
Setelah membayar Kim Tan membawa semua barang belanjaannya ke mobil.
"aku lupa beli sesuatu, kamu duluan aja yah ke mobil" ucap rose lalu kembali masuk ke minimarket.
setelah semua beres Kim Tan menunggu rose di dalam mobil, sambil memainkan ponselnya agar tidak jenuh.
beberapa menit kemudian
"rose lama banget sih" ucap Kim Tan melihat arah minimarket.
beberapa saat kemudian rose keluar dari minimarket dengan kantong di tangannya.
brukk rose tidak sengaja menabrak seseorang.
"dokter rose??" tanya pria tersebut
"maaf anda siapa?" tanya rose bingung.
"saya temannya Rian dok" jawab pria tersebut.
mendengar nama Rian, rose seketika mengingat masa lalunya, dimana dia mengingat kejadian gedung yang meledak dengan Rian di dalamnya.
rose sesak nafas.
"ada apa dok? anda baik-baik saja?" ucap pria itu panik melihat tubuh rose gemetar dan sesak nafas.
"apa anda baik-baik saja?"
rose tidak menjawab karena susah bernafas.
Kim Tan yang melihat rose, buru-buru keluar dari mobil dan berlari mendekat rose.
pada saat rose hampir pingsan, Kim Tan segera memegangi rose.
"maaf, istri saya sedang tidak enak badan, kamu permisi dulu" ucap kim Tan memegangi rose menuju mobil.
"baik pak. maaf dok, saya tidak tau, semoga anda cepat sembuh" ucap pria itu merasa bersalah.
rose hanya mengangguk.
sesampai di dalam mobil rose buru-buru membuka tasnya dan mencari obat penenangnya. pada saat rose membuka obat itu, buru-buru Kim Tan merebut obat itu dan melemparkannya keluar.
"Kim Tan, kamu kenapa sih?" teriak rose.
rose masih sesak nafas.
"aaakuuu benar-benar tidak susah bernafas sekarang, kenapa kamu tega sekali?" ucap rose terbata.
rose menangis
__ADS_1
Kim Tan kemudian mengambil kantong di jok belakang.
Kim Tan mengeluarkan nebulizer lalu memberikannya pada rose.
"pakai ini, sudah jangan menangis, maafkan aku" ucap Kim Tan merasa bersalah.
karena kesal rose menepis alat itu.
"mau pake ini atau nafas buatan dari ku?" ancam Kim Tan.
karena takut, rose mengambil alat itu kembali dan menggunakannya.
rose mengisap nebulizer tersebut sampai dia merasa tenang.
rose menangis terus-menerus. ia kembali merasa bersalah atas apa yang menimpa Rian.
Kim Tan memeluk rose dan berusaha menenangkannya.
"ini bukan salahmu, sudahlah kamu harus berusaha melupakan kejadian itu" ucap Kim Tan mengelus kepala rose.
"maafkan aku, aku membuang obat itu karena tidak mau kamu ketergantungan dengan obat itu, tidak baik untuk ginjal mu" lanjutnya.
rose terus menangis di pelukan kim Tan. sampai akhirnya rose tertidur karena lelah menangis.
Kim Tan kemudian memperbaiki posisi tidur rose. Kim Tan mengelus Surai rambut istrinya itu.
*skip perjalanan
setelah membaringkan tubuh rose, Kim Tan menarik selimut untuk rose.
pada saat ingin keluar kamar, rose menarik tangan Kim Tan dan menggenggamnya erat.
Kim Tan yang melihat rose merasa kasihan, dia kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk rose.
Pukul 9:00
rose terbangun dan merasa ada yang berat di atas perutnya, ia berbalik dan mendapati Kim Tan sedang memeluknya.
"ihhhh dasar mesum" teriak rose mendorong Kim Tan menjauh dari tubuhnya.
"apa sih rose, teriak-teriak? berisik tau, aku tuh ngantuk, capek" tanya Kim Tan setengah tidur.
"lagian kamu ngapain peluk-peluk aku? modus banget" kesal rose.
"ngga apa-apa kan, kamu kan istri aku, lebih dari pelukan juga ngga apa-apa. aku bisa melakukannya kapan pun aku mau" goda kim Tan.
rose yang mendengarnya seketika merinding.
"tau ah, aku mau keluar beresin belanjaan tadi" ucap rose buru-buru meninggalkan Kim Tan.
__ADS_1
Kim Tan tersenyum setelah puas menggoda rose. ia pun melanjutkan tidurnya.
Di dapur rose membereskan semua belanjaannya tadi, tidak lupa dia juga memasak untuk makan malam mereka. setelah cukup lama bergulat di dapur, rose pun menata makanan di meja dan segera memanggil kim Tan.
pada saat rose membuka pintu kamar mereka, dia terkejut melihat Kim Tan yang hanya menggunakan handuk dengan bertelanjang dada.
"ih kalau mau mandi atau ganti baju pintunya di kunci dong" ucap rose menutup mata dan segera berbalik.
"ngapain di kunci? ini kan kamar kita berdua, dan lagian kita ini suami istri, kamu bebas melihat apapun dari ku" ucap Kim Tan kembali menggoda rose.
"tetap saja, lagian kita ini berbeda dari pasangan suami istri pada umumnya, ingat yah kita ini sebatas menikah di atas kertas." tegas rose.
"tatap saja semuanya bisa berubah"
"udah ah, aku malas berdebat, aku tunggu di meja makan" ucap rose menutup pintu.
kim Tan terkekeh melihat tingkah rose.
"menggemaskan" gumam Kim Tan
*Skip makan malam.
setelah makan malam, Kim Tan memberikan sebuah kotak untuk rose.
"apa ini?" tanya rose bingung.
"aku juga ngga tau, waktu kamu di Jeju, ada orang yang mengirim ini ke tempat mu, tapi karena kamu ngga ada jadi aku yang menerimanya dan menyimpannya di apartemen. aku ingin memberikannya tapi aku selalu saja lupa, apalagi kemarin kita sibuk mempersiapkan pernikahan ini" jelas Kim Tan.
rose kemudian duduk di sofa lalu membuka kotak tersebut.
"CD? ini CD apa?" gumam rose.
rose kemudian memasukkan CD tersebut lalu memutarnya. betapa kagetnya dia melihat video Rian.
seketika rose mengalami sesak nafas dan air matanya seketika menetes.
Kim Tan berusaha menenangkan rose. ia menarik rose kedelapannya.
"hai Rose? apa kabar? saat video ini sampai di tangan mu mungkin aku sudah tidak ada lagi di samping mu, aku hanya ingin menyampaikan rasa terima kasih ku pada tuhan karena sudah mempertemukan ku dengan malaikat tak bersayap seperti mu, aku benar-benar merasa beruntung mencintai dan di cintai perempuan sebaik kamu, belakang ini aku putus asa karena penyakit yang aku idap tapi setelah bertemu dengan mu aku merasa semangat hidupku kembali. aku benar-benar ingin hidup lebih lama lagi meskipun aku tau sebenarnya penyakit ini sewaktu-waktu akan membunuh ku. aku kadang menangis jika mengingat penyakit ku yang semakin hari semakin parah, itu berarti aku tidak bisa hidup lama bersamamu. tapi disisi lain aku bersyukur, setidaknya di sisa umurku aku di pertemukan dengan wanita sebaik dan secantik kamu, aku sangat bersyukur mencintai dan di cintai olehmu. maaf selama ini aku menyembunyikan penyakit ku ini. itu semua karena aku tidak mau kamu bersedih, maaf juga tidak bisa menemani mu lebih lama lagi. dan satu lagi pesan dariku, setelah aku pergi, tolong jatuh cintalah kembali dan hiduplah dengan bahagia, itu akan membuat ku ikut bahagia. aku berharap laki-laki yang akan mendampingi mu di kehidupan selanjutnya adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan mampu membahagiakan mu.
jangan pernah bersedih apalagi menangisi kepergian ku. ini akan menyiksa ku. bahagia lah malaikat ku. aku sangat mencintaimu.
selamat tinggal dan berbahagialah."
tangis rose semakin pecah mengetahui fakta kalau rian mengidap penyakit yang mematikan.
"sudah, kamu tenang yah sekarang, ingat pesan Rian tadi, kamu harus bahagia, dan kamu dengar sendiri kan? Rian menyelamatkan mu karena dia tau hidupnya tidak akan lama lagi dan dia menyelamatkanmu karena hanya itu yang bisa dia lakukan di sisa hidupnya, dia ingin ku tetap hidup dan bahagia, jadi sekarang kamu harus berdamai dengan masa lalu kamu, buat rian bahagia di atas sana. siapapun yang di posisi Rian, pasti akan melakukan hal yang sama, jadi kamu harus sembuh dari trauma mu" ucap Kim Tan mengelus Surai rambut rose.
rose mengangguk dan terus memeluk Kim Tan.
__ADS_1
*******