
Rumah sakit 7:30 pagi
Seseorang dilarikan ke UGD.
"pasien terluka karena tertembak dibagian dada." ucap suster ke salah satu dokter yang menangani pasien tersebut.
Dokter tersebut kemudian memeriksa mata dan denyut nadi pasien,Terlihat pasien memuntahkan darah.
"detak jantungnya melemah dok." ucap seorang suster
Dokter kemudian memeriksa tekanan darahnya.
"tekanan darahnya menurun. tolong hubungi dokter jae-eon dan dokter rose. kita akan segera melakukan operasi, peluru yang menancap di dadanya menuju jantung pasien."
"baik dok" balas suster.
*****
Terlihat rose mondar-mandir dan sesekali mengintip pintu apartemen Kim Tan, untuk memastikan apakah wartawan masih ada atau sudah tidak ada
"percuma, mereka tidak akan pergi sebelum menemui ku." ucap Kim Tan dibelakang rose.
"jadi aku harus bagaimana? bagaimana aku harus ke rumah sakit? " tanya rose frustasi.
bunyi dering handphone rose.
rose kemudian ke ruang tamu Kim Tan untuk mengambil handphone-nya.
"halo, iya ada apa sus?" tanya Rose menjawab telfon.
"apa? baiklah saya akan segera ke rumah sakit." lanjut rose kemudian menutup telfonnya.
Rose panik dan berpikir bagaimana caranya dia keluar dari apartemen Kim Tan.
"Kim Tan, aku harus bagaimana? ada pasien yang mengalami luka tembak dibagian dada, dan harus segera dioperasi,aku harus bagaimana?." keluh rose panik.
"memangnya tidak ada dokter lain yang bisa menanganinya?" tanya Kim Tan
"aku salah satu dokter bedah dirumah sakit itu dan dokter yang lainnya libur hari ini." jawab rose panik.
"aku harus berpikir agar bisa keluar dari sini. ayo rose berpikir" ucap rose memegang kepalanya dengan frustasi.
"aku punya ide." ucap Kim Tan kemudian menuju kamarnya.
Rose memandang Kim Tan yang menuju kamar.
Kim Tan kemudian keluar membawa pakaian,jaket dan juga topi tidak lupa masker hitam.
"ngapain kamu bawa pakaian itu?" tanya rose penasaran.
Kim Tan tersenyum
"kamu harus menyamar" lanjut Kim Tan
rose Kemudian masuk ke kamar Kim Tan dan mengganti pakaian.
beberapa menit kemudian rose keluar dengan menggunakan celana jins hitam,denga Hoodie hitam,topi dan juga masker.
"wah, kamu benar-benar cocok menjadi seorang laki-laki" ucap Kim Tan meledek.
"diam kau, ngomong-ngomong kamu yakin aku tidak akan ketahuan?" tanya rose
Kim Tan memerhatikan rose.
"hmm,ada yang kurang" ucap Kim Tan
Kim Tan kemudian masuk mengambil ranselnya.
"simpan barang-barang mu di tas ini."
setelah siap rose kemudian menarik nafas dan bersiap membuka pintu apartemen kim Tan.
"diluar kamu harus bilang, kalau aku tidak ada dirumah ini. dan kamu harus berpura-pura menjadi teman dekatku, yakinkan wartawan kalau ini apartemen mu, dan aku hanya datang sesekali berkunjung jika merasa kesepian." ucap Kim Tan
"baiklah" balas rose
rose Kemudian menarik nafas dan membuka pintu.
wartawan kemudian menyerbu rose.
"permisi anda siapa? dimana Kim Tan?" tanya salah satu wartawan.
"Kim Tan ada dirumahnya" jawab rose dengan menirukan suara laki-laki.
"tapi kenapa Kim Tan kerap terlihat masuk ke apartemen ini?" tanya wartawan lain
"ya, itu karna kami sangat dekat dan dia sering berkunjung ke apartemen ku, apalagi mengingat dia tinggal sendirian di rumahnya, tentu dia akan sering berkunjung di kala kesepian" jawab rose
"apakah anda juga mengetahui kabar kencannya dengan Hye jin?."
"oh benarkah? wah saya baru tau, setau ku Kim Tan itu tidak mudah tertarik dengan perempuan, dan dia juga tipe orang yang cuek sama perempuan, terlebih akhir-akhir ini dia terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk berkenalan dengan seorang perempuan terlebih untuk kencan." balas rose meyakinkan wartawan.
"jadi apa tanggapan anda mengenai rumor kencannya dengan Hye jin." tanya wartawan
"ya, Kalau itu semua orang tau, Kim Tan setampan bak pangeran,semua perempuan pasti tertarik dan saya sebagai laki-laki mengakui ketampanannya. bahkan jika saya perempuan, saya akan melakukan hal yang sama dengan Hye jin." jawab rose.
"jadi, maksud anda Hye jin sengaja membuat rumor karena Begitu menyukai Kim Tan?"
rose melihat ke arah jam tangan yang digunakannya.
"maaf saya buru-buru, saya memiliki pasien dan harus di operasi hari ini, jadi saya tidak bisa berlama-lama untuk menjawab semua pertanyaan anda, anda bisa memastikannya ke Kim Tan nya langsung. terima kasih" pamit rose.
"tapi bagaimana...." tanya wartawan tidak melanjutkan pertanyaannya karena rose sudah berlari meninggalkan wartawan-wartawan itu.
didalam apartemen itu tampak Kim Tan tersenyum mendengar jawaban rose.
"aku suka karakternya" gumam Kim Tan. lalu menuju ruang tamunya.
*****
terlihat Hye jin melempar remote TV-nya
"aaaaaaa,sial, siapa laki-laki itu?" teriak hye jin kesal setelah melihat wawancara rose dengan wartawan.
"dokter? sejak kapan Kim Tan memiliki teman dan temannya seorang dokter? di rumah sakit mana? aku harus tau siapa laki-laki itu. sialan berani-beraninya dia ikut campur." gumam Hye jin.
*****
Rumah sakit
"Apakah dokter Kim sudah tiba?" tanya jae-eon ke salah satu suster yang akan ikut membantu operasi.
__ADS_1
"katanya, dia sudah perjalanan menuju rumah sakit, mungkin beberapa menit lagi."
tampak rose berlari menuju mereka.
"rose, penampilan mu kenapa?" tanya jae-eon.
"ceritanya panjang, aku tidak punya banyak waktu menjelaskannya." rose kemudian berlari menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya untuk melakukan operasi.
jae-eon tersenyum geli melihat tingkah rose.
rechol yang ikut melihat rose berlari. hanya terdiam heran melihat penampilan rose.
*****
beberapa menit kemudian rose dan jae-eon memasuki ruang operasi
~lampu operasi menyalah menandakan operasi dimulai.
*****
diruang tamu, Kim Tan terlihat berbicara dengan seseorang melalui telfon.
"yah, aku sudah melihat beritanya. aku benar-benar menyukai teman baruku ini" puji Kim Tan.
"ya, aku baru tau betapa tampannya aku, bahkan temanku yang terlihat cuek pun mengakuinya." lanjut Kim Tan memuji dirinya sendiri.
"yah, aku akan membuat klarifikasi"
"baiklah,aku mengerti,yaa, sudah yah, aku tutup. sampai bertemu lagi " ucap Kim Tan menutup telfonnya.
kim Tan kemudian membuat sebuah video klarifikasi.
"selamat pagi menjelang siang, karena padatnya jadwal syuting dan pemotretan saya jarang menyapa kalian terutama para fans saya, mengenai rumor yang beredar,saya akan membuat klarifikasi, kalau rumor itu tidak benar. itu hanyalah rumor yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. dan untuk teman dekatku, terima kasih sudah mengklarifikasi rumor ini, dan terima kasih juga sudah mengerti dan mengenal ku sejauh ini." ucap Kim Tan tersenyum tulus.
Kim Tan kemudian membagikan ke intastory-nya.
Kim Tan tersenyum puas dan melanjutkan aktivitasnya.
*****
lampu operasi mati, menandakan operasi telah selesai.
terlihat rose dan jae-eon yang diikuti suster, keluar dari ruang operasi. rose membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya, kemudian menuju ruangannya.
"ada apa dengan pakaian mu? ini pertama kalinya aku melihat mu berpakaian seperti itu." ucap rechol yang duduk di ruang rose.
"ceritanya panjang,aku akan ceritakan, tapi tidak untuk hari ini,aku terlalu lelah." ucap rose kemudian berbaring disofanya.
rose kemudian membuka handphone-nya.
rechol menyalahkan TV yang ada di ruang rose. dan melihat Wawancara Rose dengan wartawan tadi. rechol yang melihatnya seketika berbalik memandang rose yang sibuk memainkan handphone-nya
"rose,liat deh berita di TV, bukankah pakaian mu mirip dengan yang dipakai laki-laki itu."
rose berbalik dan melihat ke arah TV.
rose panik dan mengambil remote kemudian mengganti chanelnya.
"kenapa kamu memindahkan channel-nya?" tanya rechol kesal.
"ah aku tidak suka nonton gosip-gosip selebriti"
"tapi, tunggu kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi" lanjut Rechol
"aku kan sudah bilang,aku akan menjelaskannya, tapi tidak untuk saat ini, aku terlalu lelah." jawab rose. melanjutkan aktivitasnya
"baiklah, tapi janji setelah itu kamu harus cerita semuanya" balas Rechol
"baiklah, aku tipe orang yg menepati janji"
balas rose tersenyum.
saat rose membuka Instagram. dia melihat banyak yang membagikan video Kim Tan yang mengklarifikasi rumornya dengan Hye jin.
rose terkejut sekaligus malu dengan pernyataan Kim tan, yang berterima kasih kepadanya. rose kemudian membaca komentar-komentat natizen
"wah, temannya kim Tan tampan juga,dokter lagi" salah satu komentar natizen.
"temannya boleh tu, obatin aku dong dok, aku sudah lama sakit hati karena mantanku selingkuh." komentar lain natizen.
rose jijik membaca komentar natizen, mengingat yang berkomentar semua perempuan.
"wajahnya tidak kalah tampan,tapi sayang kurang tinggi,aku harap tingginya seperti Kim Tan." tulis natizen yang lainnya.
rose kesal membacanya
"wah, setelah memuji wajahku,dia kemudian membanting ku hanya karena tinggi badanku" gumam rose
"belum tau aja, ini postur body perempuan imut" lanjutnya.
"belum tau aja, kalau yang kalian puji itu adalah perempuan, bahkan aku tidak bisa membayangkan betapa irinya kalian jika tau" ucap rose puji dirinya sendiri.
"oh tidak, Bahkan kalian pasti akan membullyku.aish bahkan aku takut membayangkannya." ucap rose,takut membayangkan, apa yang akan dilakukan fans fanatik Kim Tan.
*****
"aaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak hye jin dengan kesal lalu membanting handphone-nya
"liat saja kamu kim Tan, aku tidak akan menyerah, dan untuk si dokter itu, liat saja aku akan balas dia." ucap Hye jin tersenyum licik.
dia kemudian mengambil handphone-nya dari lantai dan menghubungi seseorang.
"aku butuh secepatnya informasi seseorang."
ucap Hye jin kepada seseorang melalui telfon.
*****
Pukul 8:30
rose melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. ditengah perjalanan, rose merasa lapar.
"wah,aku belum makan dari tadi siang"
rose kemudian memarkir mobilnya disalah satu cafe.
dia kemudian memesan beberapa makanan untuknya. ketika hendak membayarnya. rose teringat isi kulkas Kim Tan.
"tolong cukupkan pesanan saya menjadi masing-masing 2 porsi." ucap rose ke karyawan cafe itu.
"baik Bu"
__ADS_1
beberapa menit kemudian.
rose keluar dari kafe dan menenteng keresek berisikan makanan.
*****
sesampai di apartemen.
rose kemudian memperbaiki stelannya, persis stelan seperti sebelum keluar dari apartemen Kim Tan.
bel berbunyi.
Kim Tan kemudian menuju pintu apartemennya. tidak lupa sebelum membukanya Kim Tan mengecek intercom apartemen-nya. setelah melihat siapa yang datang. Kim Tan kemudian membuka pintu untuk rose.
"tadaaa, kamu pasti kelaparan kan?" ucap Rose dengan nada bicara menirukan suara laki-laki.
Kim Tan terkekeh mendengar rose berbicara seolah dia seorang laki-laki.
"siapa bilang? aku baru saja selesai makan." ucap Kim Tan gengsi.
"ya sudah aku makan sendiri saja." ucap rose ingin kembali ke apartemennya. tapi, saat rose berbalik badan, terdengar suara perut Kim Tan keroncongan. rose yang mendengarnya tersenyum. dan Kim Tan yg menyadari perutnya keroncongan, kemudian memegang perutnya, berharap perutnya berhenti berbunyi.
"ah, aku sangat kecewa, aku sudah susah payah membelikannya untukmu." ucap rose pura-pura kecewa.
Kim Tan yang mendengarnya, kemudian menghentikan rose.
"baiklah, aku akan menghargai kebaikan mu. cepat masuk, meskipun kenyang aku akan memakannya, ini karena aku menghargai kebaikan mu" alasan Kim Tan.
rose berbalik
"gitu dong" balas rose tersenyum.
kemudian masuk ke apartemen Kim Tan. rose kemudian mengambil piring dan menatanya dimeja makan,dibantu kim Tan.
mereka pun menikmati makanannya.
tampak Kim Tan sangat lahap memakannya.
"ehem, bahkan setelah kenyang pun, kamu masih tetap lahap memakannya." ledek rose
Kim Tan tersendat mendengarnya.
rose kemudian mengambil minuman untuk Kim Tan.
"aku tau kamu lapar, tapi kamu harus pelan-pelan saat memakannya." lanjut rose meledek.
"aku kan sudah bilang, meskipun kenyang aku akan memakannya untuk menghargai kebaikan mu." balas Kim Tan dengan wajah memerah.
"hmm, baiklah, kamu punya nafsu makan yang bagus." rose terkekeh.
mereka pun melanjutkan makannya.
"bagaimana operasinya tadi?" tanya Kim Tan memecah keheningan.
"lancar, berkat ide kamu, aku bisa ke rumah sakit tepat waktu. terima kasih untuk bantuannya." balas rose
"aku justru yang harus berterima kasih, karna klarifikasi mu tadi, wartawan bisa percaya."
"oh itu, aku asal bicara. bahkan aku berbicara tanpa berpikir apa-apa, aku hanya berbicara sesuai kenyataan."
"ow, jadi, ketampanan ku bak pangeran adalah kenyataan? bahkan kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Hye jin?" tanya kim Tan meledek.
rose yang menyadari, seketika meralat ucapannya.
"yang ku maksud kenyataan yaa kamu benar-benar tidak berkencan dengan Hye jin kan?" ralat Rose
"ow, jadi ketampananku tidak kenyataan?" lanjut kim Tan.
"ah sudahlah, aku kan sudah bilang aku berbicara tidak berpikir, itu terlontar begitu saja" pembelaan rose.
Kim Tan terkekeh melihat rose salah tingkah.
*****
pukul 9:20
rose melihat kearah jam tangannya.
"wah, Waktu Begitu cepat berlalu, baiklah aku harus kembali ke Apartemen ku." ucap Rose
"tidak ingin menginap lagi?" canda Kim Tan
rose melotot.
"apa? ah sudahlah aku harus kembali.bye?" pamit rose mengambil tasnya.
Kim Tan terkekeh.
Kim Tan ikut mengantar rose ke depan pintu.
"oiya, luka mu bagaimana?" tanya rose.
"karena mu aku mengganti perban ku Sendiri." ucap Kim Tan sambil membayangkan dirinya mengganti perbannya sendiri.
"kenapa aku?"
"karena kamu mabuk,aku jadi tidak bisa menyuruh mu"
rose terdiam sejenak
"baguslah dengan begitu aku tidak harus sering berkunjung ke apartemen mu, sebaliknya kamu." ucap rose sedikit merasa kecewa.
Kim Tan yang mendengarnya ikut merasa kecewa. itu berarti mereka akan jarang ketemu apalagi berbincang seperti ini.
"aku pergi dulu" rose melambaikan tangannya.
"terima kasih,sering-seringlah berkunjung ketika kamu merasa kesepian atau butuh seseorang untuk menemanimu" teriak Kim Tan.(mengingat kejadian sewaktu rose mabuk).
rose terdiam mendengar ucapan Kim Tan. apalagi semenjak ayahnya meninggal dia begitu kesepian dan tidak memiliki teman untuk mencurahkan apa yang dia rasakan. dia memang berteman baik dengan rechol. tapi karena kesibukan masing-masing mereka jarang mengobrol apalagi mencurahkan masing-masing apa yang mereka rasakan.
"baiklah" balas rose tersenyum.
"310898 itu password apartemenku. datanglah ketika ingin" lanjut Kim Tan.
rose tersenyum.
"aku akan mengacak-acak apartemen mu." balas rose melambaikan tangannya.
kemudian masuk dan menutup pintu apartemennya.
Kim Tan tersenyum. kemudian masuk apartemennya.
__ADS_1