Rose Love Story

Rose Love Story
Teman masa Kecil


__ADS_3

Pukul 8:30


di Kamar terlihat Jae-eon sibuk memeriksa beberapa dokumen dimeja kerjanya. Jae-eon kemudian menuju lemari buku yang terletak tidak jauh dari meja kerjanya. saat membuka lemari, Jae-eon menemukan sebuah kotak kecil, jae-eon kemudian membuka kotak itu dan mendapati gelang berinisial KR juga foto 2 sepasang anak kecil tersenyum memegang balon.


Jae-eon tersenyum menatap foto itu.


"Kamu sekarang apa kabar yah?" gumam Jae-eon.


*****


flashback


terlihat anak perempuan menangis memegangi lututnya yang terluka. kemudian anak laki-laki yang melihatnya lalu mendekati anak perempuan itu.


"kamu kenapa menangis?" tanya anak laki-laki itu.


"aku ingin mengambil balonku yang tersangkut di pohon, tapi saat naik ke pohon itu aku terjatuh" jawab anak perempuan itu lalu memegangi lututnya.


anak laki-laki itu kemudian memanjat pohon itu lalu mengambil balon tersebut.


"ini balonmu, sekarang kamu tidak boleh menangis lagi" ucap laki-laki itu kemudian memberikan balon tersebut


perempuan itu tersenyum. lalu memeluk anak laki-laki itu


"terima kasih" ucap gadis kecil itu


"sama-sama" balasnya


mereka Kemudian bermain bersama. Asisten rumah tangga yang menemani anak laki-laki itu bermain, mengambil handphone-nya, dan menawarkan mereka untuk berfoto, mengingat anak-anak laki-laki itu akan pindah rumah hari ini.


"wah,seru sekali mainnya. kalian mau berfoto?"


"mauuuuu" ucap anak laki-laki itu


"tunggu sebentar"


supir itu memperbaiki posisi kedua anak kecil tesebut.


"nah,bagus,1,2,3 senyuuuuumm"


"nah, selesai,lihat foto Kalian, bagus kan?" seru asisten rumah tangga tersebut.


mereka berdua mengangguk senang.


sejam bermain, seorang laki-laki berkemeja hitam memanggil anak laki-laki itu.


"tuan,ayah sudah menunggu di mobil, kita akan segera pergi" ucap supir pribadi anak laki-laki itu


mereka pun berhenti bermain. asisten rumah tangga itu kemudian mengajak anak laki-laki itu untuk pergi.


"ayo, ayah sudah menunggu di mobil"


anak laki-laki itu kemudian menghampiri gadis kecil tersebut.


"aku harus pergi sekarang, hari ini aku pindah ke rumah baru ayah." pamit anak laki-laki itu ke gadis kecil.


gadis tersebut hanya terdiam dan sedih melihat anak-anak itu akan pergi.


"tidak apa-apa, suatu saat kita akan bertemu. aku akan mengunjungi mu." lanjut anak laki-laki itu


anak laki-laki tersebut melepas kalungnya, kemudian memberikan Kalung tersebut ke gadis kecil itu.


"kamu harus menyimpannya agar kamu selalu mengingat ku. namaku eon." ucapnya.


gadis itu menerima kalung tersebut kemudian, memberikan gelangnya sebagai balasan atas kebaikan eon.


eon tersenyum menerima gelang itu.


"terima kasih, oiya nama kamu siapa?" tanyanya


gadis itu menunjuk bunga mawar yg ada di taman kecil itu.


belum sempat menjawab, supir pribadi tersebut memanggil eon.


"maaf yah, aku harus pergi sekarang, aku akan selalu mengingat mu dan akan berkunjung untuk menemui mu." pamit anak laki-laki itu


gadis itu mengangguk dan menatap eon pergi menjauh darinya.


terlihat eon menaiki mobilnya, eon melambaikan tangannya.


"selamat tinggal bunga"


eon memberi nama gadis kecil itu sebagai bunga


*****


suara ketukan dibalik pintu kamar jae-eon, membuyarkan lamunan jae-eon.


"Jae-eon, ayo makan, ayah sudah menunggu dimeja makan." ucap ibu jae-eon dari balik pintu.


"iya Bu, tunggu sebentar, ibu duluan saja,aku akan menyusul"


Jae-eon kemudian menyimpan kotak kecil itu di laci mejanya lalu menuju meja makan.


"bagaimana kerjaan mu di rumah sakit?" tanya ayah jae-eon

__ADS_1


"baik kok, hanya saja akhir-akhir ini Dokter dan perawat yang bertugas di bagian UGD sering kewalahan, jadi dokter lain ikut membantu. mungkin ada baiknya dokter dan perawat yang bertugas di UGD ditambah, guna mengantisipasi pasien terlambat mendapat penanganan.oiya, beberapa hari ke depan aku harus menginap di rumah sakit untuk membantu penanganan di UGD"


"baiklah, ayah akan segera melakukan rapat untuk membahas masalah ini."


*****


Rechol menikmati makan malamnya bersama kedua orang tuanya.


"wah, masakan ibu, memang paling teh best" puji rechol


"kamu bisa aja"


"oiya bu, yah,beberapa hari kedepan rechol menginap di rumah sakit"


"kenapa? kamu segitu sibuknya?" tanya ayah Rechol


"yah, begitulah, akhir-akhir ini UGD menerima banyak pasien, dan membuat para dokter dan perawat kewalahan, jadi rechol ikut membantu di UGD." jawab rechol


"tapi, sesibuk apapun kamu, kamu jangan lupa makan, jaga kesehatan, jangan sampai kecapek-an dan sakit" ucap ibu Rechol khawatir


"iya Bu, ibu tidak perlu khawatir."


*****


saat ingin tidur, rose membuka handphone-nya dan pesan grup rumah sakit. terlihat jadwal baru untuk para dokter.


"haaaa selamat tinggal untuk beberapa hari ke depan kamarku yang nyaman" keluh rose setelah melihat jadwalnya yang padat di UGD untuk beberapa hari ke depan.


rose Kemudian beranjak dari tempat tidurnya kemudian membereskan beberapa keperluannya untuk menginap beberapa hari ke depan di rumah sakit.


*****


Rumah Sakit 7:30


diruang tidur dokter dan perawat,tampak rose dan rechol merapikan pakaian mereka lalu memasukkannya ke lemari yang ada di ruangan tersebut.


"wah beberapa hari ke depan kita akan benar-benar sibuk dengan jadwal UGD" keluh rechol


"yaaaaa, kuharap kepala rumah sakit secepatnya menangani masalah ini, agar aku bisa menikmati hari liburku di rumah" balas rose


setelah beres-beres, rechol dan rose kemudian keluar untuk menuju ruang UGD.


di depan pintu rechol dan rose bertemu dengan jae-eon.


"eh jae-on" sapa Rechol


"oh,hai,kalian berdua juga ditugaskan membantu di UGD?" tanya jae-eon


"ya, begitulah" balas Rechol


"oiya rose, aku menemukan kalung ini terjatuh dilantai ruangan kamu" ucap rechol sambil menunjukkan kalung tersebut.


"wah, ternyata ada di kamu? aku sudah mencarinya di setiap sudut rumah tapi tidak menemukannya." rose bahagia melihat kalung itu, ditemukan rechol.


"memangnya kalung itu dari siapa?" tanya rechol


"ini dari seseorang dimasa kecilku. dia laki-laki baik dan aku berharap bisa bertemu lagi dengannya."


jae-eon yang mendengarnya kemudian melirik ke arah kalung tersebut. betapa kagetnya jae-eon saat melihat kalung itu.


"kalung itu." ucap jae-eon


"kenapa dengan kalung itu?" tanya rechol penasaran.


"boleh aku melihatnya?" tanya jae-eon tanpa menjawab pertanyaan rechol


"oh tentu" balas rose memberikan Kalung itu.


jae-eon kemudian mengambil kalung tersebut kemudian memeriksanya. ternyata benar, kalung itu adalah kalung miliknya yang diberikan ke gadis kecil di masa lalunya.


"jadi, kamu gadis kecil itu? kamu si bunga itu?" tanya jae-eon senang


"maksudnya?" rose Bingung dengan ucapan jae-eon.


jae-eon kemudian menunjukkan gelang yang diberikan rose sewaktu kecil.


"apa kamu mengingat ini?"


"jadi,kamu si anak laki-laki itu?" tanya rose tdk percaya.


"ya, aku sudah lama ingin menemui mu. tapi sewaktu SMA, aku berkunjung tetapi kata tetangga mu, kamu sudah pindah."


"iya, SMP aku pindah bersama ayah di Seoul"


"hi, senang bertemu kembali dengan mu" ucap jae-eon canggung


"senang bertemu kembali dengan mu juga" balas rose


mereka tersenyum malu dan bahagia karena mereka dipertemukan kembali.


*****


R-entertainment


Kim Tan sedang memeriksa beberapa tawaran kontrak bekerja sama untuk sebuah iklan.

__ADS_1


"itu dokumen untuk beberapa iklan dan ini tawaran bermain drama, ada 2 judul kamu bisa memilih salah satunya." ucap meneger Choi


Kim Tan tidak menanggapi dan hanya diam sambil membuka lembaran demi lembaran naskah yang diberikan meneger Choi.


"yang itu menceritakan tentang seorang dokter, dan tentunya scane-nya kebanyakan berlokasi di rumah sakit." lanjut meneger Choi


mendengar ucapan meneger Choi, Kim Tan berpikir sejenak.


"kalau begitu saya pilih drama ini" ucap Kim Tan memperlihatkan naskah berjudul Doctors


"oke baiklah, saya keluar dulu, saya mau urus jadwal untuk tanda tangan kontrak di project baru ini" ucap meneger Choi kemudian keluar dari ruangan Kim Tan.


*****


Rumah sakit 12:30


Jae-eon,ros dan rechol keluar dari UGD


"rose, mau makan siang bersama?" tawar jae-eon


"oh, tentu, rechol kamu mau ikut?" ucap rose


"oh aku? aku sudah ada janji makan siang dengan Lee yan, lagian aku ngga mau jadi obat nyamuk diantara kalian" ucap rechol meledek rose


"apaan sih" balas rose malu.


Jae-eon hanya tersenyum rose salah tingkah Karena diledek oleh rechol


"rechol, apa kamu sudah selesai" teriak seorang pria dari arah timur


"oh, Lee yan, aku sudah selesai, mau makan dimana?" ucap Rechol kemudian menuju Lee yan


"terserah kamu" balas Lee yan


"baiklah" rechol menggandeng Lee yan pergi


"aku duluan yah, kalian bersenang-senanglah" pamit rechol ke rose dan jae-eon.


rose melambaikan tangan ke rechol.


jae-eon dan rose kemudian masuk ke mobil jae-eon.


"Rose,kamu mau makan apa?" tanya jae-eon


"apa aja, terserah kamu"


"bagaimana kalau kita makan steak, aku tau restoran yang menjual steak enak di Seoul" ide Jae-eon


"baiklah" balas rose


Jae-eon Kemudian melaju menuju restoran steak yang dimaksudnya.


*****


Restoran 13:20


tampak ayah Jae-eon dan rechol sedang asyik menikmati makanan mereka.


"saya dengar anakmu Jae-eon sudah kembali ke Seoul" ucap laki-laki paruh baya tersebut


"ya, baru beberapa hari ini" balas ayah jae-eon


"ow,jadi apa kesibukannya saat ini?" tanya ayah Rechol


"dia bekerja di rumah sakit milik keluarga" jawab ayah jae-eon


"oh bagus dong, jadi anakmu dan anakku rechol bisa semakin dekat" seru ayah Rechol.


"ya, saat berharap demikian" balas ayah jae-eon


"oiya Han ju won, jadi kapan rencana kita menikahkan mereka berdua?"


"ohahaha Menikah? saya rasa anakmu akan menolak mengingat umur mereka masih terbilang muda, bahkan anakku akan menolak jika dinikahkan diusia muda seperti sekarang." balas ayah Jae-eon


"jadi, apa rencana mu untuk kedepan?"


"sebagai langkah awal aku akan memperkenalkan mereka secara bertahap, mengajak mereka makan malam keluarga mungkin dan langkah selanjutnya setelah perkenalan mungkin ada baiknya diadakan pertunangan dulu, sampai mereka benar-benar sudah siap menikah, barulah kita menikah kan mereka."


"hmm, baiklah ide bagus. mungkin ada benarnya kita membuat mereka kenal satu sama lain dulu,lalu menikahkan mereka setelah mereka benar-benar sudah siap."


"yaa, dan saya rasa mereka juga sudah kenal, mengingat mereka satu tempat kerja,dan dengan begitu akan lebih mempermudah mereka saling mengenal satu sama lain."


"baiklah, saya akan mengatur jadwal pertemuan keluarga kita. mengingat beberapa hari ke depan rechol sibuk di rumah sakit, jadi butuh persiapan matang untuk menentukan waktu pertemuan keluarga kita."


"iya, saya mengerti, Jae-eon pun sama. beberapa hari ke depan dia menginap di rumah sakit karna jadwalnya padat. dia ditugaskan membantu di UGD."


"benarkah? anakku Rechol juga, dia juga mendapat jadwal membantu di UGD untuk beberapa hari ke depan"


"bagus kalau begitu, dengan begitu mereka akan semakin dekat"


"hahaha Yaya saya harap demikian"


"baiklah ayo makan, setelah ini saya harus kembali ke rumah sakit" ucap ayah jae-eon melirik ke jam tangannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2