
Taman 8:00
Di Taman bersama Jae-eon,terlihat rose tersenyum lebar menikmati suasana kencan mereka. Mereka mengelilingi taman untuk memilih spot yang bagus untuk mereka berfoto. Jae-eon berjalan sambil menikmati cemilan dan sesekali menyuapi rose.
"O lihat, ayo kita foto disana" ucap rose menunjuk ke arah pasangan patung bunga
"Hmm,ayo" balas jae-eon tersenyum.
Mereka pun mengambil beberapa gambar disana. Kemudian lanjut berkeliling.
Rose melihat kembang gula berbentuk love. Rose kemudian menarik tangan Jae-eon dan berlari menuju pedagang itu.
"Aku mau satu dong mas" ucap rose
Pedagang tersebut memberikan kembang gula itu ke rose. Rose kemudian mengambil kembang gula itu kemudian memberikannya ke jae-eon.
"Terima kasih untuk malam ini, aku sangat bahagia bisa menikmati suasana taman bersama kamu, I love you Jae-eon"
Jae-on terpaku sesaat mendengar ucapan rose. Jae-on mengambil kembang gula itu kemudian mencium kening rose.
"Aku yang seharusnya berterima kasih karna sudah menerima ku sebagai pacar mu, aku sangat bahagia bisa bersama kamu dan berharap tidak ada akhir dihubungan kita" ucap Jae-eon
Rose mengangguk terharu mendengar ucapan jae-eon
"Hei, jangan sedih, ayo kita lanjut jalan-jalan. Masih banyak tempat di taman ini yang belum kita kunjungi." Ucap jae-eon mengusap pipi rose
"Aku ngga sedih, hanya saja aku terharu, terima kasih jae-eon" ucap rose memeluk jae-eon.
Mereka pun lanjut berkeliling. Jae-eon merangkul rose mengitari taman tersebut.
*****
Di Apartemen
Terlihat Kim Tan beberapa kali memencet bel kamar rose.
"Apa dia belum pulang juga? Tapi bukannya ini sudah beberapa hari dia tidak ada dirumah?" Gumam Kim Tan membayangkan dirinya sudah beberapa kali mengunjungi kamar rose.
Kim Tan kemudian kembali ke kamarnya dengan membawa kantong berisi makanan.
"Kemana dia beberapa hari ini? Hmm mungkin jadwalnya padat di rumah sakit."
Sesampai di kamar Kim Tan meletakkan makanan itu di meja kemudian menuju kamar mandi.
Di taman terlihat seseorang memotret rose dan jae-eon dari kejauhan. Kemudian mengirim gambar tersebut ke seseorang.
Rose dan jae-eon yang begitu menikmati kebersamaan mereka. Tidak sadar Kalau ada seseorang yang memotret dan mengikuti mereka selama di taman.
*****
Di ruang kerja
Terlihat ayah Jae-eon sangat marah ketika melihat foto di handphone-nya. Ya itu foto Jae-eon dan rose yang berada Ditaman. Seseorang yang memotret Jae-eon dan rose adalah suruhan dari ayah Jae-eon.
"Oh, ternyata wanita ini adalah Kim rose, dokter bedah di rumah sakit kita" gumam ayah Jae-eon.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus secepatnya mengambil tindakan"
Terlihat Jae-eon memerintahkan untuk menyelidiki latar belakang rose.
"Halo, saya mau kamu mengikuti wanita itu dan cari tau latar belakangnya." Ucap ayah Jae-eon
__ADS_1
"Baik pak" balas seseorang dalam telfon.
Ayah jae-eon kemudian menelfon salah satu sekertarisnya di rumah sakit .
"Saya mau kamu mengirimkan daftar dokter yang akan di kirim ke Palestina" ucap ayah jae-eon.
*****
Rose sampai di rumah sakit dan segera menuju ruang istirahat para staf dan dokter.
Rose kemudian meletakkan boneka yang dari tadi dipeluknya di tempat tidur.
Rose tersenyum, kemudian menuju kamar mandi.
*****
Keesokan harinya rose kembali ke apartemennya. Rose kembali dengan wajah lesuh, dengan piyama tidurnya dan rambut yang sedikit acak-acakan. Rose tidak sempat untuk mandi sebelum pulang, karna hari libur,dia berencana mandi di rumah setelah membereskan rumahnya yang ditinggal beberapa hari yang lalu.
Pintu lift terbuka terlihat Kim Tan membawa beberapa kantong kresek yang berisi sampah.
Kim Tan kaget melihat penampilan rose yang terlihat baru saja bangun tidur.
"Kenapa?kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya rose
"Ah, ngga kok, tapi kenapa kamu seperti pengemis hari ini?" Ucap Kim Tan tertawa meledek
"Kenapa? Heran? Baru liat pengemis cantik kayak aku?" Balas rose
Menarik kopernya pergi meninggalkan Kim Tan.
Sesampai di kamarnya, rose memegang perutnya yang keroncongan.
"Ah iya, dari tadi pagi belum sarapan" rose kemudian menuju dapur untuk melihat apa yang bisa dia konsumsi.
"Ah, lupa kalau beberapa hari ini memang aku sengaja mengosongkan kulkas." Ucap rose menepuk jidat.
Rose kemudian mendapat ide
*****
Kim Tan sedang berolahraga. Terdengar bunyi bel rumahnya.
Kim Tan kemudian menuju pintu dan melihat rose sedang berdiri didepan kamarnya. Dia membuka pintu
"Ada apa?" Tanya Kim Tan.
"Aku lapar, lupa kalau kulkas kosong dan aku ngga punya uang cash untuk memesan makanan" jawab rose to the point
"Hahaha, kamu benar-benar menjadi pengemis hari ini" ucap Kim Tan meledek
"Ais, ni orang, lagian kamu lupa yah, kamu belum membayar ku selama merawat mu, anggap saja kita impas" ucap rose kemudian nyelonong masuk ke dapur Kim Tan
"Dasar" ucap Kim Tan kemudian menutup pintu.
rose berjalan menuju kulkas Kim tan
"Baiklah, mari kita lihat isi kulkas mu, apa yang bisa dimasak." Gumam rose
Rose kemudian mengambil apel kemudian mencucinya dan memakan apel itu.
"Ya Kim Tan? Apa hanya ada daging ini di kulkas mu?" Teriak rose
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat makanan yang ada ditempat ini,ya hanya yang ada di kulkas."
Rose kemudian mengambil beberapa daging dan saus. Dia kemudian mengambil beberapa piring juga mencuci daun selada.
"Kim Tan dimana kompor portable mu?"
Kim Tan kemudian menuju dapur dan membantu rose.
Mereka BBQ-an untuk sarapan pagi mereka.
Kim Tan memanggang beberapa daging.
"Hmm, ini kali pertama ku sarapan dengan ini, ngga nyambuuuuuuung, seharusnya ini dimakan dimalam hari." Ucap rose yang sedari tadi memakan daging itu dengan lahap
"Mau siang atau malam, mau nyambung atau ngga nyambung, kalau lapar, apapun bisa dimakan" balas Kim Tan.
Rose terkekeh mendengar ucapan Kim Tan.
"Ngga nyambung tapi lahap makannya." Lanjut Kim Tan.
Rose seakan tidak memperdulikan ucapan Kim Tan dan tetap saja lahap memakannya. Kim Tan mengambil daging yang sudah matang dan memberikan ke rose
"Kamu juga makan dong,dari tadi kamu belum makan juga"
"Gimana mau makan? Setiap ada yang matang, kamu yang makan"
"Hehehe benar juga yah" rose terkekeh menyadari dirinya yang sedari tadi asyik makan.
Rose kemudian mengambil daun selada dan membungkus daging itu dengan selada.
"Aaaaaaaaa, ayo makan" ucap rose menyuapi Kim Tan
Kim Tan tersenyum kemudian membuka mulutnya.
Kim Tan tersenyum melihat rose yang begitu lahap dan apa adanya didepan Kim Tan.
"Terima kasih Tuhan, sudah memberiku teman sekaligus tetangga yang baik seperti Kim Tan" ucap rose menepuk nepuk perutnya yang sudah kenyang.
Kim Tan yang mendengarnya bahagia dan juga sedih karna rose hanya menganggapnya teman.
Kim Tan terfokus dicincin rose.
"Cincinnya bagus di jarimu" ucap Kim Tan penasaran
"Oh ini dari Jae-eon" jawab rose memandangi cincin itu
"Jae-eon itu cinta pertamaku, kita bertemu pertama kali sekitar umur 7 tahunan. Dan Sekarang kembali dipertemukan ditempat dengan profesi yang sama. Kita jadian baru beberapa hari ini, dan kuharap tidak ada akhir di hubungan kita. Ntah, sebelumnya ketika kedua orang tuaku meninggal,aku merasa manusia yang kurang beruntung. Tapi semuanya seakan berubah, aku merasa, aku adalah manusia yang paling beruntung karna memiliki bibi yang menyayangi ku, Jae-eon, rechol dan kamu Kim Tan, aku harap kamu akan selalu menjadi teman baikku, ah aku jadi curhat"
Kim Tan hanya tersenyum tipis dan kecewa mendengar ucapan rose. Tapi seketika dia membuang rasa cemburunya demi rose
"Aku senang kamu bahagia, aku harap kamu akan selalu bahagia dan tidak ada kesedihan yang menggantikannya."
"Ooooo so sweet, makasih Kim Tan" ucap rose memeluk lengan Kim Tan
Kim Tan hanya terdiam menatap rose dan kemudian tersenyum untuk menutupi rasa kecewanya.
"Oh jam berapa sekarang? Aku harus kembali ke kamarku " ucap rose kemudian keluar dari apartemen kim Tan.
"Makasih Kim Tan, sampai ketemu lagi" ucap rose berlalu pergi"
Kim Tan menghela nafas kemudian memegangi dadanya. Benar ternyata mereka sudah pacaran.
__ADS_1
"Ah sadarlah Kim Tan, kamu hanya teman baginya, dan yang terpenting adalah dia bahagia" ucap Kim Tan mengacak-acak rambutnya.
*****