Rose Love Story

Rose Love Story
Menyetujui Pernikahan


__ADS_3

Sesampai di rumah rose.


"non sudah pulang?" sapa pelayan yang selama ini tinggal di rumah itu.


"iya bi, aku hanya berkunjung. sudah lama aku tidak ke rumah ini" ucapnya melihat sekelilingnya


"non sudah makan? bibi siapin makanan yah"


"tidak usah bi, aku sudah makan sebelum Kesini, aku ingin langsung Istirahat di kamar saja."


"baiklah kalau begitu, bibi tinggal ke belakang dulu"


rose mengangguk tersenyum.


"hmmm, sudah lama aku tidak Kesini, aku benar-benar merindukan kamar ini" rose membaringkan tubuhnya.


"aku harus bagaimana? bagaimana bisa aku menikah dengan Kim Tan? bahkan kami tidak saling mencintai, takdir macam apa ini?" gumam rose


rose kemudian membuka handphone-nya dan membaca berita tentang Kim Tan yang akan menikah. ya rose membaca pernyataan agensi dari kim Tan.


"hmmm" rose menghela nafas kasar


rose kemudian mengirim pesan ke Kim Tan


"aku sudah memikirkannya, aku setuju dengan keputusan ini, dengan kata lain, aku menyetujui perjanjian kita, menikah hanya sebatas status saja tidak lebih, dan 2 tahun ke depan kita akan bercerai" isi pesan rose.


Kim Tan yang sedang duduk di meja rias melihat ada pesan masuk di handphone-nya.


iya membaca isi pesan rose.


"baiklah, 2 Minggu lagi kita akan menikah" balas Kim Tan santai.


rose yang berbaring mendengar ada pesan masuk.


"apaaa?? 2 Minggu lagi? secepat itu?. apa orang ini waras?... aaaa aku benar-benar bisa gila" rose kembali menghela nafas kasar. dia benar-benar pusing memikirkan semuanya.


ia kemudian memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


Kim Tan yang mendapat balasan dari rose. hanya tersenyum dan tidak membalasnya.


*****


Rechol menghampiri orang tuanya yang sedang bersantai di pinggir kolam


"Bu, yah" panggil Rechol.


mereka menoleh


"iya saya ada apa? sini duduk" ajak ibunya


"Bu, yah ada yang ingin Rechol sampaikan"


"ada apa sayang?" tanya ayah Rechol


Rechol pun duduk di sebelah ibunya


"tapi ayah dan ibu harus janji tidak akan memarahi Rechol "


"memangnya ada apa sayang? kamu berbuat salah?" tanya ibu Rechol


Rechol mengangguk

__ADS_1


"ayah ibu harus janji tidak akan marah kalau Rechol jujur " ucap Rechol gugup


"iya, selama kamu mau jujur, ibu ayah akan menghargai itu" jawab ibunya


"ayah ibu aku hamil" Rechol to the point


"apa??? kamu hamil?" ucap ibu dan ayahnya bersamaan


"siapa yang berani melakukannya padamu?" ucap ayah Rechol yang menahan amarahnya


"ayah jangan marah, ayah sudah janji tidak akan marah kan?"


"tapi siapa Rechol? siapa yang melakukannya? apa kamu lupa kamu itu sudah bertunangan? ayah harus bilang apa pada keluarga Jae-eon?" ucap ayahnya yang semakin marah


"tenang sayang, kamu justru membuat Rechol ketakutan, kita bicara baik-baik" ibu Rechol menenangkan suaminya.


"Rechol sayang, siapa yang sudah melakukan ini padamu?hmm?" tanya ibunya lembut.


Rechol menunduk karena takut melihat wajah ayahnya yang sudah menahan amarahnya.


"ja.. Jae-eon Bu yah" jawabnya gugup


"Jae-eon?" ucap ibu dan ayahnya bersamaan.


"tapi kenapa? kenapa bisa terjadi?" tanya ayahnya tidak percaya


"itu semua terjadi secara tidak sengaja waktu aku dan Jae-eon ada di Amerika yah" ucapnya takut.


"waktu itu Jae-eon mabuk dan dia melakukannya pada Rechol"


ayahnya tidak menanggapi, ia hanya diam. entah apa Yang dia pikirkan.


"lalu bagaimana dengan Jae-eon? apa dia mengetahuinya?" tanya ibunya.


"tapi apa sayang?" tanya ibunya lagi


Rechol kemudian memperlihatkan pesan dari Jae-eon .


"laki-laki brengsek" ucap ayah Rechol setelah membaca pesan tersebut.


ayah Rechol kemudian pergi dengan amarahnya yang memuncak.


*****


ayah dan ibu Jae-eon sedang makan bersama.


tok..tok..tok..


Pelayan di rumah itu membuka pintu.


ayah Rechol Langsung menerobos masuk setelah pintu di buka.


"dimana Jae-eon?" tanya ayah Rechol.


ibu dan ayah Rechol yang mendengar ada keributan kemudian keluar


"oh hai, kenapa tidak memberitahu ku jika ingin kesini" sapa ayah Jae-eon.


"dimana Jae-eon?" tanya ayah Rechol dengan wajah yang penuh amarah.


"ada apa? kenapa kau begitu emosi mencari Jae-eon" tanya ayah Jae-eon

__ADS_1


belum sempat menjawab pertanyaan itu, ayah Rechol menghampiri Jae-eon setelah melihat Jae-eon turun dari tangga.


bug..bug..


"laki-laki brengsek" ucap ayah Rechol melayangkan pukulan pada Jae-eon.


"Hyun bin? ada apa ini?" teriak ayah Jae-eon syok


ibu Jae-eon kemudian menghampiri dan membantunya berdiri.


"ada apa ini? kenapa kau seperti ini?" ucap ayah Jae-eon memegang ayah Rechol.


"lepaskan laki-laki brengsek seperti dia memang harus di beri pelajaran" ucap ayah Rechol.


Jae-eon hanya diam menyeka darah di sudut bibirnya.


"ada apa ini? tolong tenang dulu, kita bisa bicarakan baik-baik" ayah Jae-eon berusaha menenangkan ayah Rechol.


"bagaimana saya bisa tenang? anakmu Jae-eon menghamili anak saya Rechol, bukannya bertanggung jawab malah menyuruhnya mengugurkan kandungannya" ayah Rechol semakin marah.


"apa hamil?" ucap ayah Jae-eon syok.


ayah Jae-eon menghampiri Jae-eon.


plak.. plak..


tamparan ayah Jae-eon melayang ke pipi Jae-eon.


"memalukan, berani-beraninya kau melakukan itu dan tidak mau bertanggung jawab" teriak ayah Jae-eon.


"ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi laki-laki pengecut seperti ini Jae-eon" lanjutnya yang semakin marah.


"ayah tidak mau tau kau harus bertanggung jawab, secepatnya kalian akan menikah" tegas ayah Jae-eon.


"tapi yah, aku tidak sengaja melakukannya, dan aku mencintai orang lain, bukan Rechol"


ucap Jae-eon.


plak.. tamparan kembali melayang ke wajah Jae-eon.


"sengaja tidak sengaja, kau tetap harus bertanggung jawab. anak yang di kandungannya adalah anak kamu. ayah tidak mau tau kalian harus menikah"


ayah Jae-eon pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.


melihat ayah Jae-eon pergi, ayah Rechol pun bergegas pergi.


"saya tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja. kau harus bertanggung jawab atas kehamilan Rechol " ucap ayah Rechol berlalu pergi.


ibu Jae-eon syok melihat pertengkaran itu. tiba-tiba dia terduduk karena sakit di dadanya.


"ibu, ibu kenapa?" tanya Jae-eon panik.


"Dada ibu sakit" jawab ibu Jae-eon yang kesakitan.


"sini Jae-eon bawa ibu ke kamar" Jae-eon kemudian menggendong ibunya menuju kamarnya. ia kemudian membaringkan ibunya.


"aaaaa Jae-eon dada ibu sakit sekali" ringis ibu Jae-eon.


"tenang yah Bu, tunggu Jae-eon periksa ibu dulu" Jae-eon bergegas mengambil perlengkapan dokternya.


"aaaaa dada ibu sakit sekali" ibunya terus meringis kesakitan.

__ADS_1


"tenang yah Bu, Jae-eon periksa dulu" Jae-eon memeriksa ibunya, setelah itu menyuntikkan pereda nyeri ke ibunya. beberapa menit kemudian ibunya mulai tenang, sakit di dadanya Perlahan mereda.


*****


__ADS_2