Rose Love Story

Rose Love Story
Prawedding


__ADS_3

Pagi 9:30


Rose dan Kim Tan sudah berada di lokasi dimana mereka akan melakukan prawedding.


tampak rose menggunakan gaun putih selutut dengan rambut di kuncir setengah.


sedangkan Kim Tan menggunakan kemeja putih dipadukan dengan celana pendek.


ya tema pertama casual.


setelah mengambil beberapa foto, mereka mengganti kostum ala pangeran dan seorang putri. rose menggunakan gaun panjang berwarna Lilac dan Kim Tan menggunakan stelan pangeran dengan kuda di samping mereka.


"oke pria memegang pinggang si wanita lalu Kalian saling menatap" arahan dari fotografer.


mereka pun melakukan pose tersebut.


Rose terlihat canggung.


"wanitanya harus rileks" ucap fotografer.


"aku tau aku tampan, jangan gugup seperti itu santai saja, lagian seminggu lagi kau akan puas memandangi wajahku saat ingin tidur dan saat bangun tidur" goda Kim Tan.


"Dih kepedean,siapa juga yang mau sekamar sama kamu?. ingat yah kita menikah hanya di atas kertas ngga lebih" balas rose


"yaaaaa tahan" ucap fotografer tersebut.


"sekarang pose di atas kuda, wanitanya duduk menyamping dan si pria ada di belakang wanita"


"oke wanitanya harus memegang pipi pria lalu tersenyum bahagia memandang si pria" lanjutnya.


"oke bagus, tahan yah..1,2,3.. bagus sekali"


skip****


selesai pemotretan Kim Tan dan rose pulang ke rumah bibi Hani.


"aku benar-benar lelah hari ini" ucap rose memasang belt.


"tapi puas kan memandang ku" Kim Tan kembali menggoda rose.


"kamu ternyata memiliki tingkat kepedean yang akut yah" balas rose


"kenyataannya" ucap Kim Tan tersenyum lalu menancap gas.


*****


"sayang? apa kau sudah makan?" tanya ibu Jae-eon pada suaminya.


"aku tidak berselera" jawabnya singkat.


"sayang, aku sudah berbicara dengan Jae-eon, dan Jae-eon bersedia untuk bertanggung jawab atas kehamilan Rechol."


ucap ibu Jae-eon hati-hati.


"baguslah kalau dia sudah menyadari kesalahannya. Minggu depan kita akan menikahkan mereka, lebih cepat lebih baik" balas ayah Jae-eon.


"hmm aku ikut keputusan mu saja. baiklah kalau kamu tidak ingin makan, aku duluan yah" ucap ibu Jae-eon lalu keluar dari kamar.

__ADS_1


*****


di rumah Hyun bin mendapat pesan dari ayah Jae-eon.


"maaf mengganggu mu malam-malam, sebelumnya saya ingin meminta maaf atas kejadian tadi juga atas apa yang menimpa Rechol, saya benar-benar meminta maaf atas apa yang sudah anak saya perbuat pada Rechol. saya sudah berbicara pada Jae-eon, dan dia bersedia untuk bertanggung jawab. dan saya berencana untuk menikahkan mereka pekan depan, maka dari itu saya menghubungi mi" isi pesan ayah Jae-eon.


"saya juga ingin meminta maaf atas keributan yang saya buat di rumah mu, saya benar-benar di kuasai amarah, seharusnya saya berbicara baik-baik dengan mu, saya terlalu syok dengan berita ini di tambah lagi mendengar ucapan Jae-eon" balas Hyun bin


"tidak, kau tidak salah, wajar kau melakukan hal seperti tadi, ayah mana yang tidak marah ketika terjadi sesuatu pada putrinya, saya pun akan melakukan hal yang sama jika terjadi seperti itu pada anak saya. jadi bagaimana keputusan mu? apa kau setuju pekan depan kita menikah kan mereka?" balas ayah Jae-eon.


"aku serahkan semua padamu, lebih cepat lebih baik"


"baiklah, pekan depan saya akan mengurus semuanya, sampaikan permintaan maaf ku pada Rechol, atas nama Jae-eon saya benar-benar minta maaf"


"iya, saya akan menyampaikannya. terima kasih"


"sama-sama, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya"


******


Kim Tan dan Rose baru saja tiba di rumah. mereka menyadarkan tubuh mereka di sofa.


"aku benar-benar lelah" gumam rose.


"Rose, nak Kim Tan? ayo makan, bibi sudah siapkan makanan untuk kalian, kalian pasti lapar kan" ajak bibi tiba-tiba dari dapur.


"iya bi, aku benar-benar lapar" jawab rose.


"ayo, jangan malu, anggap seperti rumah sendiri" ucap Rose pada Kim Tan.


mereka pun duduk di meja makan dan menyantap hidangan tersebut.


"ah kamu bisa saja" balas bibi.


"iya, masakan bibi benar-benar enak sekali, masakan bibi mengingatkan ku pada almarhum ibuku" ucap Kim Tan tersenyum


"ow jadi ibu nak Kim Tan sudah meninggal?" tanya bibi


"iya bi, ia meninggal karena sakit dan ayah aku tidak tau dimana dia sekarang dan apa dia masih hidup, keluarga kami broken home, aku dibesarkan ibu" jawab Kim Tan


"oh maaf kalau pertanyaan bibi menyinggung perasaan mu" ucap bibi Hani tidak enak


" tidak masalah bi, lagian sebentar lagi aku dan Rose akan menikah, jadi sudah sewajarnya kalian tau semuanya" ucap Kim Tan.


"sudah...sudah lebih baik kita lanjutkan makannya, kalau kalian mengobrol terus, aku akan menghabiskannya sendiri" rose mengalihkan pembicaraan agar Kim Tan tidak sedih.


"ah haha, aku percaya sih, walaupun badanmu kecil tapi makan mu banyak" balas Kim Tan.


"biarin, daripada kamu, makan dikit aja udah naik berat badannya. kasihan harus diet" ledek rose.


"eh sudah..sudah jangan bertengkar, kalian sebentar lagi mau menikah tapi seperti kucing dan tikus." ucap bibi


"ya mau bagaimana bi, rose itu calon istri yang bawel. jadinya tiap hari harus adu mulut"


goda Kim Tan


"kamu sendiri, calon suami tapi ngga pernah mau ngalah. lagian kalau aku bawel terus kenapa kamu mau nikahin aku?" rose kesal.

__ADS_1


"yaa karena aku sayang kamu lah" jawab Kim Tan singkat.


"uhuk uhuk" Rose tersendat setelah mendengar ucapan Kim Tan.


Kim Tan tersenyum lalu memberi air kepada rose.


"makannya hati-hati sayang" Kim Tan kembali menggoda rose.


Rose menatap tajam Kim Tan.


bibi Hani hanya tersenyum melihat tingkah Rose dan Kim Tan.


mereka pun melakukan makan tanpa ada lagi yang berbicara.


*****


tok..tok..


Rechol yang sedang berbaring di kamarnya segera membuka pintu setelah mendengar ada yang mengetuknya.


"siapa" ucap Rechol membuka pintu.


"ini ayah sayang, apa ayah Boleh masuk?" ucap ayah Rechol setelah Rechol membuka pintu.


"ada apa yah?"


mereka pun duduk di tepi ranjang.


"ayah sudah berbicara dengan keluarga Jae-eon. Jae-eon akan bertanggung jawab atas kehamilan mu sayang. dan pekan depan kalian akan menikah" jelas ayah Rechol.


"hah? pekan depan? apa tidak secepat itu yah?" tanya Rechol


"lebih cepat lebih baik sayang, ayah takut Jae-eon berubah pikiran, dan sebaiknya memang segera dilaksanakan."


"hmmm, baiklah kalau itu keputusan kalian" ucap Rechol tidak bersemangat.


"hei ada apa? kenapa wajahmu sedih seperti itu? seharusnya kamu senang Jae-eon mau bertanggung jawab"


"hmm tidak apa-apa yah, Rechol hanya kasihan sama Jae-eon, ia harus menikahi wanita yang tidak dia cintai" jawab rechol.


"sayang, kamu tidak boleh berbicara seperti itu, kamu juga korban disini. dan ayah yakin lambat laun Jae-eon akan mencintai mu" ucap ayah Rechol


Rechol mengangguk dan memeluk ayahnya


"terimakasih yah, dan maaf Rechol membuat ayah kecewa."


"tidak sayang, ayah tidak kecewa, ayah justru senang sebentar lagi putri ayah akan menikah dan ayah sebentar lagi punya cucu" ucap Hyun bin membelai rambut Rechol.


"oiya ayah Jae-eon menyuruh ayah menyampaikan permintaan maafnya untuk mu" lanjut Hyun bin.


Rechol mengangguk


"hmm, Rechol sudah memaafkan mereka jauh sebelum mereka meminta maaf" ucap Rechol tersenyum.


"baiklah kalau begitu kau harus istirahat agar kamu dan bayi dikandung mu sehat. oke?"


Rechol mengangguk.

__ADS_1


Hyun bin pun keluar dari kamar Rechol.


******


__ADS_2