Rose Love Story

Rose Love Story
Sama-sama perhatian


__ADS_3

Sore 4:30


Kim Tan dan Rose sudah berada di pemakaman.


"hai yah, apa kabar, lama rose tidak berkunjung. Rose kesini sama Kim Tan suami rose, maaf yah, rose tidak sempat berkunjung kesini dan meminta restu ayah. ayah tidak perlu khawatir, Kim Tan suami yang baik kok untuk rose, dia selalu ada untuk rose, dan pastinya dia bertanggung jawab atas rose."


"ayah bahagia kan sudah bertemu ibu sekarang?, asal ayah tau aku banyak mengalami kesulitan setelah ayah pergi" lanjutnya


"tapi ayah tidak perlu khawatir lagi, semuanya sudah berlalu dan rose janji akan hidup lebih baik lagi kedepannya. ayah juga jangan khawatir ada Kim Tan sekarang yang menemani rose." ucap rose mulai meneteskan air mata.


Kim Tan yang mendengar curahan hati rose, menyadari air mata rose mulai menetes,tangan Kim Tan membelai rambut istrinya, tak hanya itu, Kim Tan menarik rose ke pelukannya.


"aku akan berusaha membahagiakan mu, aku akan selalu ada untuk mu" batin Kim Tan.


"aku rindu ayah" ucap rose pada Kim Tan.


Kim Tan membelai rambut rose.


"ah aku cengeng sekali" ucap rose berusaha tersenyum dan menghapus air matanya.


"sudah sore ayo pulang" ajak rose


mereka meninggalkan pemakaman itu.


Di mobil hanya suara musik yang terdengar, tidak ada percakapan sama sekali sepanjang perjalanan, Kim Tan yang fokus menyetir dan rose yang memilih memandang keluar jendela.


skip perjalanan.


"loh kenapa kita kesini? bukannya arah rumah ada disana?" tanya rose heran.


"kita beli makanan dulu yah, untuk makan malam nanti" ucap Kim Tan.


"kenapa harus beli? aku kan bisa masak?" tanya rose


"memangnya mood kamu lagi baik buat masak?" balas Kim Tan


rose hanya terdiam mendengar pertanyaan Kim Tan, tak di pungkiri hatinya memang masih sedih.


"yaudah kamu mau makan apa?"


"apa aja" jawab rose singkat.


"makanan apa aja tidak ada dalam menu nyonya Kim" ucap Kim Tan.


"yaaa apa aja, kamu pesan apapun aku makan" balas rose sedikit kesal.


"yaudah tapi jangan nyesel kalau sampai ngga suka makanannya." ucap Kim Tan turun dari mobilnya tidak lupa memakai topi dan masker.


******


di dapur, Rechol sedang sibuk memasak untuk makannya bersama Jae-eon.


Jae-eon yang kebetulan ke dapur untuk mengambil minuman mendapati Rechol sedang sibuk memasak. pada saat Rechol berjalan hendak mengambil bahan di kulkas, tidak sengaja ia terpeleset dan hampir terjatuh, untung saja Jae-eon dengan sigap menangkapnya.


"Jae-eon?" buru-buru Rechol melepas pelukan Jae-eon.


"hampir saja kamu jatuh, lain kali kamu harus hati-hati. ingat kamu itu lagi hamil" ucap Jae-eon yang sedikit kesal karena kaget melihat Rechol hampir terjatuh.


"iya maaf, maaf sendal ku licin"


Jae-eon pun melepas sendalnya dan memberikannya pada Rechol.


"pakai ini"

__ADS_1


Rechol tersenyum dan memakai sendal Jae-eon dan melanjutkan aktivitas masaknya.


Jae-eon yang melihat beberapa lantai basah di sekitar dapur segera mengambil lap dan mengelap lantai yang basah.


Rechol tersenyum senang melihat Jae-eon yang begitu perhatian dan protektif terhadapnya.


"aku harap kamu sudah mulai menaruh hati padaku" batin Rechol.


*****


setelah sampai rumah, kim Tan segera masuk disusul rose yang langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam yang di belinya tadi.


"Kim Tan, makanannya sudah siap" teriak rose


"iya sebentar, aku selesain ini dulu" jawab Kim Tan.


beberapa menit kemudian, terlihat Kim Tan sudah turun dan segera menuju meja makan.


tidak ada percakapan diantara mereka sepanjang makan malam.


Skip makan***


setelah makan rose membersihkan meja makan dan cuci piring di bantu Kim Tan.


"tidak usah, biar aku saja yang membersihkannya. kamu istirahat saja" ucap Rose.


Setelah selesai rose hendak ke kamar, namun rose sedikit kesal karena melihat Kim Tan tertidur di kamarnya.


"Kim Tan kamu ngapain disini? sana ke kamar mu aku mau istirahat " ucap Rose namun tidak di gubris oleh Kim Tan.


Rose pun menarik tangan Kim Tan agar segera bangkit dan keluar dari kamarnya.


"ayo bangun,aku mau istirahat "


namun rose tiba-tiba memegang dahi Kim Tan yang masih memejamkan matanya.


Kim Tan menarik rose ke pelukannya.


"ngga usah khawatir, aku hanya butuh istirahat. sebentar juga sembuh."


"sembuh gimana? lepasin aku, aku mau ambil obat dulu" ucap Rose bangkit dari tubuh Kim Tan.


Rose kembali ke kamarnya dengan membawa segelas air juga obat.


"ayo minum dulu" ucap Rose membantu Kim Tan bangun


setelah meminum obat Kim Tan kembali tertidur.


rose menyelimuti Kim Tan. setelah dirasa Kim Tan sudah nyenyak Rose pun tertidur di samping Kim Tan.


Setiap 2 jam rose bangun untuk mengecek suhu tubuh Kim Tan.


"syukurlah demamnya mulai turun" Rose memegang dahi Kim Tan.


Kim Tan yang terusik menarik Rose ke pelukannya.


"istirahatlah, aku sudah tidak apa-apa" ucap Kim Tan memandangi wajah Rose.


perlahan Kim Tan mendekatkan wajahnya ke wajah rose. Kim Tan mengecup sekilas bibir rose.


"tidurlah, sebelum aku melakukan hal yang lebih dari ini" ancam Kim Tan.


seketika rose melepaskan diri dan berbalik membelakangi Kim Tan.

__ADS_1


Kim Tan terkekeh melihat tingkah Rose.


Kim Tan pun memeluk rose dari belakang. tak ada penolakan yang di lakukan rose. iya hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Kim Tan.


"duh jantung ku rasanya seperti mau copot"


batin rose.


Skip keesokan harinya.


Kim Tan dan rose sudah bersiap-siap untuk bekerja, ya Kim Tan sudah sembuh.


seperti biasa Kim Tan selalu mengantar rose ke rumah sakit.


"Pulang nanti aku jemput" ucap Kim Tan.


rose mengangguk.


"jangan lupa minum vitaminnya"teriak Rose.


"pasti sayang" goda Kim Tan.


rose hanya terdiam mencerna apa yang barusan di katakan Kim Tan, wajahnya seketika memerah.


karena takut Kim Tan melihatnya, Rose segera masuk ke rumah sakit.


Kim Tan terkekeh melihat rose salah tingkah.


"istriku cute sekali" gumam Kim Tan lalu menancap gas meninggalkan rumah sakit.


Skip perjalanan


Kim Tan sudah sampai ke kantornya.


"Bagaimana liburan mu kemarin? menyenangkan?" tanya meneger Choi.


"pastinya, apalagi memiliki waktu lebih banyak dengan istri" ledek Kim Tan karena tau meneger Choi belum menikah.


"Apa kau sedang pamer?" tanya meneger Choi.


"tidak, aku hanya menjawab pertanyaan mu" Kim Tan tersenyum.


"sepertinya hari ini kau sangat bahagia, memangnya apa yang kau lakukan seharian kemarin?" ucap meneger Choi.


"berkebun, aku harap bibitnya tumbuh dengan baik" lelucon Kim Tan.


meneger Choi tau apa yang di maksud Kim Tan.


"ah sudah, sudah, berhenti membahasnya. lebih baik kamu siap-siap untuk beberapa schedule untuk hari ini"ucap meneger Choi mengalihkan.


Kim Tan hanya terkekeh lalu mengikuti meneger Choi ke ruangannya.


"oiya, hari ini aku akan cepat pulang yah"


"memangnya kau mau kemana?"


"menjemput istriku" jawab Kim Tan enteng.


"hmm, dasar bucin balas meneger Choi singkat.


"makanya menikahlah agar kau tau bagaimana rasanya memiliki Istri" Kim Tan kembali menggoda meneger nya.


"tak segampang itu. kau pikir menikah itu segampang membalikkan telapak tangan? kau itu beruntung memiliki istri sebaik dokter rose, bagaimana kalau saya salah pilih?

__ADS_1


Kim Tan hanya terkekeh mendengar penuturan meneger nya.


*****


__ADS_2