
Pagi 8:30
Rechol berada dalam WC ia duduk di closet sambil menunggu hasil tespectnya.
"semoga hasilnya negatif" ucap Rechol menutup mata sambil memegangi tespectnya.
perlahan dia membukanya.
"tidak mungkin, ini pasti salah, hasilnya pasti salah, tidak mungkin" ucap Rechol panik.
"bagaimana ini? aku harus bilang apa ke ayah dan ibu? lalu bagaimana dengan Jae-eon? apa yang harus aku katakan? arrrggg" Rechol frustasi.
"apakah Jae-eon akan bertanggung jawab atas bayi yang aku kandung ini? bagaimana jika ia tidak mau bertanggung jawab? aku harus bagaimana? arrrggg" Rechol Semakin frustasi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
"ayo Rechol tenang, ayo pikirkan solusi, semuanya akan baik-baik saja" Rechol menarik nafas dalam-dalam.
"aku harus bicara dengan Jae-eon.
Rechol kemudian keluar dari kamar mandi dan segera bersiap-siap untuk menemui Jae-eon.
*****
semenjak kejadian tadi malam Jae-eon lebih memilih mengurung diri di kamarnya.
"bagaimana bisa kamu secepat itu melupakan kenangan kita? bagaimana bisa kamu secepat itu mengambil keputusan untuk menikah dengannya? arrrrgggh" Jae-eon melempar gelas yang ada di tangannya ke sembarang tempat.
drrrttttt drttt
pesan masuk
"Jae-eon, kamu ada dimana? ada yang ingin aku bicarakan, ini penting. aku ke rumah mu sekarang" Pasan dari Rechol.
setelah membacanya, Jae-eon tidak membalas lalu meletakkan kembali handphonenya.
*****
handphone Kim Tan bergetar tanda ada panggilan masuk.
"ah halo?" ucap Kim Tan setengah sadar.
"kau ini dimana? aku ke apartemen mu tapi kau tidak ada" ucap meneger Choi dalam telfon.
belum sempat menjawab, rose terbangun karena suara kim Tan.
"aaaaaaa kenapa kau ada disini? lalu kenapa kita tidur bersama lagi?" teriak rose.
meneger Choi semakin kaget mendengar suara rose.
"yaaa Kim Tan? apa yang kau lakukan? jadi benar yang ada di berita itu?" teriak meneger Choi
Kim Tan menjauhkan sedikit handphone dari telinganya dan memberi kode ke rose agar diam. dengan jari telunjuk di bibirnya
"yaa tidak usah teriak, aku mendengarnya. memangnya berita apa?" tanya Kim Tan
__ADS_1
"kau lihat saja sendiri. lama-lama aku bisa gila" ucap meneger Choi menutup telfon
Kim Tan kemudian melompat menuju ruang tamu.
"hei Kim Tan, kau belum menjawab pertanyaan ku"
Kim Tan mengabaikan rose lalu menyalakan TV.
berita yang tersebar di TV adalah video potongan percakapan kim Tan, Jae-eon dan rose. dimana di video itu hanya merekam ucapan Kim Tan di bagian rencana pernikahannya dengan rose. tampak wajah Jae-eon dan rose di blur kecuali Kim Tan.
"aaaarggg, kenapa jadi begini? apa yang harus aku lakukan?" Kim Tan frustasi melihat berita itu.
rose yang melihat berita itu ikut frustasi.
"duh bagaimana ini? kamu sih, bicara sembarangan, bagaimana kalau sampai karirmu hancur? lalu bagaimana dengan fansmu? dia akan membully ku" ucap Rose panik.
Kim Tan lalu menelfon meneger Choi.
"jadi aku harus bagaimana? apa perlu aku melakukan konferensi pers?" tanya Kim Tan
"memangnya kronologinya bagaimana? kenapa bisa terjadi begini?"
"ah ceritanya panjang, aku hanya membohongi laki-laki yang ada di video itu, karna memaksakan teman wanita ku untuk kembali padanya, aku mana tau ada wartawan yang merekamnya. jadi aku harus bagaimana?"
"kamu harus melanjutkan ucapan mu itu" ucap meneger Choi
"maksudnya? aku tidak mengerti " tanya Kim Tan tidak paham.
"bagaimana bisa? lalu bagaimana dengan fans ku? terus bagaimana dengan rose? dia akan di bully "
"oh jadi wanita itu namanya rose?"
"itu tidak penting, yang aku tanyakan bagaimana nasib rose kedepannya?"tanya Kim Tan
"kau tenang saja, awalnya aku mengira fansmu dan semua orang tidak akan terima dengan berita kencanmu ini, tapi setelah melihat komentar-komentar dari fansmu juga masyarakat sekitar, ternak banyak yang mendukung mu, terlebih fansmu, mereka semua mendukung, meskipun beberapa juga tidak menerima berita ini. tapi lebih banyak yang mendukung mu, jadi kau tidak perlu khawatir dengan rose juga karirmu" ucap meneger Choi.
"bagaimana bisa aku dan rose menikah? aku hanya bohong untuk melindungi rose"
"justru kalau kau tidak menikah, masyarakat akan marah karena merasa di bohongi" ucap meneger Choi.
"aaarggggh, aku benar-benar bisa gila" kim Tan frustasi
ia menutup telfonnya.
"lalu bagaimana? jangan bilang kita harus menikah " tanya rose.
"tidak ada pilihan lain" ucap Kim Tan pasrah.
"aku tidak mau, apalagi berurusan dengan fansmu, kita cari cara lain. kita pasti bisa menyelesaikannya, atau bagaimana kalau kita jujur saja? " usul rose
"kau mau Jae-eon kembali memaksa mu?" "kalau itu kita bisa cari cara lain, agar dia tidak menghubungi ku lagi" jawab rose.
"lagian kalau kita jujur, masyarakat justru akan marah karena dipermainkan dengan berita ini, dan yang akan membully mu bukan hanya fansku tapi juga Masyarakat sekitar " ucap Kim Tan
__ADS_1
"kita akan menikah" lanjut kim Tan.
"kau gila yah? bagaimana bisa kita menikah dengan tidak memiliki perasaan satu sama lain?"
"kita hanya menikah, dengan kata lain kita hanya menikah sebatas sah di mata hukum, artinya kita sepasang suami istri di mata publik saja, dibalik itu terserah kamu mau melakukan apa begitupun sebaliknya dengan ku. aku tidak akan ikut campur dengan kehidupan mu juga sebaliknya. jadi kau bebas aku pun begitu "
rose hanya diam dan berpikir mempertimbangkan ucapan Kim Tan.
"aku akan kasi jawabannya besok" ucap rose lalu kembali ke kamarnya.
Kim Tan pun kembali ke kamarnya.
*****
tok..tok..
Rechol mengetuk pintu kamar Jae-eon. karena tidak ada jawaban akhirnya Rechol memberanikan diri untuk masuk.
"Jae-eon" panggil Rechol.
Jae-eon yang sedang berdiri di balkon pun menoleh.
"Rechol? kamu kenapa kesini? dan siapa yang mengizinkan mu masuk ke kamarku sembarangan?" ucap Jae-eon kesal
"aku sudah mengetuk pintu dari tadi, tapi tidak ada jawaban, dan aku kan sudah mengirimi mu pesan, kalau aku mau bicara penting sama kamu"
"pulanglah aku tidak punya waktu meladeni mu" ucap Jae-eon ketus.
"kenapa kamu bicara seperti itu? aku kesini hanya mau bicara tidak berniat mengganggumu" Rechol mulai kesal
"ini sudah mengganggu namanya"
"baiklah, setelah kita bicara aku akan pulang"
Rechol membuka tasnya dan mengambil tespectnya.
"aku hamil" ucap Rechol memberikan respect itu kepada Jae-eon.
deggg bagaikan di sambar petir, Jae-eon kaget melihat respect itu.
"aku tidak menginginkan jawaban mu sekarang, tapi aku berharap kamu cepat memutuskan keputusan mu"
Jae-eon hanya diam. ntah apa yang dia pikirkan sekarang.
"baiklah, aku permisi dulu" ucap Rechol lalu keluar dari kamar Jae-eon.
"arrrrgggh" teriak Jae-eon frustasi.
"kenapa bisa jadi begini? Jae-eon bodoh"
Jae-eon mengacak-ngacak rambutnya dan memijit pelipisnya karena pusing harus berbuat apa.
*****
__ADS_1