
Pagi ini rose sangat kaget, ia baru menyadari kalau pembayaran Apartemennya sudah jatuh tempo hari ini. ia terlihat bangun tergesa-gesa dan segera mengambil handphonenya.
ia baru sadar kalau di tempat mereka tinggal saat ini kesulitan jaringan. dia harus ke kota agr bisa mengakses internet dengan baik.
"hah, ternyata jaringan disini jelek?" ucap rose setengah teriak hingga membangunkan Yuri.
"kamu kenapa rose?" tanya Yuri
"hari ini pembayaran sewa apartemen ku, aku lupa mentransfernya kemarin sebelum berangkat. dan ternyata jaringan disini juga jelek sekali" keluh rose.
"sudahlah kamu tenang saja. lebih baik kamu mandi sekarang dan setelah itu kita pergi mencari tempat yang jaringannya bagus." ucap Yuri.
Yuri dan rose berjalan keluar dari tempatnya menginap. saat berada di depan pintu ia mengamati para tentara sedang latihan. Yuri terpesona melihat para tentara itu latihan dengan tidak menggunakan baju.
"wah, pemandangan pagi yang sangat indah" ucap Yuri memandang kagum.
"apaan sih kamu, ayo kita cari jaringan. katanya mau menemaniku?"
"tapi, tapi aku masih mau melihat mereka latihan."
"ayolah, besok-besok kan bisa. lagian kita punya waktu 3 bulan disini. kamu bisa melihatnya besok-besok sampai kamu benar-benar puas" ucap rose menarik Yuri.
mereka sudah berjalan cukup jauh dari tempat semula. rose ingin Menaiki bebatuan besar yan yang ada di belakang tempat mereka menginap.
saat rose sudah mulai ingin naik, tiba-tiba Yuri kebelet ingin buang air Kecil.
"rose,aku kebelet buang air kecil ni, kamu ngga apa-apa kan nunggu sendiri dulu Disini, ngga apa-apa yah, cuma sebentar kok" ucap Yuri berlari kembali ke penginapan mereka.
"hmm dasar" batin rose kemudian berjalan untuk menaiki bebatuan besar tersebut.
"hei apa yang kamu lakukan disana?" ucap Rian.
"oh kamu, aku sedang mencari jaringan, ada yang harus aku lakukan" ucap rose.
Rian kemudian menghampiri rose.
"turun, disini tidak ada jaringan" ucap Rian meminta rose untuk turun.
Dengan ekspresi kecewa rose kemudian mengikuti perintah rian.
pada saat menuruni batuan, rose kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Rian yang menyadarinya dengan sigap menangkap rose. Rian kehilangan keseimbangan juga dan terjatuh saat menangkap rose,rose terjatuh tepat dipelukan Rian,pandangan mereka saling bertemu.
seketika rose berdiri.
"maaf" ucap rose.
Rian kemudian bangun dan membersihkan pakaiannya.
Rian kemudian berjalan dan diikuti rose.
"tunggu" Rian menghentikan langkahnya
"sepertinya ada ranjau dimana-mana" ucap Rian melihat kesekelilingnya.
"hah, ranjau? dimana?"tanya rose panik.
"kamu jangan bergerak, ranjau ada dibawah kakimu"
__ADS_1
"hah? jadi aku harus bagaimana?" rose panik dengan menahan air matanya.
"kalau aku bilang lompat kamu harus lompat dari situ." ucap Rian
rose mengangguk
"1,2,3...lompat" Rian memberi aba-aba.
rose melompat dan memeluk Rian. ia menutup matanya karena Takut.
"aku bilang lompat bukan memelukku. kamu agresif juga yah...hahahaha" Rian tertawa.
"kita hampir mati dan kamu masih tertawa?" tanya rose.
"dari tadi aku hanya bercanda, mana ada ranjau, kalau ada ranjau Disini, jauh sebelum aku kesini, kamu sudah mati..hahaha" Rian terus tertawa melihat ekspresi rose.
"ngga lucu" rose mendorong Rian. ia pergi karena marah dan malu
"hei, tunggu, apa kamu marah? aku hanya bercanda" Rian mengejar rose
"maaf, aku hanya bercanda, aku pikir kamu adalah orang yang bisa diajak bercanda"
Rian terus mengejar rose.
"hei, kamu bilang ingin mencari jaringan. apa kamu tidak mau ikut?" lanjutnya
rose berhenti dan berbalik
mengingat ada yang harus ia bayar. ia pun luluh dengan Rian.
mereka menuju mobil.
"kenapa diam saja?" tanya rian
"ayo, naik, untuk mendapatkan jaringan kita harus ke kota" Rian menjelaskan
rose kemudian naik ke mobil.
Rian menancap gas menuju kota.
Kurang lebih 2 jam perjalanan yang harus mereka tempuh untuk sampai di kota. sesampai mereka di kota tersebut rose kemudian turun dan menelfon seseorang.
"bi, aku sudah diluar negeri, tapi aku lupa membayar sewa apartemen ku, bisakah bibi mentransfer uang itu ke pemilik apartemen? sepulang dari sini aku akan mengganti uang bibi" ucap rose berbicara dengan bibinya melalui telfon.
"iya sayang, bahkan kamu tidak perlu membayar bibi, apapun yang ku butuhkan jangan pernah sungkan untuk meminta" ucap bibinya
"hhhmmm bibi, terima kasih" ucap rose menahan haru.
"baiklah kirimkan bibi nomor rekeningnya. oiya kamu baik-baik disana, jaga kesehatan,jaga diri dan makan yang banyak"
"iya bibiku sayang pasti,terima kasih ya bi, bibi juga jaga kesehatan"
"iya,sayang bibi tunggu kepulangan mu. pulanglah dengan selamat"
"iya Bi, oiya bi, sudah dulu yah, rose mau lanjut dulu."
"iya sayang, ingat pesan bibi"
__ADS_1
"pasti bi"
rose menutup telfonnya dan menghampiri Rian.
"sudah, terima kasih yah, untuk bantuannya hari ini. oiya kita langsung pulang?" tanya rose
"apa kamu tidak capek yah? capek ku bahkan belum hilang" jawab Rian.
rose kemudian mengulurkan tangannya.
"apa?" tanya rian bingung.
"tadi kan kamu bilang,kalau kamu capek menyetir, sini biar aku yang menyetir."
"memangnya kamu bisa?"tanya rian memberikan kunci mobil.
"tidak" ucap rose mengambil kunci dan masuk ke mobil, Rian ikut masuk.
"kamu yakin?" tanya rian lagi
"aku kan bilang, aku ngga bisa"
"terus? kenapa kamu nekat ingin menyetir?"
"aku ingin membunuh mu" ucap rose tersenyum dan menancap gas, dia sengaja membuat Rian panik dengan cara mengendarai mobil seperti orang yang baru saja belajar.
Rian memegang erat pada hand grip.
"cukup..cukup..ku mohon berhenti biar aku yang membawanya." Rian panik.
"hahaha santai saja, aku hanya bercanda, aku bisa menyetir bahkan saat berangkat kerja aku mengendarai mobil sendiri." ucap rose terus tertawa.
rose kemudian menyetir mobil dengan normal. perlahan Rian mulai rileks.
1 jam sudah perjalanan yang mereka tempuh.
tiba-tiba seekor anjing menyebrang mendadak membuat rose banting stir ke kiri. rose dan Rian panik. Rian kemudian membentangkan tangannya didepan dada rose untuk menjaga rose agar tidak terbentur pada stir mobil. rose menabrak gundukan pasir, membuat mobil jadi kandas. rose dan Rian turun dan melihat ban mobil tenggelam di dalam pasir.
"kamu tidak apa-apa?" tanya rian memastikan
"tidak, kamu sendiri?"
Rian menggelengkan kepalanya.
Rian kemudian berjalan ke pinggir jalan. tidak ada satupun mobil yang lewat. belum lagi mereka berada di jalan dimana tidak ada satupun bangunan disana.
"sepertinya kita harus berjalan beberapa meter kesana" ucap Rian menunjuk jalan ke arah barat.
"aku melihat ada motel disana. kita mungkin bisa meminta bantuan disana." lanjutnya.
rose dan Rian pun berjalan menuju motel yang terletak 1 km dari tempat kecelakaan tadi.
"maaf yah, gara-gara aku kamu dapat masalah seperti ini"
"tidak apa-apa, lagian ini murni kecelakaan, bukan disengaja"
mereka melanjutkan perjalanan.
__ADS_1