Rose Love Story

Rose Love Story
Perkenalan


__ADS_3

UGD 11:45


Jae-eon menuju ruang gawat darurat.


Jae-eon kemudian memeriksa pasiennya.


"Ada keretakan di tulang rusuknya juga ada pendarahan dibagian kepala. Tolong sediakan ruang operasi dan hubungi dokter rechol juga dokter rose." Perintah jae-eon ke salah satu suster yang menemaninya.


"Baik dok" balas suster.


Didepan ruang operasi tampak rose dan rechol bersiap-siap memasuki ruang operasi.


"Oh rechol? Kamu juga ikut operasi ini?" Tanya rose


"eh rose? kamu juga?iya, Ada suster yang menghubungi ku, Katanya perintah dari dokter jae-eon." Jawab rechol.


"Dokter jae-eon sudah datang" lanjut Rechol


Tampak jae-eon memasuki ruang operasi diikuti rechol dan rose.


Operasi berlangsung.


*****


Di mobil


Kim Tan mengeluh soal lukanya.


"Huuu,perban ini mengganggu sekali" keluh Kim Tan.


"Sudahlah, pelajaran untukmu untuk lebih berhati-hati dalam bekerja. Untung saja luka mu tidak terlalu parah" ucap meneger Choi.


"Oiya, bagaimana untuk pemotretan selanjutnya?" Tanya Kim Tan


"Ditunda, sampai luka ditanganmu sembuh." Jawab meneger Choi


"Akhirnyaaaaa, aku bisa menikmati suasana rumah." Ucap Kim Tan.


"Apa? Kamu bilang apa?" Tanya meneger Choi memperjelas ucapan Kim Tan.


"Oh, bukan apa-apa." Jawab Kim Tan bohong.


"Cepat sembuh, agar pekerjaan mu tidak menumpuk dan aku juga bisa berlibur di musim semi"


"Baiklah, secepatnya aku akan kembali bekerja dan menuntaskan semuanya lebih awal." Ucap Kim Tan bersemangat.


"Buktikan" meneger Choi tersenyum.


Mobil pun melaju menuju apartemen Kim Tan.


*****


Setelah 3 jam berlalu.


Lampu operasi mati, menandakan operasi selesai. Operasi berjalan lancar,di toilet tampak rose dan rechol membersihkan diri setelah melakukan operasi.


"Kau lihat tadi? Dokter jae-eon begitu keren saat melakukan operasi." Puji rechol

__ADS_1


"Dasar, bukannya mengamati untuk belajar, ini malah mengamati dokternya" balas rose


"Ya mau bagaimana lagi? Ini pertama kalinya aku melakukan operasi bersama dokter tampan seperti dokter jae-eon." Puji rechol sambil membentangkan wajah jae-eon.


"Sudahlah, ayo keluar masih banyak pasien yang harus kita tangani" ucap rose membuyarkan lamunan rechol.


Mereka pun keluar dan segera mengganti pakaiannya.


*****


Jam menunjukkan 08:30


Jae-eon membereskan beberapa dokumen yang ada dimeja dan bergegas pulang.


Didepan rumah sakit jae-eon bertemu rose yang juga bersiap untuk pulang.


"Dokter rose?" Sapa jae-eon


"Eh dokter jae-eon, panggil rose aja dok" balas rose


"Kamu juga panggil jae-eon saja, lagian umur kita tidak berbeda jauh" ucap jae-eon tersenyum.


"Oiya,kamu sudah mau pulang?" Tanya jae-eon


"Iya dok,eh jae-on" jawab rechol


"Ngga mau sekalian? Aku antar ke rumah kamu" ucap jae-eon menawarkan tumpangan ke rose.


"Oh ngga usah, aku bawa mobil sendiri kok" tolak rose


"Baiklah,kalau begitu saya duluan" pamit jae-eon.


"Kamu juga" jae-eon tersenyum.


Rose pun menuju mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


*****


Di Apartemen


Kim Tan sedang menonton TV sambil menikmati minuman kaleng juga sup yang diberikan meneger Choi tadi,sebelum pulang. Karena terlalu serius memandangi TV, mangkuk yang berisi sup tumpah dan mengenai tangan Kim Tan yang dibalut perban.


"Aw, panas,aish sial. Mana perbannya kena lagi" gerutu Kim Tan kesal


Kim Tan kemudian bergegas ke wastafel dan membersihkan tangannya dan perban ditangannya basah.


Kim Tan pun keluar untuk menemui rose.


Tampak Kim Tan terus memencet bel kamar rose.


Dari arah timur tampak rose berjalan menuju kamarnyaa. Rose melihat ada Kim Tan yang berdiri didepan pintu kamarnya.


"Cowok aneh? Apa yang kamu lakukan didepan kamarku?" Tanya rose


Kim Tan berbalik ke arah sumber suara


"Apa? Kamu tadi memanggil ku apa?" Tanya Kim Tan memperjelas

__ADS_1


"Aku punya nama, perkenalkan namaku Tan, Kim Tan" lanjut Kim Tan memperjelas namanya.


"Aku bukan menanyakan itu,aku menanyakan,apa yang kamu lakukan didepan kamar ku?" Balas rose terkesan jutek.


"Perempuan ini benar-benar menyebalkan" gerutu Kim Tan, namun tidak didengar rose


"Sesuai perjanjian,aku ingin mengganti perban ku" lanjut Kim Tan


"Secepat itu?"


"Yaaa, lihatlah aku ketumpahan sup dan membuat perban ku basah" ucap Kim Tan sambil memperlihatkan tangannya.


Tanpa menanggapi. Rose membuka pintu kamarnya


"Masuklah" rose mempersilahkan Kim Tan masuk.


Kim Tan menuju sofa depan kamar rose. Rose menyimpan tasnya ke sofa kemudian bergegas mengambil kotak obat. Rose kembali dan membawa kotak obat. Kemudian duduk disamping Kim Tan.


Rose mengganti perban Kim Tan. Rose begitu serius mengganti perbannya. Kim Tan terus memerhatikan rose yang begitu serius mengobati lukanya. Rose yang menyadari tatapan Kim Tan.


"Berhenti menatap ku seperti itu,aku tau aura kedokteran ku terpancar setiap kali aku mengobati pasien ku" rose puji diri sendiri


Kim Tan tersadar mendengar ucapan rose


"Apa? Apa aku salah dengar?" Tanya Kim. Tan meledek


"Sudahlah,perkejaan ku sudah selesai,kamu bisa kembali ke kamarmu" ucap rose tanpa menjawab pertanyaan Kim Tan.


"Baiklah,aku juga malas berlama-lama disini. Aura kedokteran mu terlalu kuat" ledek Kim Tan sambil tersenyum dan meninggalkan rose.


Rose kesal melihat senyum Kim Tan yang tampak meledeknya.


Dikamar Kim Tan.


"Baru kali ini ada yg tidak peduli dengan keberadaanku, Dasar cewek aneh, seharusnya dia merasa beruntung karena actor terkenal seperti ku mengunjunginya sedang banyak fans yang antri di luaran sana hanya untuk berfoto dan meminta tanda tangan ku." Gumam Kim Tan.


Kim Tan pun menuju kamarnya untuk beristirahat


*****


Setelah makan rose mengambil segelas susu hangat,kemudian menuju meja kerjanya. Rose melewati ruang tamunya dan mendapati handphone di kursi Sofanya.


"Handphone siapa ini?" Gumam rose mengingat Kim Tan yang baru saja dari kamarnya.


"Pasti punya si cowok aneh itu, sudahlah besok saja ku kembalikan,lagian juga malam sudah selarut ini." Rose membawa handphone Kim Tan ke meja kerjanya.


Tampak alarm dihp Kim Tan berbunyi. Sebuah pengingat "wafat ibu"


Rose yang melihatnya, tiba-tiba teringat ibunya


"Pasti dia kesepian,sama seperti ku" gumam rose


"Sudahlah, lebih baik aku segera menyelesaikan pekerjaan lalu tidur"


Rose kemudian mengecek beberapa tugas dan jadwalnya.


Jam menunjukkan 12:30

__ADS_1


rose membereskan meja kemudian bergegas tidur.


*****


__ADS_2