Rose Love Story

Rose Love Story
Perpisahan


__ADS_3

Kediaman keluarga Han ji won.


terlihat sudah ada rechol dan orang tuanya disana. mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Jae-eon.


"wah selamat datang, rechol kamu sekarang sudah tumbuh dewasa yah, cantik seperti ibumu. oiyah silahkan duduk dulu, sambil menunggu Jae-eon pulang, kita nikmati dulu kopinya. kebetulan kopi ini kiriman dari teman yang ada di L.A, rendah kafein cocok sekali untuk mu Hyun bin."


"hahaha kamu ternyata masih ingat dengan selera kopiku."


bel rumah berbunyi. ibu Jae-eon kemudian menuju pintu dan membukanya. bukan main kagetnya ayah jae-eon melihat jae-eon datang bersama rose. sedangkan ayah Rechol tampak bingung dengan situasi saat itu.


"malam Bu, kenalin ini rose" ucap jae-eon memperkenalkan rose ke ibunya.


"halo Tante, aku rose"


"iya halo, silahkan masuk" ucap ibu Jae-eon bingung harus bagaimana.


saat Jae-eon memasuki pintu, Jae-eon berbisik ke ibunya.


"calon menantu" ucap jae-eon tersenyum.


"rechol,om, Tante?" rose kaget melihat rechol dan orang tuanya ada disana.


"rose? jae-eon? jadi anak om itu Jae-eon yang ini?. pantas saja namanya tidak asing. berarti om juga yang punya rumah sakit dong" ucap rechol tidak menyangka.


"iya, om adalah ayah Jae-eon dan om lah kepala rumah sakit di tempat kalian Bekerja." jawab ayah Jae-eon.


"dan kebetulan memang om jarang sekali ke rumah sakit, jadi kamu mungkin tidak mengenali om" lanjut ayah Jae-eon menjelaskan.


"oiya Jae-eon kamu masih ingat om hyun bin?"


ucap ayah Jae-eon melirik ke ayah Rechol.


"oh om, apa kabar? lama tidak bertemu. jadi anak om itu rechol?"


"iyaaaa, terakhir kalian bertemu itu saat usia kalian masih balita. jadi kalian tidak ingat satu sama lain. dan ketika om berkunjung ke Amerika kebetulan om sendiri ke sana"


"yayayaa, kebetulan sekali" balas Jae-eon.


"oiya ayah, kenalin ini rose, juga dokter di rumah sakit tempat ku dan rechol bekerja."


"halo om" sapa rose


"iya halo" ucap ayah Jae-eon datar berusaha menyembunyikan kekesalannya.


"hei rose" sapa ibu rechol


"halo Tante, om" sapa rose ke orang tua rechol.


"baiklah karna semuanya sudah berkumpul, mari kita mulai acara makan malamnya." ajak ayah jae-eon.


mereka semua menuju meja makan.

__ADS_1


terlihat Jae-eon menarik kursi untuk rose dan kemudian duduk di samping rose. rechol ikut duduk disamping Jae-eon. posisi Jae-eon berada diantara rose dan Rechol. ayah Jae-eon semakin kesal melihat Jae-eon bersikap manis terhadap rose, sedangkan tidak terhadap rechol .


mereka semua pun menikmati hidangan tersebut.


*****


Apartemen


terlihat Kim Tan berbaring di sofa ruang tamu apartemennya. ia mengingat dimana ia. melihat rose di jemput Jae-eon. Terlihat rose sangat cantik mengenakan dress putih tulang dan dibalut heels putih juga.


"mereka pasti pergi berkencan.haaaaa apaan sih Kim Tan, kenapa kamu malah memikirkan rose, dia mau jalan atau tidak terserah dia" ucap Kim Tan mengacak-acak rambutnya kemudian memejamkan matanya untuk tertidur sejenak.


handphone-nya berdering. terlihat panggilan dari meneger Choi.


"halo, ada apa? bukannya tadi meneger bilang tidak ada jadwal malam ini, terus kenapa malah menelfon ku malam-malam begini?"


"begini Kim Tan, malam ini saya ada acara makan malam dengan meneger lainnya, kebetulan saat dijalan, mobilku mogok, jadi saya terpaksa naik taksi. dan sialnya tempat kami makan malam itu bukan rute untuk kendaraan umum, jadi bisakah kamu menjemput ku nanti?"


"merepotkan sekali"


"bantulah, selama ini juga kan saya sering mengantar jemput mu, jadi anggap saja kali ini kita impas."


"baiklah kirimkan alamatnya. dan telfon saya jika sudah ingin di jemput"


"oke-oke terima kasih"


kim Tan kemudian menutup telfon dan kembali memejamkan matanya.


*****


terlihat mereka semua sudah makan.


"baiklah, ada yang ingin saya sampaikan malam ini, alasan saya mengadakan acara makan malam ituuuu, untuk membahas wasiat mendiang orang tua saya, nenek Jae-eon."


ucap ayah jae-eon membuka pembicaraan.


"dan adapun wasiat yang disampaikan itu, adalah, mengenai perjodohan antara Jae-eon dan rechol."


sontak Jae-eon,rose dan Rechol kaget mendengar apa yang disampaikan ayah jae-eon.


"apa? perjodohan? ayah jae-eon itu sudah dewasa, Jae-eon tau mana yang baik untuk Jae-eon, dan jae-eon hanya akan menikah dengan orang yang jae-eon cinta, tidak ada yang namanya perjodohan, Jae-eon tidak mau"


ucap Jae-eon dengan nada tinggi.


rechol dan rose hanya diam. tampak rose berusaha menahan air matanya.


"mau tidak mau kamu harus menikah dengan rechol, ini pesan terakhir dari mendiang nenek mu, dan ayah sebagai anaknya harus mewujudkan keinginan terakhirnya." balas ayah Jae-eon dengan nada yang tak kalah tinggi.


"dan bulan ini, ayah tidak mau tau kalian harus bertunangan." lanjut ayah Jae-eon.


"maaf om, saya lancang, tapi yang dikatakan Jae-eon itu ada benarnya, cinta seseorang tidak bisa di paksakan. lagian Jae-eon sudah ada orang yang di cintainya. dan rechol tidak ingin merusak hubungan mereka." ucap rechol.

__ADS_1


rose yang dari tadi hanya terdiam kemudian berbicara.


"maaf, sepertinya saya harus pamit pulang, mengingat pembicaraan kalian ini adalah pembicaraan Antara keluarga, dan sama sekali bukan tempat untuk ku" ucap rose berdiri dari tempat duduknya.


Meraka semua terdiam sejenak.


"kamu mau kemana?" tanya jae-eon.


"maaf Jae-eon aku tidak enak berada di tengah-tengah pembicaraan kalian, seharusnya dari awal aku ngga ikut makan malam ini" jawab rose.


"kalau begitu aku pamit dulu, rechol,om, Tante" lanjut rose kemudian beranjak pergi.


di depan rumah Jae-eon.


Jae-eon mengejar rose.


"tunggu rose, biar aku antar kamu pulang" jae-eon memegang tangan rose.


rose menepis tangan Jae-eon


"tidak perlu,aku bisa pulang sendiri kok, lagian keluarga kamu sedang membahas sesuatu yang penting antara kamu dan rechol" ucap rose berusaha tersenyum.


"tapi, aku yang menjemput mu jadi aku juga yang harus mengantar mu" seru Jae-eon.


"kalau kamu masih sayang sama aku, kasi aku waktu sendiri. hari ini aku ingin Sendiri dulu, please tolong pahami posisiku. aku juga tidak enak sama orang tua kamu, apalagi ayah Rechol dan ibunya, mereka sudah seperti orang tua ku juga. jadi aku ngga mau Mereka berpikiran kalau aku datang untuk mengacaukan makan malam kalian, jadi tolong kembali ke dalam dan biarkan aku sendiri dulu"


ucap rose kemudian beranjak pergi meninggalkan Jae-eon.


melihat rose sudah pergi dengan menggunakan taksi. jae-eon kemudian kembali ke ruang makan.


"baiklah om, aku setuju bertunangan dengan jae-eon." ucap rechol


Jae-eon yang mendengarnya bertambah kesal


"apa-apaan kamu rechol? aku ngga setuju yah, aku ngga mau dijodohkan" ucap jae-eon marah.


"diam kamu, siapa yang mengajari mu berbicara kasar terhadap orang tuamu? apalagi bersikap tidak sopan di depan tamu?" balas ayah jae-eon yang juga emosi.


"Han ji won, sudah, sudah, jangan marah, Jae-eon bersikap seperti itu karna syok dengan apa yang didengarnya barusan, kami bisa maklum dengan sikapnya. oiya kalau begitu kami pamit pulang dulu, mari beri mereka waktu untuk berpikir. apalagi ini mendadak untuk mereka"


"sekali lagi maaf atas keributan ini, maaf juga atas sikap jae-eon" ucap ayah Jae-eon merasa tidak enak.


mereka pun pulang.


setelah keluarga Hyun bin pergi. ayah jae-eon kemudian melemparkan sebuah dokumen ke depan Jae-eon.


"pikirkan baik-baik, apa yang ayah katakan, atau perempuan itu akan menderita" ucap ayah jae-eon kemudian berlalu pergi meninggalkan Jae-eon.


jae-eon tampak frustasi, ia kemudian membuka dokumen itu. jae-eon kaget melihat nama rose tercantum didalam dokumen yang berisi nama-nama dokter yang akan dikirim ke Palestina. jae-eon semakin frustasi mengingat bagaimana bahayanya berada di Palestina.


jae-eon semakin kesal dan melampar dokumen itu.

__ADS_1


"aaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Jae-eon frustasi.


*****


__ADS_2