikan itu seakan mengajaku larut dalam penghayatan. pikiranku seperti dialihkan ke dalam dimensi ruang yang berbeda. yang membuatku ingin lebih dalam menggapainya namun tak sampai.
Hari sudah semakin siang,matahari pagi yang sebelumnya menyejukan kini berubah menjadi mengelisahkan. membuat Mahasiswa mahasiswi didalam kelas, tampak risau. Mereka tampak mengibas ngibaskan buku.
Dilihatnya berkali kali jam tangan yang dipakai mereka. Berharap waktu cepat berlalu dan menginginkan perkuliahan segera usai.
Sementara itu, Dosen masih saja asik dengan penjelasan materi perkuliahan. ketika Dosen sudah berhenti menerangkan dan duduk dikursinya. Itu artinya perkulihan sudah selesai.
Sontak para mahasiswa mahasiswi berhambur keluar seakan ingin bebas dari jeratan penderitaan. kelas pagi menjelang siang ini sungguh tidak menyenangkan. ruanganya yang sempit, membuat ruangan terasa panas hingga membuat tidak betah siapa saja yang berada didalamnya.
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin berlama lama menikmati suasana kelas seperti ini. bukan semata mata karena ingin mendengarkan perkuliahan. Hanya saja, seperti sudah lama aku tak merasakan suasana kelas seperti ini.
Tak lain dan tak bukan karena sudah tiga minggu aku terbaring dirumah sakit dan dikamar seorang diri.
Ya tiga minggu yang lalu, aku harus dirawat dirumah sakit. berbaring dirumah sakit tidaklah menyenangkan, bau obat-obatan yang membuatku semakin pusing. Suasana rumah sakit yang sepi, Menghantuiku berhari hari lamanya.
Aku sering kali keluar masuk rumah sakit. Aku terpaksa menuruti kemauan Mama. Dan jika aku menolak, maka Mama akan siap mengomeli,menasehati,memarahiku. namun itu adalah bentuk kasih sayang mama.
Sebenarnya aku tidak ingin dirawat dirumah sakit terlalu lama, karena aku merasa kasihan dengan Mama yang harus menjaga ku dirumah sakit, padahal mama harus bekerja.
sudah 2 tahun, takdir menuntut mama untuk menggantikan peran seorang Ayah mencari nafkah, kini mama harus bertanggung jawab penuh sebagai kepala keluarga.
Papaku telah meninggal dunia sekitar 2 tahun yang lalu. papaku meninggal karena meninggindap penyakit aneh dan langka.
__ADS_1
Saat itu, aku menjadi manusia yang paling malang. aku merasakan kesedihan yang tak kunjung ada habisnya.
bagaiamana tidak? ketika aku hendak melangsungkan perpisahan bersama teman-teman SMA ku, tepat 2 hari sebelumnya papa ku mengucapkan salam perpisahan terlebih dahulu. berpisah untuk selamanya.
Dengan amat terpaksa, aku tetap hadir di acara perpisahan. tak henti-hentinya mataku berlinang air mata, ya bagi teman teman lainya itu adalah air mata untuk teman-teman SMA tercintanya. berpisah untuk sementara waktu,namun masih memiliki waktu yang panjang, untuk bisa bertemu lagi kelak.
Tapi bagiku, itu adalah air mata untuk papaku. aku tak akan bisa berjumpa denganya lagi.
Jika kalian mendapatiku sehari -hari, mungkin kalian akan menganggap aku baik- baik saja bukan? tetapi sebenarnya aku sedang sakit parah.
Noted :
Sudah pindah cerita baru, judulnya "The Cursed Of Ronggeng" Selamat membaca!
__ADS_1