
Ronipun bertanya pada Pak Darmo Bapaknya Amir. Mengenai Ronggeng yang mati secara tragis, karena dibunuh di gunung desa ini.
Pak Darmo pun mulai menjawab‘’ Ada Mas, dia adalah satu satunya Ronggeng asli sini. Tapi Ronggeng itu sudah meninggal dengan tragis Mas, digunung sini. Di gunung Raga Kusuma. Kata orang- orang Ronggeng itu meninggal dibunuh, mayatnya ditemukan di gunung.‘’
‘’ Pak Darmo tau siapa yang membunuh Ronggeng itu? ‘’ Roni bertanya
‘’ Beritanya sliweran mas, ada yang bilang dibunuh kekasihnya, trus ada yang bilang dibunuh pemuda yang ditolak cintanya, ada pula yang bilang dibunuh sama dukun disini, Ada pula yang bilang kalau Ronggeng itu disantet. Kasian sekarang Ibu nya mas, Bu Suntung jadi gila, gara- gara ditinggal mati suami sama anaknya. ‘’ kata Pak Darmo bercerita
‘’ Ibunya masih hidup Pak? ‘’ timpal Roni
‘’ Iya mas masih hidup, rumahnya tidak terlalu jauh dari sini ‘’ Jawab Pak Darmo sambil meminum kopi
‘’ Kalau boleh tau, nama Ronggeng itu siapa ya Pak? ‘’ Roni bertanya pelan
‘’ Sri... Sri... Sri siapa Mir? ‘’ Tanyanya pada Amir yang kebetulan disampingnya, yang ikut mendengarkan cerita Bapaknya
‘’ Sri Mulyani po Pak?’’ kata Amir mencoba membantu Bapaknya mengingat ngingat nama Ronggeng itu
‘’ Hushh ngawur, bukan. Sri sopo yo.. ‘’ apa Sri Kanti ya, jawab Pak Darmo lirih, tidak yakin
‘’ Sri Rahayu Pak. ‘’ setengah berteriak
‘’ Oh iya Sri Rahayu Mas namanya. ‘’ Jawab Pak Darmo yakin
Brukkk...
Saat mereka sedang berbincang bincang. Dari dalam rumah, terdengar benda terjatuh dari luar. Roni, Amir dan Pak Darmo tersentak kaget. Lalu bergegas mengecek ke luar rumah.
__ADS_1
Tak didapati apa apa setelah berada diluar. Suara itu seperti jatuh dari atap rumah. Suaranya sangat keras, Merekapun dengan kompak mendongkakan kepala ke atas.
‘’ Itu siapa Pak Darmo?’’ Roni bertanya sambil menujuk jarinya ke seseorang
‘’ Itu Lek Kasmin, orang gila didesa ini. Biasa keluyuran kalau malam- malam begini. ‘’ ucap Pak Darmo sembari masuk ke dalam rumah lagi.
Roni memandangi yang kata Pak Darmo orang gila itu, ia lalu memegang lehernya yang terasa merinding. Bukan merasa takut pada orang gila tersebut, tapi merasakan hal aneh dengan sesuatu yang ada dibelakangnya, yang membuat ia penasaran.
Ronipun dipanggil Amir untuk masuk ke dalam rumah mereka lagi. Ia segera melangkah masuk rumah dan langsung berpamitan dengan Pak Darmo dan Amir. Bahwa dirinya akan kembali ke rumah Pak Surip takut teman temanya akan mencari dirinya. Takut mereka khawatir, karena ia belum ijin dengan mereka. Kata Roni mencoba menjelaskan kepada Pak Darmo.
Sebelum pergi, Roni dipaksa untuk makan ditempat mereka terlebih dahulu. Namun Roni menolak secara halus, Ia ingat bahwa Vito sedang dalam keadaan tidak baik.
Dan Pak Darmo pun memakluminya. Sebelum benar benar pergi meninggalkan rumah itu, Amir berkata kepadanya untuk menjalin persaudaraan. Baru saja berkenalan belum ada 24 jam, namun Amir telah menganggap Roni sebagai saudaranya.
Orang desa memang ramah- ramah. Roni sudah paham dengan mereka, ia biasa diajak Kakeknya pulang ke kampung halaman kakeknya.
Kali ini, Roni benar benar meninggalkan rumah itu. ia berjalan menuju rumahnya Pak Surip. Sepanjang perjalanan, ia dihantui dengan sesuatu yang ada dibelakang orang gila itu.
Jalanan yang dilewati Roni sangat sepi ,ia tak berpapasan dengan orang satupun didesa itu. Tampak dari dalam rumah warga, keluar cahaya kekuningan menandakan itu lampu sentir. Ia terus berjalan seorang diri hingga sampai diperempatan. Dan tinggal belok ke kanan, terus sedikit naik akan sampai dirumah Pak Surip.
Ia hendak belok ke kanan, namun langkah kakinya terhenti. ia memutar tubuhnya, melihat bayangan seseorang berjalan dari kejauhan. Akhirnya setelah jalan dari tadi baru kali ini, berjumpa dengan warga. Katanya dalam hati
Selang beberapa saat, senyum Roni mengilang, ia mengamati bayangan itu lekat lekat, ia baru sadar ternyata itu hanya bayangan tidak ada seseorang yang sedang berjalan. Bayangan itu terus bergerak layaknya memiliki nyawa. Lalu bayangan itu lenyap dibelakang mushola.
Ia segera menyadari keanehanya, Sepertinya dia bukan manusia. Gumam Roni. Ia masih saja berdiri mematung, tiba tiba dari kegelapan datang sosok hitam menuju ke arahnya.
Mata Roni melotot, Ia menutup matanya. kepalanya bergerak dalam keadaan matanya terpejam, namun ia masih sadar. Tak lama kemudian, Ia membuka matanya kembali. Dengan bola matanya kembali mendelik.
__ADS_1
‘’ Ratih dalam bahaya, aku harus cepat menemuinya. ‘’ gumam dalam hati
ia lari pergi dari tempat itu. Kakinya ia rasakan terlalu berat untuk berlari, tenaga yang terkuras dari tadi, tak dapat menambah kecepatan berlari.
***
Ron.. lo dimana sih? Ada yang mau gue ceritain ke lo kataku berbicara sendiri
Aku terus memejamkan mata lalu membukanya lagi. Memejamkannya lagi dan membukanya lagi. Aku berjalan mondar mandir didepan rumahnya Pak Surip. Tiba tiba kulihat Roni berlari tergesa gesa. Napasnya nampak terengah engah.
‘’ Ron, kamu dari mana aja?‘’ Aku bertanya
‘’Rat, ada yang mau aku ceritain ke kamu ‘’ nafasnya tak beraturan, tangannya memegangi dengkulnya, Lalu menegakan tubuhnya kembali dan nafasnya masih belum normal.
‘’ Sekarang tarik napas dalam dalam, tenangin diri kamu dulu, oke. Ada yang mau aku ceritain juga ke kamu. kamu habis dari mana? Sampai sampai kamu berlari segala. Ada apa dengan kejadian yang menimpa Vito, terus kamu mau cerita soal apa?’’ cerocosku tak berhenti
‘’ Vito udah memotret, sesuatu yang seharusnya yang buruk. Dia sudah memfoto Ronggeng di pohon antab itu Rat ! Trus, Keadaanya gimana sekarang? ‘’ tanyanya balik
‘’ Dia udah membaik kok dan uda tertidur’’
‘’ Syukurlah, tidak terjadi apa apa sama Vito ‘’ napasnya mulai teratur
Kemudian Roni melanjutkan cerita ‘’ Aku habis dari Pak Darmo, ceritanya panjang. aku mendapat informasi mengenai Ronggeng itu Rat, nama Ronggeng itu... ‘’
‘’ Sri Rahayu! Nama Ronggeng itu Sri Rahayu kan?’’ seru ku
‘’ Bagaimana kamu bisa tau? ‘’ Roni kaget
__ADS_1
‘’ Dalam mimpiku Ron, Aku barusan bermimpi, Ronggeng itu berkata padaku bahwa dia bernama Sri Rahayu. ‘’ jelasku pada Roni
‘’ Rat, lo jangan sampai menemui Ronggeng itu. Ternyata Ronggeng yang harus kamu temui itu adalah Ronggeng Sri Rahayu, dia adalah arwah yang sangat jahat sekali, arwah yang buruk, arwah yang dipenuhi dengan amarah dan dendam. Dia ingin balas dendam ke kamu. Dia ingin mencelakaimu. Dan bisa saja sebenarnya kamu tidak sakit, mahluk-mahluk itu hanya mencoba memancingmu, ada kekuatan yang lebih besar daripada itu. Yaitu Ronggeng. Sebenarnya masalahnya ada pada Ronggeng. ‘’ ujar Roni cemas