Rose Love Story

Rose Love Story
Dinner


__ADS_3

Setelah tiba di restoran tersebut, Kim Tan menarik kursi untuk Rose.


"wah" gumam rose kagum melihat sekelilingnya.


"kau suka?" tanya kim Tan tersenyum.


Rose mengangguk tersenyum.


mereka pun menikmati makan malam tersebut.


skip****


setelah makan, Kim Tan mengajak rose untuk duduk di pinggir sungai Han.


"ada satu hal lagi yang belum kita lakukan" Kim Tan menarik tangan rose.


"apa? bukannya kita langsung pulang?"tanya rose heran.


mereka pun sampai di tepi sungai.


"kenapa kita kesini? kau tidak takut ada yang mengenalimu?" tanya rose.


"tidak akan, kau tenang saja" jawab Kim Tan tenang.


Kim Tan kemudian bersandar di kursi.


"hmmm, aku sudah lama tidak merasakan suasana seperti ini"


rose kemudian ikut bersandar. mereka sama-sama memandang langit. tiba-tiba rose mengingat momennya bersama Rian, tanpa di sadari air matanya menetes, semua momen bersama Rian seakan terputar kembali di pikirannya bahkan momen ia di sekap juga ikut terbayang. rose sesak nafas dan tubuhnya bergetar.


buru-buru rose mencari obat penenangnya namun ia ternyata lupa membawanya.


Kim Tan menyadari lalu panik.


"ada apa rose?" Kim Tan panik melihat rose yang sesak nafas dan tangannya yang bergetar.


"please bawa aku pulang " ucapnya menangis dengan suara bergetar juga sesak nafas.


"hei ada apa? kau kenapa?" Kim Tan panik


Rose berusaha mengatur nafas namun nihil.


"aku..aaaku..akuuu sesak nafas, dadaku sessssak " rose berusaha mengatur nafasnya.


"toloooong bawa aakuuu puulang" rose ucapnya terbata-bata.


Kim Tan yang panik melihat tubuh rose melemah pun langsung memberi rose nafas buatan.


beberapa menit kemudian.


nafas rose mulai teratur, ia tidak lagi merasa sesak.


"bagaimana? apa sudah lebih baikan?" tanya Kim Tan memegangi pipi rose.


rose hanya mengangguk.

__ADS_1


"kalau begitu ayo kita pulang" ajak Kim Tan.


Kim Tan memegangi Rose hingga ke mobil.


di sepanjang perjalanan, mereka menjadi canggung dengan apa yang terjadi tadi. hening sepanjang jalan.


"duh, apa yang kau pikirkan rose? tadi Kim Tan hanya menolong mu, itu bukan apa-apa, yaa dia hanya memberi mu nafas buatan tidak lebih, tapi kenapa ini begitu canggung?" batin rose melihat ke arah jendela.


"ehem" Kim Tan berdehem untuk memecah keheningan.


"rose sebenarnya apa yang terjadi dengan mu? kenapa kau tiba-tiba seperti itu tadi?" tanya Kim Tan penasaran.


"bukan apa-apa? aku tidak apa-apa" jawab rose


"jangan bohong, kau hampir mati tadi, bagaimana mungkin kau baik-baik saja sedangkan sesak nafasmu tadi hampir membuat mu mati" ucap Kim Tan.


"kau bisa bercerita kepadaku, tidak perlu menyembunyikan sesuatu dariku. kita kan teman, siapa tau aku bisa membantu mu"lanjutnya.


Rose hanya diam, ntah apa yang dipikirkannya.


"baiklah, kalau kau belum siap menceritakan semuanya, tidak apa-apa. tapi lain kali kau harus cerita semuanya. saya benar-benar khawatir " ucap Kim Tan.


rose mengangguk.


"oiya terima kasih untuk hari ini" ucap Rose.


"terima kasih yang mana dulu ni?" tanya Kim Tan menggoda rose.


"terima kasih untuuuuk, ya semuanya" jawab rose gugup.


"iyaaa sama-sama sebagai balasannya aku mau kamu tidak menyembunyikan apapun dari ku lagi, setidaknya khawatir ku sedikit berkurang " balas Kim Tan


skip perjalanan****


Sesampai di apartemen. Rose memasuki apartemennya di susul Kim Tan.


"kamu kenapa ikut? kembali sana ke kamarmu" ucap rose


"aku khawatir dengan mu" ucap Kim Tan kemudian duduk di sofa.


"aku baik-baik saja, sudah sana aku mau mandi dan tidur, aku sangat lelah" ucap rose.


"baiklah... baiklah, kalau ada apa-apa ingat hubungi aku, dan kata sandi apartemen ku masih sama" ucap Kim Tan Kemudian pergi.


setelah mandi dan berpakaian Rose mengambil beberapa Soju untuk menghilangkan pikirannya tentang Rian. ia kemudian meneguk beberapa gelas soju, hingga akhirnya dia mabuk.


disisi lain, Setelah Mandi dan berpakaian, Kim Tan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tapi saat hendak menutup matanya, ia kepikiran dengan rose yang sering kali mengigau saat tidur, ia khawatir terlebih ia mengingat kejadian tadi.


"aisssss, mengganggu pikiran saja, aku benar-benar khawatir" ucap Kim Tan bangkit dari tempat tidurnya.


ia kemudian keluar dan memencet bel kamar rose namun tidak ada respon.


"apa dia sudah tidur?" gumam Kim Tan


ia kemudian memutuskan untuk masuk.

__ADS_1


"astaga Rose, Rose" ucap Kim Tan yang melihat rose sudah mabuk berat.


"hei, kau mabuk?"


"oh halo kim Tan, kenapa kau ada disini hah?" sapa rose yang kembali hendak meminum soju yang ada di gelas. namun Kim Tan buru-buru mengambil dari tangannya.


"sudah cukup, kau harus istirahat" ucap Kim Tan menarik tangan rose.


"kembalikan, aku belum selesai meminumnya" ucap


Kim Tan tidak mempedulikan ucapan rose. ia menggendong rose ke kamarnya.


"kenapa hidupku begitu menyedihkan? aku bahkan sudah meminum beberapa botol soju, tapi kenapa bayangmu selalu saja ada? Riaaaaan tolong kembaliiiiii...hiks hiks" rose terus menangis


Kim Tan terdiam menatap rose.


"siapa Rian?" batin Kim Tan


"kamu bodoh, seharusnya kamu ngga nyelamatin aku, seharusnya aku yang ada diposisi saat itu, bukan kamuuuuu" teriak Rose terisak.


"dan kau tidak perlu mati karna ku" Rose semakin histeris.


"bagaimana kau bisa yakin aku bisa hidup tanpamuuuu? lihatlah sekarang, aku bahkan dihantui rasa bersalah" rose semakin terisak.


"kenapa kau tega? mengatakan cinta kepada ku lalu meninggalkan ku selamanya? hah? apa kau tidak tau berapa hancurnya aku setelah kehilangan mu? apa kau tidak berpikir bagaimana aku setelah kejadian ini? kenapa kau menyelamatkan saat ituuuuuuu? kenapa tidak kau biarkan saja aku mati waktu itu? bukan malah menggantikan ku memegang....aaarrrgggg aku benar-benar tidak sanggup" rose semakin histeris.


Kim Tan kemudian memeluk rose dan berusaha menenangkan rose.


rose membalas pelukan Kim Tan dan menangis di dada bidang Kim Tan.


"Riaaaaan maafkan aku, aku mohon kembali lah, aku sangat mencintaimu,aku benar-benar hancur setelah kehilangan mu" rose terus menangis.


Kim Tan membelai rambut rose.


beberapa menit kemudian Rose tertidur dalam pelukan Kim Tan.


Kim Tan lalu membaringkan Rose, kemudian menarik selimut untuk Rose.


"dasar bodoh, bagaimana kau tau Rian juga tidak akan hancur setelah kehilangan mu? dia menyelamatkan mu karna dia sangat mencintaimu? bagaimana kau bisa yakin dia akan hidup baik-baik saja jika orang yang sangat ia cintai meninggal? dia akan seperti mu jika dia kehilangan mu juga. dasar bodoh!" gumam Kim Tan membelai kepala rose.


Rian Hendak meninggalkan rose.


namun tiba-tiba rose kembali mimpi buruk.


rian kembali duduk di tepi ranjang dan berusaha menenangkan Rose.


"kenapa kau selalu mimpi buruk? apa karna Rian?" gumam Kim Tan


rose kemudian memeluk tangan Kim Tan.


"ckck, hmmm baiklah, malam ini aku akan menemani mu lagi" Kim Tan kemudian berbaring di samping rose dan memeluk rose.


rose pun kembali tenang.


******

__ADS_1


__ADS_2