Rose Love Story

Rose Love Story
Kembali ke Seoul


__ADS_3

1 Minggu kemudian.


semenjak kepulangan rose dari rumah sakit, rose banyak menunjukkan hasil yang baik, perlahan dia kembali ceria, itu semua bukan karena rose sudah sembuh dari traumanya melainkan berpura-pura baik untuk menyakinkan bibinya kalau dia sudah membaik. itu semua dilakukannya agar bibinya tidak lagi merasa khawatir dengan keadaan Rose.


Di meja makan.


"wah cumi goreng" ucap rose antusias melihat menu makan mereka adalah makanan kesukaannya.


"bibi sengaja memasaknya, mengingat hari ini adalah hari terakhir kamu di Jeju, aaa padahal jika kamu memilih untuk tinggal lebih lama disini mungkin bibi akan memasaknya setiap hari untukmu" ucap bibi menggoda.


"hahaha kalau setiap hari bibi memasak ini untuk ku, aku akan bosan dan mungkin mengganti menu makanan kesukaan rose" balas rose.


"bibi senang sekali melihat mu kembali menjadi Rose yang bibi kenal" bibi mengelus kepala Rose


Rose hanya tersenyum, mengingat dirinya sebenarnya hanya berpura-pura baik-baik saja selama ini, ya rose masih meminum obat penenang sebelum tidur.


"oiya rose bagaimana kalau bibi dan paman mengantar mu besok ke Seoul?"


"tidak usah bi, paman dan bibi sibuk, lagian sebelum ke Seoul Rose mau berkunjung ke rumah sahabat rose dulu, jadi mungkin akan terlambat untuk sampai ke Seoul."


"oh baiklah kalau begitu, lain kali bibi akan menjenguk mu bersama paman"


rose mengangguk dan melanjutkan makan mereka.


*****


Jae-eon sudah frustasi mencari keberadaan Rose, ia sudah beberapa kali ke apartemen Rose, namun apartemennya sekarang kosong.


"Rose, kamu di mana sih? aku khawatir sama kamu, kamu sekarang ada dimana? aku benar-benar hampir gila mencarimu" Jae-eon frustasi dan menutup kasar laptop yang ada di depannya.


tok..tok..


suara ketukan dari luar kamar Jae-eon.


"siapa?" teriak Jae-eon.


"ini ibu, apa ibu boleh masuk?" jawab ibu Jae-eon.


"masuklah Bu, pintunya tidak terkunci"


ibu Jae-eon pun menghampiri Jae-eon.


"nanti malam ayah mu mengadakan makan malam bersama dengan ayah Rechol, ayahmu meminta ibu untuk menyampaikannya ke kamu"


"maaf Bu, sepertinya Jae-eon tidak bisa ikut, aku benar-benar sibuk hari ini, sampaikan permintaan maaf ku pada ayah"


"tapi nak, ayahmu bisa marah"


"cukup Bu, Jae-eon muak dengan semua ini, Jae-eon capek harus ikutin semua keinginan ayah, Jae-eon capek Bu, harus di atur terus" ucap Jae-eon dengan nada tinggi.


"Jae-eon???" ucap ibu Jae-eon tidak menyangka.

__ADS_1


"maaf Bu, Jae-eon capek, ibu bisa keluar sekarang " ucapnya lirih.


dengan mata berkaca-kaca ibu Jae-eon meninggalkan kamar anaknya.


******


Malam harinya semuanya sudah berkumpul di meja makan kecuali Jae-eon.


"silahkan dimakan" ucap ayah Jae-eon mempersilahkan.


"dimana nak Jae-eon? " tanya ibu Rechol.


"ah Jae-eon sedang tidak enak badan, dia sekarang ada di kamarnya dan mungkin sudah tertidur, dia hanya menyampaikan salam juga permintaan maafnya karna tidak bisa ikut makan malam" ucap ibu Jae-eon bohong.


"ah begitu rupanya, semoga Jae-eon cepat sembuh" balas ibu Rechol.


"ah iya terima kasih, ayo silakan di makan" ucap ibu Jae-eon gugup.


mereka pun melanjutkan makan mereka dengan hening.


******


esoknya rose berangkat ke Seoul.


"bi rose pamit pulang yah, terima kasih sudah merawat rose selama ini dan paman terima kasih dan maaf selama rose di sini, rose banyak merepotkan Kalian" ucap rose memeluk bibinya.


"kamu jangan berbicara seperti itu, paman dan bibi tidak pernah merasa di repotkan, apalagi kamu sudah seperti anak kandung paman dan bibi" ucap paman mengusap lembut kepala rose.


"jaga diri yah disana, kamu harus janji untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan kamu" ucap paman mengecup kening rose.


"kalau begitu rose pamit yah, terima kasih untuk semuanya" ucap rose memasuki mobil.


"hati-hati sayang,kabari bibi jika sudah sampai"


*****


skip perjalanan.


Pukul 9:30 malam.


Kim Tan sedang duduk di ruang tamu Apartemen rose, ia duduk sambil memainkan handphone-nya. tiba-tiba terdengar suara seseorang memasukkan pin apartemen itu, Kim Tan menoleh karena kaget melihat pintu terbukanya. terlihat rose sedang berusaha mengangkat masuk kopernya.


"Rose?" ucap Kim Tan tidak percaya.


"Kim Tan? kamu ngapain disini?"


"seperti yang kau lihat, aku sedang duduk"


"maksud aku kenapa kau ada disini? bukan di apartemen mu?"


"kamu lupa atau pura-pura lupa?"

__ADS_1


"maksudnya?"


"kamu sendiri yang memintaku untuk menjaga apartemen mu"


"aku kan hanya bilang untuk menjaga, bukan mengunjungi setiap saat"


"ah terserah lah, aku capek mau tidur" ucap Kim Tan membaringkan tubuhnya di sofa.


"kenapa kamu malah tidur disini, kembali ke apartemen mu"


Kim Tan tidak menggubris ucapan rose dan berpura-pura tertidur.


"ya Kim Tan, bangun, kembali ke apartemen mu" rose berusaha membangunkan Kim Tan,namun tidak ada respon darinya.


Rose pun menyerah lalu menuju ke kamarnya.


selesai mandi rose mengganti baju dan keluar kamar untuk mengambil air minum.


pada saat melewati ruang tamu, rose merasa kasihan melihat Kim Tan yang tertidur di ruang tamunya, ia pun mengambil bantal juga selimut. ia kemudian mengangkat kepala Kim Tan dengan hati-hati untuk memberi bantal di bawahnya, lalu menyelimutinya. rose kembali ke kamarnya untuk tidur.


beberapa menit kemudian, rose mengalami mimpi buruk, ya kejadian yang menimpanya menjadi mimpi buruk di setiap malamnya, ia terus melihat kejadian itu dalam mimpinya,


"Rian, Rian, Rian" ucap rose dalam tidurnya.


keringatnya bercucuran, ia terus mengigau menyebut nama Rian.


"Rian..Rian..." teriak rose dalam tidurnya, ia menangis dalam tidurnya.


Kim Tan yang mendengarnya segera menghampiri rose.


"rose bangun rose, kamu kenapa" Kim Tan berusaha membangunkan rose, namun rose tidak kunjung bangun dan hanya terus mengigau nama Rian.


"Rian...riaaaan.." rose memeluk erat Kim Tan.


"jangan pergi, ku mohon Rian kembali" rose terus saja mengigau nama Rian.


Kim Tan hanya diam dan mempererat pelukannya.


beberapa jam kemudian akhirnya rose kembali tertidur.


Kim Tan merasa lega karena rose sudah tenang, Kim Tan menarik selimut untuk menutupi tubuh rose, dan kembali memeluknya.


"ada apa dengan mu? siapa Rian?" gumam Kim Tan, Kim Tan melihat obat penenang di nakas samping tempat tidur rose, ia kemudian mengambilnya.


"obat penenang? apa yang terjadi? mungkinkah kamu masih trauma dengan kejadian yang menimpamu itu"


Kim Tan kemudian kembali menyimpan obat itu ke tempat semula, dan kembali memeluk rose, sesekali mengusap kepala Rose agar tidur rose nyenyak.


"tenang yah, ada aku disini"


akhirnya mereka pun tertidur bersama

__ADS_1


*****


__ADS_2