
*****1 bulan kemudian
Yuri baru saja bangun, ia mengambil kalender kecil di samping meja tempat tidurnya, ia tampak melingkari tanggal setiap harinya.
"wah tidak terasa sudah sebulan kita Disini" Yuri mengamati kalender yang sebulannya sudah dilingkarinya.
rose berbalik
"iya yah, sebentar lagi kita akan kembali bekerja di rumah sakit seperti biasanya." ucap rose tidak bersemangat.
"yaaaaa kita semua akan merindukan tempat ini"
suara tentara yang sedang latihan di bawah terdengar keras, ternyata tentara tersebut sedang lari melewati tempat penginapan rose dan rekannya.
Yuri dan rose segera keluar pagar dan mengamati mereka yang sedang latihan.
rose dan Yuri terpaku melihat para tentara berlari dengan telanjang dada.
rian menghampiri rose dan Yuri.
"apakah suara mereka mengganggu mu?" tanya rian.
"tidak, tidak masalah,bisakah kamu minggir sedikit? kamu menghalangi pandangan ku" ucap rose berusaha ingin melihat mereka latihan. rose berpindah tempat dari Rian yang menghalangi pandangannya, tetapi Rian mengikuti arah pandangan rose dan berusaha menghalangi rose.
"bisakah kamu minggir? kenapa kamu menghalangi pandangan ku?" ucap rose mulai kesal.
Rian kemudian memerintahkan ke semua pasukannya untuk mereka beristirahat.
"memangnya apa yang ingin kamu lihat?" tanya Rian berbalik.
rose kesal.
"kamu sendiri? memangnya ada perlu apa kamu menemui ku?" tanya rose
"kamu kan sudah sebulan disini, terakhir kita keluar dari tempat ini yaa sebulan yang lalu. aku ingin mengajakmu makan di restoran yang ada di kota,itupun kalau kamu mau dan tidak sibuk" ucap Rian dengan percaya diri.
"jam berapa?" tanya rose.
"itu tergantung pada kesibukan mu" ucap Rian
"bagaimana kalau sore?"
"tidak masalah, sekalian kita bisa makan malam sebelum pulang"
******
Kim Tan berjalan keluar dari kamar mandi. tampaknya ia Baru saja mandi. saat ia melewati meja tempat tidurnya,ia melihat ke arah kalender kecil itu.
"sudah sebulan, rose tidak ada kabar. aish bagaimana bisa anak itu memercayakan apartemennya kepadaku sedang dia tidak ada kabar?" kim Tan menghela nafas frustasi.
ia kemudian memakai baju dan segera ke lokasi syutingnya.
saat di mobil Rian memeriksa handphonenya untuk melihat apakah ada kabar dari rose.
tetapi tidak ada satupun. Kim Tan kemudian mengirim pesan suara ke rose.
__ADS_1
"yaaaaa bisa-bisanya kamu pergi, dan selama sebulan kamu tidak ada kabar? kamu bukan pergi untuk menghilang kan? bisa-bisanya kamu mempercayakan apartemen mu lalu menghilang tanpa kabar" ucap Rian kesal.
Rian Kemudian menancap gas menuju lokasi syutingnya.
*****
Sore pukul 3:35
Rian dan rose menuju kota, dress santai yang di gunakan rose terlihat sederhana namun membuat rose lebih cantik dan anggun. sedang Rian menggunakan celana jins dengan balutan kaos hitam juga jaket kulit hitam sebagai pelengkap outfitnya.
beberapa jam kemudian rose memasuki kota. handphone rose berdering beberapa pesan dari teman-teman, bibinya juga Kim Tan.
rose membalas satu persatu pesan bibi dan teman-temannya, rose membuka pesan dari Kim Tan terdengar suara Kim Tan sedang kesal pada rose karena selama sebulan dia tidak memberi kabar.
rose kemudian membalas pesan Kim Tan.
"hei Kim Tan, aku bekerja di tempat yang sulit Jaringan, bagaimana bisa aku menghubungi mu?. dan untuk apartemen ku, aku akan membuat perhitungan kalau kamu membuatnya berantakan sama seperti apartemen mu" rose memberi peringatan.
Rian yang mendengarnya kemudian menanyakannya.
"Kim Tan itu siapa? pacar mu?" tanya Rian
rose tertawa.
"hah? aku? pacaran dengannya?hahahaha"
"lantas dia siapa? kenapa kamu membahas apartemen dengannya?"
"kebetulan kamar ku dan kamarnya bersebelahan,bisa dibilang kami ini bertetangga, dan kami cukup dekat, dia itu teman ku"
"yakin teman? setahuku tidak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan"
"siapa bilang? aku tidak ingin berteman dengan mu" ucap Rian
"lalu kenapa kamu mengajakku makan? kalau tidak ingin berteman dengan ku" rose sedikit kesal
"aku ingin lebih dari teman? apa kamu mau berkencan dengan ku? aku tidak butuh jawaban sekarang, kamu bisa memikirkannya dulu sebelum menjawab ku, setidaknya kamu tau perasaan ku" ucap Rian to the point.
rose terdiam, jantungnya seketika berdegup kencang mendengar ucapan Rian
Rian kemudian memarkir mobilnya di depan salah satu restoran, hari itu sudah menjelang malam.
"ayo, masuk, kamu tidak usah memikirkan apa yang aku ucapkan tadi, pikirkan setelah kembali, saat ini kamu hanya boleh menikmati suasana ini, aku tidak ingin kamu terganggu dengan ucapan ku tadi" ucap Rian lalu menggandeng tangan rose masuk ke restoran.
rose semakin gugup.
didalam restoran terlihat 2 orang sedang cekcok membahas suatu masalah.
mereka berdebat menggunakan bahasa disana.
terlihat laki-laki itu sudah mulai emosi.
Rian menarik kursi dan mempersilahkan rose duduk, pelayanan restoran membawa daftar menu, Rian memesan beberapa makanan pembuka dan penutup.
"rose kamu mau pesan apa?" tanya Rian
__ADS_1
"apa saja"
"kamu yakin? kamu tidak takut aku melakukan hal yang sama sewaktu di motel?" ucap Rian menggoda rose
Rian kemudian memesan makanan.
"saya pesan makanan paling enak yang ada di restoran ini" ucap Rian berbahasa Inggris.
rose mendengarnya sedikit senang.
"oiya rose aku ka toilet sebentar yah" ucap Rian.
"iya"
Rian kemudian pergi.
kedua laki-laki tadi semakin memanas, ia kemudian menusuk rekannya. semua orang panik dan menyebabkan keributan, karena panik, laki-laki itu melompat ke arah rose dan mengancam untuk menusuk rose jika ada orang yang akan menangkapnya.semua orang teriak.
Rian kembali dari toilet dan melihat kerumunan orang-orang. Rian panik dan segera mencari rose, Rian kaget melihat rose di Sandra laki-laki tadi. Rian memberi kode ke rose untuk menggigit tangan pria tersebut.
Rian memberi aba-aba menggunakan jarinya, terlihat hitungan ketiga rose menggigit tangan laki-laki tadi kemudian berlari ke arah Rian. Rian melompat dan menendang pria itu, pria itu berdiri hendak menusuk Rian, tetapi Rian memegang pisau itu dan membuat tangan Rian berdarah, Rian memukul pria itu dan mengambil pisau tadi, satpam segera mengamankan pria itu, rose berlari menuju pria yang terkapar karena tikaman tadi.
rose kemudian menahan aliran darah yang mengalir.
rose kemudian meminta lap yang bersih. dan segera menahan aliran darah.
Rian dan rose membawa pria itu ke klinik, tetapi saat mereka sampai di klinik ternyata tidak ada dokter dan hanya ada perawat, rose kemudian memberitahu kalau dia itu dokter, jadi perawat tidak perlu khawatir dan bisa mengizinkan rose mengobatinya, perawat mengangguk dan membiarkan rose menanganinya.
rose kemudian mencuci tangan dan segera menangani pria tadi.
50 menit berlalu akhirnya rose keluar, ia sudah selesai menangani pria tadi.
"apa sudah selesai?" tanya Rian
"yaa, pria itu bisa pula besok, Untung saja lukanya tidak parah, tikaman nya tidak terlalu dalam jadi tidak melukai organ dalamnya." ucap rose.
rose melihat darah menetes dan panik, Rose menarik tangan Rian dan melihat tangan Rian yang sobek karena pisau tadi.
"kamu juga terluka, sini aku obati, kenapa kamu tidak memberitahu ku?" rose kesal.
"karena aku pikir ini hanya luka ringan"
"luka ringan katamu? jelas-jelas ini luka sobek yang pastinya memerlukan beberapa jahitan, dan jika tidak diobati akan infeksi" ucap rose
"dan dari luka ringan bisa fatal" lanjut rose sedikit kesal
Rian hanya tersenyum dan mengamati rose membalut lukanya
"ah perih" keluh Rian
"ini alkohol, aku butuh untuk membersihkannya. kamu Tahan sebentar yah"
rose menyiram alkohol ke tangan Rian.
Rian refleks memegang tangan rose, pandangan mereka saling bertemu.
__ADS_1
rose segera mengalihkan pandangannya dan melanjutkan aktivitasnya mengobati Rian.
*****