
Entah apa yang hendak aku lakukan. Aku merasa harus mencari tau informasi tentang Penari Ronggeng dan desa Silurah. Aku penasaran saja,dengan apa yang aku mimpikan.
Namun detik demi detik,menit demi menit,jam demi jam aku mulai yakin. Dan mimpiku itu adalah sebuah petunjuk. Sebuah petunjuk atas kesembuhanku.
Aku mulai gila rasanya. Mempercayai hal yang konyol seperti ini.
Aku sudah lelah dengan teror semua ini. Aku sudah putus asa. Yang aku lakukan saat ini adalah benar. Penyakitku mungkin ada kaitanya dengan dunia gaib. hingga aku memimpikan seperti itu.
Saat ini, aku sedang berada diperpustakaan. Aku hendak mencari informasi, tentang desa Silurah dan Ronggeng.
Kupandangi satu persatu judul buku yang terjejer rapi dirak. Beralih dari satu rak ke rak yang lainya. Dari satu buku ke buku lainya.
Namun tak kunjung kutemukan apa yang sedang kucari. aku tak berhenti mencari, kini ku ulangi membaca judul-judul buku dengan teliti,yang mungkin aku melewatinya.
Dan benar saja. Kutarik buku itu, Lalu kubaca judulnya.
‘’Tarian-Tarian Nusantara ‘’ ini mungkin sedikit memberi informasi gumamku.
Lalu aku mencari buku lainya yang bisa memberikan informasi lebih rinci lagi. Mengenai Ronggeng. Tak terasa, kini aku hampir setengah jam sudah mondar mandir menghampiri setiap rak buku.
Hingga aku sudah berada dirak ke 5, jari jemari ku dengan cekatan telah berpindah dari buku satu ke buku yang lainya. Pandanganku hanya tertuju pada buku-buku yang ku cari. Hingga jariku terhenti, dan kupandangi pada buku yang lumayan tebal, lalu kubaca judulnya.
‘’ Tanah Jawa ‘’
Ku ambil buku itu. kini dua buku sudah berada digenggamanku. saatnya aku baca, aku hendak mencari tempat yang kosong.
namun setelah ku lihat-lihat kursi disekeliling tampak penuh. Terpaksa aku duduk dilantai dan bersandar pada tembok. Sambil ku lemaskan otot otot kakiku yang mulai lelah.
Aku akan membaca dua buku yang telah ku ambil, aku membaca buku yang berjudul ‘’ Tarian-Tarian Nusantara’’ terlebih dahulu. aku langsung membaca bagian daftar isi, mataku memilah milah setiap tulisan.
__ADS_1
Mataku hanya akan terfokus dengan tarian Ronggeng saja. Dan tertuju pada judul tarian Ronggeng yang berada dihalaman 50. Tanpa berfikir panjang, aku langsung mencari halaman yang dimaksud. Dan mulai kubaca.
kubaca setiap paraghraf demi paragraf tanpa ada yang tersisa. Hingga pada paraghraf terakhir sudah kubaca semuanya.
Buku ‘’Tarian-Tarian Nusantara’’ telah selesai ku baca. Aku belum puas dengan informasi dari buku itu.
Kemudian aku beralih membaca buku yang ke dua, yang berjudul ‘’ Tanah Jawa’’ akupun melakukan hal yang sama.
Sudah semuanya ku baca. Sebenarnya, informasi yang aku dapatkan hampir sama dengan Apa yang dikatakan Bi Marni, bahwa ronggeng itu seorang Penari wanita. Berasal dari tanah Jawa. Yang diiringi dengan alat musik rebab dan gong dan biasanya ada pria yang menyawer dengan uang, kemudian menari berpasangan.
Mataku saat ini fokus pada gambar Ronggeng yang tergambar indah diatas buku itu.
Didalam buku itu, gambar seorang ronggeng mengenakan pakaian hanya sampai menutupi dadanya. Dan sebagian kulit dada atasnya dibiarkan terbuka.
Dandanan nan cantik dilengkapi dengan bentuk rambut yang bagus dan bunga melati diatas kepalanya. Dan selendang yang dikalungkan dilehernya.
Kuambil hp ku dari dalam tas dan aku segera menghidupkan data selular, aku telah berselancar diinternet mencari gambar-gambar tentang Ronggeng. Aku pandangi gambar itu satu persatu. Hampir memiliki kesamaan dengan apa yang aku mimpikan.
Setidaknya aku sudah tau apa itu Ronggeng. Pikirku dalam hati.
Kemudian aku beranjak dari lantai. Aku akan mencari letak desa Silurah di maps. melihat komputer yang berada dipojok kosong.
Aku bergegas menggunakan komputer itu, langsung ku ketikan desa Silurah menggunakan keyboard. informasi telah cepat kudapat. Beberapa hal-hal penting aku catat diatas selembar kertas.
Sedikit aku tau bahwa desa itu sepertinya masih sangat alami. Dimana desa itu masih menjujung tinggi kebudayaan, dan juga masih banyak tradisi-tradisi disana. dan juga terdapat situs situs peninggalan agama hindu budha.
Tak sengaja aku menemukan sebuah artikel diinternet yang membuatku penasaran. Mengenai tradisi dikawasan ngelarangan didesa Silurah. Lalu ku baca artikel tersebut hingga aku berhenti pada pembahasan mengenai Penari Ronggeng.
Kupahami satu kata demi kata. Hingga pada suatu paragraf yang membuatku bersemangat untuk ku baca.
__ADS_1
‘’ Ada pemandangan menarik, ketika banyak bocah meminta ronggeng untuk bersalaman atau mencium atau mengusap kepala mereka. Ada juga ibu-ibu yang menggendong anaknya meminta ronggeng melakukan hal serupa. Menurut Pak Lebe Waluyo, warga percaya hal tersebut mengandung tuah dan berkah bagi awal masa tumbuh anak.’’
Masuk akal juga artikel ini, Terus kalau dikaitkan dengan mimpiku, ada benarnya juga sih.
Anak-anak didesa itu pada minta diusap kepalanya. Berarti ronggeng tersebut bisa menyembuhkan penyakit.
Entah darimana asalnya, aku bisa mengambil kesimpulan seperti itu. Tiba-tiba saja keluar dari mulutku begitu saja.
Kali ini aku akan mencari informasi desa Silurah dengan membuka maps. Munculah informasi didalam maps tersebut, Desa Silurah terletak di kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Aku harus pergi ke desa Silurah. Bagaimana pun caranya. Karena letaknya di provinsi Jawa Tengah, menurutku tidak terlalu pelosok. Coba saja kalau didaerah Kalimantan atau papua. Pasti sangat susah dijangkau.
Kemudian aku berfikir lagi, tak mungkin diriku pergi kesana seorang diri. Namun aku memiliki semangat yang menggebu gebu untuk pergi kesana. Dan semangat untuk kesembuhanku tentunya. Tapi kalaupun harus pergi seorang diri, tak apalah lah demi kesembuhanku.
Aku mengernyitkan kening. Dengan siapa aku harus bicara tentang masalah ini. Dan Kini terlintas orang-orang terdekatku. menceritakan tentang mimpiku, sekaligus rencanaku, pergi ke desa Silurah.
Kurasa sudah cukup dengan informasi ini. Gumamku lagi.
Ketika aku hendak beranjak dari kursi, Tiba-tiba aku dikejutkan dengan penampakan sosok hitam dijendela.
Sosok hitam itu, hanya hitam sehingga aku tak bisa melihat dengan jelas wajahnya ataupun tubuhnya. Lalu melambaikan tangan seperti hal nya melampaikan tangan kepada temanya.
Anehnya aku tak merasa takut sedikitpun, tetapi mata kami saling bertemu, kualihkan pandangan ke hp ku yang kini berdering.
Kuraih handphoneku, lalu ku lihat siapa yang menelponku. Ternyata nomor baru, aku berfikir sejenak, lalu ku angkat. Baru saja aku angkat, namun tiba-tiba dimatikan. Sial! Siapa sih ganggu saja geramku.
Namun ketika aku memandang ke arah jendela itu lagi, sosok hitam tersebut sudah menghilang. Jantungku tiba-tiba berdegup dengan kencang, kemudian lama- lama dadaku terasa sangat sakit. Kupegangi dadaku menggunakan kedua tanganku.
Buru-buru aku mengambil tas. Langsung kuambil beberapa obat dan kuminum. Selang beberapa saat, kini dadaku sudah terasa normal kembali. namun Nafasku masih tersenggal senggal.
__ADS_1