Rose Love Story

Rose Love Story
Mencekam


__ADS_3

pagi pukul 7:30


Terlihat para medis bersiap menuju tempat pengungsian di kawal para tentara.


"apa semuanya sudah siap?" tanya rose


yang sebagai pemimpin dari team medis


"siap" ucap serentak team medis.


mereka pun menaiki mobil Yang sudah di siapkan untuk menuju tempat pengungsian tersebut.


setelah beberapa jam akhirnya mereka pun tiba di tempat pengungsian.


mereka sibuk mengobati para pasien yang terluka juga para pasien yang sedang sakit.


tidak lupa mereka membagikan beberapa makanan untuk mereka yang ada di pengungsian tersebut.


Rian diam-diam memandangi rose yang sibuk memeriksa beberapa Pasien, beberapa kali rose terlihat sedang menghibur beberapa anak yang mengalami trauma, akibat pembantaian itu.


Rian tersenyum melihat rose menggunakan bahasa isyarat, karena mengingat perbedaan bahasa antara mereka.


setelah beberapa jam akhirnya mereka selesai dengan tugas masing-masing.


rose menghampiri Rian dan memberikan Rian makanan.


"ini makan dulu, kamu pasti belum makan kan dari tadi" ucap rose menyodorkan makanan.


"suap" ucap Rian manja ke rose.


"ih makan sendiri, malu tau sama orang-orang, kamu kan udah gede." ucap rose mencubit lengan Rian.


Rian tekekeh.


"baiklah, ayo makan bersama." ajak Rian


mereka pun makan bersama.


*****


hari menjelang malam, beberapa team medis sudah pulang sedangkan rose masih memeriksakan beberapa pasien. setelah menjelaskan beberapa resep, rose pun pamit pulang. rian menunggu rose di dalam mobil.


Rian terus memerhatikan rose dan tersenyum melihat rose di cium ibu-ibu tua.


"seperti malaikat" gumam Rian


pada saat rose hendak ke mobil tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping rose, terlihat beberapa pemuda tak di kenal menarik paksa rose. Rian yang melihatnya pun kaget dan keluar untuk menghentikan mereka. tapi salah satu dari mereka menembak kaki Rian hingga Rian tersungkur.


"Riaaaaaaan" teriak rose.


rose pun memberontak, akhirnya salah satu dari mereka membius rose dan memasukkan rose ke dalam mobil dan melaju kencang meninggalkan tempat pengungsian tersebut.

__ADS_1


Rian pun berusaha berjalan menuju mobilnya.


Rian kemudian menghubungi beberapa rekannya untuk mengejar mobil yang membawa rose.


Rian kehilangan jejak orang-orang yang membawa rose.


"aaaa sialan" Rian memukul stir mobilnya.


Rian kemudian menelepon rekannya.


"halo, bagaimana? apa kalian sudah memblok semua jalan dari kota ini? aku kehilangan jejak mereka." ucap Rian


"sudah pak, semua jalan sudah di blok, dan kami berhasil melacak GPS yang di bawa para team medis termasuk dokter rose." ucap rekan Rian dibalik telfon.


"baiklah saya menuju kesana."


*****


Yuri menelfon ke rumah sakit tempat mereka bekerja.


"halo, gawat Ra, Rose di culik" Yuri panik.


"hah, dokter Rose di culik? kok bisa?" ucap Ara kaget dan semua dokter juga perawat seketika panik mendengarnya.


"ada apa? kenapa dokter Rose bisa di culik?" ucap salah satu perawat.


Ara tidak menanggapi mereka.


"Yuri, kenapa Rose bisa di culik?" ucap Ara setengah teriak.


"jadi bagaimana sekarang?" tanya Ara kembali.


"para tentara disini sedang mencari keberadaan rose.


"udah dulu ya Ra, ntar aku telfon lagi kalau udah ada info lebih lanjutnya.


seketika seluruh rumah sakit gempar dengan kabar ini, mengingat dokter Rose cukup terkenal di rumah sakit itu.


tak tanggung-tanggung beberapa media merilis berita ini.


*****


Kim Tan sedang berolahraga.


"Terjadi penyekapn terhadap dokter, yang sedang menjalankan tugas sebagai relawan di Palestina. dokter Kim rose atau biasa di kenal dokter rose ahli bedah dari salah satu rumah sakit terbesar di Korea."


Kim Tan terpaku mendengar nama rose. Kim Tan lalu menaikkan volume TVnya untuk memperjelas kabar yang ia dengar sebelumnya.


"dokter Rose menjadi korban penyekapan tersebut. belum ada informasi pasti mengenai motif dari penyekapan tersebut"


Kim Tan terduduk lemas mendengar berita tersebut.

__ADS_1


iya bingung harus melakukan apa?


"astaga Rose" ucap Kim Tan frustasi


"kim Tan bodoh, bahkan kau tidak tau harus berbuat apa." Kim Tan menangis menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa.


****


"apa? rose di sekap? kok bis Bu?" Rechol syok dengan berita yang baru saja di dengarnya melalui telfon.


Jae-eon yang mendengarnya seketika panik.


"apa? kenapa dengan rose? ada apa? kenapa kamu bilang rose di culik? " tanya Rian panik.


Rechol pun mematikan telfonnya dalam keadaan syok.


"jawab rechol, ada apa? kenapa rose bisa di culik" Tanya Jae-eon yang panik lalu mengguncang tubuh Rechol.


"aku juga ngga tau Jae-eon, mereka semua belum tau alasan rose di culik, dan kamu harus tenang, semua tentara disana sudah bergerak menyelematkan rose" ucap Rechol sedikit berteriak.


"bagaimana aku bisa tenang? sedangkan rose dalam bahaya" Jae-eon marah.


Jae-eon pun masuk ke kamarnya lalu mengambil telfon dan menelfon ayahnya.


"sudah puas? ayah membuat rose dalam bahaya?jadi sekarang? apa yang bisa ayah lakukan sebagai pemimpin rumah sakit? apa yang bisa ayah lakukan sekarang untuk menyelamatkan rose?" Rian membentak ayahnya.


ayah Jae-eon hanya diam mendengar ucapan Jae-eon.


Jae-eon pun mematikan telfonnya karena tidak ada jawaban dari ayahnya.


"aaaaaaaa bahkan aku tidak bisa berbuat apa-apa " Rian menghamburkan semua barang yang ada di meja kerjanya.


ayah Jae-eon kemudian menelfon sekertarisnya.


"urus semua kepulangan dokter yang menjadi relawan disana, dan kirim beberapa bantuan untuk mereka, untuk team medis yang sudah bisa pulang besok tolong pesan tiket untuk kepulangan mereka." ucap ayah Jae-eon.


"baik dok" ucap sekretaris tersebut.


*****


bibi Rose panik setelah melihat berita kalau rose di culik.


"bagaimana ini? aku harus bagaimana? aku harus menyusul rose" bibi rose panik.


"tenanglah sayang,kita tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimana kita bisa menyusulnya sementara disana berbahaya, kita juga tidak tau di mana posisi rose sekarang, yang harus kita lakukan adalah mendoakan keselamatannya, tenanglah rose akan baik-baik saja, semua tentara disana sudah bergerak untuk menyelamatkan rose, kita hanya harus berdoa untuk keselamatan rose" ucap paman rose berusaha menenangkan istrinya.


"bagaimana aku bisa tenang? Rose sekarang dalam bahaya, ini semua salahku, aku salah mengizinkan rose pergi, ini semua salahku, rose dalam bahaya karena kecerobohan ku, andai saja aku melarangnya untuk pergi, semua ini tidak akan terjadi" bibi rose menangis sejadi-jadinya.


"tenanglah, Rose pasti selamat, dan jangan pernah salahkan dirimu, ini bukan salahmu" paman rose terus menenangkan istrinya.


"aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri jika Terjadi apa-apa dengan rose" bibi rose terus menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"tenanglah, jangan bicara seperti itu, kita harus yakin, Rose pasti selamat, kita harus yakin, para tentara disana pasti berusaha menyelamatkan rose." ucap suaminya meyakinkan.


******


__ADS_2